Di suatu malam yang indah, seorang putri yang berpakaian mewah seperti pemburu yang bernama Xiao Xing sedang bersitirahat di sebuah tepi tasik yang tenang dan disinari oleh cahaya bulan di atas langit.
Xiao Xing tersebut merasa tubuhnya agak kurang selesa, seharian dia berburu dengan disinari cahaya matahari yang terik dan panas. Dia membuka semua pakaiannya lalu memakai handuknya dan masuk ke dalam tasik untuk berendamkan dirinya ke dalam.
"Uhhh..selesanya, seharian berburu hewan tapi tidak dapat walaupun seekor." Batin Xiao Xing itu dan dia melelapkan matanya untuk istirahat
Waktu dirinya beristirahat di dalam tasik, dia merasakan di tasik itu ada keberadaan seseorang selain nya. Dia mengambil sebilah pisaunya di dalam pakaian dan mengawasi dirinya di sekitar sana.
Splash!
Ada sesuatu yang muncul dari air secara tiba tiba dan membuat percikan air dan membuat ombakan air yang kuat membuat Xiao Xing tidak nampak apa apa di hadapannya.
"A..apakah itu?!!"Batin Xiao Xing yang tenggelam di dalam air diskeabkan
n ombakan air yang kuat
"Ah...aku tidak bisa bergerak..." Penglihatannya semakin kabur dan tenggelam ke bawah, lalu dia nampak sejenak seseorang yang berenang dan menuju ke arahnya
Seorang pria berambut panjang berwarna putih, bertanduk naga putih serta matanya berwarna biru langit yang menyerlah. Dia menyelamatkan Xiao Xing yang sudah tidak sadarkan diri dan mengangkatnya ke darat.
Pria naga itu membaringkan Xiao Xing dan memberikannya bantuan pernafasan kepadanya mulut ke mulut. Bibir lembut Xiao Xing sudah disentuh buat kali pertamanya kepada manusia separuh naga yang berwajah tampan itu tanpa dia menyedarinya.
3 menit pria naga itu memberikannya bantuan pernafasan, dan akhirnya Xiao Xing sadar kembali dan terbatuk batuk karena terminum air di dalam tasik waktu dia tenggelam disebabkan pria naga itu. Pria naga itu, langsung masuk semula ke dalam tasik untuk tidak menunjukkan dirinya kepada Xiao Xing
"Uhuk uhuk! Ah..aku dimana?" Tertanya dirinya dan bangun dari baringnya lalu melihat sekelilingnya, dia merasa heran dan berfikir kembali
"Kenapa ku berada di sini..bukan kah ku berada di dalam tasik? Terus aku tengelam.."Tanya dirinya lagi
Blub..pria naga itu munculkan dirinya di tasik dalam jarak berjauhan. Xiao Xing menatap pria naga itu dengan expresi heran.
"Maaf apakah-" Xiao Xing bertanya kepada pria naga itu, tetapi ada seseorang mamanggil namanya di dalam hutan. Pria naga itu langsung pergi dari situ dan bersembunyi dirinya di dalam tasik
Seorang putra berpakaian mewah seperti pemburu keluar dari semak samun sana lalu ternampak Xiao Xing yang hanya berpakai handuk.
"Xing Xing?! Kenapa kamu tidak menutupi tubuh? Nanti kamu akan mendapat flu Xing Xing." Kata seorang putra lalu membuka jaket untuk menutupi tubuh Xing Xing yang sudah dibahasi air
"Xing Xing, kenapa bengong? Ayo kita pulang, sudah larut malam ni."
"Oh, baiklah.."
Xiao Xing memakai semula pakaiannya lalu mereka beredar dari situ dan pulang ke kediaman mereka dengan menaiki kereta kuda.
_____________________
Dalam perjalanan, Xiao Xing masih berfikir tentang tadi. Dia tahu, tadinya dia tenggelam ke dalam tasik oleh pria naga itu, tapi apakah dia menyelamatkannya?
"Xing Xing, kenapa dari bengong terus? Kamu tidak badan ya?" Menyentuh dahi Xiao Xing untuk tahu apakah dia terkena flu?
"Ku cuma heran sesuatu.."
"Herankan sesuatu? Apa dia?"
"Di tasik sana, apakah ada sebuah naga?"
"Rumornya, dulunya iya tasik itu ada naga..tapi sekarang sudah tidak. Karena sudah dibunuh oleh seorang pahlawan Cao yang dikatakan pahlawan terhebat di China. Sebab apa pahlawan Cao membunuh naga? Sebabnya naga di tasik itu ialah naga pembunuh yang pernah membunuh penduduk di sana dan tanpa tinggal seorang pun yang hidup."
