lena berjalan menyusuri koridor sekolah waktu menunjukan pukul 05.00.
ia mendengar suara wanita menangis di koridor dia pun berteriak "siapa!?"lena berteriak sebab ia sangat ketakutan mengingat bahwa koridor yang ia lewati adalah bekas tragedi pembunuhan sahabatnya.
dan kini ia justru terpaku melihat sosok sahabatnya sedang berdiri didepannya dengan wajah yang sangat menyeramkan."apa yang kau lihat?"kenapa kau tidak menyelamatkan sahabatmu saat dia akan dibunuh?"ucap sosok tersebut sambil menangis .lena:"maafkan aku",aku takut."
-Flashback-
6 bulan lalu
*yuni dan lena adalah sahabat.mereka telah bersahabat sejak sd dan kini mereka sedang berangkat menuju Sekolah sma mereka*
koridor-
yuni:"kau tau cerita tentang koridor ini?"
lena:"hmm nggak"
yuni:"katanya disini ada sosok lelaki berwajah aneh,katanya ada yang bilang kalau pagi hari dia akan menampakkan wajah yang sangat seram tapi kalau malam hari dia menampakkan wajah yang sangat tampan"
yuni:"katanya si dia adalah korban pembullyan."arwahnya nggak tenang ya ?"
lena:"aku tidak percaya pada hal seperti itu"
yuni:"aish kau ini,"ini kan hanya cerita dari mulut ke mulut, lagian aku juga nggak terlalu percaya awalnya"
lena:"ha,awalnya?"
yuni:"ia setelah aku menyaksikan sendiri"
lena:"jadi kau pernah melihat wajahnya?"
yuni:"hmm iya"
lena:"serius,kau nggak bercanda kan?"
yuni:"apa wajahku bercanda?"
lena:"bagaimana wajahnya?"
yuni:"tampan"
lena:"aish kau banyak berkhayal"
yuni:"tidak,aku melihatnya dimalam hari karena itu dia menampakkan wajah tampan."
lena:"ayo lah kita segera ke kelas"
lena adalah orang yang tidak terlalu percaya bada hal2 yang khayal khusus nya hantu,berbeda dengan yuni yang nampaknya sangat menggemari berbagai cerita,film bahkan ia tak segan2 membuktikan cerita itu dan mendatanginya.
suatu hari yuni mengajak lena untuk pergi ke sekolah mereka karena yuni ingin membuktikan kepada lena bahwa ia benar2 melihat sosok tampan di koridor sekolah.lena yang mendengar ajakan tersebut langsung menolak.mendengar penolakan lena,yuni pun memutuskan untuk pergi sendiri.
-pagi-
lena mendapat pesan dari yuni untuk datang kesekolah awalnya dia tidak mau tapi dia berpikir bahwa mungkin yuni takut sendirian fisana akhirnya lena pun memutuskan untuk berangkat pagi
pukul 05.00
sampai..
koridor sekolah....
lena:"apa benar yang dikatakan yuni kalau iya aku seharusnya melihat sosok seram kan di koridor ini?"
tapi aku tidak melihat apa pun."
lena:*terkejut*s siapa kkauu
sosok:"temanmu dalam bahaya"
lena:"aku todak mengenalmu,dan dimana sahabatku?"
sosok:"kau harus membunuhku jika ingin menyelamatkan sahabatmu"
lena:"apa yang kau lakukan pada sahabatku?"
sosok:"aku hanya mengambil wajahnya"
sosok:"jika kau ingin selamat dan mengembalikan wajah sahabatmu itu maka kau harus membunuhnya"(membawa tubuh yuni)
lena:"tidak!!apa yang kau lakukan?"(melihat tubuh yuni dan wajahnya yang sudah tidak berbentuk)
yuni:"tolong aku"
lena:"aku akan menolongmu"
sosok:"jika kau ingin menolongnya makan kau harus membunuhnya"
lena:"apa maksudmu?"
sosok:"ya itulah cara nya,jika tidak maka kau akan melihat tubuh sahabatmu ini menderita dan lama kelamaan akan mati mengenaskan.dengan membunuhnya dia akan hidup kembali"(fake smile)
lena:"apakah dia akan hidup kembali jika aku membunuhnya?"
sosok:"ya,dia akan hidup kembali"(melempar pisau)
lena:"baiklah"(menusuk yuni dengan pisau di jantungnya)
yuni:"tidakk lena"
lena:"maaf tapi aku ingin kau hidup"
yuni:...........
sosok:"bagus" kini kau tak dapat lagi bertemu sahabatmu"
lena:"apa maksudmu?"
sosok:"karena ia hidup kembali sebagai mahluk bukan sosok"
lena:"jadi aku telah membunih sahabatku?"
sosok:"ya kau membunuh dengan tanganmu sendiri"
lena:"tidaak yuni bangun!bangun!"
lena:"kau membohongiku"
sosok:"tidak kau hanya tak bertanya apakah ia akan hidup seperti semula?"
lena:"kenapa kau melakukan ini padanya?"
yuni:"karena ia telah melihat wajah palsuku"(tersenyum sinis)
kembali ke sekarang-
lena:"apakah kau dendam kepadaku?"
yuni:"siapa yang tidak dendam kepada orang yang telah membuatnya mati?"
lena:"apa kau berusaha membunuhku?"
yuni:"ya sangat ingin"
yuni pun membunuh lena dengan merobek mukanya dan menusuknya du jantung.
yuni:"semoga kau bisa menjadi sahabatku lagi lena meskipun tidak seperti dulu"(senyum)
para siswa pun menemukan jasad lena yang sangat mengenaskan mereka pun menguburkannya.
suatu hari ada seorang siswa yang menulis cerita tentang lena,yuni dan sosok tampan-seram di koridor dan dia menuliskan bahwa sosok tersebut adalah seorang laki2 yang dibully akibat sahabatnya yang iri dengan wajah tampan sahabatnya dan dia pun memutuskan untuk membunuhnya di pagi hari.