" Cepat kejar wanita itu, jangan sampai dia lolos setelah berani mengotori kampung kita " Teriak salah seorang warga.
KEJAAAAAAR
Wanita lemah itu bernama, Putri. Dia lari sekuat tenaga menembus semak belukar dan lebatnya hutan demi kabur dari kejaran warga yang ingin membunuhnya atas tuduhan yang ia terima.
" Lari Putri, lariii ! Jangan pedulikan kulitmu yang terpenting kau selamat " Gumamnya sambil terus berlari di antara semak berduri, dan tanpa sadar ia telah berada di ujung desa yang sangat rawan, yakni Kawasan Naga berlingkar.
Naga berlingkar adalah sebuah tempat mistis yang dipercaya oleh masyarakat desa kalau di situ tempat tinggal seekor naga yang telah membatu. Dan Fakta itu benar dengan sering hilangnya warga yang masuk kawasan itu maka mereka tak akan lagi bisa keluar alias mati di makan Naga, begitulah cerita yang berkembang
" Au.... auuu.. hiks... ibuuuuu, ayaaaah tolong " Putri hanya bisa mengadu dalam diam, Air matanyalah yang mewakili dirinya kini kalau ia sangat katakutan dan tak berdaya.
Dia mengamati pohon - pohon di depannya, tempatnya berpijak kini amat sangat terasa perbedaannya dengan hutan larangan itu, jauh lebih gelap dari hutan desanya.
LUGH
AREA TERLARANG JANGAN DI MASUKI
Tulis papan pengumuman itu.
" CEPAAAT, KALAU DIA TERTANGKAP KITA HABISI DIA "
Putri semakin panik, Ia tak berfikir lagi, iapun menembus batas larangan itu. Kakinya langsung melangkah masuk.
SLEEEEB
Setalah berhasil masuk, Suasananya langsung berubah dari panas menjadi sejuk, Putri seperti baru saja numpang berteduh dari teriknya panas di bawah pohon yang rimbun dan duduk di bawahnya yang dingin dipenuhi angin yang berhembus santai, keringat yang mengucur di sekujur tubuh Putri langsung lenyap bahkan sayatan ranting serta duri pohonpun langsung hilang saat ia menginjakkan kakinya di Hutan larangan itu. Hutan itu begitu damai tak ada nampak sedikitpun kengerian seperti yang di lihatnya tadi ataupun seperti yang diceritakan oleh masyarakat.
" Tempat ini " Putri langsung memutar badanya 360° untuk mengamati seisi hutan itu.
Bak hidup di negeri dongeng, kini badanya benar - benar kecil di antara jutaan pohon rindang yang tingginya berkali lipat dari pohon biasanya. Bahkan siulan burung nan merdu bersautan satu sama lain seakan menyambut kedatangannya.
Namun diantara ributnya suara burung, Putri masih bisa mendengarkan suara orang lain. Bahkan ia bisa melihat ada segerombolan orang yang lari mendekatinya, Putri langsung bersembunyi di balik pohon besar di sana. ia tak tahu bahwa warga itu tak bisa melihatnya sekalipun dia tak bersembunyi.
" BERHENTI " Ucap seorang pria.
" Kenapa kepala Desa ? " Tanya pria lain
Putri amat takut ia melihat orang - orang itu membawa senjata tajam. " Selamatkan aku "
" Lihat, tampaknya wanita kotor itu memasuki kawasan larangan " Lanjut kepala Desa dengan menunjuk ke tanah
Sontak semua warga yang ikut mengejar Putri melihat ke tanah, di sana terdapat pakaian Putri dari atas hingga kebawah.
" Dasar wanita p*****r, dia memasuki hutan terlarang tanpa pakaian "
Mendengar hal itu Putri melotot dan memandangi sekujur badannya " " Astaga Pakaianku " Ia menyilangkan tanganya dari pinggang hingga setengah dadanya.
Namun kemudian Ia sadar, bahwa yang ia lakukan hanyalah kebodohan sebab kini Ia telah mengenakan pakaian lain
Putri meraba pakaiannya, " Baju siapa ini ? " Ia mengamatinya, Baju tanpa lengan dengan pengait yang melingkari lehernya, membuat tubuh Putri begitu berlekuk indah.
Betapa terkejutnya Putri karena dalam sekejap Ia langsung berubah bak seorang permisuri, Ia mengenakan baju indah senada dengan warna dedaunan menjuntai panjang menyapu tanah, Rambutnya lurus hingga sepinggang.
