Judul Cerpen : Salah Memilih
Tema : Putri Membangunkan Iblis
Genre : Horor
Penulis : Yuni Ayu Izma
Setelah pertemuan Keyla dengan pacarnya bernama Kenzo untuk berjanji tidak masuk ke sekolah besok. Mereka pulang ke rumah masing-masing.
Keyla merapikan semua pakaiannya untuk dimasukkan ke dalam tas ransel yang biasa ia bawa ke sekolah. Iya, Keyla mengajak Kenzo untuk bolos sekolah karena ia ingin pergi menuju Air terjun maras yang terletak di bukit maras.
Keesokan harinya, Keyla mencium punggung tangan kedua orang tuanya untuk berpamitan pergi ke sekolah. Di sepanjang jalan, Keyla tidak membayangkan. betapa indah mahakarya Tuhan yang menciptakan pemandangan yang luar biasa. Keyla memilih hari Senin karena hari kerja tidak ada penjaga bukit yang meminta bayaran masuk ke dalam bukit. Harga untuk menikmati pemandangan alam itu sangatlah mahal berkisar 50k satu orang. Keyla yang hidup berkecukupan terasa disayangkan apabila ia mengajak pacar dan kedua teman-temannya untuk berlibur di hari libur.
"Sayang," ucap Keyla seraya mempercepat langkah kakinya menuju ke arah Kenzo yang menunggu dirinya di tengah jalan. Keyla tidak pernah membawa kendaraan bermotor di sekolah karena ia tidak ingin motornya diganggu oleh siapapun.
Kenzo mengalihkan pandangannya menuju ke arah Keyla dan ia tersenyum manis menatap wajah cantik Keyla. "Bagaimana? Apakah kamu sudah siap?"
"Siap bos!" Keyla mengangkat tangannya untuk membentuk hormat. Kenzo tersenyum kecil menatap tingkat lucu Keyla.
Kenzo menyuruh Keyla untuk naik ke atas motornya dan ia melajukan kecepatan motornya di suatu tempat yang menjadi pertemuannya dengan kedua teman Keyla.
Setelah sampai di rumah minimalis milik Novi, Keyla dan Kenzo permisi untuk berganti pakaian.
"Semua perlengkapan telah lengkap dan mari kita menuju tempat tujuan," ucap Novi dan dibalas anggukan oleh Keyla, Kenzo, Raka.
Tiga puluh menit kemudian, mereka telah sampai di kawasan area depan pintu Bukit maras. Suasana terasa sepi dan dingin, mengingat tidak ada siapapun selaib mereka ber-empat yang berjalan memasuki area tersebut.
Keyla menggosok-gosok kedua telapak tangannya, saat angin berhembus kencang di tubuhnya. "Dingin sekali cuacanya." gumam Keyla pelan dan Kenzo menoleh ke arah Keyla yang berjalan beriringan dengannya.
"Biasalah, kalau di pagi hari bukit memang terasa sejuk dan dingin. Apakah kamu mau mengenakan jaketku," ucap Kenzo seraya melepaskan jaket hitam dari tubuhnya dan ia memasangkan ke tubuh pacarnya.
Keyla tersenyum senang saat melihat Kenzo perhatian dengannya. "Terima kasih."
Lalu, Keyla melanjutkan langkah kakinya yang sempat terhenti. Tapi, ia baru menyadari dimana Novi dan Raka sekarang? Keyla dan Kenzo dibuat terkejut saat mendapati kedua temannya yang hilang dari pandangan mereka. Terakhir, Kenzo melihat Novi dan Raka masih berjalan di depannya. Tapi, kenapa hutan di area bukit maras menjadi berembun. Bukankah, tadi sinar matahari masuk menerangi hutan.
"Dimana mereka?" tanya Keyla dengan wajah yang terlihat panik.
Kenzo menghela nafas sejenak dan ia menatap ke wajah sendu Keyla. "Aku tidak tahu, tapi aku rasa mereka sudah jalan terlebih dahulu. Lebih baik kita lanjutkan saja perjalanan kita sampai tempat tujuan." jawab Kenzo dan disetujui oleh Keyla.
Saat melewati bebatuan besar, Keyla mendengar suara aneh yang menggema di sekitar bebatuan itu. Keyla mengajak Kenzo untuk berjalan menghampiri tempat itu. Betapa terkejutnya Keyla dan Kenzo saat mendapati Novi dan Raka berbuat tak senonoh di tengah hutan.
