‘’Sebagai balasan telah mempermalukanku, aku mengutukmu! Dengan 9 sifat buruk yang kau miliki, kau akan menjadi seekor naga dengan 9 kepala!’’ seru sang penyihir.
DAR! DER! DOR!
Langit menjadi hitam disertai petir yang bergemuruh. Sang Pangeran berlutut dengan tampang menyesal sambil mengatupkan kedua tangannya.
‘’Tidak! kumohon, maafkan aku! Aku berjanji akan membuang semua sifat burukku!’’
Namun sang penyihir hanya diam ditengah kemarahannya melihat pangeran itu perlahan-lahan berubah menjadi seekor naga berkepala 9.
Melihat hal itu, sang raja dan ratu spontan berlutut memohon agar salah satu putranya itu kembali menjadi manusia. Penyihir agung menjelaskan bahwa kutukan tidak bisa ditarik membuat pasangan yang menangis histeris itu rela menundukkan kepala di kaki sang penyihir agung.
‘’Baiklah, karena pangeran tidak memiliki hati atau mengenal rasa cinta, kutukannya baru bisa tercabut hanya jika dari cinta seorang gadis berambut emas putih dengan tato naga emas di bahunya dilahirkan ke dunia ini, sampai gadis itu belum lahir maka Pangeran akan tetap menjalani hukumannya.’’
Sang penyihir meninggalkan ruangan itu bersamaan sang naga terbang menembus atap kastil. Sang raja dan ratu beserta 3 putranya hanya menatap kepergian naga itu tak berdaya.
500 tahun kemudian…
Tampak seorang wanita menjerit kesakitan disela persalinannya. Sedangkan Raja Claude yang menunggu di singgasananya hanya gusar melihat langit biru perlahan menjadi begitu sangat gelap disertai petir.
Butuh waktu yang lama hingga seorang pelayan datang melapor.
‘’Yang Mulia? Ratu Aurora telah melahirkan bayinya dengan selamat.’’
Mendengar laporan itu, sang raja spontan berdiri sambil menarik seorang pangeran kecil menuju ruang persalinan.
CEKLEK!
Semua berlutut memberi hormat begitu sang raja membuka pintu.
‘’Apakah dia bayiku?’’
Raja Claude menatap bayi yang digendongnya dengan penuh kebahagiaan. Ia lalu menatap istrinya.
‘’Ratuku! Anak kita telah lahir.’’
Ratu Aurora hanya tersenyum lemah melihat kebahagiaan di wajah suaminya.
‘’Bayinya berjenis kelamin perempuan, Yang Mulia.’’
‘’Pangeran Daenerys? Adikmu telah lahir, jaga dia baik-baik dan berilah kasih sayang dan cinta kepadanya.’’ Kata Raja Claude.
‘’Iya, Ayahanda.’’ angguk Pangeran Daenerys.
Namun dahi Pangeran Daenerys berkerut melihat rambut adiknya.
‘’Ayahanda? Kenapa rambut adik bewarna emas putih? Dan tidak berwarna hitam seperti kita?’’
Mendegar hal itu, Raja Claude baru menyadari kalau rambut putrinya memang berwarna emas putih.
‘’Mohon maaf, Yang Mulia, rambut sang putri memang sudah berwarna emas putih saat kepalanya terlihat pertama kali, tidak hanya itu, sang putri juga memiliki tato naga emas di bahunya.’’
Raja Claude membuka kain yang menyelimuti bayinya dan benar, tato naga emas terukir tepat di bahu kanannya.
‘’Ayahanda?’’ panggil Pangeran Daenerys.
‘’Bukankah Ayahanda pernah menceritakan sebuah kisah kepadaku tentang seorang pangeran yang dikutuk oleh seorang penyihir, kutukannya hanya akan bisa ditarik jika seorang gadis berambut emas putih dengan tato naga emas dilahirkan ke dunia?’’
Pangeran Daenerys kembali menatap adiknya.
