Jarak...
Menjadi salah satu alasan mengenai suatu hal. Jarak juga memerlukan yang namanya waktu. Seperti dalam hubungan antar dua insan manusia yang saling suka kepada lawan jenisnya. Istilah LDR muncul setelah itu. Hubungan jarak jauh memiliki beragam efek. Selain menjalin dan mempertahankan hubungan yang ada, ada satu sisi yang bisa membuat hubungan itu menjadi hancur, bahkan dalam sekejap. Sisi buruk dari hubungan yang telah terjalin itu bisa disebabkan oleh orang ketiga salah satunya.
Hal ini terjadi pada pasangan Rafa dan Jima. Rafa yang berlatar belakang perempuan yang sibuk akan bisnis yang dibangunnya, serta Jima yang memiliki rutinitas yang padat, membuat keduanya sulit untuk saling berkomunikasi dan menjalin hubungan yang telah dibangun sebelumnya.
Musim panas di sebuah jalan tepian sungai. Dibawah rindangan pohon yang ada di dekat situ, Jima dan Rafa bertemu setelah sekian lamanya. Sang perempuan tampil dengan busana one piece cantiknya. Sementara sang lelaki tampil dengan setelan kemeja lengan pendek yang mengesankan.
Keduanya memandang ke arah sungai yang tampak tenang tersebut. Berduaan dengan jarak beberapa senti saja.
"Sudah lama berduaan di suasana semacam ini ya."
kata Rafa sambil tersenyum tipis.
"Benar. Akhirnya kita merasakannya juga setelah sekian lama."
balas Jima dengan menghela sedikit nafasnya.
Angin bersembus sepoi-sepoi yang sekaligus menyejukkan suasana yang sedari tadi hangat sebab paparan sinar mentari siang itu.
Keduanya mulai membicarakan aktivitas yang mereka lakukan belakangan ini. Pembicaraan itu berlangsung lancar nan tenang. Hingga keduanya sampai pada pembicaraan mengenai satu hubungan yang dahulunya mereka bentuk.
"Hubungan kita sudah terjalin cukup lama. Dan kita juga sudah berada di titik ini."
ucap Rafa dengan nada rendah.
"Aku tahu. Hubungan ini serasa sudah berbeda dari sebelumnya. Saat kita berdua masih melampiaskan rasa akan romantisme yang selalu terjadi kala itu."
cakap Jima memandang ke arah lain.
"Lalu... Bagaimana selanjutnya?"
tanya Rafa pada Jima.
"Mengenai hubungan ini?"
"Benar."
"Kita berdua seharusnya sudah merasakannya. Sangat berbeda bukan? Dan aku harus memastikannya terlebih dahulu."
Jima memandang ke arah Rafa.
"Memastikan? tentang apa?"
"Tentang perasaanmu."
kata Jima pada Rafa.
Rafa menunduk dan berkata pada Jima.
"Saat ini perasaanku sudah berubah. Tidak seperti dahulu. Kini aku sudah tidak merasakan hal yang sama lagi."
ungkap Rafa sesuai dengan perasaannya sekarang ini.
"Begitu ya? Aku mengerti."
Jima berdiri dan memandang ke arah depan.
"Bila sudah sampai di titik seperti ini. Sebaiknya kita berpisah saja."
kata Jima dengan tatapan pasrah.
"Aku juga merasa demikian. Apalagi setelah..."
"Mengetahui bahwa ada orang ketiga di antara hubungan kita ini."
lanjut Rafa dengan menatap ke arah sungai di depannya.
Lelaki bernama Jima itu hanya diam tanpa menanggapi apa yang barusan di katakan oleh Rafa barusan.
"Aku sudah tahu bahwasannya karena kehadiran dia lah makanya kamu secara yakin berkata seperti itu dan memutuskan apa yang sudah ada selama ini, yaitu diriku."
Rafa menyampaikan kebenaran yang telah diketahuinya.
Kemudian perempuan itu berbalik arah membelakangi Jima, seraya berkata.
"Hubungan lama kita biarlah kandas. Memang hubungan itu sangat rentan dan cukup beresiko. Jarak antar kita berdua, serta kesibukan yang kita jalani. Itu semua sudah menjadi masalah sejak awal yang mana seharusnya kita tidak perlu menjalinnya dan berkata akan romantisme seolah bisa mempertahankannya hingga derajat yang lebih tinggi lagi."
"Aku ikhlas akan perpisahan ini dan menjadi sebuah dorongan bagiku ke depannya. Aku akan lebih teliti lagi dalam memilih pasangan. Tidak hanya dalam kata-kata semata. Terimakasih telah mengisi hidupku walau hanya sesaat tidak selama hubungan ini."
Lanjut Rafa dengan air mata yang membasahi pipinya.
Perempuan tersebut lalu berjalan pergi meninggalkan Jima yang masih terdiam di tempat.
Tak lama kemudian datanglah seorang perempuan dari belakang menghampiri Jima.
Kini semuanya sudah terungkap dan menandakan akhir dari hubungan antara Rafa dan Jima. Sekarang Rafa resmi putus dengannya dan menjadi seorang single.
"Selamat tinggal wahai hubunganku yang rapuh."
ucap Rafa sembari tersenyum dalam tangisnya.
-----SELESAI-----