Awalnya Keyla berdecak sebal tapi karena rasa kasihannya dengan kedua temannya. Akhirnya, Keyla dan Kenzo mencari tempat bantuan. Keyla menyuruh Kenzo agar berjalan berpencar, awalnya Kenzo tidak menyetujui keputusan Keyla tapi bagaimana lagi kalau tidak secepat mungkin untuk meminta bantuan. Maka, mereka takut kedua temannya akan mendapat kutukan lagi. Seperti yang ia dengar dari cerita Keyla yang mengetahui sejarah mistis dari kedua orang tuanya. Ketika sedang melakukan perjalanan menuju ke tempat yang terbilang jauh dari pemukiman penduduk dan bisa dikatakan angker. Maka tidak boleh melakukan hal-hal yang dibencinya seperti: melakukan mesum maka mereka akan mendapat kutukan menjadi kedua tubuh menjadi satu dan membeku. Kenzo terus berjalan menelusuri hutan lebat itu dan akhirnya ia ditarik oleh angin. Hal itu ia berteriak memanggil Keyla. Sedangkan Keyla yang mendengar suara teriakan dari Kenzo, ia menyusul menelusuri sumber suara itu. Namun Keyla tidak menemukan keberadaan Kenzo, Keyla tampak sedih. la berpikir keras untuk mencari jalan keluar dari hutan lebat itu. Semakin dalam ia berjalan hingga ia lupa mendapatkan jalan keluar dari hutan lebat itu.
Dengan berat hati Keyla terpaksa melangkahkan kakinya menuju ke arah depan. Hingga tanpa sengaja, ia melihat sebuah anak laki-laki kecil yang melambaikan tangan ke arahnya. Keyla terdiam di tempat saat anak laki-laki itu menyuruhnya untuk masuk ke dalam mension mewah di tengah hutan. "Aneh sekali ada mension mewah di tengah hutan dan sepertinya ada kedua orang tua anak laki-laki yang tinggal di dalam mension itu." kata Keyla dalam hati.
Tok! Tok! Tok!
Keyla mengetuk pintu mension dan ia tidak mendapati suara orang.
"Permisi, apakah ada orang di dalam sana?" ucap Keyla.
Hembusan angin kencang menerpa kulit putih Keyla, Keyla sedikit merinding mengingat ia berada di tengah hutan.
"Jangan masuk! Di dalam bahaya dan kamu tidak bisa memilih," ucapan itu seolah ada seseorang yang berbisik tepat di telinganya. Keyla menoleh ke arah belakang, tetapi tidak ada siapapun.
Keyla menepis pikiran kotornya, ia langsung membuka pintu mension dan dengan santai berjalan masuk ke dalam.
"Permisi, maaf saya lancang masuk ke dalam. Disini, apakah ada orang? Jika ada tolong bantu saya untuk menolong teman-teman saya," ucap Keyla mantap.
Bruk!
Terdengar barang jatuh di sebuah ruangan dan Keyla mengalihkan pandangannya menuju ke arah tempat tersebut.
Keyla melangkahkan kakinya secara pelan menuju ruangan itu dan ia membuka pintu ruangan.
Di dalam ruangan, Keyla baru mengetahui bahwa ini merupakan ruang kamar tidur yang sangat mewah. Berbagai peralatan lemari pakaian, meja belajar hingga tempat tidur berukuran king size. Tapi, tunggu dulu, Keyla yang berdiri di depan pintu, ia melihat seorang pria tampan berpakaian jas putih yang terbaring di atas kasur empuk itu.
Tanpa rasa takut, Keyla menghampiri seorang pria tampan itu. Baru saja, Keyla melangkahkan kaki tiga langkah, tiba-tiba ia melihat ada sebuah tulisan di depan kaca yang bertuliskan, jangan ganggu dia! Jangan baca tulisan yang ada di dekatnya!
"jangan ganggu dia! Jangan baca tulisan yang ada di dekatnya!" ucap Keyla menyebut kalimat itu dengan suara pelan.
"Apa maksudnya?" tanya Keyla seraya mengalihkan pandangannya menuju ke arah pria tampan itu. Ia berjalan mendekati ke arah pria itu.
"Wow! Ternyata dari dekat pria ini memang full tampannya. Tapi, kenapa ia sendirian di mension ini? Kemana anak laki-laki kecil tadi? Apakah itu anaknya?" lirih Keyla menatap ke arah sekitarnya. Tapi, ia melihat sebuah buku kecil berwarna hijau.
Keyla mengambil buku itu dan ia membuka lembar per lembar kertas dan ada sebuah tulisan kata yang menjelaskan apabila kita membaca kalimat itu maka tiga keinginan kita terkabulkan. Tapi, ada konsekuensinya.
Keyla sedikit tertarik dengan bacaan isi buku itu dan ia hampir mati penasaran saat berusaha menemukan sambungan penjelasan kata pada buku itu.
"Kok kosong? Lalu, bagaimana kelanjutan penjelasan dari buku ini." gumam Keyla pelan. Keyla terus menyikap buku itu, sampai ia tidak sadar suara buku itu dapat membangunkan seorang pria yang dapat dikatakan pangeran tampan.
Keyla membaca kalimat putus-putus itu.
Jangan mengganggunya dari area kebisingan. Jika kamu berhasil membangunkan seorang pria keturunan iblis itu maka kamu akan menjadi Permasyuri.
