Mata adalah jendela dunia , bukankah begitu kata pepatah, tapi untuk orang yang buta bagaimana cara mereka melihat dunia?.
Namaku Bella, karna sebuah kecelakaan naas yang menimpa keluarga ku setahun yang lalu, aku tidak hanya kehilangan orangtua tapi juga kehilangan jendela untuk melihat dunia, kini yang aku lihat hanya gelap dan hampa, rasanya sunyi tidak ada lagi cahaya, sampai Riki datang dalam hidupku dan menjadi mata kedua untuk ku.
Waktu itu aku ada di taman sedang menikmati derasnya hujan, air hujan yang turun mengguyur, terasa sangat menyejukkan, aku sangat suka hujan, sangat suka melihat bulir-bulir air hujan yang mengenai dedaunan dan pepohonan, tapi sekarang aku tidak lagi bisa melihat hal itu.
Riki : nona apa kamu juga menyukai hujan ?
Bella : ya,,,,aku suka hujan, siapa dirimu ?
Riki. : Eh,,, ternyata buta ya,,,,
Bella : memangnya kenapa jika aku buta! ( dengan nada marah )
Bella : sudahlah aku malas meladenimu ( berjalan pergi)
Riki. : Nona mari kita berteman ! ( Sambil berteriak )
Riki. : Gadis yang manis tapi galak hihi,,,
Awal mula pertemuan ku dengan Riki, meski aku tidak tau bagaimana rupanya aku tau dia orang yang baik tapi menyebalkan, aku kembali bertemu Riki kali ini aku bertemu dengannya di jalan, aku menyebrangi jalan dengan perlahan menggunakan tongkat, sebuah mobil sedan melaju dengan cepat dan hampir saja menabrak ku, Riki dengan gigap mendorong ku, kami berdua jatuh tersungkur di tepi jalan.
Riki. : Nona apa kau baik-baik saja?
Bella : aku baik-baik saja.
Bella : te-rimakasih , kau orang yang aku temui di taman hari itu kan?
Riki. : Pendengaran nona memang sangat baik
Riki. : Namaku Riki,,,,Nona siapa namamu?
Bella : Namaku Briliana Isabela, panggil saja aku Bella .
Riki. : Nona apa kita bisa berteman?
Bella : kenapa kamu mau berteman dengan orang buta?
Riki. : Memangnya apa masalahnya jika Nona buta, aku tidak masalah dengan hal itu, jika Nona buta aku bisa menjadi mata kedua untuk nona.
Bella : . . . ( Nit,,, nit,, nit suara jam tangan Riki berbunyi)
Riki : em,, nona aku pergi dulu ya, bagaimana jika kita besok bertemu di taman lagi ? ( Bella mengangguk )
Kata-kata Riki tadi segitu menyentuh, suaranya begitu halus seperti suara ayah, sesuai dengan janji aku dan Riki bertemu di taman hari itu, aku tiba di taman lima menit lebih awal dari Riki, hari itu cuaca sangat cerah, aku hanya merasakan panas matahari nya saja, Riki datang menghampiri ku.
Riki. : Nona,,,, maaf membuat mu menunggu
Bella : Riki?
Riki. : Nona apa kau tau hari ini langit begitu biru dan cerah, hampir tidak ada awan hitam yang melintas, nona apa kau suka es krim ada kedai eskrim yang baru buka di pinggir kota, aku mengajak mu kesana ya.
Bella : eh tapi,,,
Riki. : Tenang saja,,,, aku antar pakai sepeda ya?
Bella : terserah Riki saja lah,,,
Riki menarik tanganku, kami pergi menggunakan sebuah sepeda yang aku tidak tau bagaimana bentuknya, dijalan Riki bercerita banyak hal, dia mengoceh tiada henti alfabet dari A-z semua keluar dari mulutnya, tapi ceritanya cukup menghibur ku, kami tertawa sepanjang jalan, aku bisa merasakan angin segar yang menerpa rambut dan wajah ku.
Riki. : Bella apa kau tau,,, pemandangan di jalan sangat indah,,,
Bella : oya,,,apa kau bisa ceritakan seperti apa pemandangan di jalan?
Riki. : Cahaya matahari bersinar cerah , banyak pepohonan yang rindang sepanjang jalan, angin segar membuat suara khas dari gesekan padi,,,
Bella : padi?, Apa ada sawah di sini ?
Riki. : Tidak hanya sawah, ada juga sebuah sungai kecil yang bergemercik, apa kau bisa mendengar nya,,,,?
Bella : ya, aku bisa mendengar suara air persis seperti deskripsi mu.
Sepanjang jalan Riki terus mendiskripsi kan semua hal yang kami temui dari hamparan sawah burung berterbangan sampai seorang nenek yang bermain dengan cucunya , Riki membuat diskripsi layaknya membacakan sebuah dongeng, Selama beberapa saat kami berkendara akhirnya sampai di toko yang dibicarakan Riki sepanjang jalan.
Riki. : Nah Bella kita sudah sampai,,,,
Riki. : Ayo masuk. ( Riki menarik tangan bela)
Riki. : Bella kau mau eskrim rasa apa? Disini ada rasa coklat vanila pepermint,,,,
Bella : aku mau yang rasa stroberi mint ada?
