Note : Cerita Pendek ini berlatar Multiverse dari Novel 'Pindah Dimensi Lain' dan Sequel dari Novel 'Laki-Laki Culun Psychopath'. dan Spin-Off dari Novel 'OVERSOLDIER'. Karya Ryn_Frankenstein.
__________________________________________
Namaku Queen Sinta. Biasanya orang-orang memanggilku Sinta. Aku anak perempuan satu-satunya di keluargaku. Aku hanya lulusan SMA. Aku memilih membantu usaha toko roti orang tuaku. Toko roti orang tuaku ramai pelanggan.
Namun, saat aku diusia 25 tahun, sebuah insiden yang pahit menimpa keluargaku. Toko roti kami dirampok, Ayah dan ibuku tewas dibunuh oleh perampok itu. Lebih parahnya lagi, toko roti kami kebakaran.
Ayah dan ibuku tewas di dalam. Jasad mereka berdua, hangus terbakar. Itulah hal yang sangat menyakitkan untukku. Yang dimana kedua orang tuaku yang kusayangi, pergi meninggalkanku selama-lamanya.
Disaat aku terpuruk kesendirianku, masih ada satu orang yang setia menemaniku, yaitu kekasihku. Dia selalu ada untukku, dan memberiku semangat.
Namun ternyata, dibalik kebaikannya, dia benar-benar baj4ngan. Karena dia diam-diam mencuri surat-surat rumah orang tuaku dan menjualnya. Lebih menyakitkan lagi, dia menjualku ke seorang duda yang sudah berumur.
Aki tak bisa berbuat apapun, aku dibawa paksa oleh orang-orang berpakaian hitam. Hingga akhirnya aku menjadi wanita pria tua ini. Dia memaksaku untuk melepaskan hasratnya. Pada akhirnya aku kehilangan kehormatanku.
Aku tidak bisa lari dari tempat ini. Dia adalah seorang ketua gangsters yang paling ditakuti. Mau tak mau, aku terpaksa menjadi budak seksnya. Aku di beri pil penunda kehamilan, karena dia tak ingin memiliki anak dariku.
Setelah melakukannya dengannya aku meminum pil itu. Lagi pula aku juga mana sudi mengandung anak dari tua bangka ini.
.....
5 tahun kemudian.
Umurku sudah menginjak 30 tahun, dan aku masih menjadi wanita pria tua ini, tepatnya selama 5 tahun aku menjadi budak seksnya. Selama 5 tahun ini, aku bersikap pura-pura manis di depannya. Dalam hatiku, aku sangat berharap, aku bisa pergi dari tempat ini.
Suatu hari, ada penyusup, dia seorang laki-laki muda dan berkacamata, dia terlihat polos, tetapi diluar dugaan, dia seorang Psychopath. Dia telah membunuh pria tua bangka ini.
Laki-laki ini mengambil alih kelompok gangsters ini, karena ia telah berhasil membunuh pemimpinnya. Dia menjadi pemimpin sekaligus tuan muda.
Dalam hatiku aku senang, karena pria tua yang selama ini menahanku, akhirnya mati. Namun dalam hati kecilku, aku merasa takut, aku takut dia juga akan membunuhku.
Tapi, diluar dugaan, dia tak membunuhku atau memperkosaku, dia malah memperlakukanku dengan baik. Aku diperlakukan layaknya seorang wanita pada umumnya.
Tapi dia memintaku untuk belajar berlatih bela diri dan belajar menggunakan semua jenis senjata. Aku menurut, karena aku merasa berhutang padanya. Karenanya, aku berhasil terlepas dari masa pahitku.
Bahkan aku diikutkan menjadi gangstersnya. Bahkan aku dijadikan karyawan di perusahaannya. Namun, hal yang membuatku terkejut, ada salah satu anggota kami menyukaiku. Dia 5 tahun lebih muda dariku.
Dia menyukaiku sejak lama. Tetapi aku menolaknya karena aku sudah tak percaya dengan cinta, lagi pula aku sudah tak perawan, dan bekas duda tua bangka, aku merasa aku tidak pantas untuknya.
Namun ternyata, dia terus berusaha dekat denganku. Dia berkata akan selalu menungguku untuk membalas perasaannya.