‘’Adik juga memiliki rambut emas putih dan tato naga emas seperti yang dikatakan kisah itu, apakah mungkin adik adalah orang ya-‘’
Perkataan Pangeran Daenerys terpotong saat sang raja menyuruhnya diam. Tiba-tiba seluruh isi ruangan menjadi sunyi. Raja Claude tidak mempercayai kebetulan itu dan berusaha menolak.
‘’Karena dia terlahir dengan tato naga emas dibahunya, maka akan kuberi nama Chrysos Drakos.’’ Kata Raja Claude.
Tak lama kemudian, penobatan sang putri dilangsungkan. Semua rakyat memberi selamat dan doa agar Putri Chrysos diberkahi panjang umur.
Setiap sang putri bertambah umur 1 tahun, Raja Claude berusaha merubah warna rambut putrinya yang kini berusia 5 tahun, akan tetapi seperti keajaiban, warna apapun yang dicatkan ke rambut Putri Chrysos maka rambutnya akan kembali menjadi emas putih.
Raja bahkan melarang seluruh isi istana untuk tidak membahas kisah mengenai pangeran yang dikutuk itu.
Karena tidak ada satupun cara yang bisa merubah warna rambut Putri Chrysos, semenjak hari itu, Raja Claude menutupi rambut putrinya dengan kain sutra agar tidak ada siapapun yang melihat warna rambutnya.
Di hari yang cerah, Putri Chrysos tengah keluar istana untuk melihat perayaan di negeri seberang.
Tidak tega melihat putrinya merengek membuat Raja Claude tidak punya pilihan sehingga menemaninya secara langsung.
‘’Kebetulan paman baru saja tiba, aku menyuruhnya untuk menggantikanku sementara sampai kita kembali.’’ Kata Raja Claude.
Ratusan prajurit berjaga di area perayaan tersebut. Putri Chrysos begitu girang melihat perayaan di sana. Begitu banyak hal menarik yang tidak pernah dilihatnya. Setidaknya senyuman Putri Chrysos membuat Raja Claude sedikit tenang.
Tiba-tiba seekor kupu-kupu terbang di depannya membuat perhatiannya teralihkan. Putri Chrysos yang tadinya sibuk melihat perayaan, mengikuti kupu-kupu itu.
‘’Hei! Kau mau ke mana?’’ tanya Putri Chrysos mengikuti.
Langkahnya terhenti saat melihat jembatan kayu di depannya. Tapi karena ingin menangkap kupu-kupu itu membuat Putri Chrysos tetap mengikutinya.
Pelan-pelan, ia menyebrangi jembatan kayu itu, lalu melewati sungai kecil, kemudian memanjat melewati batu-batuan, hingga kupu-kupu itu menuntunnya ke sebuah kastil yang terbengkalai.
Dilihatnya kastil besar itu sudah tidak utuh lagi. Rumput di sekitarnya juga sudah tidak terawat. Namun kupu-kupu itu masuk ke dalam kastil, membuat Putri Chrysos juga memasukinya.
Di sisi lain, setelah menyadari keberadaan Putri Chrysos hilang, membuat Raja Claude mengerahkan semua prajuritnya untuk menemukan keberadaan putri.
‘’Yang Mulia? Pangeran Daenerys juga tidak ada sejak tadi.’’ lapor salah satu prajurit.
Pangeran Daenerys yang baru saja tiba, mengambil nafas.
‘’Hahuha..tidak kusangka Chrysos dengan mudahnya berjalan jauh seperti ini.’’
Ternyata Pangeran Daenerys sempat melihat sang adik pergi hingga ia mengikutinya.
‘’Tapi apa yang dia lakukan di kastil seperti ini? Sebaiknya aku segera menjemputnya sebelum Ayahanda dan Ibunda menyadari kami berdua hilang."
Pangeran Daenerys pun ikut masuk ke dalam kastil.
