Cira, ia seorang gadis dengan rupa yang cantik. Dia sebenarnya Putri yang sedang menyamar. Cira menerima tugas dari ayah nya untuk melihat dan mempelajari apa yang ada di desa biasa. Kehidupan sederhana, itulah yang ada di pikiran Cira. Sekarang ia sedang membeli persediaan pangan di pasar.
" Hei apakah kalian sudah tahu? Hari ini naga yang ada dalam legenda akan bangun dari tidurnya! "
" Hah benarkah? Apakah gerhana bulan akan tiba? "
Bisik para warga di dekat gadis itu.
' Hah berisik sekali ' pikir Cira.
Cira sudah muak dengan legenda konyol yang ia dengar. Jujur saja, ia tidak percaya hal seperti itu. Dalam satu tahun sekali mitos bahwa naga akan datang disaat gerhana bulan, sudah menjadi hal yang menakutkan bagi orang yang percaya. Bagaimana tidak takut? Katanya naga itu selalu meminta 1 korban sebagai tumbal agar tertidur lagi.
Cira yang sudah selesai dengan urusan nya berniat untuk pulang. Jalan yang ia lewati dekat dengan danau.
" Sangat tenang "
Helaan nafas lega terdengar dari seorang gadis kecil itu. Cira memang suka di dekat danau karena udara yang membuat nya nyaman.
Tak lama, tanah yang ia pinjaki bergetar! Apa ini gempa!? Angin yang semula tenang kini menjadi sangat kencang.
" Ada apa ini!? "
Tiba- tiba, nampak makhluk dengan ekor panjang besar berada di langit. Semakin lama semakin terlihat rupa makhluk itu.
" N..Naga!? "
Dengan sekejab sosok naga sudah membawa Cira entah kemana. Sekuat tenaga Cira mencoba melepas lilitan dari sang naga, namun usaha nya sia- sia.
" Apa yang kau lakukan!? Lepaskan!! "
Sang naga hanya diam dan terbang semakin tinggi. Dengan tubuh bergetar Cira hanya bisa diam agar dia tidak jatuh dari ketinggian yang bukan main- main.
J..jadi naga benar- benar ada? Tapi inikan belum bulan purnama. Dan dari semua orang kenapa aku yang jadi tumbal (〒﹏〒)
Pikir Cira.
Cira memiliki ide, ia masih ingat cerita yang ia dengar. Konon naga dulunya seorang Pangeran. Tapi Pangeran melakukan kesalahan fatal sampai membuat ia dikutuk oleh Raja menjadi makhluk paling ditakuti. Dan hanya ada satu cara untuk membuat naga itu kembali menjadi Pangeran. Hanya saja, Cira juga tidak tahu cara mengembalikan naga.
" H..hei, aku sudah dengar cerita nya. Katanya kau seorang Pangeran kan? Nah aku akan membantumu agar kembali menjadi semula "
Ucap Cira dengan nada bergetar.
Naga itu hanya diam dan menghiraukan perkataan Cira.
Ngak berhasil, selamat tinggal ibunda dan ayahanda(╥﹏╥).
Sesampai nya Cira sudah ada di goa misterius. Naga melepaskan gadis dengan tubuh bergetar dengan keringat bercucuran.
' Ini dimana? Beneran dimakan!? '
Pikir Cira menelan ludah.
" Percuma "
Ucap naga yang membuat gema di sekitar goa. Ia melilitkan tubuh nya seperti sedang duduk menghadap Cira.
" Apa maksudmu? " ~Cira
" Kau berkata ingin menolong ku kan? Itu percuma " ~Naga
Tubuh yang bergetar kini sudah mulai terbiasa. Gadis itu dengan perlahan mendekat ke naga tepat di depan nya.
" Kau... tidak takut? " ~Naga
" Awal nya aku takut. Tapi setelah dilihat dari dekat... wajah mu terlihat putus asa "
Upss, aku tidak sengaja menyinggungnya.
" Jangan melihat ku seperti itu. Aku tidak apa, seharus nya kau khawatir terhadap dirimu sendiri. Kau akan aku makan lho "
Ucap naga sambil tersenyum.
Cira melihat sekitar goa, hanya ada tempat kosong dan gelap.
" Kau bohong, jika benar kau memakan manusia seharusnya ada bekas tulang atau baju disini " ~Cira
Naga itu hanya diam dan menutup matanya.
Ehh, dia tidur!?
" Jangan tidur dulu, aku bagaimana? "
Rengek Cira ke naga, sebenarnya dia juga agak takut. Naga membuka mata nya karena terganggu dengan suara Cira.
