Sebuah istana yang amat besar dipimpin oleh seorang Raja bernama Valin. Raja memiliki 2 putri dan 1 orang putra. Putri pertama bernama Remi, putri kedua bernama Rin, dan putra terakhir bernama Rayn.
"Adik Rin, kenapa kamu begitu lemah? Yang begitu saja tidak bisa, padahal ini tingkat dasar yang sangat mudah!" Ucap Remi.
"Kau payah sekali, kak!" Lanjut Rayn.
Rin hanya bisa terdiam. Dia tau itulah kenyataannya. Dia mengakui bahwa dirinya memang lemah.
Hingga suatu hari, ayahnya ingin menjodohkan Putrinya dengan Pangeran dari istana seberang. Dia berencana memilih Rin untuk itu. Tapi..
"Tapi, dia terlalu lemah untuk sang pangeran, ayah! Aku jauh lebih pantas untuk pangeran dibanding dirinya!" Ucap Remi yang tak setuju dengan keputusan ayahanda.
"Ayah, dia memang benar. Aku terlalu lemah untuk pangeran. Tapi, ayah,, Aku akan berusaha untuk berlatih sebisa mungkin demi sang pangeran. Besok, aku akan pergi dari istana dan berguru pada para master diluar sana!"
"Tapi, ayah mengkhawatirkanmu. Bagaimana jika hal hal yang tak diinginkan menimpamu?"
"Itu benar! Dan kau pikir siapa master yang mau menerima 'gelandangan' sepertimu?! Haha"
PLAK!!
"Tutup mulutmu!" Bentak sang raja
"M-maafkan aku, ayahanda"
"Tenang saja, Ayah. Aku bisa menjaga diriku sendiri. Kau tidak perlu khawatir untuk itu"
Raja terdiam sejenak.
"Hmm, baiklah" Jawab raja dengan singkat.
Esok harinya, Rin berangkat menuju gunung dengan menyamar menjadi seorang pelajar biasa. Menemui para master dan benar saja, tidak ada satupun master yang mau menerimanya dikarenakan Sang putri terlalu lemah.
Sang putri pun melanjutkan perjalanan hingga sampai di Goa Naga Suci. Rumornya, Goa itu adalah tempat tinggal sang Naga Putih. Sang putri berjalan mengendap endap di depan Goa, berharap sang Naga tidak mendengar langkah nya.
Setelah cukup berjarak dengan goa sang Naga, sang putri yang kelelahan pun memutuskan untuk beristirahat di bawah sebuah pohon yang rindang.
"Fyuuh, Kenapa tidak ada yang mau menerimaku hanya karena aku lemah? Bukankah dulunya juga mereka sepertiku, lemah tak berdaya?" Keluh sang putri.
Tiba tiba, langit bergemuruh disertai angin yang begitu dahsyat membawa debu berterbangan.
"Aah, apa yang terjadi?!" Teriak sang putri karena panik.
"Eh?"
Dari gemuruh langit, perlahan samar samar terlihat cahaya putih di langit.
"Itu, itu, itu sang Naga! Ba-bagaimana ini.." Sang putri mulai ketakutan dan mengemas barang barang nya.
"Aku harus segera pergi dari sini!" gumam sang putri.
"Tunggu" Terdengar suara yang begitu jelas dan lantang.
Sang putri pun menoleh dan melihat sang naga berada tak jauh dari nya sedang manatapi sang putri.
"Kau adalah Rin, putri ke dua dari kerajaan *** bukan?" Tanya sang Naga.
"Be-benar.."
"Ku dengar, kau sedang mencari seorang guru untuk melatih mu?" Tanya sang Naga lagi.
"Ya"
"Bagaimana jika aku, yang menjadi gurumu?"
"A-aku, aku sangat berterimakasih. Tapi, bagaimana cara guru melatihku dengan wujud sebesar itu?" Ucap sang putri.
"Huft.."
Seketika sang Naga berubah menjadi seorang pria (tentunya dengan busana lengkap) berambut putih.
