Pagi itu di depan sebuah rumah.rumah yang tak begitu luas namun sangat asri dan tentu saja menenangkan.rumah yang selalu riuh dari para anggota di dalamnya.
Rumah idaman bagi seorang anak remaja putri yang sangat manis senyumannya.
Dia adalah Manda.anak perempuan yang selalu riang gembira.anak kedua dari pasangan sang ayah yang seorang Pegawai kantoran di salah satu Rumah Sakit dan juga sang ibunda yang lebih memilih menjadi ibu rumah tangga setelah menikah.
"Manda yuk naik,nanti kita terlambat lho man." celetuk Nina.
"Oke Nina bobo." jawab Manda sambil tersenyum.
Pagi ini seperti biasanya,Manda naik angkot untuk pergi berangkat ke sekolahnya dan ia juga selalu berangkat bersama Nina,Nina yang juga adalah teman saat sekolah dasarnya beberapa tahun silam.
Rutinitas anak anak sekolahan pada umum nya,belajar dan juga terus mengasah kemampuan lain,misalnya kegiatan ekstrakurikuler,namun Manda tidak mengikuti satupun kegiatan tersebut sejak ia dinyatakan diterima di sekolah ini.salah satu dari sekolah yang banyak di idam idamkan oleh para orang tua dan juga anak anak yang ingin segera mengenyam pendidikan tentunya.
Manda bersekolah di SLTP 02 di Kotanya.sekolah yang konon dari jamannya sudah banyak mencetak generasi yang mumpuni dalam masyarakat.maka itu sekolah ini juga sangat digemari dari berbagai kalangan.
Manda sudah hampir lima bulan bersekolah di sini. ya saat ini Manda tercatat di bangku kelas tujuh dan juga sekelas dengan Nina.
Manda pagi ini memang terlihat sangat riang seperti biasanya meski jauh dalam lubuk hatinya Manda sedang merasa sangat gulana.itu karena sang ayah tidak lama lagi akan berpindah tugas di Kota lain dan untuk kali ini Manda harus rela berpisah dari ayah dan juga ibunya.Manda sendiri sudah kedua orang tuanya titipkan di salah satu sahabat sang ayahanda saat masih muda.tentu bagi Manda ini sebuah hal yang tidak mudah untuk di lewati,apalagi saat ini ia juga tengah terpisah dari sang kakak yang sedang kuliah di Kota lain juga.
"Man kok sedih sih mukanya."? tegur Nina saat mereka sedang makan di kantin siang ini.
"Gak kenapa napa kok Nin,cuma lagi pingin diam sebentar aja dari biasanya." jawab Manda dengan tetap berusaha tersenyum.
Hari bergganti begitu cepat rasanya bagi Manda dan di hari ini ia harus mulai bersiap siap untuk pindah ke tempat lain.rasanya Manda ingin berontak agar bisa ikut dengan kedua orang tuanya,tapi Manda juga yakin jika ini takkan susah untuk ia lewati jika ia terus berusaha riang.ia juga tak mau menjadi beban pikiran bagi sang ayah,karena kali ini sang ayah di tugaskan di daerah yang cukup jauh dari Perkotaan dan sang ayah juga sudah menjelaskan bahwa sarana untuk bersekolah disana tidak semudah di Kota yang mereka tempati saat ini.jadi Manda harus maklum meski hatinya amat sangat sedih karena harus berpisah untuk waktu yang tidak sebentar.
"Silahkan masuk pak." ajak seorang wanita paruh baya pada ayahnya Manda.
Manda dan sang ibu pun mengikuti langkah kaki sang ayah dari belakang memasuki sebuah rumah yang lumayan luasnya dibanding rumah mereka.
Tampak seorang pria yang seumuran dengan ayahnya keluar dari pintu depan untuk menyambut kedatangan mereka,di susul pula dengan seorang wanita yang kisaran umurnya juga sama dengan ibunya Manda.
Siang itu mereka bertiga mendatangi rumahnya sahabat sang ayah ketika masih kuliah dulu,beliau juga merupakan salah satu orang sukses di Kota ini.rupanya Manda akan dititipkan disini oleh sang ayah selama beliau bertugas nantinya di Kota lain.
Manda duduk disamping sang ibu dengan terus saja mengulas senyumnya.siang ini pembicaraan di antara dua sahabat ini sangat terasa akrab nya.Manda pun ikut larut sambil tetap memilih diam sambil sesekali menjawab apa yang ditanyakan padanya.
