###Part 4
Seperti biasanya setiap hari amel akan selalu bertemu dan bersama fahlan. Amel selalu berusaha membuat fahlan agar bisa mencintainya, tapi satu hal yang tidak di ketahui oleh amel bahwa sebenarnya fahlan telah mencintainya tapi belum di katakan oleh fahlan secara langsung.
Hingga suatu hari Amel mendapat pesan dari anaya untuk bertemu dengannya di taman bungaXXX, amel pun menyetujui pertemuan itu, amel pergi bertemu dengan anaya tanpa sepengetahuan fahlan.
***Amel
"Maaf apa kau sudah lama menungguku..?" Tanya ku
"Ah tidak, mari duduk di sebelahku" kata Anaya
Dengan sedikit ragu aku duduk di sampingnya
"Ada urusan apa kau mengajakku kemari..?" Tanya ku
Anaya membalas pertanyaanku dengan tersenyum, dan menatap ke arah sekeliling tempat mereka duduk
"Tempat ini adalah pertama kalinya aku bertemu dengan cinta pertamaku" kata anaya
Aku hanya menatapnya tanpa merespon kata katanya, kemudian ia melanjutkan ceritanya
"Saat kami menjadi sepasang kekasih, kami saling mencintai. Dia akan memberikan apapun yang aku mau, begitupun diriku. Hubungan kami berjalan dengan sangat baik tapi sayangnya harus berakhir karna diriku yang tidak percaya dengannya. Aku mendapatkan foto tentang kedekatannya dengan seorang wanita, awalnya aku tidak percaya tapi foto yang aku dapat semakin banyak tentangnya. Aku pikir ia berselingkuh karna itu aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan kami, dan aku memutuskan untuk pergi kemuar negri untuk menenangkan diriku. Tapi setelah aku kembali dari luar negri aku baru tahu bahwa ternyata ia tidak berselingkuh, saat itu ia sedang mendapat tugas dari atasannya bersama dengan seorang tentara wanita dan betapa bodohnya aku percaya akan semua itu" kata anaya kemudian menangis.
Aku yang melihat anaya menangis merasa sangat iba
"Siapa pria itu..?" Anaya menatap diriku kemudian menutup wajahnya kembali
"Dia adalah pria yang selau bersama denganmu yaitu fahlan" kata anaya
Dan betapa terkejutnya aku
"Fa..fahlan"
"Ya fahlan. Maaf kan aku karna harus menceritakannya padamu amel, tapi aku benar benar sangat mencintai fahlan. Aku yakin fahlan pasti masih mencintaiku. Dan aku juga yakin dia tidak mencintaimu amel. Karna itu kumohon lepaskan saja fahlan" kata anaya yang membuatku tidak percaya
"Apa maksudmu, fahlan hanyalah masalalumu Anaya. Yang semestinya menjauh adalah dirimu. Bukan diriku." Kataku padanya
Sedangkan anaya sudah mulai geram denganku
"Amel apa kau tidak sadar bahwa fahlan tidak mencintaimu. Jadi jangan membuang waktumu hanya untuk bersama dengan fahlan" kata Anaya
"Cukup anaya, sampai kapanpun aku tidak akan meninggalkan fahlan jika bukan fahlan sendiri yang akan memintaku meninggalkannya" kataku dengan penuh penekanan di setiap kataku
"Baiklah akan ku pastikan fahlan sendiri yang akan meminta dirimu menjauh darinya." kata anaya
Aku yang mendengar perkataannya hanya menatapnya dan pergi meninggalkan anaya sendiri
"Kau sendiri yang memintaku untuk bermain denganmu Amel. Jangan salahkan aku jika kau harus tersakiti dengan permainanku" gumam anaya sambil menatap tajam punggungku yang sudah mulai menghilang dari hadapan Anaya
Setelah menemui anaya aku memutuskan untuk kembali kerumah ku dan beristirahat
#Kamar Amel
"Apa yang aku lakukan sudah benar?"kataku pada diriku sendiri
"Ya tuhan, sejujurnya aku tidak ingin berurusan dengan Anaya, tapi aku juga tidak bisa melepaskan Fahlan. Aku sangat mencintainya, yah walaupun aku tidak tahu apakah dia mencintaiku atau tidak, tapi ia berkata bajwa ia akan berusaha mencintaiku" kataku lagi
"Tapi bagaimana jika dia benar benar masih mencintai Anaya, apakah fahlan akan mengakhiri hubungan kami atau dia akan....haaaaaaaaaaa sudahlah, aku lelah tidak ingin memikirkan hal ini" kataku yang mulai frustasi. Karna lelah aku memutuskan untuk tidur.
