Suara jaros berbunyi terdengar pertanda upacara akan segera mulai,semua santri pun bersiap-siap untuk berbaris dan mengikuti upacara.Tapi berbeda dengan seorang gadis yang masih saja sibuk melahap makanannya.
"Rara ngapain kamu masih saja makan apa kamu tidak denger suara jaros".Ucap salah satu kaka kelasnya.Rara pun merapihkan makanannya dan pergih ke lapangan untuk upacara.Semuanya pun mengikuti upacara dengan semangat.
"Put itu siapa ganteng banget gagah lagi".Ucap rara ketika melihat sosok di depannya yang sedang memberikan nasihat kepada santri.
"Ra masa kamu ga tau itu siapa".Ucap Putri kepada Rara.Kemudian Rara menggelengkan kepalanya tanda bahwa dia tidak mengenal siapa sosok laki-laki yang dia tatap."Ra itu Gus anaknya abah kyai".Lanjut Ucap Putri.Rara pun hanya menganggukan kepala dan masih menatap sosok peria itu tanpa melihat Putri.
Setelah upacara selesai semua santri masuk ke kelasnya masing-masing untuk mengikuti pelajaran.berbeda dengan kelas akhir yang mengaji langsung dengan abah kyai.
"Baiklah karna abah sedang tidak sehat,maka saya yang menggantikan abah".Ucap laki-laki tersebut,ya beliau adalah Gus Irfan anak dari abah kyai yang sedang menuntut ilmu di negara mesir.beliau pulang ke Indonesia karna ingin menghadiri acara pernikahan kaka beliau.
Gus irfan pun menjelaskan pelajaran yang beliau sampaikan, tiba-tiba dia menunjuk salah satu dari santri untuk memintanya menjelaskan kembali apa yang beliau sampaikan."Kamu yang berada di belakang tiang coba kamu jelaskan kembali apa yang tadi saya sampaikan".Ucap Gus Irfan.Ya orang yang gus irfan maksud adalah Rara,dan Rara pun langsung keringet dingin dan gemetar tangannya.
"Mohon maaf saya gus"Ucap Rara meyakini.Dan Gus Irfan pun membalas dengan anggukan.Kemudian Rara hanya diam dan tidak berbicara sama sekali,dan akhirnya dia berdiri karna tidak bisa menjawab.
"Nama kamu siapa?".Ucap Gus Irfan,Rara gemetar dan keringat dingin ketika ditanya.
"ehhh... Nama aku... ehhh.."Rara pun gugup dan tidak bisa menyebut namanya.Dan teman-teman nya pun langsung berteriak menyebut namanya.
"Oh nama kamu Rara?".Ucap Gus Irfan,rara menganggukan kepalanya tanda benar.
"Kelas berapa kamu?".Lanjut Ucap Gus Irfan,"Saya kelas akhir Gus".Ucap Rara sambil nunduk.
"Baik silahkan kembali duduk".Perintah Gus Irfan.
Dan belajar pun selesai dengan membaca doa penutup.
Next.....
"Ya Allah mimpi apa kamu Ra bisa di tunjuk sama Gus Irfan".Ucap teman-teman sekamar Rara.
Rara hanya terdiam dan masih bingung kenapa dirinya bisa di tunjuk oleh seorang yang dari tadi dia tatap selama upacara.
Awan berubah menjadi gelap,bunyi jangkrik terdengar dimana-mana,saatnya untuk istirahat dan kembali untuk aktivitas esok hari.Tetapi Rara masih belum juga tidur dia masih tetap membaca Al-Qur'an dengan nada yang indah di dengar duduk di dekat tiang.
"Fan dengar deh kaya ada yang lagi ngaji".Ucap Gus Umar adik Irfan.Ya mereka sedang mengontrol keadaan asrama pondok."Iya mar suaranya adem banget".Ucap Gus Irfan."Tapi mar siapa yang malem gini masih ngaji".Lanjut Ucap Gus Irfan.
Dan mereka pun mencari dimana asal suara tersebut.
"shadaqallahul adzim". Ucap Rara mengakhiri bacaan Qur'an nya.Tiba-tiba Gus Irfan dan Gus Umar pun datang menghampiri Rara.
