*Ambil positifnya*
Warn! Jika kalian tidak menyukai adegan berdarah, silahkan keluar dari cerita ini, dan mencari cerita lain dengan bijak.
Jika tidak, tolong jangan salahkan author karena akan ada banyak adegan berdarah disini.
Terlahir sebagai wanita itu tidaklah gampang. Mereka sering sekali menjadi mangsa sang lawan jenis, dan target seseorang karena lebih lemah dari mereka. Baik itu wanita ataupun lelaki.. bagiku mereka sama. Apanya yang sederajat, apanya yang saling memahami... Dunia yang kutinggali ini tidak
ada yang namanya sederajat, bahkan menghormati. Baik dengan yang tua, muda, dan bahkan yang berbeda lawan jenis.
" Tes, tes.. apa ada yang bisa melihat ku~? "
" Oh sudah ya? kalau begitu... mari kita mulai~ "
.
.
.
.
.
Di sebuah desa terpencil dari sebuah kota.
' Namaku Yuna. Iya, hanya itu saja. Aku terlahir sebagai anak perempuan, dan menjadi perempuan itu sangat tidak menyenangkan sama sekali. Di desa ini, perempuan diperlakukan seperti mesin penghasil anak. Tidak ada yang namanya sederajat disini. Baik kamu itu anak bayi pun, mereka akan menjadikanmu sebagai pemuas nafsu. menyedihkan bukan? '
" M-MAAFKAN AK- AHH! " Suara wanita berteriak sambil menangis
" DASAR JAL**G "
' Yup, disini, kasus kekerasan sudah menjadi makanan tiap hari orang-orang disini. Pembunuhan? itu sudah biasa. Terlebih lagi pembunuhan terhadap wanita. '
' di desa ini tidak ada yang namanya orang baik. Kalau mereka baik, pasti mereka memiliki niat jahat padamu '
SRING!
Sebuah pisau terlempar tepat disamping Yuna.
" Ck, aku harus kabur "
" HEI! KAMU PELA*** JANGAN KABUR ANJ***!! "
Setelah berlari selama 30 menit an, akhirnya Yuna berhasil lepas dari kejaran orang-orang yang mengincarnya itu.
' Kenapa mereka mengincar ku? pasti itu yang ada di benak kalian. Alasannya adalah, karna aku memilih tubuh dan mata yang bagus untuk dijual ke pasar gelap. '
Sekarang, Yena sedang berjalan di depan satu panggung kecil disana.
" MA-MAAFKAN AK- "
SREK SREK SREK
' ... lagi-lagi, dipenggal. Apakah tidak ada motode baru ya? '
' Kenapa aku tidak kabur dari sini? itu karena, jalan keluar dari tempat ini sangat jauh, terlebih lagi dengan orang-orang gila disini yang akan mengejar mu hingga mati jika kamu ingin melarikan diri. sampai sekarang, tak ada yang bisa melarikan diri dari desa terkutuk ini '
' Dan, aku sekarang sedang berusaha mencari jalan keluar dari tempat terkutuk ini.. '
' Satu-satunya jalan keluar dari sini adalah melewati pagar yang dijaga oleh puluhan penjaga itu. Untungnya, sekarang aku sudah memiliki semua obat tidur dan beberapa obat yang mengakibatkan kematian. Setelah aku berusaha keras membunuh pemilik rumah kesehatan itu, akhirnya aku bisa mencuri pil itu. '
Yuna kemudian perlahan-lahan memberikan sebuah permen/kopi/minuman kepada para penjaga itu. Untungnya, para penjaga itu agak waras, jadi mereka masih bisa memperlakukan Yuna dengan wajar.
Tidak lama kemudian, mereka semua memakan/meminum pemberian yang kukasih itu. Setelah itu, mereka semua pingsan.
Secepat kilat, Yuna keluar dari gerbang itu dan berlari sekuat tenaga. Tanpa disadarinya, ada seorang penjaga yang tidak memakan permen pemberian Yuna sehingga dia masih tersadar.
