Kota besar Landkreis adalah kota yg bermukim di sebuah negara suci bernama Julius.Dibandingkan dengan negaranya,Kota Landkreis jauh lebih terkenal.
Hal itu dikarenakan sebuah danau yg berisi air suci terbentuk disana.Orang-orang berbondong-bondong pergi ke negara suci itu untuk berendam di danau yg juga disebut sebagai tempat pemurnian itu.
Akan tetapi,Tidak semua orang bisa masuk ke dalam danau karena sosok wanita yg melindungi danau tersebut.Namanya adalah..Verena Nesta.
"Pergilah dari danau suci itu!-Kami ingin berendam di dalamnya!!" Gertak seorang pria dewasa kepada wanita yg tidak lain adalah Verena.
"Danau ini terbuka hanya bagi mereka yg layak,Tuan-tuan sekalian.." Tegas Verena sambil memberikan tatapan mengintimidasi.
Wanita berambut pirang bergelombang dan juga mata sehijau zamrud itu merasa kesal karena setiap harinya bertemu dengan orang yg hanya menginginkan danau suci tersebut.
Satu hal yg diinginkan Verena sangat sederhana,Yakni..
"Orang yg tulus.Apakah di dunia fana ini aku bisa bertemu dengan orang yg tulus?" Gumam Verena seraya menatap terangnya matahari yg tidak menyilaukan bagi matanya itu.
Verena diberikan kedua mata itu oleh seseorang yg muncul dari cahaya yg begitu terang benderang selayaknya sinar matahari.
Sampai sekarang,Verena masih ingat betul sensasi hangat yg diberikan orang tersebut ketika muncul sampai saat memegang tangannya.Bahkan ucapan yg begitu lembut yg dikeluarkan dari bibir orang itu masih terus terngiang-ngiang di kepalanya.
"Philip..Andaikan kau menemuiku lagi,Akankah kau berucap selembut itu lagi padaku?" Batinnya sambil tersenyum masam.
Orang-orang yg tadinya berniat masuk ke dalam danau secara paksa itu sedari tadi berusaha menyerang Verena dengan pedang mereka.Tapi entah karena apa,Serangan demi serangan mereka selalu terpental seperti di tangkis oleh sebuah perisai tak kasat mata.
Amarah mereka semakin membara ketika melihat wajah Verena yg begitu santai dan tidak memperdulikan mereka.
3 orang itu memperkuat serangannya ke arah Verena,Akan tetapi semakin kuat mereka menyerang Verena semakin kuat juga tekanan yg diberikan kepada mereka.
*DUNGG*
Verena yg lelah dengan tindakan konyol mereka itu langsung mengayunkan tangannya dan membuat tanah di sekitarnya hancur sehingga orang-orang tersebut jatuh.
"Sebaiknya kalian belajar dari korban-korbanku yg lainnya karena aku tak akan berbelas kasih jika sudah menyangkut Danau Castete" Ancam Verena sambil menatap tajam dari atas orang-orang yg terjatuh ke dalam lubang.
Keesokan harinya,Seperti biasa orang-orang akan datang secara berombongan untuk masuk ke dalam Danau Castete atau yg paling umum merayu Verena dengan kata-kata manis.Tidak ada hari yg tenang bagi Verena setiap harinya.
"Nona yg cantik,Sungguh sayang bagimu untuk terus berdiam diri disini selamanya..Ayo menikahlah denganku" Ucap seorang pria tua sambil menjulurkan lidahnya saat melihat Verena.
"Hanya seorang Philip yg boleh menikahiku" Tegas Verena untuk yg kesekian kalinya.
"Ohoho,Benarkah itu?"
Suara yg begitu tidak asing di telinga Verena itu langsung memantik dirinya untuk berbalik menghadap ke sumber suara yg tidak lain adalah..
"Maafkan perbuatan saya,Tuan Philip" Ucap Verena sambil berlutut di hadapan pria yg merupakan Philip,Orang yg sudah memberikannya 2 bola mata sehijau zamrud itu.
"Kedengarannya kau tidak segan-segan menggunakan namaku ya selama 13 tahun lebih?" Philip tersenyum manis ketika menatap betapa indahnya visual Verena yg begitu indah nan cantik.
"Saya benar-benar minta maaf.Saya tidak bermaksud menggunakan nama anda seenaknya.Hanya saja,Orang-orang tak bermoral itu selalu berusaha melakukan hal yg tidak tidak.Dan saya tahu,Anda pasti tidak senang karena perbuatan saya ini" Jelas Verena dengan penuh penyesalan.
"Siapa yg bilang aku tidak suka dirimu menggunakan namaku?" Sanggah Philip yg kemudian langsung berlutut di hadapan Verena.
"Ya?" Verena begitu kebingungan ketika mendengar perkataan Gilgamesh yg di luar ekspektasinya.
"Aku tidak masalah sama sekali dengan kau yg menggunakan namaku,Eve.Malahan,Aku akan sangat senang jika kau terus menyebut namaku dengan tegas begitu" Jelas Philip sambil memegang dagu Verena.
Verena hanya bisa mengedipkan matanya beberapa kali mendapati manusia setengah dewa itu berkata demikian.
"Nah,Mari kita pergi darisini" Ajaknya sambil mengulurkan telapak tangannya kepada Verena.
Ia menatap Philip dengan mata berbinar-binar sambil menerima uluran tangannya.
"Tapi bagaimana dengan Danau Castete-nya?" Tanya Verena seraya melirik ke arah danau di belakang mereka.
*CTAK*
Philip menjentikkan jarinya sambil tersenyum menyeringai.