"Ohhh..."
"Kenapa? Apa ada aneh di tasik itu?"
"Oh tidak tidak.."
"Jadi kenapa kamu menanyakan pertanyan itu?"
"Haha, cuma tau saja,, lagian aku termimpi waktu ku berendam disana." Kata Xiao Xing yang senyum lebar menatap tunangannya Li Fei
Setelah tiba di kediamannya, para pelayan wanita menyambut kehadiran mereka dan menyiapkan air mandian kepada mereka serta makan malam untuk mereka berdua yang sudah seharian di dalam hutan.
Sudah selesai makan, mereka pun berpisah dan tidur di kamar masing masing. Sudah tengah malam, Xiao Xing masih tidak bisa tidur dan mansih memikirkan tentang pria naga yang menyelamatkannya itu.
**
Besok paginya...
"Xing Xing, kamu mau kemana?"Kata ayahnya yang berjauhan darinya
"Ku mau ke suatu tempat ayah, sore nanti ku pulang!" Kata Xiao Xing sambil berlari keluar dari kediamannya dan menuju ke tasik semalam
"Anak ini.."Mengeluh ayahnya tentang Xiao Xing yang masih berkelakuan seperti anak anak
"Paman kenapa?" Tanya Li Fei dari belakangnya
"Oh kamu ternyata Fei Fei, tidak ada apa..cuma Xing Xing masih berkelakuan anak anak walaupun masih tubuh dewasa."
"Haha, perkara biasa paman.."
**
20 menit Xiao Xing lari tibalah dia di tasik itu lalu memanggil manggilnya dengan perkataan "Hei!" "Oi".
Sudah 5 menit dia memanggil, dia langsung masuk ke dalam tasik tanpa takut risiko bahayanya. Dan dia memanggil pria naga itu lagi, semakin maju dia berlangkah di dalam tasik, dia terpleset jatuh kedalam sana.
"Ah! Tolong tolong!! Blubb..ahh!! Sesiapa tolong!!" Teriak Xiao Xing yang meminta tolong lalu tenggelam lagi
"Ahh...tolong...apakah ku beneran mati?" Batin Xiao Xing terlelap matanya dan tenggelam kebawah.
Di kediaman Xiao Xing...
Ayah Xiao Xing yang berada ruangan bacanya merasakan tidak enak hati tanpa sebab?
"Paman Liew, ini tehnya." Li Fei bawain secangkir kopi untuk Liew Kai Wei(Ayah Xiao Xing)
"Oh, makasih buat kamu repot repotin saja.."
"Tidak apa paman...paman lagi ngapain? Aku liat paman melamun terus.."
"Tidak tahulah, tapi paman rasa hati paman tidak enak dengan sesuatu.."
"Sebab?"
"Tidak tau...apakah mungkin ada terjadi sesuatu kepada Xing Xing?"
"Paman! Biar ku mencari Xing Xing..!"
Li Fei keluar saja dari ruangan baca dan langsung pergi mengambil kudanya serta dia membawa sekali pengawal pengawal untuk mencari Xiao Xing.
"Xing Xing, kamu jangan ada apa apa!" Batin Li Fei yang mulai wajahnya pucat dan merisaukan Xiao Xing
_____________________
Dia sebuah tempat yang cantik dan indah dan juga dipenuhi dengan bunga bunga berwarna warni, ada sebuah gua gelap disana dan dibawa Xiao Xing kedalam oleh pria naga itu lalu membaringkannya di tempat banyak daun daun bertimbunan yang dijadikan tempat tidur.
Pakaian Xiao Xing basah kuyup, pria naga itu membuat sebuah unggun api untuk Xiao Xing supaya tidak terkena flu. Pria naga itu, ingin membuka pakaiannya untuk dikeringkan tapi dia tidak berani untuk membukanya.
"Ehmm...aku dimana?" Kata Xiao Zing demgan nada kecil lalu membuka matanya dengan pelan untuk melihat di hadapannya
Dia nampak seorang pria berambut putih panjang serta bertanduk putih "Eh? ARGHHH!!!!" Langsung teriak sehingga pria naga itu kanget dengan teriakannya sehingga bertapuk di sebalik batu
"Ka..kamu!!!"Menunjuk ke arah pria naga itu
Pria naga itu semakin takut dengannya dan semakin menapuk dirinya. Xiao Xing melohat sekelilingnya dan melihat dirinya yang basah...
