###part 5
Setelah kejadian itu, anaya akan selalu mengikuti kemanapun fahlan berada, ia bahkan akan mengirimkan foto dirinya dan juga fahlan pada amel. Tapi amel yang melihat foto foto itu hanya menganggapnya acuh yah walaupun ada rasa cemburu, tapi amel akan terus mempercayai fahlan sampai kapanpun.
"Kyaaaaaaaa.."teriak amel sambil melempar vas bunga ke kaca
"Aku sangat membencimu amel. Jika yang aku lakukan tak mempan bagimu, maka aku harus menyingkirkanmu dari dunia ini haaaa" kata amel sambil melempar barang lagi dan tertawa
Sedangkan amel dan fahlan mereka saat ini sedang makan bersama di sebuah restoran
"Apa anaya masih mengikuti dirimu?"tanya Amel
"Sepertinya tidak. Karna selama beberapa hari ini aku sudah tidak melihatnya lagi" jawab fahlan
"Hmm" dehem amel
Selama beberapa hari amel dan fahlan merasa senang karna amel tidak pernah mengikuti ataupun mengganggu hubungan mereka.
Suatu hari saat amel sedang libur kerja ia memutuskan untuk berbelanja di mal.
***Amel
"Mengapa aku merasa seperti ada yang mengikutiku dari aku keluar dari asmil" kata ku yang sedang mengemudi mobil.
Aku menambah kecepatan mobilku, aku melihat mereka yang terus mengikutiku. Aku langsung menelfon ayahku dan juga fahlan, yang membuat mereka sangat panik, ayahku langsung membawa beberapa pengawalnnya untuk mengikuti kemana arah mobilku. Ayahku telah memasang jps pada mobilku sehingga ia dengan mudah mengetahui dimana diriku berada. Fahlan juga bergabung dengan ayahku. Tapi sayangnya koneksi mobilku berhenti di suatu jalan yang sangat sepi akan tanpa ada penduduk yang tinggal di daerah itu.
Beberapa menit yang lalu
Saat aku selesai menelfon ayah dan juga fahlan aku begitu merasa sangat takut apa yang harus aku lakukan, aku melajukan mobil tanpa melihat jalan yang aku lewati. Yang aku tahu aku harus bebas dari mereka. Tapi sayangnya aku terlalu bodoh karna aku membawa mobilku ke jalanan yang sangat sepi. Mobil yang mengikuti dirikupun semakin dekat hingga merela menyalip mobilku, yang membuat mobilku di rem mendadak.
Mereka keluar dari mobil aku merasa sangat takut, mereka memaksaku untuk keluar, tapi aku tidak mau. Aku akan menunggu ayahku sampai datang. Aku menelfon lagi ayahku dan ayahku mengatakan bahwa mereka sudah dekat. Aku pun sedikit merasa legah tapi sayangnya mereka dapat memecahkan kaca mobilku.
"Ikut denganku atau aku akan menembakmu" katanya
Akupun dengan terpaksa mengikuti mereka saat aku baru ingin masuk ke dalam mobilku, ayah dan juga fahlan serta beberapa prajurit baru saja sampai. Mereka saling menodongkan senjata
"Lepaskan anak ku" kata ayahku
"Ayah"panggilku dan mendapat anggukan dari ayahku dan kemudian aku melihat fahlan aku hanya tersenyum ke arahnya dan mendapat anggukan juga darinya
"Ha...ha..ha..tidak semudah itu" kata seorang wanita yang keluar dari salah satu mobil yang terlihat mewah
"Anaya" kataku dan fahlan secara bersamaan, sedangkan anaya hanya tersenyum sini menatapku
"Ternyata kau sangat cepatjuga Amel" kata anaya dan menodongkan senjata ke kepala amel
"Anaya, jika kau sampai melukai amel, aku tidak akan pernah memaafkanmu" kata fahlan
"Hahaha.... fahlan fahlan. Andai saja kau tidak menolakku, hal ini tidak akan pernah terjadi. Tapi sayangnya kau menolakku, karna itu aku harus melenyapkan wanita ini" kata anaya
"Jangan anaya, aku mohon lepaskan amel. Lenyapkan saja aku tapi jangan amel" kata fahlan sambil memohon
"Apa yang kau katakan fahlan" teriak amel, dan hanya mendapat senyuman dari fahlan
"Oh sungguh mengharukan. Tapi sayangnya aku sama skli tidak puas jika tidak melihat jenasah Amel" kata anaya dan tertawa lagi
"Kau jangan macam macam gadis gila" kata ayahku dan hanya mendapat tawa dari anaya
"Katakan selamat tinggal pada orang orang terkasihmu, dan juga pada dunia amel" kata anaya dan bersiap untuk menembak
" jangan anaya"teriak fahlan
"Jangan lakukan itu" teriak ayahku
"1"
"2"
Saat anaya ingin menembakku aku hanya bisa pasrah dan memberikan senyum pada ayah dan juga fahlan
"3"
"Dorrrr" suara tembakam
"Amel..."teriak semua orang
Sedangkan aku merasakan senapan itu mulai menjauh dari pelipisku, yah setelah tembakan itu aku tidak merasakan sakit apapun di kepalaku. Karna penasaran aku membuka mataku dan menata ke arah anaya dan betapa terkejutnya aku yang terkena tembakan adalah anaya bukan diriku. Yang lebih membuatku terkejut adalah yang menembak anaya adalah ayahku. Aku menjauh dari tubuh amel yang mulai ambruk tidak berdaya itu
Fahlan langsung mendekat ke arahku dan memelukku, akupun membalas pelukan dari fahlan. Tapi sayangnya pelukan itu harus lepas karna ayahku langsung menarik ku dan memelukku lalu berkata
" dia adalah putriku jadi aku yang terlebih dahulu memeluknya" kata ayahku dan mendapat tawa dariku akupun membalas pelukan ayahku
Setelah kejadian hal itu, aku mendapatkan beberapa bodygoard di sampingku karna ulah dari ayahku dengan alasan agar aku bisa aman dan kejadian sebelumnya tidak terulang lagi. Dan aku hanya bisa menerimanya karna yah gitulah.
Dan hubungan ku dengan fahlan kami menjadi lebih baik lagi. Hingga fahlan memutuskan untuk melamarku menjadi istrinya dan kedua kluarga kami juga setuju dengan pernikahan kami berdua
*********************TAMAT********************