"Darahku berubah menjadi Ruby dan air mata ku menjadi berlian"
Fantasy World
Petualangan di antara dunia yang ada dan tidak ada. Kisah yang dimulai dari KLIMAKS.
"Apapun yang terjadi, jika kamu terjatuh kemari, aku pasti akan menangkapmu, Hitomi,"
•
•
•
•
DRIP...TUK...DRIP...TUK...DRIP..TUK...
Suara yang terus berulang tanpa henti. Sebuah bangunan rumah terbengkalai dengan isi yang berantakan. Suasana yang gelap nan suram mengelilingi gadis yang terbaring di atas ranjang itu. Tangan kirinya yang tersayat mengeluarkan darah yang jika tetesannya jatuh berubah menjadi Ruby Semerah darah. Di bawah ranjang yang usang dan rusak itu sudah menumpuk puluhan bahkan ratusan batu Ruby.
Suara tawa berat terdengar dari tiga orang laki-laki yang tengah mengamati satu persatu batu Ruby tersebut.
Gadis itu terbangun
Dia mengamati sekitarnya dan pupil hitamnya itu menatap lekat ketiga laki-laki yang memperlihatkan nya.
"Haha, akhirnya dia bangun. Kau jaga dia, kami berdua akan berjaga di depan"
Gadis itu duduk terdiam. Hal tersebut sudah sering terjadi padanya. Padahal dia jarang 'menyeberang' dunia, namun semakin banyak orang tahu kekuatan ajaib nya itu.
Dia berjalan keluar dari rumah itu dan laki-laki tadi mengikutinya.
"Dia benar-benar mengikuti ke sana kemari," ucap gadis itu dalam hati. Hanya melihat matahari sebentar, dia kembali ke dalam.
BRUKK!!!
Tiba-tiba saja, laki-laki yang menjaganya itu terduduk lemas seperti kesakitan. Entah siapa yang memberi kesempatan emas ini. Gadis itu langsung berlari ke belakang rumah menuju tempat agar ia bisa kembali ke dunianya.
"Hah...hah...hah..," degup jantungnya mulai kencang dan napasnya mulai pendek. Ia takut melewati rumah yang seperti labirin. Begitu gelap dan dihalangi oleh berbagai barang barang yang berserakan.
"GADIS ITU KABUR!! JANGAN BIARKAN DIA MEMASUKI RUANG ALTAR DI BAWAH TANAH!!!"
Teriakan itu membuat gadis tadi terkejut. Ia langsung mempercepat langkahnya namun para pria tadi begitu cepat menyusulnya dan kini mereka tepat di belakangnya.
Ia terus berlari, berbelok ke kiri kemudian pandangannya menangkap sebuah pintu tak berdaun di sisi kanan yang ia lewati. Langsung saja dia berhenti dan melihat ke balik pintu itu.
Sebuah tangga besar menuju ruang bawah yang terdapat altar. Tangga yang begitu curam dan tinggi. Rasa takut menyerangnya di saat yang tidak tepat.
Gadis itu berbalik sebentar melihat para pria tadi sudah hampir menangkapnya. Tanpa pikir panjang ia langsung turun menyusuri satu persatu anak tangga.
"Hah...hah...hah.. sial, kakiku kelelahan," langkahnya melambat. Tiba-tiba sebuah tali tambang besar melilit perut hingga dadanya dengan kencang sampai bunyi retakan tulang rusuk terdengar.
"Sepertinya tiga atau empat tulang rusukku retak," gumamnya dalam hati.
"Tangkap dia!!" teriak pria gendut yang mengeluarkan tali tambang dari telapak tangannya. Satu pria lagi langsung terbang ke arah gadis itu dan menarik rambut panjangnya sekuat tenaga.
"AKHHH!! LEPASKAN AKU!!"
Teriakan itu malah membuat mereka tertawa. Tali itu semakin lama semakin kencang dan membuat baju ku koyak seketika. Darah keluar dari hidungnya dan berubah menjadi Ruby ketika keluar dari tubuhnya.
"Lempar dia ke atas altar dan buat 'Tuan' memakannya,"
Semakin banyak orang dari dunia lain yang menginginkan kekuatannya.
Pria tersebut melempar nya sekuat tenaga ke arah altar di bawah yang jaraknya sekitar 50 meter. Belum lagi kondisi yang curam dan gelap membuat siapapun takut melihatnya.
