Di dalam kegelapan. Diri ini di haruskan untuk melangkah ke depan. Akan tetapi sebuah rasa takut muncul di saat bersamaan. Kaki yang sudah terangkat sebelah itu terhenti seketika dan enggan melanjutkan. Rasa itu dinamakan dengan ketakutan.
"Bagaimana bisa melangkah bila rasa takut masih membayangi diri ini?"
Kalimat itu muncul dalam hati yang menyebar hingga ke pikiran dan membuat tubuh ini tak mampu bergerak lagi.
Gelap dan sepi. Bagaimana bisa melangkah jika sudah terasa seperti ini? Masih terpikir oleh benaknya dalam beberapa masa.
Menatap ke depan dan mengepal tangan seperti ingin melakukan, Namun hal itu tertahan.
"Melangkah atau berdiam diri?"
Diri yang ingin melangkah namun tak mampu itu terus saja bergelut akan pemikirannya yang tak sesuai dengan apa yang sebenarnya di inginkan oleh hatinya yang terdalam.
Memegang dada dengan sebelah tangan dan merasakan detak jantung serta turut berpikir lebih jernih dan coba membuang yang namanya sisi buruk.
Ketakutan itu masih membayangi.
Akan tetapi bila tidak di lawan, maka rasa yang bersifat buruk bagi dirinya dan masa depan itu akan perlahan menghancurkan impian dan segala hal yang di inginkan kelak.
Dengan rasa teguh akan pendirian yang menyesuaikan perkataan dari hati terdalam, Ia pun memantapkan tekadnya.
Di usia yang masih terkesan muda ini, tidak perlu merasa ciut ketika menghadapi sesuatu. Jiwa muda berkobar akan keberanian yang seketika muncul dan mulai membuka pikiran serta menghapus kegelapan yang menyertai sebelumnya.
Sekarang dunia yang dilihat sudah tampak terang, si gadis muda tersebut sudah merasa berani untuk melangkah dan berhasil menghilangkan rasa takutnya.
"Takut adalah hal yang wajar, namun jangan sampai rasa itu menutupi hati pikiranmu selama mungkin. Lawan dan bergeraklah dengan penuh keyakinan."
-----SELESAI-----