"Kamu menyelamatkan ku?" Tanya Xiao Xing dengan lembut padanya
Pria naga itu mengangguk kepalanya dengan pelan dan takut melihatnya. Xiao Xing dengan beraninya ke tempat pria naga itu tanpa memikirkan akan dilukai atau apa?
"Maaf buat kamu kanget.." Kata Xiao Xing lalu menghulurkan tangannya untuk berjabat dengan pria naga itu
Dengan pelan, dia pun munculkan diri dan membalas jabatan tangan Xiao Xing.
"Hai, terima kasih menyelamatkan ku. Nama ku Liew Xiao Xing, kamu boleh memanggil ku Xing Xing jadi nama mu apa?" Kata Xiao Xing dengan senyum manis terhadap pria naga itu
Dia hanya membalas senyum Xiao Xing dan tidak menjawab pertanyaan Xiao Xing.
"Em? Ku tanya nama mu apa?"
Dia langsung melepaskan tangannya dari Xiao Xing dan wajahnya mulai merah.
"Eh? Kenapa wajah mu memerah??" Menyentuh wajah pria naga itu
Dia memalingkan wajahnya ke tempat lain yang wajahnya semerah tomat. Xiao Xing melepaskan tangannya dari wajahnya.
"Maaf kalau ku membuat malu, kamu malu berkata nama mu kan? Kamu faham bahasa yang ku katakan kan?" Memandangnya lagi dekat lalu pria naga itu mengangguk ngangguk kepalanya demgan pelan dan dia memberanikan dirinya untuk membuka mulut untuk berkata
"A..aku..Bai Long.." Katanya dengan nada pelan dan nada suaranya lembut
"Bai Long?"
"I..iya.." Memalingkan wajahnya dan malu
"Bai Long...Bai Bai! Bisa tidak ku memanggil mu Bai Bai?" Memegang tangannya dengan erat
Bai Bai mengangguk ngangguk kepalanya dan menatap Xiao Xing dengan senyum manis yang terpasang di wajahnya membuat hati Bai Long semankin tenang dan senang.
"Dan ku mau tanya...tempat ni mana?"
"Oh, ini ialah rumah ku..sini ialah gua Hei Long yang ditinggalkan."
"Ohhh, jadi kamu tinggal sendirian disini?"
"Em" Mengangguknya
Bai Long memberikan Xiao Xing sebuah pakaian untuknya diganti dengan pakaiannya yang basah itu.
"Untuk ku?"
"Em..pakaian mu basah kuyup..dan nampak.." Wajahnya mulai memerah kembali dan langsung memalingkan penglihatannya ke arah lain
"Em? Wah! Maaf!" Langsung menutup bahagian yang mencolok pandangan mata
Bai Long keluar dari sana dan membiar kan Xiao Xing mengantikan pakaiannya di dalam. Selepas Xiao Xing menganti pakaiannya, dia keluar dari gua itu dan memberikan Bai Long lihat apakah pakaian yang dia pakai sangat cocok dengannya?
"Bai Bai.."
Bai Bai membelakang dan lihat Xiao Xing memakai pakaian hanfu berwarna biru langit sangatlah cantik dan sepadan. Sehingga Bai Long terkenang seseorang melihat Xiao Xing mamakai hanfu lalu meneteskan air mata.
"Eh? Bai Bai, kenapa menagis??"
"Tidak, ku melihat mu aku terkenang kembali dengan wanita yang ku sukai dulu.."
"Siapa wanita itu?"
"Namanya, Xiao Lian..kupanggilnya ialah Lian Er dan dia juga seekor naga seperti ku."
"Terus, dia dimana sekarang?"
"Berada di atas melihat ku dari bawah.."
"Ma..maaf..ku tidak tahu.."
"Tidak apa apa.."
"Btw, kenapa pacar mu pergi?"
"100 tahun yang lalu..."
Flashback..
Dulunya mereka mempunyai satu kelompok atau pun kumpulan, mereka tidaklah menyakiti manusia seperti manusia manusia lain yang katakan naga ialah pemusnah dan pembunuh. Tapi manusialah yang membunuh naga yang tidak berbuat dosa itu. Ada sekelompok manusia yang menuju ke sana dan masing masing membawa lembing tajam menuju ke sebuah tasik. Tanpa basa basi, mereka langsung membaling lembing itu ke arah naga yang tidak berdosa itu. Banyak naga mati ditikam oleh lembing yang diterbangkan oleh manusia yang keji itu. Sehinggalah seekor naga jantan tua berasaha marah dan membalas kembali serangan mereka.
Masih ramai lagi manusia yang membaling lembing tajam ke arah naga itu, naga itu terbang ke atas lalu bertukar menjadi naga hitam dan membunuh mereka dengan semburan api dari mulutnya. Dengan sekali semburan, semua nya mati tanpa tersisa itulah balasan dari mereka yang membunuh kaau naga yang tanpa buat salah.