" Diam dan duduk dengan tenang! "
Ucap naga dengan tegas.
" Ngak mau! Jika kau hanya menghiraukan ku pulangkan aku ke rumah ku "
Naga hanya diam dan melanjutkan tidur nya. Cira dengan perlahan mulai mendekat ke sosok naga yang sudah mulai tertidur. Betapa terkejut nya ia melihat banyak luka di sekitar tubuh sang naga. Ada salah satu luka besar yang masih mengeluarkan darah segar dari tubuh sang naga. Dengan spontan, Cira mengambil air dari dalam tas berisi belanjaan nya.
Krekk...
Ia juga merobek sebagian baju dan membasahi nya dengan air. Cira dengan perlahan membersihkan luka sang naga. Naga membuka salah satu matanya dan melihat apa yang dilakukan Cira. Ia hanya diam dan menunggu sampai gadis itu berhenti.
" Hah, selesai "
Ucap Cira sambil menghapus keringat bercucuran dari dirinya.
" Kau sedang apa? " ~Naga
" Wakh a..ah kau sudah bangun. Bukan apa- apa kok "
Naga itu hanya menatap Cira. Tak lama, suara terdengar dari mulut besar sang naga.
" Namaku Surya "
Sur.. ya?
" Nama yang bagus "
Ucap Cira dengan senyuman yang manis.
" Benarkah? "
Tekat Cira masih kuat, ia ingin pulang dengan merayu naga ah bukan... Surya.
" Aku akan membantumu agar menjadi manusia kembali "
Ucap Cira dengan mata membara. Surya hanya tersenyum melihat kegigihan Cira.
" Kau dengar dari legenda ya, dasar manusia. Yah terserah lah, aku sudah tidak peduli menjadi manusia atau naga "
Apanya yang terserah!? Luka mu saja seperti terkena senjata tombak, ini pasti ulah manusia dan dia bilang tidak peduli!? Kau juga pasti kesepian karena tidak ada yang menemanimu, hanya ada kegelapan dan kesunyian di sini.
" Aku tetap akan membantumu. Nah bagaimana cara mematahkan kutukan ini? " ~Cira
" Entahlah, dulu pak tua ah tidak... ayah ku dulu hanya berkata... "
' Renungkan lah kesalahan mu, dan pahami jawaban apa dari perbuatan yang kau lakukan. Dengan satu ciuman dengan orang pilihan , kau akan kembali menjadi semula '
" Kesalahan? Ci..uman? " ~Cira
Naga bernama Surya itu menceritakan apa yaang terjadi sampai ia di kutuk menjadi naga.
Surya, Pangeran dari abad sebelum Kerajaan milik Cira terbentuk. Ia mencintai gadis dengan rupa dan hati cantik, sayang nya gadis itu hanya rakyat biasa. Di dalam peraturan Kerajaan Surya, seorang yang memiliki derajat tinggi harus memiliki pasangan dengan derajat yang sama. Surya menolak untuk menikahi Putri dari kerajaan seberang, ia hanya mencintai gadis biasa itu.
Hanya saja, sang gadis tidak menerima cinta Surya. Ia takut akan melanggar pantangan dari Kerajaan yang sudah dibentuk selama ber abad- abad lamanya. Surya yang sudah dibutakan cinta tidak peduli dengan aturan atau apapun itu.
Sayang nya sang gadis sudah dijodohkan oleh ayah nya, dia akan menikah dengan pemuda biasa di desa. Surya yang mendengar berita ini menjadi marah dan murka. Seakan tidak percaya apa yang ia dengar.
Dengan tatapan kosong dan amarah memuncak, segera Surya memerintahkan bawahan untuk menangkap sang gadis serta tunangan nya. Surya membunuh pemuda itu tepat dihadapan gadis yang ia cintai. Namun apa yang berubah? Sang gadis belum juga menerima cinta dari sang Pangeran bahkan menjadi marah dan dendam dengan perbuatan Surya.
Sang Raja yang mengetahui tidakan putra nya langsung memanggil Surya dan menjelaskan apa yang terjadi. Raja hanya murka dengan perbuatan yang dilakukan anak nya. Dengan kekuatan warisan sang Raja, dengan berat hati Raja mengutuk anak nya sendiri menjadi makhluk menyeramkan.
" Yah begitulah "
Ucap Surya yang setengah tidak peduli. Ia terkejut karena melihat air mata menetes dari Cira.
" Kau kenapa? "
Ucap Surya dengan panik.