Keesokan paginya seperti biasa aku akan kerumah sakit. Sesampainya di RS aku terlebih dahulu ingin bertemu dengan Fahlan dan betapa terkejutnya aku yang melihat fahlan memeluk Anaya.
"Fahlan" panggilku dan pergi meninggalkan mereka
Fahlan yang sadar akan kedatangan amel menghempaskan anaya dengan kasar dan pergi menyusul Amel. Sedangkan anaya tanpa dosanya ia hanya duduk di sofa dan tersenyum sinis
"Amel dengarkan aku" teriak fahlan yang masih mengejar amel. Sedangkan amel tidakmemperdulikan panggilan dari fahlan. Fahlan yang melihat amel tidak mendengarkannya mempercepat langkahnya hingga fahlan bisa menarik amel.
"Apa yang kau lakukan lepaskan tanganku"kata amel yang berusaha melepaskan genggaman dari fahlan.
"Ikut denganku"kata fahlan dan menarik Amel le uatu tempat
"Kau mau membawaku kemana fahlan. Lepaskan tanganku"kata amel yang berusaha melepaskan tangannya dari genggaman fahlan
Sedangkan fahlan dia tidak merespon perkataan dari amel, fahlan hanya dia sambil menarik amel ke suatu tempat.
Fahlan membawa amel ke suatu taman. "Bukankah ini tempat yang diceritakan oleh anaya.
"Mengapa kau membawaku kesini fahlan" tanya amel
"Amel trmpat ini adalah tempat dimana aku..."
"JADIAN DENGAN ANAYA. Aku sudah tahu" kata amel menekan setiap kata
"Apa anaya yang menceritakannya" tanya fahlan
"Hm"jawabku
"Dengarkan aku amel, memang dulu aku pernah mencintainya, tapi sekarang tidak. Karna yang ada dihatiku sekarang adalah dirimu amel"kata fahlan
"Apa kau telah mencintaiku?" Tanya amel
"Ya amel. Kau berhasil membuatku jatuh cinta padamu" kata fahlan
"A..aku" kata amel yang mlai gugup
Fahlan langsung memeluk amel dan berkata
"Terima kasih amel, karna dirimu aku bisa bebas dari keterpurukan diriki. Aku sangat mencintaimu amel. Sangat" kata fahlan dengan sangat lembut
"Aku juga sangat mencintaimu fahlan" kata amel dan membalas pelukan dari fahlan.
"Tapi bagaimana dengan anaya?" Tanya amel pada fahlan. Fahlan melepaskan pelukan mereka dan menatap amel
"Anaya?, ada apa dengannya?" Tanya fahlan dengan santai
"Ais apa kau tidak bisa merasakan?"tanya amel yang mendapat gelengan kepala dari fahlan
"Hm anaya masih sangat mencintaimu fahlan. Dia bahkan dengan terang terangan memintaku untuk menjauh darimu" kata amel
"Hmm wanita ini benar benar tidak tahu malu. Dulu dia meninggalkanku yang membuatku menderita dan sekarang dia ingin kembali. Itu tidak akan pernah terjadi. Amel dengarkan aku. Apapun yang terjadi percayalah padaku amel? Kata fahlan dengan serius
"Aku akan selalu percaya padamu fahlan. Aku tidak akan mempercayai sesuatu tanpa ada penjelasan darimu" kata amel
"Terima kasih" kata fahlan
"Sama sama" balas amel
Saat mereka sedang asik berbicara anaya sedang menguping pembicaraan mereka
"Sialan kau amel. Lihat saja apa yang akan ku lakukan" kata anaya dan pergi dari tempat itu dengan sangat marah