Putri Chrysos menaiki tangga hingga dirinya sampai di sebuah ruangan. Ia melihat kupu-kupu itu terbang ke luar melewati atap kastil. Terlihat atap kastil itu membentuk lubang besar layaknya ditembus dari dalam. Ia lalu menatap begitu banyak runtuhan di sekitar singgasana.
‘’Chrysos!’’
‘’Kakak kenapa ada di sini?’’
‘’Aku mengikutimu, ayo! Kita harus kembali sebelum Ayahanda dan Ibunda sangat cemas.’’
Putri Chrysos mengangguk, begitu ia melangkah mendekati kakaknya, tiba-tiba angin berhembus kencang.
‘’Kakak!’’
‘’Chrysos!’’
Hembusan angin kencang itu membuat kain sutra penutup kepala Putri Chrysos terlepas. Saat itu juga rambut panjang emas putihnya terkurai ke belakang bersamaan langit tiba-tiba bersinar dengan guntur.
Putri Chrysos dan Pangeran Daenerys mendongakkan kepala.
Seekor naga berkepala 9 tiba-tiba muncul di tengah langit yang membelah. Keduanya membulatkan mata melihat naga berkepala 9 itu terbang ke arah mereka.
‘’Tidak! Chrysos! Kembalikan adikku!!’’ teriak Pangeran Daenerys.
Sedangkan ratusan prajurit baru tiba.
‘’Lindungi Pangeran Daenerys dan Putri Chrysos!’’
Puluhan prajurit menyelamatkan Pangeran Daenerys, sedangkan sisanya menembakkan peluru ke arah naga berkepala 9 itu.
‘’Jangan sampai Tuan Putri Chrysos terkena!’’
DOR! DOR! DOR! DOR!
Namun berselang detik, naga berkepala 9 itu menghilang begitu cepat. Langit kembali tenang begitupun hembusan angin kencang tadi seperti semula.
Pasukan membawa Pangeran Daenerys kembali dan melapor kegagalan mereka menyelamatkan sang putri yang diculik oleh seekor naga berkepala 9.
Hal itu membuat Ratu Aurora jatuh pingsan sehingga dengan terpaksa mereka kembali ke istana.
Di suatu tempat, naga berkepala 9 melepaskan Putri Chrysos di cengkeramannya. Keduanya hanya saling memandang. Tanpa rasa takut, Putri Chrysos mendekati naga berkepala 9 tersebut.
Tangan Putri Chrysos terulur memegang salah satu kaki yang mencengkeramnya tadi. Terlihat sedikit goresan membuat darah mengalir keluar. Dalam sekejap, Putri Chrysos merobek ujung gaunnya.
‘’Ini pasti karena tembakan tadi.’’ Kata Putri Chrysos hendak membalutnya.
Namun karena gaunnya yang berukuran kecil dan salah satu kaki naga itu sangat besar, membuat usahanya sia-sia.
Naga berkepala 9 mengulurkan tangannya menyentuh gadis kecil itu.
‘’Kenapa kau menculikku? Apakah karena kau kesepian? Kalau begitu, aku akan menemanimu, sebagai gantinya kau menjadi piaraanku, aku tidak sabar memperlihatkanmu kepada orang-orang di istana, dan iya namaku adalah Chrysos Drakos, kalau kau? Ah! bisakah aku menamaimu Hydra saja? Hehe, ya, namamu Hydra.’’ cerewet Putri Chrysos.
‘’Oh iya, aku punya tato naga emas di bahuku dan aku tidak menyangka bisa melihatnya secara langsung, tapi naga di bahuku hanya memiliki satu kepala, lalu kenapa kau memiliki 9 kepala?’’
Sang naga hanya diam tanpa menjawab, dan pertanyaan itu berulang hingga 18 tahun kemudian.
Tampak sosok gadis berlari bersamaan rusa yang juga berlari. Gadis itu tersenyum girang dipenuhi semangat disela larinya. Rambut emas putih panjangnya bahkan berterbangan tanpa merasa terganggu.
KLAK!
‘’Yes! Aku mencetak skor, 12 rusa kukumpulkan dalam waktu 1 jam!’’ girangnya.
