Part-3 [END]
Aku kembali ke kamarku setelah kejadian mengerikan di dapur tadi. Aku terlelap dengan menggenggam tangan Hantu tampan yang belum ku ketahui namanya itu.
Pagi itu, kulihat mama memasuki kamarku dengan raut wajah sedih.
"Mah, ada apa?" tanyaku yang masih berbaring di ranjang. Aku mendudukkan diriku dan mendekati mama.
Tapi belum juga aku mendekat, Papa ku datang dan memeluk Mama. Orang tua ku menangis lirih. Terlihat kesedihan yang bahkan menyayat hatiku, kurasa.
"Pah, Mah. Ada apa? Kenapa kalian menangis?" tanyaku sembari mendekati papa ku.
Niat hati aku ingin memeluk Mama dan Papa, tapi tiba-tiba mobil jenasah datang dan memecah konsentrasi ku.
Ku ikuti Mama dan Papa yang berjalan keluar menyambut peti mati. Pikiran ku berkecamuk, "siapa? siapa? dan siapakah?" racau ku dalam benak.
Dan ternyata, saat peri mati itu di buka, betapa kagetnya aku....
"Sudah waktunya pergi," tiba-tiba suara lembut yang begitu akrab menyadarkan ku.
Hantu tampan, sudah berdiri dengan cahaya yang menyilaukan mata sembari mengulurkan tangannya padaku.
Dia tersenyum, senyum menawan yang takkan bisa ku lupakan sepanjang hidupku. Aku mengenalinya....
"Sayang... " sapa ku mengenal sosok tampan yang tersenyum padaku itu. Aku berlari ke arahnya tanpa ragu dan memeluknya erat.
"Kangen...." Manjaku.
Ya, dia adalah kekasihku. Kekasih yang meninggalkanku 4 bulan lalu karena kecelakaan pesawat. Dan yang membuatku depresi hingga jatuh pingsan dan koma.
Dia kekasihku, dan sedang menjemput ku....
-TAMAT-