Aku terbangun di malam hari kerana kesejukan dari air. Aku melihat seorang bibi sama seorang cewe yang aku gak kenal sama sekali.
"Ih bangun woi! Kamu pikir kamu apa? Beraninya tidur di kasur! Pergi ke kandang kuda sana!"
Cewe biadap itu dengan cepat menyuruh ku pergi ke kandang kuda. Benar. Saat itu aku mengingat adegan pertama dari cerita sebelum tidur nenek ku. Yah, dia seororang peminat filem bela diri dan selalu menceritakan kisah tentang itu.
Tapi samar samar, aku mengingat cerita pertama nenek ku itu. Adegan pertama di awali dengan mc di paksa tidur di kandang kuda setelah ibunya mati di racuni dan ayahnya sakit. Ala cinderella gitu.
Ngomong ngomong, aku cewe loh, gimana aku bisa ngejelasin bahwa aku cewa saat tubuh ku sekarang cowo?
Aku akhirnya di seret ke kandang kuda dan rambut ku di makan. Aku membiarkannya kerana aku sememangnya anak petani dan punya kambing, bukan kuda, dan pernah tidur di sana kerana kelelahan waktu kecil.
Ini pasti hal yang memalukan bagi mc kerana dia adalah anak kepada wakil perdana menteri. Ngomong ngomong, aku sendiri gak tau nih nama mc apaan.
Nenek ku selalu cerita kek gini, mc di taklukkan, bibi itu jatuh, anaknya bibi itu di tendang terbang dan sebagainya. Mereka semua tidak punya nama. Yah, mau gimana lagi, nama juga orang tua yang bercerita.
Seharusnya di sini, mc akan sangat marah kerana harga dirinya di coreng dan akan bangkit menjadi orang yang kuat.
Namun yah, apa gunanya jadi op kan. Aku hanya akan gunakan yang namanya alternatif ending saja. Bagaimana dengan, mc akhirnya bahagia bersama kuda dan berpikir untuk menjadi petani untuk selamanya?
Ok, terlalu absurd ya.
Yah, pokoknya kerana aku adalah mc, aku tidak akan mati dan pasti akan di tolong para penulis. Nenek, kamu tidak akan membunuh cucu mu, iyakan.
Tapi ada satu hal yang paling aku ingin tahu.
Aku mengambil kayu dan memukul 🐣 sedikit keras.
"Offf!!!"
Ok, rasa penasaran ku hilang. Mengapa ini jadi begitu sakit? Ah, setidaknya aku tidak perlu merasakan sakitnya datang bulan lagi.
Aku mengelus kuda dengan tenang dan mengingat sesuatu. Nenek punya cerita selalu di mulai dengan mc yang punya banyak uang kerana nenek sangat suka pada uang di masa mudanya.
Aku langsung berlari ke kamar dan melihat beberapa guci yang tersembunyi dengan baik yang di penuhi koin emas dan perak!
Senyum ku melebar hingga ke kuping dan mengambil semua uang itu dan memotong rambut ku hingga bawah kuping.
Ungtung aku masih punya cincing ruang. Bay ayah di dunia ini. Siapa suruh kamu menikahi 2 perempuan. Aku akan hidup dengan normal sebagai orang biasa tampa nama.
Cincin ruang di ikat pada tali yang di gantung ke leher. Gawat jika ada yang tahu tentang cincin ruang ini. Harganya mahal dan itu tidak menyenangkan untuk ku.
Aku mengambil 1 langkah, menuju akhir bahagia tampa perlu perang politik. Selamat tinggal keluarga wakil perdana menteri.
Tamat.....................