‘’Hydra akan senang melihat makan malam nanti.’’
•Gua Besar•
Mendengar suara seretan membuat naga berkepala 9 terbangun. Dilihatnya Putri Chrysos menarik 12 rusa sambil terengah-engah.
‘’Ha..huhahuha..hei Hydra! Aku memanggilmu sejak tadi tetapi kau tidak datang!’’ kesalnya.
Naga berkepala 9 itu kembali tertidur tanpa meladeni Putri Chrysos.
‘’Berhenti mengacuhkanku terus! Bersikap seolah-olah tidak peduli tetapi tetap menghabiskannya.’’
Yah, sejak umur Putri Chrysos menginjak 8 tahun, ia sudah mahir berburu dan semenjak itu pula, ia selalu membawa banyak buruan pulang untuk dimakannya bersama Hydra. Tetapi seperti tadi, Hydra selalu mengacuhkannya, meskipun begitu, naga itu tetap memakan buruannya saat gadis itu tertidur.
Bulan demi bulan berlalu tetapi tidak ada yang berubah. Aktivitas berjalan seperti biasa hingga membuat naga berkepala 9 itu muak.
‘’Hei manusia rendah! Kau telah ditakdirkan untuk mencabut kutukanku lalu sudah bertahun-tahun berlalu aku masih menjadi naga berkepala 9!’’
‘’Hydra! Ternyata kau bisa bicara, kurang ajar, selama ini aku berpikir kau tidak pandai bicara dan hanya mendengarku.’’ omel Putri Chrysos.
‘’Diamlah! Cepat keluarkan kekuatanmu dan tarik kutukannya!’’
Dahi Putri Chrysos berkerut.
‘’Dari tadi kau hanya mengatakan kutukan, memangnya kutukan apa yang kau maksud? Dan kenapa aku harus menggunakan kekuatanku untuk mencabut kutukanmu? Jadi kau bukan naga?’’
Hydra menggeram kesal karena gadis itu banyak tanya.
‘’Dia tidak berubah sejak kecil, begitu cerewet.’’ Kata Hydra dalam hati.
‘’Ya, aku memang bukan naga, tetapi seorang pangeran, hanya saja aku dikutuk oleh seorang penyihir dan hanya kau yang bisa menarik kutukannya.’’ Kata Hydra.
Putri Chrysos memejamkan mata. Menit demi menit berlalu, dahinya semakin berkerut sebab tidak ada apapun yang terjadi. Naga itu masih tetap dalam wujudnya.
‘’Gunakan hati dan perasaanmu dasar bodoh!’’ suruh Hydra.
‘’Iya! Iya!’’ dengus kesal Putri Chrysos.
Gadis itu kembali menenangkan dirinya, tetapi tidak ada yang terjadi, membuatnya menghela nafas.
‘’Hhah! Aku menyerah, aku tidak punya kekuatan yang bisa menarik kutukannya, apalagi aku meragukan kau seorang pangeran.’’ Kata Putri Chrysos.
‘’Beraninya kau! Justru aku yang meragukanmu seorang putri kerajaan, mana ada putri yang cerewet dan tidak anggun sama sekali sepertimu!'’ marah Hydra.
‘’Kenapa penyihir mengutuk seorang pangeran?’’
Mata Putri Chrysos menyipit.
‘’Mmm, jangan-jangan kau mengaku sebagai pangeran sehingga kau dikutuk?’’
Spontan Hydra menyemburkan api membuat Putri Chrysos menghindar.
‘’Hei! Kalau kau membunuhku siapa yang akan menarik kutukanmu!?’’
‘’Kalau begitu tidak usah berbelit-belit! Dan tarik kutukannya! Aku sudah sangat lama menunggu, makan makanan tidak enak, hidup di gua yang kotor seperti ini dan wujud buruk.’’
‘’Ah melihat cara bicaramu, penyihir itu pasti mengutukmu karena sikapmu yang tidak baik ini, kira-kira bagaimana kau bisa dikutuk?’’