Selagi Yuna belum jauh, si penjaga langsung menyalakan alarm
TRRUUUTT
TRRUUUTT
Para warga langsung pergi keluar mencari Yuna yang berusaha kabur. Ya.. memang itu yang mereka lakukan setelah... mereka membunuh semua penjaga itu selagi sedang tidur dengan mencabut matanya, jantungnya, hati, lidah, dan organ-organ tubuh lainnya untuk dijual di pasar gelap nantinya.
" SIAL! SIAL SIAL!!!!! " Yuna berlari sekuat tenaganya. Dia berhasil..
" A-Apa?! "
Terkejut melihat danau besar di depannya.
Yuna tau, jika dia tidak segera kabur dari kampung gila itu, dia akan langsung dibunuh disitu juga. Akhirnya dengan keadaan terdesak, dia segera membuatkan kapal kayu kecil dari tali, dan kayu-kayu sedikit besar disekitarnya, kemudian mengikatnya dengan ketat. Jaket tipisnya, dia lepas untuk menjadi pembawa arah ke seberang Danau besar itu.
' Aku tidak ingin berenang. Bisa saja di dalam danau ini ada suatu binatang. Maka karena itu, dia lebih memilih memakai otaknya saja untuk melewati danau itu. '
Setelah selesai semuanya, dia segera menyeret kapal kecil itu ke dalam danau. Dan disaat dia baru saja naik, para warga itu sudah datang dengan berbagai senjata yang ada. Yang membawa panah mereka menembaki Yuna. Yuna hampir saja terkena panah itu, untungnya tas miliknya itu menyelamatkan nyawanya.
Yuna kemudian segera mengayun kapal kecil itu ke arah sebelah danau. Para warga juga mengejarnya dengan berenang di danau itu... Dan ternyata perkiraan Yuna benar..
Di danau itu ada banyak buaya buas yang langsung memakan warga-warga itu. Yuna awalnya bersyukur karena ada buaya disitu, jika tidak pasti dia akan mati dibunuh. Tapi, tidak beberapa lama kemudian, buaya-buaya itu menyerahkan kapal kecil Yuna. Yuna yang membawa sebuah pisau langsung mengayunkan pisau itu sembarang arah. Para buaya itu takut, kemudian pergi meninggalkan dirinya.
Yuna sekarang sudah capek. Dia benar-benar sudah capek. Sekarang, desa itu sudah menghilang dari pandangannya. Warga-warga desa itupun juga sudah tidak terlihat lagi. Dia sudah lega
" AAAAHHHHH!!!! AKU BEBAS!!!! IBU! AKU!! BEBAS!!! ANAKMU INI!!! BEBASS!!!! " Yuna berteriak sekuatnya, dan sekerasnya. Dia benar-benar bahagia bisa bebas dari desa terkutuk itu. Dia sudah hidup selama 14 tahun di tempat itu. Ibunya pernah berusaha kabur seperti dirinya. Sayangnya, ibunya tak tau jika ada buaya disitu. Akhirnya dia termakan oleh buaya itu. Dan, disaat itu, tepat di depan mata Yuna yang masih berusia 7 tahun.
" Sekarang... ibu, kamu pasti akan tenang.. "
" Terima kasih telah menemaniku selama ini ibu. berkat kamu, aku bisa selamat hingga sekarang. " Sesosok roh wanita yang terus memeluk Yuna, kemudian menghilang.
" Sekarang.. aku akan memberitahu ke dunia luar, apa yang terjadi di dunia ini "
The end
" Achievement. Happy ending. "
" Huff padahal aku berencana membuat kisah jika sang pemeran utama itu tertidur dan terbangun lagi. Tetapi... terbangun di desa yang sama. Kemudian dia dibunuh. Tetapi, banyak yang menyukai happy end, yaudah aku membuatnya deh~ kuharap cerita kita kali ini menyenangkan "
" Baiklah... jika ada waktu, mari bertemu! "