Intan disuruh oleh ibunya untuk membersihkan rumah yang ditempati oleh mereka berdua. Ini adalah rumah yang sudah ditinggali sejak Intan masih berusia 2 tahun. Dan sekarang usia Intan sudah menginjak 18 tahun.
Perempuan muda ini melakukan pekerjaan rumah dengan baik. Bahkan tanpa disuruh sekalipun, ia dengan sigap mengerjakannya dan membuat ibunya merasa terbantu olehnya.
Saat membersihkan ruangan, Intan mengisi kegiatan sambil bersenandung sehingga membuat suasana tidak begitu sepi. Hatinya senang dalam melakukan pekerjaan rumah tersebut. Dan kegiatan bersih-bersih itu pun selesai.
Intan menatap setiap sudut ruangan yang telah di bersihkannya, dan ia berjalan menelusuri dengan langkah perlahan.
Sebuah lemari berisi benda-benda tua itu di tatap oleh Intan. Lemari tersebut tidak pernah dibuka olehnya sekalipun. Sebab lemari tersebut terkunci dan ia tidak tahu kuncinya berada.
Intan coba membuka, namun tidak bisa. Seketika Intan tak sengaja mendekat dan mendorong pintu lemari di depannya. Dan sesuatu terjadi.
Lemari bergerak dan berputar. Membawa Intan masuk ke dalam sebuah ruangan yang tidak pernah didatanginya. Ruangan misterius itu begitu gelap. Dan Intan kesulitan dalam melihat disana. Tak berapa lama berselang, lampu menyala dan nampaklah seluruh isi dari ruangan misterius tersebut.
Dia begitu takjub akan ruangan yang baru saja didatanginya itu. Hanya bisa terperangah dan memandang. Kemudian berjalan pelan sampai menyentuh sisi dari sebuah meja besar. Intan menoleh ke arah meja di depannya. Dan terdapat sebuah buku tua di atasnya. Intan duduk di sebuah kursi besar dan memerhatikan buku tua itu. Sudah dipenuhi debu. Dan Intan sekilas membersihkannya.
Setelah itu dirinya pun mulai membuka buku tersebut.
Buku tua terbuka dan perempuan bernama Intan itu bisa melihat isi dari benda tersebut.
Lalu...
Air mata keluar dari ujung matanya. Dan mulai deras akan perasaan yang dirasakannya saat itu jua.
Intan memperhatikan buku dan tangisannya tak terbendung. Menangis secara terisak-isak, membuatnya sedikit menjauh dari buku yang di pegangnya. Setelah mulai mereda, dirinya kembali membuka buku tua itu dan lanjut ke lembaran selanjutnya.
Intan keluar dari ruangan tersebut. Dan lemari itu tertutup dengan sendirinya layaknya awal tadi.
Buku tua itu ia biarkan berada disana dan enggan membawa agar tetap bisa terjaga dan mengantisipasi kehilangan benda tersebut. Sebab Intan takut terjadi apa-apa bila buku itu dibawa keluar dari ruangan rahasia (menurutnya).
Dengan senyuman dan rasa lega, Intan melangkah pergi dan merahasiakan hal itu. Ia tidak tahu apakah ibunya juga tahu atau tidak mengenai ruangan tersebut. Akana tetapi tetap saja Intan akan merahasiakan perjalanannya ke ruangan yang baru ditemuinya itu.
Ruangan itu akan menjadi tempat Intan mengisi waktu ke depannya. Sebab isi ruangan yang penuh akan memori yang berharga baginya.
Buku tua tadi adalah sebuah benda peninggalan pendahulu alias kakek yang menulis kisah tentang keluarga besar mereka dan juga terpapar foto-foto masa lampau yang membuat Intan terharu. Dan tentunya ada foto Intan disana, buku tersebut terakhir di tulis oleh sang ayah dan sekarang tersimpan rapi disana tanpa ada penulis selanjutnya mengenai kisah keluarga mereka.
Dengan niatnya, Intan ingin menjadi penerus kakek dan ayahnya. Yaitu sebagai penulis dari buku tersebut, melanjutkan kisah keluarga mereka selanjutnya.
-----SELESAI------