Mendengar kalimat Putri Chrysos, Hydra terdiam dan berbalik untuk tidur. Ia kembali mengingat kejadian tidak enak itu.
‘’Hei? Kau mau ke mana? Bukankah kita harus melepaskan kutukannya?’’
Putri Chrysos terus memanggil Hydra tetapi naga itu mengacuhkannya dan memilih tidur.
‘’Hydra? Apakah aku mengatakan sesuatu yang tidak sengaja membuatmu marah?’’ tanya Putri Chrysos memegang leher Hydra.
Naga itu tetap diam dan tertidur, layaknya manusia yang sedang unmood.
Putri Chrysos lalu memeluknya.
‘’Maaf, aku tidak bermaksud membuatmu marah, aku tidak akan bertanya lagi.’’
Pelan-pelan gadis itu tertidur.
Flashback.
Konon hiduplah pangeran tampan 4 bersaudara. Keempat pangeran itu memiliki kelebihan masing-masing. Semua orang yang melihat mereka berjalan bersama akan terpesona. Hingga suatu hari pangeran tertua dipilih menjadi ahli waris. Namun keputusan itu tidak diterima oleh pangeran bungsu.
Pangeran bungsu yang iri hati kepada kakaknya, menggunakan ilmu hitam agar kakaknya itu selalu jatuh sakit jika melakukan penobatan.
Hal itu membuat sang raja mengalihkannya ke pangeran kedua. Hal yang sama terjadi, pangeran bungsu memberi ilmu hitam sekaligus kepada kakak kedua dan ketiganya.
Hingga sang raja memilih pangeran bungsu menjadi ahli waris. Selama itu, pangeran bungsu sering menyiksa orang lain yang hanya tidak sengaja menabraknya, bahkan ia tidak sungkan membunuh orang-orang yang bersalah padahal bisa dibicarakan baik-baik.
Pangeran bungsu juga sering merendahkan orang lain yang tidak sederajat dengannya. Sifatnya juga sangat angkuh dan nafsu akan harta. Ia juga sering mabuk-mabukan dengan menghamburkan uang kekayaan serta sangat mudah marah.
Hari itu, seorang pria tua yang kedua kakinya menghadap ke dalam mengunjungi istana. Sang raja dan ratu menyambutnya begitu meriah tetapi di sela itu pangeran bungsu malah tertawa melihat wujudnya.
‘’Hmphehe, lihatlah dia? Jalan pun tidak sempurna, apakah dia penyihir agung yang Ayahanda katakan itu? hehe, aku bahkan meragukannya.’’
Semua orang tersentak kaget mendengar hal itu. Raja bahkan sudah mengatupkan kedua tangannya karena melihat penyihir agung murka.
‘’Sebagai balasan telah mempermalukanku, aku mengutukmu! Dengan 9 sifat buruk yang kau miliki, kau akan menjadi seekor naga dengan 9 kepala!’’ seru sang penyihir agung.
DAR! DER! DOR!
Langit menjadi hitam disertai petir yang bergemuruh. Sang Pangeran berlutut dengan tampang menyesal sambil mengatupkan kedua tangannya.
‘’Tidak! kumohon, maafkan aku! Aku berjanji akan membuang semua sifat burukku!’’
Namun sang penyihir agung hanya diam ditengah kemarahannya melihat pangeran itu perlahan-lahan berubah menjadi seekor naga berkepala 9.
Sang raja dan ratu spontan berlutut memohon agar salah satu putranya itu dikembalikan menjadi manusia. Penyihir agung menjelaskan bahwa kutukan tidak bisa ditarik membuat pasangan yang menangis histeris itu rela menundukkan kepala di kaki sang penyihir agung.
‘’Baiklah, karena pangeran tidak memiliki hati atau mengenal rasa cinta, kutukannya baru bisa tercabut hanya jika dari cinta seorang gadis berambut emas putih dengan tato naga emas di bahunya dilahirkan ke dunia ini, sampai gadis itu belum lahir maka Pangeran akan tetap menjalani hukumannya.’’