"Bagaimana jika seperti ini?" Ucap sang Naga.
"Umm, lebih baik"
Sang putri setuju sang Naga melatihnya.
"Rin.."
"Ya, guru?"
"Aku akan memberi tau mu syarat untuk menjadi muridku"
"Ba-baik.."
"Pertama, aku hanya akan melatihmu selama 3 tahun, tidak kurang, dan tidak lebih sedetik pun-"
"Kedua, kau tidak boleh bertanya tentang jati diriku-"
"Jati diri guru?" tanya putri.
"Shhtt, diam dan dengar kan aku dulu!"
"Dan yang ketiga, jangan beritahu siapapun jika aku yang telah melatihmu"
"Baiklah guru"
"Kalau begitu, berjanjilah atas semua syarat yang ku berikan untukmu!"
"Aku, Rin, putri kedua dari raja Valin, telah berjanji kepada; Guruku, sang Naga yang agung,, bahwa aku, tidak akan melanggar persyaratan yang telah ditetapkan. Ku ikrarkan janjiku-"
Rin menggoreskan pedang ke tangannya, dan melanjutkan janjinya..
"luka inilah, menjadi bukti janjiku!" sang putri mengakhiri ucapannya.
"Dengan begini, kau telah berjanji, kau tak boleh melanggarnya"
"Ya,ya"
Begitulah, dan sang putri dilatih oleh sang naga.
***
"Guruuu! Aku mendapatkan Spirit!"
"Bagus"
***
"Guuruuu! Kau tau? Aku menerobos Pendekar Senior!"
"Kau belajar dengan cepat"
***
"Guru, apa aku sudah menjadi seorang master?"
"Kau lebih dari itu, Rin"
***
Dan tiga tahun berlalu.
"Rin, sudah 3 tahun berlalu. Waktu untuk melatihmu sudah berakhir"
"Baiklah, guru.."
"Kau menjadi gadis yang hebat. Dan.."
"Dan?"
"Rin, aku akan memberitahumu tentang jati diriku dengan sebuah syarat. Apa kau setuju?"
"Apa syaratnya?"
"Aku akan mengatakannya setelah jati diriku"
"umm, baiklah"
"Aku,, Adalah jelmaan dewa"
"Ap-, benarkah?! Jadi selama ini, aku.."
"Jadi, apa kau bersedia menjadi istriku, dewi ku?"
Sang putri terdiam tak dapat berkata apa pun, hanya bisa mengangguk tanpa ragu.
Setelah itu, sang putri bergegas mengemas barang barang nya dan bersiap pulang ke istana.
Sesampainya di istana, sang putri terkejut melihat halaman istana di penuhi prajurit bersenjata lengkap sedang bersiap. Sang putri memutuskan untuk bertanya pada salah satu prajurit.
"Hei, apa yang terjadi?" tanya putri cemas.
"Siapa kau?!"
"Uh, ini aku, Rin"
"Oh-, maafkan hamba nona Rin"
"Tidak apa apa"
"Yang mulia raja Valin menurunkan perintah pada seluruh prajurit untuk bersiap berangkat menuju gunung Suci guna membasmi sang naga. Karena itulah, kami semua berkumpul di sini, putri"
"Ap-!" Sang bergegas pergi ke kamarnya dan bersiap.
"Aku harus membantu guru!"
***
Tibalah, sejumlah 2,7 Milyar prajurit bersenjata lengkap di gunung Suci.
"Prajurit yang gagah berani, mulai hari ini, kita yang akan menguasai gunung Suci ini tanpa gangguan sang Naga. Mari kita basmi Sang Naga yang hina itu!" Teriak raja Valin dengan lantangnya.
"Tidak mungkin aku membiarkan guruku mati. tapi..aku tidak mungkin menantang ayahanda..-"
"Tidak, dia bukan guruku-!"
"Dia adalah-"
"Suamiku!!"
*
*
*
"maafkan aku, ayahanda"
*
*
*
*
*
~Tamat~