(Ayo bunuh diri)(Ayo bunuh diri)(Emang ada yg peduli dengan kamu didunia ini?)(Ayo coba narkoba)(Ayo minum obat obatan)(Ayo mati, pasti tenang hidupmu)
TIDAK! TIDAK! TIDAKKKKK!!!(Berteriak sambil duduk dari posisi tidur)
Setiap hari selalu mendengarkan semua itu ditelingaku, dada yang sesak, pikiran yang kacau. Membuatku ingin mencoba melakukan semua itu. Jika aku bisa terlahir sebagai orang yang paling beruntung, mungkin hidupku tidak akan begini. Aku benci hidupku yang begini, yang tidak tau akan bagaimana keluar dari semua ini. Mulut yang sudah tidak bisa berbicara, membungkam semua kelaraan yang ada, ingin rasanya berteriak sekencang-kencangnya sampai semua orang didunia ini tau. Tapi aku tau, aku sudah tidak memiliki siapa siap lagi disini.(sambil tertunduk)
Tolong aku, aku sudah hilang pikiran dan tak tau jalan.
Tapi mengapa? ME-NGAPA hatiku masih bisa merasakan betapa sakitnya orang orang diluar sana! Yang sama sepertiku ataupun lebih dari aku tersiksanya. Mungkin aku kurang bersyukur, aku masih mending dari mereka. Orang-orang pasti bertanya-tanya "Mengapa aku tidak bersama orang tuaku? Keluargaku dimana?". Yaaa aku yatim piatu sejak kecil dan aku dibuang sama keluarga orang tuaku.
(Anak pembawa sial)(Anak durhaka)(Anak tidak tau diuntung)(PEMBANGKANG)(BEBAN AJA LU HIDUP)
Itulah yang setiap hari kudengar ditelingaku saat keluarga orang tuaku masih bersamaku. Sekarang yang kudengar hanyalah ajakan untuk mati menyusul kedua orang tuaku.
[Tiba-tiba ia merasakan sosok teman berada didepannya][Lantas ia pun....]
Hai kawan yang berada disana. Kemarilah! Mendekatlah! Dan duduk disampingku. Aku butuh sandaran, dan sekedar ingin berbagi cerita tentang hidupku yang sok dramatis kata orang. Percayalah padaku, aku butuh seseorang untuk menemaniku diakhir hayatku.
Hey, Hey, HEYYY!!! JANGAN PERGI!! TINGGALLAH DISINI.(Dengan nada tinggi dan mata yang berkaca-kaca)
[Ia pun berusaha mengejar sosok yg tiba-tiba hilang bersama bayangan][Lantas ia-pun terjatuh...]
HAHAHAHAHA (Tertawa jahat)
Ternyata temanku hanya halusinasi belaka. Mengapa tidak ada teman disampingku? MENGAPA?! (Menangis lagi dan langsung menghapus air mata). Lagi pula, aku akan segera mengakhiri hidupku, buat apa teman?(Tersenyum lagi)
[Ia pun beranjak bangun lalu mendekati Tali gantung diri]
Udah lama aku persiapkan ini semua untuk hunuh diri. Tapi kenapa terus aku tunda-tunda? Dasar bodoh. Setelah mati, pasti aku hidup tenang selama-lamanya tanpa memikirkan dunia yang busuk ini HAHAHAHAHA!
Ayah, ibu, tunggulah aku. Aku akan segera menyusul kalian.(Dalam posisi kepala hampir terlilit Tali)
[Namun tiba-tiba, segerombolan orang masuk dengan paksa kedalam rumahku dengan membawa pistol][pistol tersebut melezT langsung terkena kakiku]
Awwwwww! Kenapa kalian terus menghalangiku sih. KALIAN PIKIR pistol kalian bisa membuatkujera?!
AYO COBA TEMBAKKAN LAGI! HAHAHAHAHA....KALIAN TIDAK BERANI BUKAN? Kenapa tidak biarkan aku bunuh diri saja sih? Apa bedanya jika aku gantung diri dengan kalian membunuhku secara perlahan? Kalian benar-benar lucu.(Sambil Tertawa)
Oh ya? Harta warisan, surat tanah, surat kuasa masih menjadi hak milikku bukan? Oh sekarang aku tahu, mengapa kalian selalu mengejar-ngejarku selama ini. Sudah berapa lama kalian mencari cariku? Yah mumpung kalian sudah disini, sekalian saja bunuh aku sekarang. AYO CEPAT BUNUH AKU! KALIAN TAKUT BUKAN? Asal kalian tau. Sejak awal aku memang tidak ada niatan untuk mengubah surat surat yang menjadi hakku! Biarkan saja semua harta itu terkubur bersamaku.
[Mendengar pernyataan tersebut. Orang orang yang semulanya ingin menangkapnya, pergi satu persatu][Ia pun kesal]
HEI! KALIAN MAU KEMANA? BUNUH DULU AKU! CEPAT BUNUH AKU SEKARANG! JANGAN MEMBUATKU MENUNGGU-NUNGGU UNTUK MATI HAHAHAHA DASAR KALIAN ORANG ORANG GILA!
[Ia pun mengambil semua surat surat itu untuk dibakar agar membuat orang orang itu kesal]
Inikan yang kalian inginkan? INIKAN YANG KALIAN INGINKAN!! LIAT APA YANG AKAN KUPERBUAT! HAHAHAHA....HANGUSLAH TOH KALIAN UDAH GAK ADA GUNANYA.
[Tiba-tiba beberapa bunyi tembakan dilesatkan Dari arah pintu keluar][Tembakan itu tepat menembus tubuhnya]
Huft ak..hirnya a-aku bisa tenang(Dengan suara yang ngos-ngosan). Biarkan rasa sakit ini selalu terkenang sampai nanti. Akhirnya aku bisa tenang selamanya. Hai bu, yah ...tunggu aku disana. aku akan segera menyusul kalian.(sambil memegang bagian tubuhnya yang terkena peluru)
Tamat