Pagi itu, matahari bersinar cerah. Angin berkesiur menarikan sebagaimana mestinya. Suasana pagi tetap dingin seperti seharusnya. Seperti biasa, irama pagi dan detak jantung kehidupan dimulai seperti itulah adanya.
Ya Pagi itu adalah saatnya aku harus pergih menuju tempat aku belajar memanah.
"Mamah Papah aku berangkat dulu ya,Assalamualaikum".Ucapku berpamitan.
"Hati-hati ya nak bekalmu ada di tas".Ucap Mamah.dan ku balas dengan senyuman dan berjalan keluar rumah.
Setelah beberapa menit di perjalanan aku pun tiba di tempat memanah.Oiya aku lupa memperkenalkan nama aku.
Namaku adalah fitsilia biasa orang memanggilku dengan Sisil.
"Sil kamu baru sampe?".Ucap Reni,Reni adalah teman dekat Sisil di tempat memanah mereka selalu bersama kemana pun mereka pergih.
"Iya Ren aku baru sampai tadi macet di jalan".Lanjut Sisil,dengan senyum.
Dan mereka pun akhirnya berlatih memanah dengan serius dan juga dengan semangat,karena beberapa bulan kemarin mereka tidak latihan di karenakan kondisi seperti sekarang.
"Sil habis ini kamu mau pulang atau mau pergi kemana dulu?".Ucap Reni,setelah selesai latihan memanah.
"Aku ingin pergih ke Masjid Az Zikra dulu Ren".Ucap Sisil."Apa kamu mau ikut aku?".Lanjut Sisil.
"Maaf Sil aku ga bisa karena aku harus segera kerumah orang tua aku menunggu".Ucap Reni dan tersenyum.
Dan akhirnya mereka pun berpisah dan Sisil pergih ke Masjid untuk melaksanakan Sholat Zuhur,Ya mungkin blm waktunya Sholat tapi Sisil sudah di Masjid terlebih dahulu.
Kemudian Sisil mengambil wudhu dan melaksanakan sholat sunnah,dan di lanjut dengan membaca tadarus Al-Quran.
"Masya Allah begitu adem bacaan yang di bacanya".Ucap Farhan.Ya Farhan mendengar bacaan Sisil dan diam-diam melihat ke arah Sisil.dalam hati Farhan ingin sekali dirinya bisa mengaji seperti Sisil dan kembali beribadah kepada Allah.
Setelah Sisil membaca Al-Quran dia pun pergih keluar masjid untuk membeli minum sambil menunggu azan Zuhur.
"Assalamualaikum boleh saya kenalan". Ucap Farhan menghampiri Sisil.
"Waalaikumussalam boleh".balas sisil dengan senyum.
Dan akhirnya merekapun berbicara,dan Farhan pun bercerita bahwa dirinya selama ini sudah tidak pernah beribadah kepada Allah karna kesombongannya.Dan tibalah waktu azan Zuhur.
"Sudah masuk waktu zuhur mari kita sholat terlebih dulu".Ucap Sisil.Dan mereka pun pergih ke masjid bersamaan.
Setelah selesai sholat akhirnya Sisil kembali bertanya kenapa Farhan bisa sampai meninggalkan ibadah.
"Maaf sebelumnya memangnya pada saat itu kamu pindah agama atau bagaimana sampai kau jauh dari Allah?".Tanya Sisil.
"Ya aku mengikuti aliran agnostik".Ucapnya
"Apa itu Agnostik kalau aku boleh tau".Ucap Sisil.
"Agnostik itu dia percaya adanya tuhan tetapi dia tidak memilih agama".Ucap Farhan.Dan Sisilpun hanya senyum dan menganggukan kepala tanda dia faham.
"Maaf sebelumnya kenapa kamu bisa masuk aliran itu?".Lanjut Sisil yang masih penasaran.
"Lagi gak yakin dengan namanya agama kalo dengan usaha bisa mencapai sesuatu kenapa harus buang buang waktu untuk ibadah dan berdoa, waktu itu mikirnya gitu"Ucap Farhan.
"Lalu apa yang membuatmu akhirnya sadar bahwa itu tidak baik dan kembali kepada Allah?".Ucap Sisil.
"Ketika itu teman aku mengajak aku sholat Jumat,
Dan aku ngerasain ketenangan yg bener bener tenang setelah solat".Lanjut Farhan.
"Masya Allah disitu lah hatimu mulai kembali percaya kepada Allah?".Tanya Sisil,dan Farhan pun menjawab dengan anggukan kepala.
" ya begitu lah sadar kalo selama 2 tahun itu yg aku lakuin adalah salah 1 dari sifat sombong.Dan dulu mikirnya ngapain buang buang waktu solat dan berdoa kalo semua bisa di dapatkan dengan usaha, itu sifat sombong yg teramat sombong".Ucap Farhan sambil mengelap air mata yang tiba-tiba saja jatuh menyesali perbuatannya.
Dan akhirnya percakapan merekapun berakhir setelah Sisil mendapatkan telfon dari Mamahnya suruh segera pulang kerumah.
"Maaf Aku harus pergih duluan,semoga kita nanti bisa bertemu kembali.Dan belajar sama-sama".Ucap Sisil sambil tersenyum.
"Aamiin semoga kita bisa berjumpa kembali".Lanjut Farhan.
"Assalamualaikum".Ucap Sisil dan langsung pergih meninggalkan Farhan.
~TAMAT~