Hawa dingin terasa saat Ridel mendaki bersama teman-temannya. Hazel, Macha, dan Felicia adalah nama dari teman-teman yang ikut dalam aksi pendakian tersebut.
Pegunungan himalaya yang terkenal dingin dan memiliki gunung-gung yang super tinggi itu akhirnya dapat di kunjungi oleh Ridel dan para temannya. Mereka senang bahwa keinginan mereka bersama yang sudah lama dinantikan, akhirnya terwujud saat ini. Pendakian berlangsung cukup lama dan terasa melelahkan. Kemudian mereka membangun tenda juga setelah mendaki dan tinggal di tenda selama satu malam. Suhu dingin di sekitar area pegunungan tersebut membuat Ridel beserta lainnya harus mengenakan jaket tebal agar tubuh tetap terasa hangat.
Felicia mengalami flu saat berkemah. Sementara Hazel harus menghangatkan tubuhnya dengan api unggun yang sudah di siapkannya.
Walau begitu, mereka tetap menikmati momen kebersamaan. Dari memasak dan menikmati mie instan secara bersama, hingga melihat pemandangan yang membuat kedua mata mereka takjub kala matahari terbit dan juga terbenam.
Setelah berkemah, Ridel dan para temannya memutuskan kembali ke kota. Di negara Nepal, tepatnya di kota Kathmandu, mereka melakukan kegiatan jalan-jalan dan beristirahat disana. Menyicipi makanan dan minuman khas negara itu, lalu mengabadikan momen dengan jepretan kamera milik Macha.
Dan salah satu momen penting terjadi, dimana mereka berempat berkumpul di hari yang cerah dan menatap kota Kathmandu dari perbukitan.
Mereka serentak mengucap janji untuk bersahabat selamanya. Dan adegan tersebut menjadi penutup keseruan mereka kala itu.
Beberapa tahun kemudian...
Ridel, Hazel, Macha, dan Felicia berkumpul di satu restoran di sudut jalan. Mereka semua bertemu sambil membawa keluarga masing-masing.
Pertemuan itu menjadi ajang reuni bagi Ridel dan para sahabatnya, serta silaturahmi bagi keluarga kecil masing-masing.
"Himalaya.. engkau begitu dingin, tetapi kau juga menyajikan sebuah hal yang indah diatas sana dan meninggalkan sebuah momen berkesan bagi kami semua. Betapa indah saat mengenangnya."
Sebuah tulisan membekas dalam sebuah buku catatan pribadi milik Macha yang juga terselip foto kebersamaan mereka semua beberapa tahun silam.
-----SELESAI-----