End flashback.
Hydra memejamkan matanya setelah mengingat itu semua.
Keesokan harinya, Putri Chrysos bersiap-siap untuk berburu.
‘’Aku akan mengantarmu.’’ Kata Hydra.
Entah angin apa yang datang membuat Hydra berniat membawanya.
"Berhenti menatapku seperti itu! Wajahmu menjijikan."
Putri Chrysos mengembungkan kedua pipinya tanda kesal sambil naik.
‘’Berpegangan yang kuat!’’
Hydra menghempaskan sayapnya dan terbang ke atas. Putri Chrysos tercengang melihat pemandangan yang menakjubkan itu.
‘’Wah Hydra! Bawa aku terbang setiap hari seperti ini! Aku ingin terus melihat pemandangan ini!’’ teriak Putri Chrysos.
Namun Putri Chrysos bingung melihat Hydra membawanya melewati hutan.
‘’Hei Hydra? Kau ingin membawaku ke mana? Bukankah aku harus berburu untuk makan malam kita?’’
Saat itu juga terlihat sebuah istana besar. Ia menatap Hydra tidak percaya.
‘’Hydra! Kau membawaku pulang?’’
SYUT! SYUT!
Tiba-tiba puluhan panah mengenai mereka. Keseimbangan Hydra terganggu membuat Putri Chrysos terjatuh.
‘’Hydra!!’’
Hydra berhasil menangkapnya.
‘’Itu tuan putri!!’’ seru prajurit.
Tanpa membuang waktu, puluhan meriam menembakkan peluru.
BOOM! BOOM! BOOM!
‘’Hentikan! Tuan Putri bersamanya! Jika Tuan Putri terkena bom maka habislah riwayat kita.
Merasa marah, Hydra menyemburkan api dari mulutnya.
‘’Tidak! Hydra jangan! Kau akan melukai keluargaku!’’
‘’Tapi mereka melukaiku lebih dulu! Manusia-manusia rendah itu harus dilenyapkan!’’
‘’Kalau begitu biarkan aku yang memberitahu mereka!’’
‘’Apakah kau bisa menjamin mereka tidak akan menyerangku? Jika tidak, istana itu akan kuhancurkan dalam sekejap.’’
Putri Chrysos berusaha meyakinkannya. Ia melambaikan tangan agar mereka tidak menyerang. Melihat puluhan prajurit itu terdiam sesuai perintahnya, membuat Hydra mendekat.
Raja Claude dan Ratu Aurora beserta Pangeran Daerenerys tidak menyangka melihat Putri Chrysos kembali.
Mereka langsung memeluknya dan melepaskan kerinduan yang selama ini mereka tahan.
Akan tetapi, di sela pertemuan hangat itu, tiba-tiba jaring rantai besar terjatuh ke arah Hydra. Puluhan prajurit yang mengelilinginya menusuknya tombak bahkan ada 5 penyihir kandidat terkuat memberinya segel membuat Hydra tidak bisa berkutik.
‘’Tidak! Jangan sakiti dia!’’
Beberapa prajurit menahan dan menghadang Putri Chrysos.
‘’Bawa putri masuk ke dalam kamarnya! Sedangkan monster ini, berikan dia siksaan sampai tidak bernyawa lagi!’’
Mata Putri Chrysos membulat besar.
‘’Tidak! Ayahanda! Jangan! Kumohon!’’ isak Putri Chrysos.
Hydra yang tidak berdaya hanya melihat gadis itu menangis yang dipaksa masuk.
3 hari berlalu semenjak Putri Chrysos dikurung di kamarnya. Sudah 3 hari ini juga, gadis itu mendengar jeritan Hydra yang di siksa. Tidak tahu apa yang sedang terjadi pada naga itu membuat Putri Chrysos gusar.