" Bagaimana ini bisa! " Belum selesai ia berdebat dengan dirinya, Putri kembali di kejutkan dengan omongan sekumpulan pria tadi.
" wanita bod*h, dia lebih rela menjual dirinya pada naga itu, dari pada sama kita "
Putri tercengang dan dia benar - benar Syok sampai air matanya jatuhpun ia tak menyadarinya.
TIK
Bahkan Putri tak sadar kalau Air matanya tak terjun bebas ke tanah, melainkan jatuh di sambut oleh helai demi helai juntaian gaunnya. Gaunya seakan memilik nyawa.
" Ha ha ha... Padahlakan kalau dia mau bernegosiasi dengan kita yang bertujuh ini, seharunya ia masih bisa hidup di desa " Ujar yang lain.
" Ha ha ha perempuan bod*h "
Putri sangat terpukul sebab ia di desa tinggal seorang diri dan hidup sebagai petani yang menjalankan kebun Ayah dan ibunya yang telah meninggal, dan di sanalah ia mendapatkan tuduhan kalau ia adalah kembang desa yang selalu menggoda para suami di desa itu, padahal itu tidak pernah terjadi, namun apalah dayanya ia hanya bisa pergi sejauh mungkin meninggalkan kampung halamannya dan menerima tuduhan tersebut .
" Ya sudah kita pulang, dia sudah mati sia - Sia " Ujar pria tak bermoral itu.
Dengan mata yang masih basah, Putri keluar dari balik pohon, Dan berjalan mendekat ke tempat pakiannya yang tergeletak di luar sana.
" Kenapa orang hanya menindas wanita dalam setiap situasi padahal bukan aku yang salah, Aku hanyalah korban dari kebejatan mereka yang terbungkus rapi dalam kesucian yang mereka tampakkan, manusia licik, pria laknak semoga kalian mendapat ganjarannya "
Sambil meratapi dirinya dan mengutuk para pria bejat itu, Putri turun dan mengambil pelan pakainya ditanah, namun belum sempat menyetuh pakaian itu, ia di kejutkan dengan batas kedua tempat itu.
BLUUUUNGGGG
Jari manisnya menyetuh pelan dinding itu Ia seperti baru saja menyetuh gelembung yang besar yang menyelimuti tempatnya kini berpijak. Batas itu begitu kenyal sampai ia bisa melihat bayangan pohon di luar sana bergelombang saat ia menyetuhnya. Ia terseyum kecil
BLUUUUNG
BLUUUUNG
Berkali - kali ia menyetuh dinding pemisah itu dan ia terhibur dengan gelombang yang tercipta di sana.
" Haaaaa ha " Tangisnya berubah tawa yang manis.
Di saat ia terhibur, Putri kembali di kejutkan dengan suara seseorang " Begitu mudah membuatmu terseyum " Ucapnya dengan nada yang berat.
Putri langsung kaku, kini kedua tangannya berdekap di dadanya.
DUG... DUG.... DUG
" Apakah itu mereka ! " Gumam Putri
" Bukan, aku bukan kalangan mereka " Saut orang itu.
Ia tak berhenti di buat terkejut oleh orang itu " Kenapa suara itu menyautiku ,,, Apa dia bisaa ? "
" Ya aku bisa mendengarkan isi hati dan kepalamu "
Putri menutupi mulutnya, tak percaya " Hah, kalau begitu dia siapa, Apakah aku benar - benar sudah mati "
" Aku adalah hasil dari imajinasi manusia, dan kau tidak mati, Kau hanya masuk dalam imajinasi, jadi berbaliklah " Pinta orang itu.
Dengan perasaan takut dan tak percaya Putri mematuhi permintaan orang yang tak di kenalnya itu, Ia berbalik perlahan, masa bodoh dengan pakaiannya, yang kini ada di hatinya ia ingin melihat siapa yang berbicara dengannya barusan. Matanya mengamati mulai dari bawah.
" Pelaaan, pelaaan Okeee Berkaki bukan ekor, berarti manusia ? Eh bisa aja setengah keatasnya naga " Gumam Putri
Pria itu hanya terseyum geli mendengar isi kepala Putri.
" Bercelana ? Haaah Apaaaa ? naga bisa pakai celana, bagaimana memasukkan kakinya, kakinya kan kec.. "
" HEI, " Teriak pria itu lantang.
Putri kembali menunduk takut. " Maaf aku tak bermaksud untuk "
" Angkat dagumu cepat, aku lelah melihat gelagatmu yang lamban itu " Pria itu sedikt menaikkan suaranya.