" Huhuhu, sungguh cinta yang tragis "
Kata Cira sambil menghapus air mata nya.
" Nah sekarang aku mau tanya, apa arti cinta bagimu? " ~Cira
" Harus saling memiliki "
Ucap Surya percaya diri.
" Yah benar sih, tapi lebih tepat nya... cinta tidak bisa dipaksakan. Membuat orang tersenyum, tapi juga bisa membuat menangis "
Ucap Cira sambil tersenyum. Surya hanya diam tidak berkutip.
" Oh ya, apa jangan- jangan kau menculik seorang gadis agar mencium mu ya? " *merinding
" Bukan! " *tegas
Cira hanya tertawa melihat Surya yang kelabakan menjelaskan bahwa ia tidak sembarangan mencium seorang gadis. Mereka menjadi lebih akrab dan Cira sudah tidak takut dengan wujud Surya.
.....
Sudah 3 hari Cira berada di goa yang sama dengan naga bernama Surya. Mereka tidak kekurangan pangan karena sesekali mereka turun dan mencari hewan buruan.
Dengan wajah malu- malu, Cira membulatkan tekad untuk mencium Surya. Dengan, ehem senang hati... Surya mengiyakan.
Satu kecupan tepat di dahi Surya si naga, mereka menantikan apa yang terjadi. Namun, senyum harapan hilang karena tidak terjadi sesuatu ke Surya.
" Tidak apa, ini bukan salah mu "
Ucap Surya menenangkan Cira yang berwajah sedih. Surya akan mengembalikan Cira di Kerajaan nya. Sedih? Tentu saja. 3 hari yang dilalui menjadi hal menyenangkan bagi mereka.
Cira juga sedih karena ia tidak bisa membantu apapun. Tepat saat bulan purnama, mereka sudah ada di atas Kerajaan milik Cira. Namun, entah mengapa tubuh Surya menjadi sangat panas dan terasa sakit. Mereka segera mendarat tepat di hadapan para penjaga Istana. Dengan waspada, mereka menyodorkan senjata ke Naga besar Surya.
" Hentikan! "
Teriak Cira.
" Putri!? Anda harus segera menjauh! "
Ucap salah satu penjaga.
Cira menghiraukan nya dan masih memeluk Surya. Cira hanya bisa menangis karena tidak tahu harus apa, di satu sisi ia khawatir dengan Surya yang kesakitan. Tetapi tidak ada orang yang menolong nya.
" AKHH " ~Surya
" Hiks hiks, kau kenapa... apa yang harus kulakukan " ~Cira
Tiba- tiba cahaya menyilaukan ada di bagian dada Surya. Dan...
WUSHH
Semua orang yang disana menutup mata karena saking silau cahaya. Betapa terkejutnya Cira di dalam pelukan nya bukan seekor naga, melainkan pemuda dengan paras yang tampan.
Surya membuka matanya secara perlahan, ia juga terkejut dengan apa yang terjadi.
" T..tangan? " ~Surya
Cira masih saja bengong, dan tiba- tiba ia melepaskan pelukan nya yang membuat Surya jatuh. Dengan senyum lega dan bahagia, keduanya saling berpelukan. Ciuman dari Cira tidak sia- sia, berkat nya Surya bisa kembali menjadi manusia. Penjaga yang awalnya waspada, kini hanya diam tidak berkutip.
Tak lama, orang tua Cira keluar dan menyaksikan apa yang sedang terjadi.
" Nak? " ~Ayah
Segera Surya menggendong depan Cira dan membawanya ke orang tua Cira.
" Izinkan saya untuk meminang putri anda " ~Surya
" Hah, apa? Cira jelaskan apa yang terjadi " ~Ibu
Dengan wajah malu dan merah, Cira membuka suara nya.
" Saya menemukan belahan jiwa saya ayahanda, ibunda " *senyum
Mereka berdua tersenyum dan tertawa dengan ceria. Orang tua Cira masih belum mengerti apa yang sebenar nya terjadi.
Siapa sangka naga yang mengerikan ini adalah suami ku di masa depan.
Sekuat tenaga, Surya menyakinkan dan membujuk kedua orang tua Cira agar di izinkan meminang Cira. Dan yah... usaha Surya berhasil dan mereka hidup bahagia selama sisa waktu hidup mereka...
Cerita mereka akan di beritahukan kepada anak dan cucu mereka nanti. Sekaligus menjadi kenangan yang tidak akan terlupakan.
TAMAT...
Nah menurut kalian, apa arti dari Cinta?
( Sori kalo gaje, hehehe💕 )