.....
Aku masih setia menjadi anggota gangsters, hingga tuan mudaku menikah dengan salah satu selebgram, sekaligus model, dan memiliki suara yang bagus saat bernyanyi. Kami hidup layaknya keluarga. Hampir selalu ada rintangan di kehidupan kami. Tetapi kami bisa mengatasinya.
Suatu ketika istri tuan mudaku diculik, jujur aku sangat marah, karena beliau sudah menganggapku sebagai kakak perempuan, dan aku menganggapnya adik perempuan.
Semua anggota menjalankan misi pencarian. Setelah diselidiki, yang menculik istri tuan mudaku, adalah seorang perempuan yang merupakan juga seorang model. Dia rupanya menyukai tuan mudaku.
Aku tidak akan mengampuni dia, karena telah mengganggu keluarga tuan mudaku. Dengan bekal ilmu bela diriku yang sudah ku kuasai, aku dan anggota lainnya mampu berhasil melumpuhkan semua anak buah musuh.
Istri tuan mudaku terselamatkan. Tuan mudaku membawanya ke rumah sakit karena tidak sadarkan diri. Salah satu anak buah musuh, kami mengintrogasinya.
Setelah mendapat petunjuk, kami bergegas ke tempat dimana pelaku yang menculik istri tuan mudaku. Aku dan laki-laki muda yang menyukaiku, berjalan bersama.
Setelah menerobos masuk, di dalam terlihat seorang yang merupakan tangan kanan musuh sudah menodong pistolnya ke arah laki-laki yang menyukaiku. Disini aku sadar, bahwa aku mencintainya dan tak ingin dia terluka.
Aku yang berada didekatnya, aku segera menggerakkan tubuhku untuk melindunginya. Aku menjadikan tubuhku tamengnya. Dadaku tertembak, aku merasa tubuhku lemas.
Seorang yang menembakiku sudah berhasil ditahan oleh anggota lainnya.Aku pastikan, pasti aku mati, karena mungkinjantungku yang terkena tembakan. Laki-laki yang menyukaiku memangku kepalaku di pahanya. Ia menangis.
Aku mengerahkan sisa-sisa tenagaku untuk menyentuh pipinya, dan aku mengatakan dengan pelan padanya. "Aku mencintaimu." Setelah itu, aku sudah tak bisa merasakan apa-apa.
===========================
Entah beberapa lama aku menutup kedua mataku, akhirnya aku tersadar, dan segera membuka kedua mataku. Aku terbangun, lalu aku melihat sekelilingku, aku seperti berada di tepi sungai dekat air terjun. Aku mencoba mengingat-ingat apa yang telah terjadi pada diriku sebelumnya.
Aku terdiam, rupanya saat ini aku memiliki 2 ingatan, yaitu kehidupan sebelumnya, dan kehidupan dari tubuh yang aku tempati. Kehidupan sebelumnya aku mati karena tertembak.
Dan kehidupan dari pemilik tubuh kutempati mati karena jatuh dari tebing. Karena melarikan dari dari sekumpulan penjahat yang mencoba merebut gulungan yang kudapatkan hasil perlelangan.
Dan sekarang, entah percaya atau tidak percaya, aku menyimpulkan kalau jiwaku terlempar ke dunia lain. Seperti buku tentang teori yang menjelaskan adanya dunia lain atau dunai paralel yang pernah kubaca.
Aku melihat diriku melalui pantulan cermin dari permukaan air. Penampilanku mencerminkan kalau diriku adalah seorang wanita yang cantik, bahkan lebih cantik dari wajahku dikehidupanku sebelumnya.
Sesuai ingatan dari pemilik tubuh ini, usianya masih berusia 25 tahun. Rasanya aku sedih harus bernasib dikehidupan keduanya, ia malah berpindah ke dunia lain.
Namun ada yang membuatku senang, yaitu tubuh perempuan yang kutempati sekarang, masih gadis, alias masih perawan. Sesuai ingatan dari pemilik tubuh ini, tak pernah melakukan berhubungan badan dengan lawan jenisnya. Sungguh senang rasanya.