"Apa-apaan buku ini, pasti penulisnya parno dengan hal-hal tak masuk akal. Kemana saja logikanya untuk mengatakan ide cemerlang dituangkan dalam bentuk tulisan." umpat Keyla terus menerus hingga tatapan matanya teralihkan pada seorang pria tampan yang berdiri di sebelahnya.
"Hey Permasyuri!" ucap suara berat pria itu.
Keyla menyerhitkan keningnya menatap wajah tampan dan dingin itu.
"Siapa kamu?" tanya Keyla santay.
Pangeran tampan yang memiliki kedua bola mata hijau gelap itu tersenyum tipis ke arahnya. "Aku Dimetri, pangeran tampan iblis." jawab Dimetri.
Deg!
Keyla baru sadar dengan seorang pria di hadapannya, ia merasa devaju dan bahkan ia mulai membaca kembali buku yang dipegangnya. Benar, di dalam buku itu menampilkan foto seorang pangeran yang mirip dengan pria itu. Jika kamu berhasil bertemu dengannya maka ia akan mengabulkan semua permintaanmu. Asalkan kamu harus menjadi...
"Kamu harus menjadi Permasyuri ku," ucap Dimetri dengan senyuman miringnya.
Keyla bergidik negeri menatap pria itu dan ia langsung memundurkan diri dari hadapan Dimetri. Dimetri mencengram tangan Keyla dengan kasar.
"Aku tahu semua teman-temanmu terkena kutukan atas perbuatannya. Aku tahu kamu kemari untuk meminta bantuan. Aku akan membantumu asalkan kamu harus menjadi Permasyuri dan ibu dari anak-anakku. Hahahah," ucap Dimetri panjang lebar.
Keyla meneguk saliva dengan susah payah dan ia mengontrol deru nafasnya yang mulai tak beraturan.
"Aku mohon lepaskan aku! Aku belum siap menikah di usia muda, aku berjanji tidak akan mengganggumu lagi." sahut Keyla dengan tatapan sendu.
"Semua sudah terlambat, gadis kecil yang licik dan tidak menuruti semua ucapan dari kedua orang tuamu agar tidak bolos sekolah tapi nyatanya kamu berbuat bejat datang kemari. Hahaha...." tawa Dimetri menggema di seluruh mension. "Karena aku berbaik hati, maka aku akan memberikan kesempatan untukmu agar dapat memilih. Pilihan ini sedikit memilukan tapi karena sikap tidak sopanmu membuatku terbangun dari tidur panjangku." balas Dimetri seraya menatap tajam ke arah Keyla.
"Kamu harus memilih dua opsi ini,
Pertama, aku akan melepaskan semua kutukan dari teman-temanmu tetapi kamu harus menjadi permaisuri-ku.
Kedua, kamu bisa menolak tidak ingin menjadi permaisuri-ku asalkan semua teman-temanmu menjadi tumbalku." jelas Dimetri panjang lebar.
Sontak saja, itu pilihan yang memilukan. Keyla menatap dalam ke arah Dimetri dan ia terus memohon agar ia terlepas dari jeratan Dimetri. Dimetri menggeleng kepalanya dan ia menghitung satu sampai sepuluh agar Keyla mau memilih dari opsi pilihannya.
Keyla menghembuskan nafas dengan kasar, ia tidak ingin ada orang-orang yang tersakiti oleh keegoisannya.
"Aku tidak boleh egois, ini semua salahku karena aku mengajak mereka untuk bolos sekolah dan aku harus bertanggung jawab atas keputusanku." kata Keyla dalam hati.
Keyla memejamkan matanya sejenak dan ia menatap wajah tampan Dimetri.
"Baiklah, aku memilih opsi satu dan aku bersedia menjadi permaisuri-mu asalkan kamu mau melepaskan kutukan dari teman-temanku," ucap Keyla dan sontak saja semua mension yang mewah itu berubah menjadi kastil yang menyeramkan.
Dimetri tersenyum puas saat Keyla mengucapkan sumpah serapah yang membangkitkan kekuatannya. "Hahaha.... Gadis bodoh! Kamu memang bodoh! Aku mana mungkin mau menyerahkan teman-temanmu, karena mereka sudah menjadi tumbalku." ucap Dimetri yang mulai menampilkan sosok menyeramkam.
Keyla menutup kedua mulutnya yang sedikit terbuka menggunakan telapak tangannya.
"Ap-apa?" ucap Keyla terbata-bata.
"Nikmatilah kehidupanmu bersamamu Permaisuri-ku, Terima kasih karena telah menjadi anak yang berdusta." perkataan Dimetri membuat Keyla menjatuhkan diri di atas lantai dan ia mengisi nasib malangnya yang menerima pilihan yang memilukan.
"Tidakkk!" teriak Keyla sambil menjatuhkan diri di atas lantai karena tidak terima atas nasib buruknya di masa mendatang.
#Tamat