"Masya Allah kenapa kamu malam-malam gini masih saja membaca Al-Qur'an sedangkan teman kamu yang lainnya sudah tertidur".Ucap Gus Irfan.
Rara pun kaget mengapa ada Gus Irfan dan Gus Umar disini.
"Saya hanya memurojaah hafalan saya sebelum saya tidur".Ucap Rara.Gus Irfan dan Gus Umar pun kagum dengan jawaban dari Rara,Kemudian Rara pamit untuk kembali ke kamar."Assalammualaikum".Ucap Rara dan langsung pergih.
Alarm pun berbunyi Rara bangun tepat jam 3 untuk melaksanakan sholat tahajud.Setelah sholat Rara berdoa:
"Ya Allah maha pengasih lagi maha penyayang maafkanlah segala dosa-dosa aku dan ibu bapakku sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil.Ya Allah maafkan aku yang mencintai hambamu dan jangan biarkan aku mencintainya melebihi cintaku padamu,Berilah aku sosok imam yang selalu ingat denganmu Ya Allah karna engkau saja dia ingat dimana pun dia berada,maka dia akan bisa benar-benar menjaga aku dimana aku berada.Robbi inni lima anzalta ilayya min khoirin faqir,Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil akhiroti hasanah waqina adzabannar,Aamiin...".
Hari ini adalah waktunya Santri pada pulang yah untuk liburan.Mereka semua bersemangat untuk kerumah bertemu keluarga.
Tanpa terasa seminggu pun Rara berada dirumah,tiba-tiba mamah Rara menghampirinya.
"Rara mama mau bicara sama kamu".Ucapnya.
"Mamah mau nanya apa kamu siap kalo ada laki-laki baik sholeh melamar kamu".Lanjut Ucap mamahnya.
Rara terdiam mengingat perkataan ustadzahnya jika ada seorang laki-laki baik sholeh dan baik keturunanya jangan kamu tolak karna mungkin dialah jodohmu.
"bagaimana nak apa kamu siap".Ucap mamahnya.
dan Rara pun hanya menganggukan kepala tanda dia siap.
Beberapa hari kemudian datang lah sosok laki-laki yang siap untuk melamar Rara.
"Assalamualaikum Ra ayo nak keluar sudah di tunggu di ruang tamu".Ucap mamahnya.Rara masih tidak percaya begitu cepat jodoh datang kepadanya.
Rara pun berjalan menuju ruang tamu,begitu dia melihat ada sosok yang tidak asing baginya.Ya disitu ada Gus Irfan dan abah kyai sekeluarga Rara pun kaget kenapa mereka semua ada disini.apakah aku mempunyai salah ketika di pondok,dalam hati Rara.
"Baik kedatangan saya dan keluarga kesini ingin melamar putri bapak yang bernama Raisyah Putri untuk menjadi istri dan pelengkap hidup saya".Ucap Gus Irfan sambil tersenyum dan melirik ke arah Rara.
"Bagaimana Rara apa kamu menerimanya?".Ucap sang Ayah bertanya.Rara hanya menjawab dengan menganggukan kepala.Dia masih tidak percaya bahwa dirinya akan menikah dengan sosok yang dia kagumi dan juga bahkan anak dari gurunya sendiri.
Next....
Beberapa Bulan kemudian
matahari bersinar begitu terang udara begitu sejuk dan lantunan sholawat berkumandang,ya hari itu adalah hari bahagia untuk seorang Rara seorang Santri yang menikah dengan seorang Gus.Tapi tidak dengan santri lain mereka merasa hari itu adalah hari patah hati bagi mereka,karna sosok pangeran yang mereka idamkan sudah memiliki Istri.
"Saya terima nikah dan kawinnya Raisyah Putri dengan mas kawin 10 gram dibayar tunai",Ucap Gus Irfan dengan lantang dan lancar.Kemudian semua orang yang melihatnya mengucapkan Sah dan Alhamdulillah mereka menjadi sepasang suami istri.Dan hidup bahagia selamanya,Aamiin...
Thanks You....