Api yang membakar membakari semua hutan sehingga menjadi abu lalu dan ada seseorang muncul dari api itu.
"Hei naga! Dasar naga j4h4n4m! Akan ku bunuh mu!" Kata seorang pria yang dikatakan oleh orang ramai pahlawan Cao
"Kamu..!Kalian lah yang membunuh kami!" Kata si sang naga dengan nafasnya berasap asap
Dan meraka mulailah berlawan, pahlawan Cao berlawan dengan ketua kepala naga, dan siapakah yang akan menang?
Dengan satu cocok kan di mata naga dengan lembing, naga itu semakin kesakitan dan beradarah yang sangat banyak. Pahlawan Cao mempunyai kesempatan, dia mengeluarkan pedang yang sudah disihir lalu menikamnya belakang naga dengan sekuat tenaga.
Naga itu tidak bergerak lagi dan tumbang ke bawah sehingga membuat ombakan air yang sangat kuat dan dibasahi oleh api api yang membakar hutan.
Pahlawan Cao melihat naga itu buat kali terakhirnya lalu pergi meninggalkannya.
Ada dia ekor anak naga yang berada di dalam gua ialah Bai Long dan Xiao Lian lagi ketakutan untuk keluar, dengan beraninya mereka, mereka terpaksa keluar dari gua dan melihat apa yang berlaku?
Sudah saja keluar dari gua, mereka langsung terkejut apa yang mereka lihat. Ramai naga dibunuh dan ada lembing yang menusuk mereka sehingga tembus. Dengan sekilas pandang, Bai Long nampak ayahnya terluka parah dan matanya mengalir yang sangat banyak darah dan juga ada sebuah pedang panjang menusuknya dari belakang hingga tembus ke hadapan. Bai Long dan Xiao Lian menuju ke sana, Bai Long memanggil manggil ayahnya sambil menagis manakala Xiao Lian juga turut menagis.
"Ayah! Ayah! Bangun ayah!!" Bai Long menggoyang goyang tubuh ayahnya supaya ayahnya bangun
"Bai..Bai..." Kata seekor sang ayah naga dan menyentuh wajah anaknya yang sudah membasihi dengan air mata
"Paman!" Panggil Xiao Lian dan juga menagis membasahi pipi
"Bai Bai..kamu harus membawah Lian Er pergi ke tempat lain, dan pergi dari sini dan jangan kembali kesini lagi.."
"Tidak ayah! Bai Bai tidak ingin meninggalkan ayah!"
"Bai Bai..!Dengarkanlah..kata kata terakhir ayah...pergi dari sini dan jaga lah Lian Er dengan baik...ayah sentiasa dengan mu.. Bai Bai.."Kata kata sang ayah yang terakhir lalu dirinya bertukar menjadi abu
Bai Long menahan tangisannya dan membawa Xiao Lian pergi tempat lain dan meninggalkan tempat tu buat selamanya.
*****
Sudah 45 tahun mereka bersama, Bai Long dan juga Xiao Lian tubuh besar cantik tampan. Mereka sentiasa bersama dan sudah lama menjadi teman, dan kalj ini mereka bukanlah jadi teman tapi menjadi sepasang pasangan kekasih yang erat.
Suatu hari...
Ada sekumpulan manusia lagi mengintip keberadaan Bai Bai dan Xiao Lian disana untuk membunuh mereka, sebab rumor dari mereka mengatakan bahawa kaum naga membunuh ramai naga dan mereka ingin membalas kembali perlakuan mereka untuk memusnahkan kaum naga.
Dengan satu balingan lebing yang kuat untuk mengenakkan mereka, tapi hampir saja terkena dan mereka berdua merasakan ada keberadaan para kaum manusia yang membalingkan lembing.
"Siapa?!" Kata Xiao Lian
"Ho ho ho, tidak ku sangka naga bisa berkata kata?"
"Apa yang kalian ingin kan?!"
"Kami inginkan... KALIAN DIBUNUH!!"
Dengan satu isyarat tangan, semua orang membalingnya ke arah mereka berdua. Lembing itu terbangnya sangat laju sehingga mereka tidak sempat untuk mengelak.
"Bai Bai!!" Nampak sejuah lembing menerbangi ke arah Bai Long lalu..
"Emm..Lian Er...hah?!" Terkejut Bai Long yang diselamatkan oleh Xiao Lian dari lembing itu, lembing yang diterbangkan kepada Bai Long terkena kepada di belakang Xiao Lian
"Lian Er!!!"