Dua jam kemudian mereka sudah mau berpamitan untuk pulang dan saat itu tampak seoraang anak laki laki baru saja masuk melewati gerbang rumah.
ia turun dari mobil yang dikendarai sang sopir dan dengan sigap ia segera masuk untuk menyapa kedua orang tuanya dan juga kekuarganya Manda.ia memperkenalkan dirinya dengan sangat ramah.dia adalah Titan,anak ketiga dari sahabatnya ayah Manda dan tanpa Manda sadari ternyata ia juga bersekolah di sekolah yang sama dengan Manda.
***
Hari ini tepatnya satu minggu setelah kepulangan keluarga Manda dari rumahnya Titan.ayah dan ibu nya Manda pagi ini sudah harus berangkat ke Kota lain.Manda dan juga kedua orangtuanya Titan ikut serta mengantarkan ke Bandara.Manda menangis seakan tak ingin berpisah,tapi sang ibu berpesan bahwa Manda harus sabar dan juga kuat bahwa ayah dan ibunya menjalankan sebuah tugas untuk pengabdian pada sesama dan Manda tidak boleh sedih untuk itu karena ayah dan ibu akan selalu berkomunikasi dengannya agar tidak merasa sepi ataupun sendirian.
Pagi itu,pak Katon,juga ikut menguatkan sahabatnya bahwa ia dan sang istri akan menjaga juga merawat Manda dengan sebaik baiknya seperti anaknya sendiri.
Satu jam kemudian,pak Katon dan juga sang istri membawa serta Manda pulang ke kediaman mereka dan tampak Manda tak henti hentinya menyeka bulir bulir air matanya yang masih saja jatuh setelah kedua orang tuanya sudah terbang ke Kota lain.pak Katon dan sang istri lebih memilih diam saat di dalam mobil,mereka berdua kompak untuk memberi kan Manda ruang agar dapat meluapkan perasaan nya saat ini.
Setiba dirumah,Titan sudah tampak menunggu di teras depan.ia tersenyum manis kala kedua orang tuanya turun dari mobil,ia sempat tampak sedikit kebingungan sesaat Manda turun,sang ayah pun menceritakan kalau mulai hari ini Manda akan jadi anggota keluarga mereka di rumah ini.Titan pun mengulas senyumnya kembali,ia lalu segera mendekat untuk menyapa Manda yang masih tampak terlihat sangat sedih.
Pak Katon pun ikut segera mengajak Manda untuk masuk dan sang istri segera mengajak Manda ke lantai atas,kamar bagi Manda selama di rumah ini.
setelah tiba di kamar,sang ibunda Titan juga mengatakan pada Manda agar bisa menganggap rumah mereka ini seperti rumah sendiri bagi Manda. beliau juga ingin agar Manda dapat kuat meski harus jauh dari ayah dan ibunya untuk saat ini.
"Terimakasih banyak ya bunda Aliya" tegas Manda pada ibunya Titan ini.
"Iya sayang dan sekarang Manda istirahat dulu ya."
Manda pun mengangguk dan tak lama ibunya Titan sudah berlalu dari kamarnya Manda.
***
Hari bergganti,tidak terasa sudah hampir satu bulan Manda berada di rumahnya pak Katon.ia juga setiap hari berangkat ke sekolah bersama dengan Titan dan awalnya sang sahabat Nina juga bingung namun setelah Manda jelaskan,Nina pun ikut merasa senang karena ia merasa jika Manda dan Titan sudah seperti saudara kandung saja.
Titan yang awalnya tak Manda ketahui juga satu sekolah dengannya ini,tak segan segan mendatangi Manda di jam istirahat untuk mengajak Manda makan bersama dan Manda pun tak pernah bisa menolaknya.ia juga merasa Titan sangatlah baik padanya.ia tetap saja menunggui Manda bila Manda pulang agak lama darinya.Titan juga dirumah berlaku sangat sopan padanya,ia selalu minta di temani sang ibunya saat mereka belajar bersama di rumah.
Pak Katon pun ikut senang melihat Titan dan Manda bisa akrab dengan cepat,sehingga tidak membuat Manda merasa dirinya sendiri dan jauh dari orang orang tersayangnya.
Ayah dan ibunya Manda juga senantiasa berkabar di setiap hari dengan Manda dan itu juga membuat Manda merasa bahwa ia harus selalu bersemangat untuk bersekolah.