Riki. : Selera mu unik juga ya,, baik lah aku pesan satu eskrim stroberi mint dan satu es krim vanila
Riki. : Bella,, setelah ini kau ingin kemana?
Bella : jam berapa sekarang?
Riki. : Sekarang sudah pukul 17.25
Bella : eh,,, sudah lebih dari jam 5 ya, aku harus pulang kakak pasti mencari ku,,,
Riki. : Aku antar pulang ya?
Bella : ok.
Riki mengantar ku kembali ke rumah, aku hanya memiliki seorang kakak laki-laki yang mengurusku setiap saat, sejak hari itu Riki selalu menghampiri ku di rumah, hampir setiap pagi aku mendengar teriakkan nya, tapi sudah satu Minggu Riki menghilang tanpa kabar, dia tidak menelfon ku apa lagi menghampiri ku di rumah, padahal ada berita baik yang ingin aku sampaikan kepada nya.
Malam sebelumnya*
Kakak : Bella,,, ada kabar baik untukmu,,
Bella. : Kabar baik ?
Kakak : iya,,,, dokter bilang sudah ada seorang pendonor untuk matamu,,,
Bella. : Benarkah,, siapa dia kak?
Kakak : aku tidak tau tapi dokter bilang dia adalah seorang pasien kangker.
Bella. : Orang itu baik sekali,,,,
Pagi harinya aku dan kakak bersiap untuk pergi ke kerumah sakit, hari ini sebuah operasi besar akan mengembalikan jendela dunia ku dan mengubah hidupku, setelah satu bulan berlalu mataku telah pulih sepenuhnya, tapi dimana Riki?, Aku kembali ke taman dimana aku dan Riki bertemu pertama kali, waktu itu hujan tiba tiba turun, Riki dimana ya?.
Seorang laki-laki datang dan memberiku payung, suaranya sangat mirip seperti suara Riki, apa dia Riki tapi Riki tidak akan memberiku payung tapi malah akan hujan-hujan bersama ku.
Riko : nona,,,apa anda nona Bella?
Bella : ya aku Bella, anda siapa ya?
Riko. : Saya Riko adiknya Riki,,,
Bella : kau adiknya Riki , dimana Riki kenapa tidak ada,,,,? apa dia marah kepadaku?
Riko. : Nona Bella ikut lah saya.
Riko mengajakku ke sebuah makam, aku mulai bertanya-tanya makam siapa ini?, Kenapa Riko membawa ku kemari?.
Bella : makam siapa ini?, Kenapa kamu membawa ku kemari?
Riko. : Coba baca nama di batu nisan nya
Dalam batu nisan tertulis nama Riki , tertera juga tanggal kematian nya, tanggal kematian nya tepat saat aku mendapat kan seorang pendonor mata, apa maksudnya ini?.
Bella : apa maksudnya ini,,, tidak kau pasti bohong ini pasti bukan makam Riki kan,,,
Riko. : Aku tidak berbohong ini makam kakak,,, dan matamu itu adalah mata milik kakak
Bella : apa,,!
Rasa tidak percaya dan sedih bergejolak di kepala ku, aku masih tidak percaya sahabatku telah mati, dan aku tidak percaya kalau Riki lah yang menjadi pendonor untuk mata ku, Riko lalu mengeluarkan sebuah fidio rekaman pendek, terlihat Riki dipenuhi banyak selang infus dan oksigen.
Pesan terakhir Riki :
" Bella maaf aku tidak bisa datang menemui mu beberapa Minggu terakhir,,, kau pasti kesepian, biasanya aku akan datang menghampiri mu dan bercerita banyak hal, tapi tenang saja setelah ini kau tidak akan kesepian lagi, dan kau tidak perlu mendengar cerita ku yang membosankan lagi, kau bisa melihat hujan yang kau sukai, bisa melihat jalanan yang kita lewati,,,, kau pasti akan sangat bahagia, terimakasih juga telah memberikan ku kebahagiaan walau hanya sesaat " Vidio selesai
Riko. : Kau lihat kan kakak ku adalah seorang yang sekarat, dia mungkin nampak baik-baik saja tapi itu tidak menutup fakta tentang kangker yang ia derita,,,,
Riko. : Sejak di fonis menderita kangker otak setahun yang lalu kakak selalu murung, tidak pernah tersenyum ataupun bersosialisasi, sampai ia bertemu dengan mu, kakak menjadi lebih periang dan sering tertawa
Aku hanya bisa menangis melihat makam didepan mata ku, walau rasanya tidak percaya tapi ini nyata.
Riko. : Kakak juga berpesan, agar kau tidak sedih atas kematian nya,,,
Seminggu berlalu,,,, Riko benar aku tidak boleh terus terpuruk dalam kesedihan, ada kehidupan baru yang harus aku lalui, aku harus mengikhlaskan dan melepaskan kematian sahabatku Riki, sejak hari itu aku memutuskan menjadi seorang penulis novel untuk para tunanetra.
Tamat.
Semoga kalian suka author akan menunggu like dan komen nya, ya#