"Bai...Bai..kamu cepat lari..UHUK!" Kata Xiao Lian lalu dia termuntahkan darahnya
"Tidak..tidak Lian Er! Ku takan-!"
"Bai Bai! Dengarkanlah..permintaan ku yang terakhir..lari dan peeliharalah kaum kita selagi kau mampu.."
"Tapi...Lian Er..aku tidak ingin meninggalkan mu!"
"Bai Bai...kalau kamu tidak ingin..mendengar hajat ku yang terakhir kali ini...ku tidak akan memaafkan mu.." Kata Xiao Lian dengan serius dan wajahnya berubah pucat menatap Bai Long
Bai Long tidak ingin tapi terpaksa, itu ialah permintaan Xiao Lian. Bai Long membaringkannya ke tanah dan masuk ke dalam air dan pergi.
"HAH! SEEKOR LAGI LARI!!"
"Ck! Biarin..kita sudah membunuh naga betina ini..kalau ada kesempatan dengan naga jantan tu..kita bunuh.." Kata ketua kumpulan itu dan mereka semua pergi
Di waktu malam..
Bai Bai bergegas kembali ke tempat tinggalnya dan nampak Xiao Lian masih terbaring disana dan dalam posisi yang sama. Bai Long berlari ke arah Xiao Lian dan memeluknya..
"Lian Er..bangun Lian Er, kamu hanya tidur saja kan...Lian..Er..." Menangis Bai Long sedang memeluk erat jasad Xiao Lian itu
Dan kehidupan Bai Long menjadi berubah, dia menjadi seorang penakut kepada manusia, pendiam dan tidak menunjukkan dirinya kepada manusia. Sehingga hari ini, Bai Bai didekati oleh seorang manusia wanita yang berada di depan matanya sekarang, dan Bai Long senyum kembali seperti dulu bersama Xiao Lian terhadap Xiao Xing.
Flashback end..
Kedeguk kedeguk! Bunyi kaki kuda yang berlari dan ditunggangi oleh tuannya Li Fei. Li Fei dan juga pengawalnya sudah berjam jam mencari Xiao Xing di mana mana, hati Li Fei sangatlah risau dan takut akan terjadi berlaku apa apa terhadap Xiao Xing.
"Xiao Xing, kamu dimana?!" Batin Li Fei yang snagat merisaukannya
Sehingga langit menjadi malam mereka mencari Xiao Xing, mereka masih tidak Menjumpainya.
"Putra Fei, kita sudah seharian mencari putri Xing..apakata kita pulang dahulu dan kita besok lanjut mencarinya."
"Ck..baiklah.."
Mereka pun pulang dengan perut kosong seharian tidak makan, semua pengawal yamg mengikutnya Li Fei tadi makan yang sangat melahap karena kelaparan manakala Li Fei hanya minum saja dan tidak lunya selera makan sebab merisaukan Xiao Xing.
____________________
Sesampai Xiao Xing ke tasik yang dia tenggelam tadi, dan dihantar oleh Bai Long dengan cara terbang, supaya tidak membasahi pakaian yang dipakaikan oleh Xiao Xing.
"Terima kasih Bai Bai.."
"Iya sama sama..ermm..Xing Xing?"
"Iya?"
"Bisa tidak...kita menjadi..teman?"
"Bisa dong, kan kita dari gua Hei Long sudah menjadi teman?"
"Oh iya kah..haha, terima kasih Xing Xing..lagian, jangan beritahu kepada orang lain yang kamu..berkawan dengan seekor naga pemusnah yang mereka karakan.."
"Tidak, ku tidak akan berkata itu..kamu seorang manusia naga yang baik hati."
Senyun Bai Long mendengar kata kata Xiao Xing barusan, Bai Long meberikannya sebuah kalung yang ada berbentuk crystal yang bersinar dan bewarna biru langit yang sangat cantik dan indah dilihat, lalu mengalungkan di leher Xiao Xing.
"Eh? Ini kepunyaan mu kan?"
"Iya, kalung ini ku berikan kepada mu."
"Beneran berikan kepada ku? Kalung ini sangat cantik dan indah!"
"Iya ku berikan kepada mu..dan terima kaasih lagi lamu menjadi teman baik ku...Xing Xing." Kata Bai Long denvan senyuman lalu mencium dahi Xiao Xing dengan bibir lembutnya
"Eh, kenapa mencium dahi ku?"
"Haha, maaf..ini ialah adat kaum naga kalau sesrorang ingin pulang." Bohong Bai Long padahal dia menyukai Xiao Xing di dalam hatinya
"Ku pulang dulu.."