Aku memutuskan untuk segera pergi ke pulang ke tempat tinggal pemilik tubuh ini. Aku tau arah jalan pulang sesuai ingatan dari pemilik tubuh ini.
.....
Selama perjalanan, aku berjalan sambil mengenal dunia ini dari ingatan dari pemilik tubuhnya. Aku terkejut bukan main, ingin percaya dan tidak percaya, rupanya dunia baru yang kutempati adalah dunia Sihir.
Di ingatan pemilik tubuh ini, aku terkejut bukan main. Yaitu tentang mahluk hidup di dunia ini. Di dunia ini rupanya memiliki mahluk hidup berbagai Ras.
Rak hanya Ras Manusia, ada Ras Elf, Ras Dark Elf, Ras DemiHuman, Ras Vampir, dan masih banyak lagi.
Dan sekarang, aku tinggal di salah satu benua. Dan tepatnya aku berada di wilayah Kerajaan yang bernama Kerajaan Murag, salah satu Kerajaan Manusia.
Aku tertawa kecil saat mengetahui tentang dunia ini. Tapi yang mengejutkan, pemilik tubuh ini ternyata hanya bisa menggunakan satu jenis elemen Sihir saja, yaitu Sihir Petir.
Beberapa lama kemudian, aku sudah sampai di rumah sederhana yang terbuat dari kayu. Rupanya, pemilik tubuhku hidup sendiri. Aku baru menyadari kalau pemilik tubuh ini sebatang kara.
Orang tua dari pemilik tubuh ini telah lama meninggal. Jadi selama ini dia hidup berjuang sendiri. Demi memenuhi kehidupannya, ia berburu dan menjual daging hewan atau daging monster ke pedagang yang tinggal di sebuah pedesaan yang tak jauh dari tempat tinggalnya.
Setelah aku membersihkan diriku. Aku duduk bersantai, aku penasaran dengan gulungan yang aku bawa selama perjalanan ini. Setelah kubuka, tulisan isi gulungan ini sungguh aneh, tetapi aku bisa membacanya.
Rupanya isi gulungan ini adalah pengetahuan tentang bela diri dan teknik bertarung dengan menggunakan pedang.
Aku mencoba memperlajarinya. Beruntungnya aku bisa memahaminya karena aku telah membekali keahlianku dari dunia asalku. Namun kali tentang bela diri ini cukup menarik, jadi aku memperlajarinya dengan sungguh-sungguh.
Lalu aku mengkombinasikan Sihir Petirku dengan bekal teknik bela diriku dari kehidupanku sebelumnya, dan teknik bela diri yang baru kupelajari dari gulungan ini.
Hasilnya, sulit dipercaya. Segala serangan yang lancarakan, cukup hebat. Dengan begini, aku semakin yakin, aku bisa menjaga diriku, untuk bertahan hidup dari segala ancaman.
.....
4 tahun lebih kemudian.
Tak terasa sudah 4 tahun lebih aku menjalani hidupku dengan berburu untuk mendapatkan bayaran untuk memenuhi kehidupanku. Dan tak lupa aku juga rutin berlatih bela diri.
Aku memutuskan untuk segera pergi untuk berpetualang. Pedang katana yang sudah kubeli dari pengrajin besi, sebagai teman perjalananku. Dengan pedangku aku jadi tak perlu takut jika ada halangan di perjalananku.
Aku benar-benar ingin berpetualang. Aku ingin mengetahui tentang dunia ini. Selama 4 tahun lebih, ini aku hanya sibuk berburu dan berlatih. Sudah cukup banyak sekali monster dan hewan besar yang menyerangku.
Namun aku bisa mengatasinya dengan mudah. Bahkan ada sekelompok bandit juga menjadi penghalang perjalananku. Mereka berniat membawaku. Pada akhirnya aku bertarung dengan mereka.
Meski awalnya sulit karena mereka bisa menggunakan Sihir. Tetapi, aku yakin dengan kekuatan fisikku dan keahlianku. Pada akhirnya, aku berhasil membunuh mereka.
.....
Suatu hari aku menginap di salah satu penginapan di salah satu Desa. Aku diberi penginapan gratis karena aku berhasil membunuh sekelompok monster serigala yang mengganggu desa ini.