" Siapa dia, ngatur orang seenaknya " Ucap Putri pula pelan.
" Kau sedang apa, kenapa dengan mulutmu itu, kau membicarakanku atau sedang menyumpahiku ! "
Putri melotot, " Ihh aneeeh, apa tidak bisa dengar, diam malah dengar, sekalinya bersuara, lah tuli, anehnya , " Ucapnya lagi pelan
" HEEEEEEI, Kaaaaau " Bentaknya
Suara pelan Putri ternyata membuatnya geram.
" Ya ampun - ampun " Putri langsung mengangkat wajahnya namun matanya di tutup rapat.
" Buka matamu, " Perintahnya
Saat Putri membuka mata pelan, dia dapat melihat dengan jelas kalau pria itu kini berpindah sekelip mata dari beberapa meter menjadi beberapa centi saja dengannya, aroma tubuh pria itu menusuk jauh kedalam hidung Putri dan kini Putri dapat merasakan hawa hangat badan pria misterius itu hal itu membuatnya hampir tak sadarkan diri dan jatuh di dekapan Pria itu.
" Ahhhh " Pria itu menyeringai.
" Tampannya " Gumam Putri lagi.
" Aku memang tampan " Pria itu terseyum lagi.
" Kau sebenarnya siapa ? " Putri bertanya dalam pelan, tapi kini Pria itu dapat mendengarnya.
" Aku adalah pria yang dulu kau sempat impikan dalam pikiranmu, dulu saat orang - orang takut melihat tempat ini, kau malah sebaliknya, hatimu mengatakan bahwa di tempat ini hidup pria tampan yang kesepian. Dan sekarang jadi kenyataan pria itu adalah aku, orang yang sama sewaktu dulu kau bayangkan "
" Haaah, jadi aku hidup dalam dunia imajinasiku"
" Tidak, Kau kini hidup dalam duniaku, dalam imajinasiku, sebab aku juga memikirkan agar bisa hidup bersama orang yang memikirkan aku, dan sekarang kau adalah milikku " Tatap Pria itu dalam.
" Aku tidak mengerti, Kau terlalu "
" Sudahlah, kini kau adalah Ratuku, aku hanya ingin hidup bersamamu, bersama orang yang peduli padaku, Jika kau ingin kembali keduniamu aku akan izinkan kapanpun kau mau "
Dengan keadaan lemah Putri masih bisa menolak ia menggeleng " Aku tidak mau kembali, aku mau disini saja, izinkan aku tinggal disini".
" Baiklah terserah padamu, dengan begitu berarti kau sudah setuju tinggal bersamaku disini, dan satu hal yang kau harus tau, saat kau mencium aroma tubuhku dan menghirupnya kau sudah sah menjadi pengantinku, Kini benihku sudah ada di dalam rahimmu, dan tak lama lagi kita akan mempunyai seorang putra "
" Bagaimana itu bisa terjadi ? " Tanya Putri lagi.
" Dahulu kau pernah menghayal, untuk memiliki keturunan tanpa adanya hubungan badan, Dan sekarang itu terjadi, aku hanya menambahkan sedikit imajinasku, Aku tidak akan bertindak kasar pada wanitaku, saat kau merasa lemah tadi kita sudah menyelesaikannya "
" Hah Secepat itu "
" Ya "
Mendengar itu Putri semakin tak berdaya, ini adalah efek dari hubungan antar imajinasi itu, Namun sesaat sebelum hilang sepenuhnya kesadrannya, putri berkata pada dirinya, " Aku lebih rela melepaskan diriku padamu, dari pada ke warga desa bejat itu " Putripun jatuh pingsan dalam dekapan Pria yang kini adalah pasanganya.
Pria itu terseyum lagi, karena ia tahu, ratunya telah rela di buahi olehnya " Selamat isirahat, Hidupmu sudah sulit diluar sana, jadi biarkan aku yang akan membahagiakanmu, CUP "
Pria itu lalu menoleh pelan kebelakangnya, tiba tiba badannya yang kekar itu mengeluarkan sayap indah di balik kedua punggungnya dan mengepakkan - ngepakkan lembut
" Jadilah Ratuku selamanya disini " Ia tersyum bahagia
Lalu Pria bersayap itu terbang dengan terus menatap Ratunya, Ia memegang erat putri dalam gendongannya.
SHUUUUT
SHUUUUUT
SHUUUUT
TAMAT