Astrelia atau dipanggil dengan nama Relia, adalah seorang anak perempuan berusia 20 tahun yang bekerja di sebuah ladang milik orang tuanya.
Dia hidup dalam kesederhanaan yang sudah terjadi dari masa ke masa. Ladang luas milik orang tuanya itu adalah pemasukan bagi hidupnya beserta keluarganya. Relia memiliki seorang adik laki-laki yang menjadi satu-satunya saudara kandungnya. Adiknya itu selalu membantunya bekerja di ladang dan juga bepergian ke kota untuk pekerjaan lainnya. Relia dan adiknya di percayai oleh orang tuanya untuk mengelola ladang tersebut.
Relia bekerja dengan penuh semangat dan menyelesaikannya dengan baik. Semua ini demi memenuhi kepercayaan orang tuanya.
Satu hari di musim panas. Setelah bekerja, Relia kembali ke rumahnya dan beristirahat sejenak di sebuah kursi panjang di depan rumah. Ia duduk sambil menikmati segelas minuman yang menghilangkan rasa hausnya sedari tadi.
Kemudian, orang tua dari Relia datang dan menyuruhnya untuk membersihkan diri sehabis bekerja. Perempuan itu menurut dan bergegas membersihkan diri.
Setelah itu, Relia datang menghampiri orang tuanya yang sedang duduk berduaan di ruang tengah.
Relia tampil dengan pakaian bersih dan juga dipenuhi wangi di tubuhnya, hal itu membuat orang tua nya merasa senang melihat anak perempuan mereka tampil dengan cantiknya.
Lalu tak berapa lama sang ibu berkata Relia mengenai masa mudanya. Dan cerita itu disampaikan dengan senyum di wajahnya. Sang ayah hanya mendengar istrinya bercerita.
Masa muda ibunya itu mulai terbayang oleh Relia dan ia mendengarkan sampai akhir.
Kemudian, kedua orang tuanya mengajak Relia pergi menuju suatu tempat. Mereka bertiga menuruni sebuah anak tangga, menuju ruang bawah tanah. Dan setelah berada disana, Relia di suruh oleh ayahnya untuk menyingkirkan barang-barang yang ada di depannya. Setelah melakukan perintah ayahnya tersebut, Relia menemukan sebuah pintu kayu yang selama ini tidak diketahuinya. Ibunya menyuruh Relia untuk membuka pintu itu dengan sebuah kunci pemberiannya. Perempuan itu menerima dan mulai membuka pintu.
Pintu terbuka dan Relia mendorong pintu secara pelahan. Relia terkejut dengan isi ruangan yang baru dikunjunginya. Ruangan itu di isi dengan beragam pakaian milik orang tuanya. Dan ada salah satu pakaian spesial di ruangan tersebut. Di sebuah lemari kaca besar, terdapat sebuah gaun yang merupakan milik ibunya.
Relia mendekat dan menatapnya.
"Gaun yang bagus."
Relia takjub dan memandang ke arah orang tuanya.
Mata yang berbinar itu seperti mengharapkan sesuatu. Dan tentu saja terbaca oleh sang ibunda.
Berucap dan memberi izin padanya, seketika membuat perempuan muda itu menjadi senang dan berterimakasih.
Relia membuka pintu lemari kaca yang ada di depannya, lalu mengambil gaun yang ada di dalamnya. Dia coba mengukur gaun tersebut dengan tubuhnya. Dan ukurannya ternyata sesuai.
Kedua orang tuanya turut bahagia atas kesenangan si anak perempuannya.
Ketika suasana makan malam, Relia selesai makan terlebih dahulu di banding yang lain. Lalu, Ia segera meletakkan piringnya ke dapur dan pergi menuju ruangan kamarnya.
Adiknya terus menyantap makanan yang ada di meja bersama orang tuanya.
Tak berapa...
Relia hadir di hadapan keluarganya dengan gaun yang ditemuinya baru-baru ini. Barang pemberian dari sang ibu itu membuat Relia tampil sangat cantik dan anggun. Adik laki-lakinya hanya terperangah tak menyangka bahwa sang kakak tampil begitu luar biasa.
Setelah makan, mereka berempat berkumpul di depan rumah sambil menyalakan sebuah musik.
Musik tersebut adalah sebuah iringan untuk dansa pada malam yang bersahabat. Diterangi oleh lampu pijar yang di pasang oleh sang ayah, menambah latar suasana yang indah.
Sang adik berdansa dengan Relia. Gerakan yang diperagakan cukup menarik perhatian. Hingga orang-orang yang lewat di depan rumah mereka melihat hal itu. Dan momen berdansa itu mulai di isi oleh para tetangga yang berdatangan.
Gerakan dansa serta gaun yang cantik itu menarik perhatian kalangan yang hadir. Suasana sungguh ramai dan mengasyikkan malam itu.
Dan berkat kejadian tersebut, Relia menjadi perbincangan dan menjadi terkenal.
Kini Relia selalu diundang ke berbagai acara dansa yang ada. Dan orang-orang selalu berharap bisa berdansa dengannya.
Setelah berpuluh-puluh tahun, Relia yang sudah menjadi orang tua tersebut menceritakan masa mudanya pada anak perempuan yang merupakan anak semata wayangnya.
Kemudian, sebuah gaun yang sempat melekat di dirinya itu diberikan pada sang anak.
Penampilan yang begitu menyenangkan mata dan elok rupawan pun dipancarkannya, membuat Relia begitu bahagia. Lalu Relia menitip pesan pada anaknya itu untuk menjaga gaun yang diberi nama "Gaun abadi" tersebut.
-----SELESAI-----