"Tunggu! Biar ku mengiringi mu pulang ke rumah mu."
"Eh tapi kamu kan naga..emang bisa jadi manusia?"
"Bisa.." Bai Long langsung naik ke darat dan sudah berubah menjadi kaki manusia
"Wah, keren.." Senyum melihat kaki Bai Long yang sudah bertukar menjadi kaki manusia
"Emm, ayo ku hantarkan mu ke rumah mu."
"Emang kamu tahu rumah ku?"
"Errr..tidak haha, kamu tunjukkan jalannya ku temanin mu saja." Mengaru garu kepalanya sambil senyum ke arah Xiao Xing
Waktu dalam menghantar Xiao Xing pulang, Bai Long ngobrol dengannya sangat mesra dengannya.
"Bai Bai tunjukkan lagi api tu!"
"Ok ok.." Bai Long mengeluarkan api biru di tangannya
"Wahh.."
"Haha, mau pegang?"
"Eh, kan ni api..waras apa kalau di pegang."
"Tidak panas kok, ayo sentuh." Mengambil tangan Xiao Xing dan menyentuhkannya ke api biru, Xiao Xing yang takut dan hanya menutup matanya saja. Apabila disentuh..
"Em..em? Eh iya dingin.." Melihat tangannya yang berada di api biru
Dan mereka lanjut kembali perjalanan mereka sambil Bai Long menunjukkan kuasanya kepada Xiao Xing.
Setelah sampai ke rumah Xiao Xing..
"Baiklah, ku pulang dulu.." Kata Bai Long
"Iya, besok kita berjumpa lagi."
"Em."Menganggukkan kepalanya dan pergi
Xiao Xing masuk ke dalam rumahnya dan dijemput oleh tunangnya dan juga ayahnya. Tatapan tunangnya merasa tidak senang hari manakala ayah Xiao Xing sangat risau padanya dan maju ke tempat Xiao Xing lalu memeluknya.
"Xing Xing, kamu pergi mana saja nak? Ayah separuh mati merisaukan mu tahu tidak?"
"Iya ayah, maafkan Xing Xing." Kata Xiao Xing dan membalas pelukan ayahnya sambil menatap Li Fei yang berwajah tidak berpuas hati dengannya
"Ayo Xing Xing, kita masuk ke dalam."
"Iya ayah-" Kata kata Xiao Xing dicelahkan oleh Li Fei
"Tunggu.."
"Kenapa?" Xiao Xing
"Hanfu mu itu, darimana kamu dapat?"
"Oh..ini ku beli.."
"Terus, kalung buruk ini??"
"Kamu jangan menyentuh kalung ini!" Menepis tangan Li Fei dan membalas marahnya kembali kepada Li Fei yang tidak berpuas hati
"Ka..kamu-"
"Ayah ku masuk dulu, aku sangat lelah seharian berjalan." Menghiraukannya dan langsung masuk ke rumahnya
"Ck..!" Rasa tidak berpuas hati
Setelah di dalam kamar Xiao Xing, Xiao Xing lagi berendam di sebuah tab kayu sambil memegang Crystal yang dibagi oleh Bai Long. Crystal itu bersinar sinar terkena air dan membuat Xiao Xing semakin menyukai crystal.
Tok tok tok, seseorang mengetok di kamar Xiao Xing lalu masuk ke dalam.
"Xing Xing.." Menuju ke tempat Xiao Xing
"Apa?" Berwajah datar melihat Li Fei
"Ku mau tanya boleh tidak?"
"Tanyalah.."
"Crystal tu...darimana kamu dapatnya?"
"Ku beli emang kenapa?"
"Kamu beli? Tapi crystal ini dikatakan barang kutukan kepada manusia karena crystal itu hanya ada untuk para kaum naga saja dan kaum naga itu sangatlah jahat tau..?"
"Aku tidak kesah dan ku merasakan crystal ini sangatlah cantik."
"Janganlah..barang ini barang kutukan.."
"Tidak..!"
"Hmm..baiklah.."Langsung pergi meninggalkannya tanpa kata pergi dulu atau apa pun
Xiao Xing hanya menatap crystal itu sambil senyum ke arah crystal tu "Kaum naga bukanlah membunuh, tapi kalian yang benci terhadap kaum naga bukan.." Batin Xiao Xing yang sangat kecewa terhadap manusia yang pernah atau pun suka membunuh kaum naga itu
Besok paginya..
"Ayah, aku pergi dulu!" Melambai lambai ke arah ayahnya dan pergi
"Iya, jalan baik baik ya."