Aku mendengar kata-kata penduduk desa. Di benua ini, ada 3 Kerajaan yang telah lama beraliansi. 3 Kerajaan itu damai, dan tak pernah berselisih lagi. Tidak seperti Kerajaan yang lainnya. Ketiga Kerajaan itu adalah :
- Kerajaan Erlang. (Kerajaan Manusia)
- Kerajaan Roux. (Kerajaan Elf)
- Kerajaan Wagner. (Kerajaan DemiHuman)
Mendengar itu, aku mencoba pergi ke salah satu Kerajaan itu. Yaitu Kerajaan Erlang yang merupakan Kerajaan Manusia.
.....
Sudah 5 hari aku perjalanan, aku belum sampai tempat tujuan. Banyak rintangan yang datang, Monster, Hewan Ganas, dan Sekelompok bandit.
Untuk bekal makanku adalah hewan hasil buruan. Aku mendapat banyak uang, jika di dunia ini adalah berupa koin. Koin yang kudapatkan semua adalah koin milik para bandit yang telah kubunuh.
Suatu hari aku, memilih istirahat di dalam sebuah goa. Namun aku merasakan hal yang aneh dari dalam Goa ini. Aku menulusurinya.
Isi dalam Goa itu cukup dalam. Beberapa lama kemudian, aku menemukan sebuah Pedang katana yang menancap di sebuah batu besar.
Awalnya aku tidak peduli, tetapi entah kenapa aku mendapat bisikan untuk mencabut pedang katana itu. Akhirnya aku mendekat, dan aku menggenggam pedang ini.
Tiba-tiba pandanganku menggelap. Lalu aku perlahan aku membuka mataku. Ternyata pedang katana yang sedang kugenggam ini adalah pedang legendaris.
Karena saat pandanganku tiba-tiba menggelap, dan saat itu aku melihat rekaman perang besar ribuan tahun yang lalu. Ada 3 orang hebat yang dapat menggunakan Sihir Petir. Dan masing-masing 3 orang itu memiliki senjata. Pedang, Kapak, Tombak, itulah senjata mereka.
Mereka bertiga sangat hebat tiada tanding. Hingga akhirnya 3 orang hebat itu memilih mengasingkan diri secara terpisah dan meninggalkan senjata mereka. Mereka memilih hidup damai sambil menunggu ajal menjemputnya.
Dan aku mendapat bisikan, kalau diriku adalah penerus pemegang pedang katana ini yang merupakan salah satu senjata legendaris. Aku terkekeh, pasalnya di dunia asalku saja banyak sekali cerita legenda, bahkan aku belum sepenuhnya untuk percaya.
Namun hal yang tak terduga, Sihir Petir yang selama ini aku pakai rupanya jenis Sihir langka, karena tak ada yang pernah bisa menggunakannya, entah keberuntung atau takdir yang menimpa padaku.
Ternyata selama ini saat aku membasmi para bandit dengan Sihir Petirku, mereka memandangku dengan tatapan waspada. Bahkan ada yang memasang wajah ketakutan.
.....
Aku meneruskan perjalananku.
Semua rintangan, bisa kuatasi. Pada akhirnya aku sampai di wilayah Kerajaan Erlang (Kerajaan Manusia). Aku telah masuk ke kota Kerajaan. Disana aku menjadi pusat perhatian, terutama para lelaki, namun masa bodo hal itu.
Alu mencari penginapan, lalu aku pergi menuju bangunan yang disebut Guild setelah bertanya salah satu penduduk kota Kerajaan. Katanya disana juga menyediakan penginapan.
Setelah masuk Guild, aku menjadi pusat perhatian semua orang yang ada di dalam ruangan. Aku berbicara salah satu resepsionis wanita yang bernama Lucy, untuk menyewa kamar penginapan.
Setelah mendapat kamar penginapan, aku mencari pekerjaan. Rupanya setelah aku bertanya-tanya, bangunan Guild ini adalah tempat para berkumpulnya Petualang untuk mengambil misi sebagai pekerjaan mereka.
