"Pagi semua" sapa Nanda dengan ceria. Sifat yang ceria, ramah namun juga mudah marah jika sudah di ganggu
Berbeda dengan kehidupan nya Nanda terlahir sebagai anak perempuan yang tak di harapkan oleh ayah nya, Kasam. Ibu nya bernama Nadiya. Nadiya dan Kasam telah berpisah beberapa tahun yang lalu karena perselingkuhan yang di lakukan Kasam dan bukan hanya itu Kasam juga sering memanfaatkan Nadiya untuk meminta uang
Kini Nadiya sudah menikah lagi begitu juga dengan Kasam. Nadiya di berikan seorang anak laki laki bernama Radit saat bersama suami baru nya. Nanda ikut dengan ibu nya karena ayah nya tak akan mau membawa Nanda
Di saat bayi kedua orang tuanya telah berpisah. Dan kini Nanda sudah tumbuh menjadi sosok yang kuat dan saat ini dia sudah berada di jenjang SMP kelas akhir
"Pagi juga Nadiya" sapa ketiga sahabatnya
Pukul tujuh tepat kegiatan belajar mengajar di mulai dan berakhir pukul tiga sore
"Eh makan dulu yuk" ajak Nanda dan di setujui oleh ketiga sahabatnya
Mereka makan bersama di restaurant dekat sekokah mereka
Saat masuk ke dalam restaurant itu sudut mata Nanda menagkap sosok sang ayah kandung nya sedang berbicara dengan temannya
"Kalian dulu nanti aku nyusul" ucap Nanda
Nanda menghampiri ayah nya dan menyapa nya dengan ceria karena sudah empat tahun belakangan ini mereka lose kontak dan tak sekali pun Kasam mengunjungi dirinya
"Assalamualaikum ayah" sapa Nanda
"Siapa ya" tanya Kasam
"Aku Nanda yah" ucap Nanda dengan ragu apa dia salah orang
"Dia siapa bukannya anak kamu hanya Rizal sama Danu" tanya teman Kasam
Mendenhar hal itu dia yakin jika di depannya kini adalah memang ayah kandung nya karena dia sangat tau nama adik nya dari ayah nya dengan mama tiri nya
"Iya aku gak tau mungkin dia salah orang" ucap Kasam begitu menusuk hati Nanda
Deg
"Ah iya maaf sepertinya saya salah orang" ucap Nanda dengan menahan sakit hati dan air mata nya
Tanpa menemui sahabat nya Nanda pergi dari restaurant itu dan pulang
Sesampai di rumah Nadiya di buat bingung dengan sikap Nanda yang langsung masuk ke dalam kamar dengan wajah di tekuk
Beberapa jam di dalam kamar setelah puas menangis Nanda keluar dari dalam kamar dengan pakaian rapi
Beberapa menit yang lalu Kasam menghubungi dirinya dan meminta bertemu di supermarket dekat rumah nya
"Mau kemana" tanya Nadiya
"Ketemu ayah aku pergi dulu" ucap Nanda dengan datar dan mencium tangan ibu nya kemudian pergi
Sesampai di supermarket dekat rumah nya Nanda langsung duduk di kursi depan ayah nya
"Nanda soal tadi.. "
"Yah Nanda mau cerita boleh" tanya Nanda
"Boleh mau cerita apa" tanya Kasam lembut
"Tadi ada kejadian lucu tapi bikin aku malu juga"
"Kenapa"
"Tadi sore aku mau makan terus ketemu sama orang yang miirip banget sama ayah"
"Lalu? " tanya Kasam
"Lalu aku sapa eh dia bilang mungkin aku salah orang" ucap Nanda bercerita
"Habis itu.. "
"Aku sedikit ragu waktu itu"
"Temennya bilang kalau orang itu hanya punya anak namanya Danu dan Rizal"
"Persis ya sama nama anak ayah"
"Iya" ucap Kasam kikuk
"Ternyata orang itu bener kalau aku emang salah.. "
"Salah ternyata aku gak di anggep jika aku ini anak nya"
"Aku anak perempuan yang tidak di harapkan kehadirannya dari bayi"
"Jadi buat apa aku berharap lebih jika ayah ku itu akan sayang sama aku sama seperti sayang nya ke anak laki laki nya" ucap Nanda dengan pandangan tanpa menatap Kasam
Deg
Seolah tertampar dengan kata kata Nanda. Kasam tak mampu berkata apa apa
Bercerita namun bisa melukai hati
"Oh aku mau pulang dulu udah mau maghrib"
"Ayah kalau pulang hati hati jangan ngebut nanti jatuh"
"Aku gak mau ayah kenapa napa"
Nanda pergi begitu saja tanpa menatap ayah nya