Jauh di dalam hutan terdapat beberapa pemburu yang sedang mencari seekor naga yang terdapat dalam legenda. Para pemburu tersebut utusan Raja Bai yang merupakan para pengawal kerajaan. Mereka berpencar agar memudahkan dalam pencarian sang naga.
Area pencarian mereka sudah cukup luas, akan tetapi tak satupun dari mereka menemukan jejak dari sang naga. Hari mulai gelap dan para pemburu memutuskan untuk kembali ke titik pertemuan mereka yang sudah ditentukan.
"Heii, dimana nona Xia?" Kata salah seorang pemburu.
"Tapi hari sudah mulai gelap, lebih baik kita berpencar mencarinya kalau tidak Raja akan membunuh kita semua" Ajak pemburu yang lain.
Mereka semua berpencar untuk mencari Putri Xia.
. . . . . .
Sementara itu Xia yang mereka cari sedang berada di tengah-tengah hutan, dia adalah orang yang tidak tahu arah dan mudah tersesat.
"Huhh, dimana naga itu bersembunyi? Aku harus menangkapnya." Gumam Xia.
Srakk... Srakk... Srakk...
Bunyi itu semakin kuat.
"Bunyi apa itu? Sepertinya berasal dari balik semak-semak itu" Tanya Xia pada dirinya sendiri.
Xia yang penasaran dengan bunyi tersebut membuatnya memberanikan diri untuk melihat apa yang ada dibalik semak tersebut.
"Aaaaaaa!!!" Teriak Xia terkejut.
"Kamu melihat apa yang terjadi barusan?!" Tanya seorang pria dengan tatapan dingin dan dengan aura yang kuat.
"Ah, i..ituu. Aku tidak sengaja melihatnya" Jawab Xia dengan gugup
"Kamu harus menyembunyikan hal ini dari siapa pun! Kalau tidak aku tidak akan membiarkan dirimu hidup!" Ancam pria tersebut.
"Emm, baiklah aku Bai Xia berjanji tidak akan memberi tahu siapa pun kalauu... Ehh, tunggu dulu siapa namamu? Biar aku bisa membuat perjanjian ini" Tanya Xia pada pria tersebut.
"Apakah itu penting? Kau ini wanita anehh! Namaku Lin Feng!" Jawab pria tersebut dengan ketus.
"Ohh, Feng ya baiklah. Aku Bai Xia berjanji tidak akan memberi tahu siapa kalau Lin Feng adalah seekor naga yang sangat tampan yang sudah ku cari seharian ini" Ucap Xia.
"Puftt... Kau ini benar-benar wanita yang sangat aneh. Haha, tapi aku pegang janji mu" Kata Feng.
"Hemm?"
"Ohh, iya aku ingin bertanya padamu. Bagaimana pria setampan dirimu sebenarnya adalah seekor naga yang di buru banyak orang?" Tanya Xia.
Feng akhirnya menceritakan semuanya kepada Xia dari awal bahwa ada seorang selir ayahnya yang tidak menyukai ibunya. Terlebih lagi saat ibunya mengandung Feng, sehingga sang selir meminta bantuan kepada penyihir jahat untuk membuat ibu Feng tidak di terima lagi oleh ayah Feng.
Saat ibu Feng melahirkan dirinya, Feng berubah menjadi naga. Dan hal itu membuat ayah Feng merasa bahwa Feng akan membawa musibah kepada keluarganya. Sehingga ayah Feng mengusir feng serta ibunya dan membuang mereka di hutan ini. Dan ibu Feng sudah lama meninggal saat Feng berusia 10 tahun.
Feng akan menjadi naga pada siang hari dan menjelang malam dia berubah lagi menjadi manusia. Mendengar hal tersebut Xia berusaha menghibur Feng dengan memeluknya. Feng merasa terkejut dan nyaman karena selama ini selain ibunya tidak ada yang memberikan kehangatan padanya seperti ini.
"Ini sudah semakin malam, mari aku antar kamu keluar dari hutan ini" Ajak Feng dengan senyuman di wajahnya.
Xia pun hanya mengangguk dan mengikuti Feng dari belakang. Sesampainya diluar hutan Xia pamit kepada Feng dan berjanji akan menemuinya lagi. Feng hanya tersenyum mendengar perkataan Xia dan kembali ke dalam hutan.
"Nona Xia, anda dari mana saja? Kami menghawatirkan anda nona, tapi syukurlah anda tidak apa-apa" Kata salah seorang pemburu yang mencari Xia dan malah menemukan Xia sudah di luar hutan.
"Hei, sudahlah aku hanya keliling hutan tadi. Ayo kita kembali ke istana sekarang" Ajak Xia dan bergegas pergi.
. . . . .
Setelah hari itu Xia selalu pergi ke hutan pada saat siang hari hingga sore hari untuk bertemu dengan Feng, walaupun Feng dalam wujud naga. Dan hubungan di antara mereka semakin hari menjadi semakin dekat, begitu juga dengan perasaan yang tumbuh di hati mereka.
Suatu hari Feng mengajak untuk Xia melihat kunang-kunang di tepi danau yang ada di tengah hutan. Xia merasa bahagia dan memeluk Feng erat. Feng kemudian memberanikan dirinya untuk menyatakan perasaannya kepada Xia.
"Xia, aku ingin mengatakan sesuatu pada mu. Aku tau ini mungkin tidak pantas bagi seorang seperti diriku, tapi Xia aku sudah tidak sanggup menahannya lagi...
Xia, aku mencintaimu... " Jelas Feng sambil memegang tangan Xia.
Mendengar pernyataan Feng tersebut membuat hati Xia beradu, dia diam dan terpaku dengan segala ucapan Feng barusan. Xia tidak tahu harus berkata apa, akhirnya dia hanya memeluk erat Feng.
"Hei, apa artinya ini?" Tanya Feng.
"Haha, dasar pria bodoh. Artinya iya, aku juga mencintaimu..." Tegas Xia.
Mendengar penjelasan Xia, Feng pun merasa sangat bahagia dan memeluknya erat. Tanpa di duga Xia mencium Feng yang membuat Feng terkejut.
Tubuh Feng bersinar dan tanda sebuah sisik pada tangannya juga menghilang.
"Xia, lihat lah sebuah tanda sisik di tangan ku sudah tidak ada! Apakah ini artinya akuuu?" Ucap Feng.
"Iyaa Feng tanda itu hilang. Mungkin kamu sekarang sudah menjadi manusia seutuhnya" Jawab Xia senang.
Mereka terus bersama sejak saat itu...