"Aku sudah membuat sihir perlindungan di sekitar danau ini.Kau tak perlu khawatir sekarang" Jelasnya kemudian menarik Verena pergi.
Selama 2 jam lebih,Philip mengajak Verena berjalan-jalan mengelilingi kota besar Landkreis karena mengetahui kalau Verena tak pernah beranjak pergi dari danau itu sekalipun.Bahkan untuk bersenang-senang juga tidak pernah.
Hingga..
"Ah!" Verena tiba-tiba terjatuh ke tanah saat sedang berjalan bersama Philip.
Ia memegang erat dadanya dengan bulir-bulir air mata yg kemudian membasahi wajahnya.Matanya tampak sedikit bersinar karena di dalam penglihatannya,Verena melihat kalau danau yg sudah dijaganya hingga saat ini..
"LEPASKAN SAYA!" Teriak Verena kemudian menghempaskan tangan Philip dan berlari dengan cepat menuju Danau Castete.
Jalan-jalan yg dilewati Verena seketika hancur lebur menyatu dengan tanah sampai tak berbentuk.Karena aksinya itu,Banyak kerusakan yg terjadi dan juga banyak menelan korban jiwa.
Kepanikan menyerangnya sampai tak bisa berpikir jernih hingga melukai orang-orang di sekitarnya.Sesampainya disana..
"KELUAR DARISANA SEKARANG.." Ancam Verena sambil menodongkan beberapa jarum keemasan ke arah sekelompok manusia?
Danau yg sebelumnya sangat memanjakan mata orang yg melihatnya,Kini berubah menjadi hitam pekat dan tercemar.
"Itu adalah keputusan kami untuk keluar dari danau ini atau tidak.Ini semua tidak ada hubungannya denganmu!!" Ucap salah seorang dari mereka.
Wujud mereka yg semula manusia tiba-tiba berubah menjadi sekelompok orc yg begitu mengerikan.Wajah penuh luka dan gigi-gigi taring tak beraturan memang sudah ciri paling khas dari bangsa orc.
Verena menggertakkan giginya kemudian langsung menyerang mereka secara membabi buta tanpa memberikan mereka celah sedikitpun.
Dia sangat tidak terima karena danau yg sudah dijaganya selama 13 tahun lebih tercemar oleh makhluk-makhluk rendahan seperti orc.
"Verena.." Ucap Philip seraya memeluk Verena secara tiba-tiba.
Tindakannya itu spontan membuat Verena kaget dan tak dapat berkata apa-apa.
"Maaf~" Bisik pelan Philip di telinga Verena kemudian langsung menusuk dada Verena sampai tembus ke belakang punggungnya.
Verena terjatuh ke tanah sesaat setelah Philip menusuk dadanya.Darahnya mengalir deras saking lebarnya luka di dadanya.Ia saat itu benar-benar merasa terkhianati oleh orang yg seharusnya menjadi panutannya itu.
Verena tersenyum saat melihat telapak tangannya yg sudah penuh akan darahnya.Rasa sakit yg perlahan menusuk-nusuk dadanya yg terluka mulai semakin sakit.
"Kenapa..?" Tanya Verena dengan mata berlinang air mata saat menatap Gilgamesh.
"Maafkan aku,Verena.Aku sudah menantikan saat-saat ini tapi kau malah menghancurkan mereka.Aku akan mengakhiri hidupmu sekarang.." Jelasnya kepada Verena.
"SETELAH SEMUA YG KULAKUKAN UNTUKMU?!-AKU RELA MENJAGA DANAU CASTETE SELAMA BERTAHUN-TAHUN TANPA MENINGGALKANNYA HANYA UNTUKMU!!-Aku bahkan menjadikanmu panutanku.Tapi ini yg kudapatkan?Betapa menyedihkannya aku.."
Setelah mengeluarkan seluruh pernyataan yg selama ini ia pendam,Verena berusaha untuk berdiri walaupun darah yg keluar dari dadanya tidak berhenti.Setelah berhasil berdiri dengan baik berkat kekuatannya yg tidak setara dengan manusia biasa,Verena kemudian tersenyum menyeringai kepada Philip lalu melemparkan dirinya ke dalam Danau Castete yg sudah menghitam.
Philip hanya diam menatap Verena yg perlahan tenggelam ke dasar danau yg sudah sepenuhnya hitam.Akan tetapi..
"Terima kasih,Philip"
Suara yg tidak lain adalah suara Verena itu langsung terdengar dari dasar danau dan seketika itu juga,Danau yg tadinya hitam pekat bersinar dengan sangat terang kemudian kembali ke warna aslinya.
"Danau Castete bukan hanya untuk memurnikan sesuatu,Tapi juga bisa memurnikan pemilik (aku) serta danau itu sendiri.Kelihatannya kau tidak tahu ya?"
Belum sempat Philip berkedip satu kali,Verena..
"Kita selesai disini." Verena mencekik leher Philip kemudian membantingnya ke tanah.
Setelah puas membanting Philip beberapa kali ke tanah,Verena lalu melempar masuk orang itu ke dalam Danau Castete.
"Hancurkan jiwanya dan tenggelamkan dia" Perintah Verena kepada danau itu.
Suara teriakan terdengar sangat keras dari dalam danau itu namun sedikit meredam karena titik kedalaman Philip kian dalam sampai akhirnya suara teriakannya tidak terdengar.
Verena tersenyum melihat kerangka tubuh Philip yg mengapung di atas danau tapi kemudian hancur tak bersisa karena sihir pemurnian dari Danau Castete.
"Kupikir kau akan tulus kepadaku karena kau adalah manusia setengah dewa sepertiku.Tapi ternyata aku salah.."
~THE END~