“Jadi hari ini aku menonton sebuah drama kolosal.” Jean memijit-mijit tumit kakinya sembari menghembuskan nafas kuat-kuat seolah rasa lelahnya akan langsung hilang terbawa karbon dioksida yang ia keluarkan.
“Lalu?”
“Lucu sekali. Pangeran dalam drama itu mengatakan sesuatu yang membuatku hampir mati tersedak jeruk karena tertawa terlalu keras” kata Jean.
“Ia berada disituasi ketika gadis yang disukainya bertanya ‘apakah kau juga akan memiliki banyak istri seperti raja?‘ well, terdengar seperti pertanyaan klasik dari seorang gadis di masa itu”
“Aku setuju” jawabku serius. “Apa jawaban sang pangeran?”
“Dia bilang 'oh tidak, aku akan mencari seorang putri yang sempurna kemudian aku akan hidup bersamanya selama 1000 tahun.”
Keningku berkerut bingung. “Dimana letak lucunya? Menurutku itu terdengar seperti quote yang indah”
“Ya ampun, kau ini naif sekali.” Jean nyengir lebar. “Aku tertawa karena menurutku itu terdengar menggelikan. Tidak ada putri yang sempurna di dunia ini. Bahkan meskipun kau atau aku yang menggambil peran sebagai putri”
“Pangeran itu memutuskan untuk mencari putri yang sempurna, dan jelas ia selamanya akan hidup dalam kesendirian” lanjut Jean berapi-api. “Bagaimana bisa seseorang menghabiskan waktunya untuk mencari yang sempurna? Bahkan sang pangeran sendiri tidak bisa menjadi yang sempurna, lantas kenapa ia mencari putri yang sempurna? Menurutku terdengar seperti lelucon”
“Tapi bagiku itu terdengar seperti kau akan mengatakan 'terima saja diriku apa adanya bodoh'” balasku. Jean angkat bahu tidak yakin.
“Kau tau, terkadang akupun begitu. Ketika mencari pasangan aku cenderung meminta banyak hal. Tapi aku lupa, yang terutama dari mencari pasangan adalah; apakah ia mau denganku” kata Jean. “Mengharapkan orang lain menjadi sempurna seperti yang kau mau. Itu membuatmu terlihat seperti orang bodoh”
“Well kau benar. Tapi mau bagimana lagi, dan lagipula itu kan hanya drama” balasku.
-end