"Terlempar dari sini. Sepertinya aku pernah jatuh seperti ini juga? Dimana ya?" gumamnya yang sudah tidak berdaya. Mata samarnya menangkap seseorang yang terbang menghampiri nya. Seorang anak laki-laki seumuran dengannya dengan jaket merah.
"HITOMI!!"
Teriakan dari nya membuat Sambaran di kepala gadis itu. Ingatan yang semula hilang kembali ke kepalanya.
"Namaku adalah Hitomi,"
Seseorang yang berasal dari dunia lain namun menyeberang ke dunia atas. Itu adalah keluargaku. Keluarga kami menuruni kekuatan air ajaib. Semua zat air yang keluar dari tubuh kami akan berubah menjadi berlian. Air mata akan berubah menjadi berlian putih, darah akan berubah menjadi batu Ruby.
Semua orang memburu kami. Namun di dunia atas, kami bisa berbisnis dengan kekuatan ajaib kami. Namun, makhluk dari dunia lain masih tetap memburu kami.
Dulu saat berada di dunia atas, saat umurku masih 12 tahun. Aku pernah jatuh ke dalam sumur tua yang merupakan portal menuju dunia lain. Tepatnya di atas altar itu.
"KYAAAAA!!!"
Aku tidak tahu kenapa bisa terjatuh menuju dunia lain namun saat itu aku benar-benar mengira aku akan mati saat itu juga. Namun, saat itu dia datang dan menangkapku sebelum jatuh ke atas altar.
"Lihat aku menangkap seorang tuan putri dari dunia atas,"
Dia mengatakan itu seraya membawa ku terbang di atas altar. Rambutnya yang hitam dengan mata sipit dengan senyum terlukis di wajahnya.
Dia terbang dan mengantarku menuju portal dunia atas yang terhubung melalui sumur tua.
"Te-terima kasih. Aku tidak tahu itu sebuah portal," aku mengatakan ketika dia menurunkanku di sebelah sumur.
"Kamu pewaris kekuatan air ajaib bukan? Satu-satu nya putri mereka yang kabur," ucapnya dan membuatku tersadar. Jangan-jangan dia juga ingin memburuku.
"Kamu punya niat jahat padaku?"
"Ah-! Tidak tidak. Aku hanya ingin melihatmu," ucapannya membuat hatiku mengganjal. Sepertinya, sudah lama kami saling mengenal. Namun aku tidak bisa mengingatnya.
"Sekarang, jangan jatuh ke dalam sumur ini lagi. Karena, Apapun yang terjadi, jika kamu terjatuh kemari, aku pasti akan menangkapmu, Hitomi,"
Dia pun pergi dan aku tidak bisa mengingat pertemuan ku dengannya. Aku sering masuk ke dalam sumur tersebut, namun dia akan menghapus ingatanku dan mengembalikan ku ke dunia atas.
Sekarang aku ingat, untuk apa aku diam saja ketika di culik. Aku ingin menemuinya. Walaupun aku sekarang akan segera mati.
"Lihat aku menangkap seorang tuan putri dari dunia atas,"
Dia mengatakan itu lagi. Aku benar-benar tidak ingin melupakan apapun sekarang.
Laki-laki itu melepas jaket yang ia gunakan untuk menutupi tubuh Hitomi yang terbuka. Darahnya keluar dari mana-mana. Dan itu tidak dapat dihentikan lagi.
Napasnya mulai lemah dan matanya terlihat letih. Tangan gadis itu perlahan menyentuh wajah laki-laki yang tengah menggendongnya. Air mata nya yang turun berubah menjadi berlian berkilau putih.
"Taichi, aku mencarimu...," ucapnya lemah dan kemudian matanya mulai sayu dan hembusan napas terakhirnya...membuat Taichi mendekapnya dengan erat untuk terakhir kalinya.
•
•
•
Lanjutan cerita ini hanya bisa dikarang oleh kalian para pembaca. Fantasy World adalah tempat untuk kalian berfantasi sesuka dan seluas pikiran kalian.
See you next time
•
•
•
•
"Untukmu..."
Di bawah langit suram dunia atas...
Di atas altar persembahan..
"Dengan tubuhmu..."
Di dalam pelukanku...
"Serta napasmu..."
Yang sudah tidak menyertaimu lagi.