"Paman, apakah ku harus mengekori pergerakan Xing Xing?"
"...Hahhh, dari kamu saja,, paman tidak tahu ingin berbuat apa lagi."
"Baiklah."
Li Fei memanggil beberapa pengawal untuk mengikutinya untuk mengekori Xiao Xing dari belakang.
Dalam perjalanan Xiao Xing, dia memegang crystal nya dan melihat lihat crystalnya sehingga tidak sadar yang dia sudah tiba di tasik tu. Dia menuju ke air tasik iti dan memanggil manggil nama Bai Long.
"Bai Bai! Bai Bai ku datang lagi!" Panggil Xiao Xing
Blub..Bai Long munculkan separuh kepalanya di air dan menatap Xiao Xing.
"Bai Bai!" Membelai belai rambutnya
"Haha, beneran kamu datang." Munculkan dirinya
"Iya, sudah ku janji harusnya menapati. Btw ku ada bawakan makanan untuk mu.." Mengeluarkan sesuatu di kantongnya lalu muncullah sebuah kue kacang merah di tangannya
"Nah makanlah.."
"I..ini untuk ku?"
"Iya kamu lagi siapa selain mu.."
"Oh, terima kasih." Mengambilnya dari tangan Xiao Xing dan makan dengan saru gigitan. Hanya satu gigitan saja, Bai Long sudah kecanduan dengan kue kacang merah karena sangat enak.
"Bai Bai, pelan makannya."
"Enak sekali.." Makannya sehingga berlepotan di mulutnya dan kedua tangannya ada kue kacang merah yang sudah digigitnya, lalu Xiao Xing mengelap wajahnya yang berlepotan dengan kacang kacang di wajahnya
Di tempat Li Fei..
Le Fei serta dengan pengawalnya sudah berada di dalam hutan untuk mengekori Xiao Xing dengan senyap tanpa membawa kuda. Sudah 5 menit mereka berjalan, Dan akhirnya Li Hei menemui Xiao Xing berada di tasik serta nampak seorang pria berambut putih dan bertanduk putih.
"Itukan...itu bukan kah manusia naga?" Tanya Li Fei dengan perasaan terkejutnya
"Iya tuan, nampaknya naga ini ialah yang terselamat dalam pertarungan antara manusia dan naga 100 tahun lalu."
"Ehhh..kali ni kita harus membunuhnya..dan dia sudah menghasut tunang ku.." Mengepal tangannya dengan erar dan mengetatkan giginya nampak Xiao Xing bersama Bai Long
"Tuan, apa yang kita harus lakukan?" Kata salah satu pemgawalnya
"Ikut kata ku dan dengar bagus bagus.."
Li Fei merencanakan sesuatu untuk membunuh kaum naga yang tertinggal "Kalian faham?"
"Faham."
Mereka semua mengambil posisi mereka yang seperti Li Fei rencanakan, lalu Li Fei memunculkan dirinya ke hadapan.
"Xing Xing?" Menatap Xiao Xing yang mengobrol dengan seseorang
"Eh, Fei Fei..kenapa kamu berada disini?"
"Aku merisaukan terhadap mu, brw dengan siapa kamu ngobrol tadi?"
"Tiada siapa siapa.."
"Terus kue tu.."
"Itu ku makan-" Tiba tiba mereka terdengar suara jeritan dari seseorang
"Arghhh!!!" Muncul dari air
"Bai Bai!"
"Sudah kuduga....tangkap dia!!!" Mengarah pengawalnya untuk menangkap Bai Long
Kaki Bai Long terluka terkan dengan panah yang disasarkan oleh seseorang. Semua pengawal masuk ke dalam air dan pergi menangkap Bai Long yang terluka dan susah untuk berenang.
"Bai Bai!"
"Sudah Xing Xing! Dia ingin mendekat mu sebab dia ingin memakan mu!"
"Dia bukan naga yang begitu!! Dia seorang yang baik, malam itu ku hampir lemas dan aku di selamatkan oleh nya!"
"Dia ingin menyelamatkan mh disebabkan dia ingin memakan mu Xing Xing! Fikir kembali, kaum nya pernah membunuh manusia disini!"
"Bohong!!" Menolak Li Fei dan dirinya lompat ke dalam tasik untuk menyelamatkan Bai Long yang terkena panah di kakinya
"Xing Xing, tahan nafas mu buat sementara..!" Langsung memeluk Xiao Xing dan berenang dengan cepat untuk meninggalkan tempat itu dan ke suatu tempat yang tidak diketahui orang ramai
"Aduh..j4h4n4m! Kamu semua sediakan kapal sesuatu untuk mengejar mahluk aneh tu!!" Marahnya Li Fei sangat sangat dan tidak akan dia lepaskan Bai Long begitu saja
**
Setelah sampai ke suatu tempat, Xiao Xing melihat kaki Bai Long yang terluka parah disebabkan dipanah oleh anak panah dari pengawal. Banyak darah yang mengalir dari kakinya, dan Xiao Xing mengoyakkan kain yang dirinya pakai dan membalut luka kaki Bai Long.