‘’Hydra sangat kesakitan, aku harus segera keluar sebelum mereka membunuhnya, akhirnya aku mengerti mengapa dia menculikku saat kecil, itu karena hanya aku yang bisa menarik kutukannya, tapi aku tidak tahu bagaimana menarik kutukannya?’’
CEKLEK!
Pintu terbuka dengan munculnya Raja Claude.
‘’Ayahanda! Biarkan aku melihat Hydra!’’
Belum sempat Putri Chrysos keluar, sudah ada puluhan prajurit menghadang jalan.
‘’Ayahanda!’’ seru Putri Chrysos.
‘’Chrysos! Beraninya kau membentak Raja yang merupakan ayahmu sendiri demi naga yang sudah menculikmu 18 tahun yang lalu!’’
Raja Claude terbelalak melihat wajah putrinya. Gadis itu menggigit bibirnya menahan tangisan.
‘’Chrysos, 18 tahun kau telah dibawa pergi, kenapa kau memikirkan naga itu? Kita seharusnya berkumpul setelah sekian lama.’’
‘’Ayahanda? Aku sangat ingin melihat keadaan Hydra, biarkan aku menemuinya.’’
‘’Tidak!’’
Putri Chrysos menggertakkan gigi. Tidak punya pilihan, ia berlari keluar sekuat tenaga. Karena terbiasa berburu di hutan membuatnya lincah menghindari tangkapan prajurit.
‘’Cepat tangkap Tuan Putri! Jangan biarkan dia mencapai tempat pengeksekusian!’’
Layaknya anak kecil, Putri Chrysos main kejar tangkap di dalam istana. Ia malah menikmati hal itu saat prajurit tidak berhasil menangkapnya.
‘’Oho, aku sudah ahli menghindari jebakan selama 18 tahun, jadi kalian tidak mungkin bisa menangkapku.’’ girang Putri Chrysos.
Raja Claude yang mengejar dan melihatnya mengerutkan dahi tanda kesal.
‘’Monster itu telah merubah putriku yang anggun menjadi liar seperti dirinya.’’
Putri Chrysos akhirnya tiba di tempat pengeksekusian saat mengandalkan pendengarannya.
Matanya membulat besar melihat naga itu dirantai dan disiksa begitu kejam.
‘’Hentikan!!’’ serunya masuk ke dalam.
‘’Tuan putri! Menjauhlah!’’
"Hilangkan segelnya."
"Aku bilang hilangkan segelnya!!"
5 penyihir yang menyegelnya menarik segel itu.
Putri Chrysos mendekati Hydra dan melepaskan rantai dan tombak yang menancap di tubuhnya.
Raja Claude beserta prajurit tiba begitupun Ratu Aurora dan Pangeran Daenerys.
Putri Chrysos meringis melihat tubuh Hydra terluka sangat parah akibat peralatan tadi. Tangannya mengelus salah satu kepala Hydra sambil ia menempelkan kepalanya. Ia mulai takut saat melihat naga itu tidak sadarkan diri.
‘’Hydra? Kau belum mati, ‘kan? Kumohon jangan mati!’’
Putri Chrysos menggerakkan kepala Hydra agar naga itu membuka matanya. Tangisannya mulai menjadi-jadi karena Hydra tidak memberi respon. Mengingat ia mendengar suara jeritan naga itu selama 3 hari berturut-turut.
‘’Hikss..hikss..Hydra! Buka matamu!’’
Semua yang ada di sana tidak percaya melihat Putri Chrysos menangis demi naga berkepala 9 itu.
‘’Cepat bawa putri pergi dan bakar naga yang sudah mati itu!’’ perintah Raja Claude.
DEG!
Raja Claude tersentak saat putrinya menatapnya dengan raut wajah marah dan mata mengkilat sambil menggertak gigi. Melihat hal itu, seolah-olah ada sesuatu yang menusuk jantungnya.
‘’Berhenti!’’ perintahnya mengangkat sebelah tangan.
Putri Chrysos kembali memeluk kepala Hydra di sela tangisnya. Baru saja ia melihatnya, Hydra sudah mati karena siksaan sadis.
