Minat akan sesuatu hal yang menarik, membuatnya semakin berbuat lebih karena itu. Berbagai upaya dilakukan sebisa mungkin demi menyenangkan perasaan yang ada di dalam hati.
Pernahkah mendengar kata "Halu?"
Itulah yang sedang dialami seorang remaja yang masih duduk di bangku sma tersebut.
Halusinasi sudah merambah dalam akal pikirannya sejak ia melihat sesuatu yang menarik perhatian matanya. Lalu masuk ke dalam hati dan disebutlah rasa suka karenanya.
Dan halusinasi itu muncul di sebabkan oleh sesuatu yang disukainya.
Perasaan itu membuat halusinasi makin menjadi seiring waktu berjalan. Terdapat perubahan yang terjadi di hidup serta sekitarannya.
Dari ruang kamar pribadi yang dipenuhi poster dan pernak pernik kesukaannya, hingga sisi kehidupan mulai mengalami perubahan. Tingkah laku sudah berbeda dari sebelumnya, dan para kerabat tahu bahwa dirinya sudah mengalami halu yang bahkan memasuki level tinggi.
Selena memandang ke depan dengan senyum lebar. Pandangan mata tertuju pada sebuah poster baru yang dipesannya kemarin.
Hal yang disukainya itu telah merubah dirinya dan juga turut merubah dunianya. Dunianya hanya diisi oleh dirinya dan sesuatu di sukainya. Itu saja yang ada dalam pikirannya.
Namun...Perasaan itu tidak seharusnya dilakukan secara berlebihan.
Dikarenakan tingkah laku yang berubah drastis tersebut, membuat Selena dipandang lain oleh teman-temannya. Walau ada teman yang memiliki satu kesamaan dengannya yaitu menyukai hal yang sama. Akan tetapi tidak berlebihan seperti yang dilakukan oleh Selena.
Dan berbagai saran masukan selalu disampaikan oleh orang-orang yang dikenalnya. Di sisi lain pula terdapat kritik akan kehidupannya dan perlahan mulai menjauh dari diri Selena.
Teman-temannya yang dikenalnya dulu, beberapa mulai pergi. Walau tidak semua, tetapi dirinya harus menyadari perilakunya itu.
"Seberapa besar perasaanmu pada hal yang kamu suka?"
"Kenapa kamu merubah hidupmu menjadi drastis karena sesuatu yang kamu suka? Apakah itu yang ada di dalam pikiranmu?"
"Bisakah berbicara hal lain selain tentang kesukaanmu itu? Tidak semua orang memiliki ketertarikan yang sama dengan dirimu."
"Lalu... Apakah perasaanmu bisa tersampaikan pada hal yang kamu sukai itu?"
Selena diam sambil mengingat kata-kata yang muncul di benaknya dalam sekejap.
Ia berjalan menuju tepian ranjang dan mengingat kembali berbagai ucapan dari orang-orang yang dikenalnya. Ia mulai berpikir akan perilaku yang selama ini sudah merubah dirinya.
Hingga satu ucapan muncul dan membuat Selena menunduk sembari memejamkan mata.
"Menyukai sesuatu boleh saja. Asalkan jangan berlebihan dan tetap pada ala kadarnya."
Itu adalah ucapan dari teman masa kecilnya yang terbilang dekat dengan Selena.
Remaja perempuan itu berjalan dan menyandarkan keningnya di poster yang terpajang di dinding.
"Seberubah itu kah aku yang berharap bisa menemukan seseorang yang sefrekuensi denganku dan menyampaikan rasa senang bersama?"
gumamnya dalam hati.
Di lain hari, Selena datang ke sekolah dan bertemu dengan teman-temannya.
Selama seharian itu, mereka melihat tingkah laku temannya tersebut sudah mengalami perubahan.
Dan membuat mereka penasaran.
Ketika Selena di hampiri oleh salah seorang teman, yaitu teman masa kecilnya. Selena ditanya mengenai perubahan yang terjadi dalam satu hari itu.
Kemudian Selena berkata padanya.
"Menyukai sesuatu itu boleh. Tetapi bila dilakukan secara berlebihan, itu tidaklah baik. Jadi sukai dan tetap pada kadarnya. Duniaku tidak boleh hanya di isi tentang itu saja, teman. Kamu mengerti kan?"
Menganggukkan kepala lalu memegang sebelah bahu dari Selena.
"Lakukan yang terbaik dan seimbangkanlah agar hidup menjadi lebih baik."
ujar teman dekatnya.
"Iya. Itulah yang harus aku lakukan. Halusinasi ini tidak boleh merubahku sepenuhnya."
Mereka berdua tersenyum bersama dan melangkah pulang secara seirama.
-----SELESAI-----