"Bai Bai..maaf.."
"Tidak, ku sepatutnya berkata maaf..kaum ku yang mengatakan dari kalian kaum naga ialah pembunuh..sepatutnya aku yang berminta maaf.."
"Tidak, kamu sebenarnya naga yang baik! Aku bisa melihat mata mu dan kelakuan mu yang kamu ialah naga yang baik bukanlah romor yang mereka katakan."
"Tapi-" Belum habis saja ucapnya dari Bai Long, dia terdengar suara bernada tinggi ke arah mereka
"HAH! TERNYATA KAMU BERADA DISANA!"
"SEMUA...PANAH!"
Para pengawal itu menarik tali panah mereka dan melepaskan anak panah ke arah Bai Long. Beribu ribu panah di panah ke arah Bai Long, dan banyak anak panah melekat ke belakang Bai Long karena menyelamatkan Xiao Xing daripada terkena oleh panah mereka tembak.
"Ba..Bai Bai!" Melihat tubu Bai Long yang dilumuri darah dan ada 5 anak panah melekat di belakang tubuhnya
"Xing Xing..kamu tidak apa apa?"
"Tapi kamu..." Wajah semakin pucat dan takut melihat Bai Long yang terluka parah
"Aku tidak apa apa...tapi kamu harus menolong ku Xing Xing.."
"Tolong mu apa?"
Bai Long memegang tangan Xiao Xing lalu memberikannya sebilah pisau kecil berbentuk crystal yang bersinar..
"Bunuh ku.."
"Ti..tidak.." Menagis dan tidak sanggup membunuh orang yang di sukai
"Tolonglah.."
"KAMU JANGAN SENTUH TUNANG KU DASAR MAHLUK ANEH!" Kata Li Fei dari jarak jauh dan ingin menujunke arah mereka
"Tapi ku tidak sanggup.."
"Kenapa?"
"Sebab aku mencintai mu Bai Bai!" Menagis Xiao Xing sehingga membasahi wajahnya dengan air mata
"Xing Xing...ku..ku juga mencintai mu Xing Xing, tapi tolong lah tunaikan permintaan ku-"
"Tidak!..Tidak akan ku tunai..."
"Kalau begitu..."
Bai Long mencium tautan bibir Xiao Xing lalu menggerakkan tangan Xiao Xing yang memegang pisau itu maju ke hadapan untuk menikam dada Bai Long.
Bai Long melepaskan ciumannya dan menatap wajah Xiao Xing yang penuh air mata.
"Bai..Bai..."
"Haha...terima kasih Xing Xing...ku selalu berada di sini.." Kata Bai Long dan wjaahnya semakin pucat lalu menunjuk ke dada Xiao Xing yang selalu berada di hatinya
"Bai Bai jangan mati...!!!!"
"Ku tidak akan mati Xing Xing..." Tubuh Bai Long mulai menghilang
"Bai Bai!..Jangan tinggalkan ku.."
"Xing Xing, berjanji pada ku...kamu akan menikahi tunang mu dan melupakan ku selamanya.."
"Tidak!"
Tubuh Bai Long menjadi abu dan diterbangkan oleh angin yang tertiup disana, dan tinggallah hanya pakaian Bai Long saja yang berada di depan Xiao Xing. Xiao Xing mengambil pakaian Bai Long dan memeluk erat dan menangis dengan kuat dan memanggil nama "Bai Bai" buat kali terakhirnya..
____________________
2 bulan kemudian..
Xiao Xing sudah dinikahkan dengan Li Fei dan Xiao Xing masih tidak bisa melupakan kenangannya dengan Bai Long bersama di tasik dan juga pernah ditemanin nya pulang.
Xiao Xing yang berada tasik itu lagi memegang sebuah teratai putih untuk dihanyutkan di tasik.
"Bai Bai...maaf ku tidak bisa melupakan mu..ku sangat merindui mu Bai Bai.." Kata Xiao Xing sambil memegang crystal yang dibagi oleh Bai Ling waktu dia masih hidup
Tamat....
Maaf kalau jelek...ini dari pikiran author yang lalu di kepala. Dan kalo ada yang sanggup baca ni cerpen xixixixixixi...