Tanpa Putri Chrysos sadari, tato naga emas di bahunya bersinar bersamaan jatuhnya air matanya mengenai salah satu kepala Hydra yang dipeluknya.
Tubuh naga berkepala 9 itu bersinar terang sambil melayang. Putri Chrysos dan semua yang ada di sana terbelalak melihat tubuh naga itu melayang sendiri.
Perlahan, naga berkepala 9 tersebut menyusut menjadi seorang lelaki tampan.
Setelah menjadi manusia seutuhnya, tubuh itu kembali melayang ke bawah.
‘’Hydra!?’’ seru Putri Chrysos menangkapnya.
Putri Chrysos meletakkan kepala lelaki tampan itu di pangkuannya.
‘’Hydra?’’
‘’Hydra!’’
Lelaki tampan itu bangkit seketika melihat tubuhnya menjadi manusia.
‘’Tubuhku! Tubuhku kembali seperti semula!’’
Putri Chrysos langsung memeluknya.
‘’Kau mencabut kutukannya?’’ tanya Hydra dalam wujud manusia.
‘’Entahlah, aku hanya menangis karena melihatmu mati.’’ Kata Putri Chrysos.
‘’Mati?’’ bingung Hydra.
‘’Tapi aku tidak mati.’’
Putri Chrysos yang menangis, mengerutkan dahi.
‘’Apa maksudmu? Aku melihatmu mati di depan mataku sendiri.’’ Kata Putri Chrysos tanpa melepaskan pelukannya.
‘’Aku memang benar-benar tidak mati.’’
‘’Jika kau tidak mati, lalu kenapa kau tidak bergerak sama sekali?’’
‘’Ah, aku hanya sedang tertidur.’’
Putri Chrysos menarik pelukannya.
‘’Apa? jadi tadi, kau..’’
‘’Ya, aku tertidur karena hukuman ini membosankan.’’
‘’Lalu bagaimana dengan jeritanmu 3 hari ini?’’
‘’Aku hanya melampiaskan kemarahanku.’’
Mendengar perkataan Hydra yang sudah kembali ke wujud manusianya, membuat Putri Chrysos memukulnya.
‘’Hydra! Kau begitu menyebalkan!’’
‘’Hei! Namaku bukan Hydra!’’
‘’Tapi itu nama yang aku panggilkan sejak aku menamaimu Hydra.’’
‘’Itu saat aku masih dalam wujud naga! Sekarang aku adalah seorang pangeran dan mempunyai nama sendiri.’’
Kedua orang itu berdebat tanpa memperhatikan sekitar.
Hydra berdiri sambil menarik Putri Chrysos. Lelaki tampan itu membungkuk sambil menyilangkan tangan kanannya ke dada dan tangan kiri ke ke belakang.
‘’Perkenalkan, aku pangeran keempat dari kerajaan Demilo, Ares de Alger Demilo.’’
‘’Chrysos Drakos.’’
Pangeran Ares berlutut dengan semua orang di sana menjadi saksinya.
‘’500 tahun telah berlalu, aku sudah tidak punya siapa-siapa lagi, padahal aku ingin meminta maaf kepada keluarga dan orang-orang yang aku siksa, tetapi kau hadir untukku, di kesempatan kedua ini, aku akan memperbaiki kesalahan, oleh karena itu, Chrysos? Maukah kau menjadi pendampingku?’’
Putri Chrysos terbelalak, ia tidak menyangka Hydra sekaligus Pangeran Ares melamarnya saat itu juga.
‘’Kenapa tidak? Tentu saja aku mau!’’
Keduanya berpelukan yang diakhiri ciuman romantis.
‘’Aku mencintaimu, Chrysos.’’
‘’Aku juga mencintaimu, Hydra.’’
‘’Hei! Sudah kubilang namaku bukan Hydra!’’
‘’Hydra.’’ Ledek Putri Chrysos.
"Hei!" seru Pangeran Ares.