Aku pun mendaftarkan diri menjadi Petualang. Saat mendaftar, resepsionis yang bernama Lucy, itu pergi untuk memanggil Master Guild. Tiba-tiba aku dipanggil untuk menemuinya diruangannya.
Master Guild ini bernama Richard Kamilton. Ia tak hanya Master Guild, tetapi ia juga salah satu petinggi Kerajaan Erlang.
Richard berbicara tentang diriku, karena baginya aku adalah orang asing yang tiba-tiba datang untuk mendaftar menjadi Petualang. Yang membuatnya terkejut adalah Level Tingkatku.
Level Tingkat ? Richard memberitahuku kalau Levelku 55 Tingkat Emas. Richard diberitahu Lucy karena seharusnya orang yang baru mendaftar menjadi Petualang berada di Level Tingkat paling rendah, yaitu Tingkat Perunggu.
Aku masa bodoh hal itu. Yang terpenting pembicaraan ini harus selesai. Richard masih curiga padaku dan terus bertanya tentangku, dan ia berjanji akan menjaga rahasiaku.
Aku melihat kesungguhannya, kalau dia bisa menjaga janjinya, maka aku menjawab dengan jujur, kalau aku adalah orang yang terkirim dari dania lain, dan tentang kekuatanku. Richard terlihat tekejut.
.....
Tiga bulan kemudian.
Aku menjalani hidupku sebagai Petualang Kerajaan Erlang. Aku terus mengambil misi dan berburu. Terkadang, aku mengambil misi membunuh monster yang ada di dalam Dungeon.
Kebanyakan misi yang ada adalah mengalahkan sekelompok bandit jika bertemu di tengah jalan, atau saat sekelompok bandit itu mengganggu salah satu desa.
Sudah beberapa kali aku mengalahkan sekelompok bandit yang kutemui, tetapi entah kenapa sekelompok bandit bermunculan terus.
Hari terus berjalan. Ada hal yang paling aku tidak kusukai, banyak Petualang laki-laki mengutarakan perasaannya agar aku mau menjadi kekasihnya, ada juga yang melamarku untuk menjadi istrinya.
Bahkan ada beberapa laki-laki bergelar Bangsawan juga melamarku, Richard juga melamarku. Semua aku menolak semuanya !! Karena aku masih belum bisa melupakan dia, ketika aku masih hidup di kehidupanku sebelumnya.
Dan juga, ada beberapa party datang padaku untuk mengajakku untuk bergabung dengan mereka. Aku menolak semuanya. Aku lebih memilih mengambil misi sendiri, karena aku tak ingin ada beban.
.....
Satu Bulan Kemudian.
Umurku yang sudah menginjak 30 tahun, aku memutuskan untuk pergi dari wilayah Kerajaan Erlang ini, aku ingin berpetualang lagi untuk mengenal lebih tentang dunia ini.
Aku berpamitan kepada Richard, karena hanya dia satu-satunya orang yang paling dekat denganku selama ini. Dari raut wajah pria berusia 35 tahun ini, ia terlihat sedih.
Dia mengatakannya lagi, kalau dia mencintaiku dan akan selalu menungguku pulang kembali. Aku membalas. "Jika kamu benar-benar mencintaiku, maka tunggulah aku. Aku akan pulang kemari untukmu, aku akan menerima perasaanmu."
"Jika begitu, jika setelah kamu pulang kembali, aku akan melamarmu." jawab Richard.
Aku tersenyum, lalu aku membalas. "Maka dari itu, tunggulah aku."
Richard tersenyum, lalu ia tiba-tiba memelukku. Aku pun terkejut, tetapi aku membalas pelukannya. Mungkin sudah saatnya aku untuk membuka hati, tetapi aku masih butuh waktu.
Aku dan Richard melepaskan pelukan kami. Richard mengantarku sampai pintu gerbang kota Kerajaan. Aku berjalan meninggalkan Richard. Aku berjalan lalu menoleh ke arahnya.
Terlihat Richard tersenyum tulus dan melambaikan tangannya padaku. Aku pun ikut tersenyum dan juga melambaikan tanganku. Perjalananku semakin menjauhi pintu gerbang kota Kerajaan. Baiklah, Petualangku berikutnya, dimulai.
.
.
.
Selesai