Aira, seorang anak yang hidup bersama daddy nya. Mommy Aira? Mommynya meninggal saat melahirkan Aira. Aira sekarang berumur 13 tahun. Pikiran Aira sudah dewasa dengan umur yang belum saatnya dewasa.
Daddy bekerja sebagai pedagang kaki lima. Daddy menjual nasi goreng di pinggir jalan pusat kota. Bisa dibilang cukup laris karena masakannya begitu enak. Resep nasi goreng itu adalah dari istrinya, mommy Aira.
Aira sekarang smp kelas 1. Aira bisa dibilang cukup pintar. di sd nya, ia sering mendapati juara lomba dan cerdas cermat. Rumah Aira dan daddy cukup bagus. Uang dagang daddy digunakan untuk makan sehari - hari dan sekolah Aira. Daddy berusaha menjadi ayah sekaligus ibu buat Aira.
Daddy anak tunggal, jadi daddy tidak punya saudara. Orang tua daddy sudah meninggal. Sedangkan mommy memiliki adik, adik mommy bekerja di luar kota. Orang tua mommy juga sudah meninggal. Maka Aira sekarang sudah tidak memiliki nenek dan kakek.
~Pagi hari~
"Nak bangun, sudah pagi. Hari ini daddy yang nganterin Aira ke sekolah ya?" Daddy menggoyakan tubuh Aira agar bangun.
"Ah daddy, Aira masih ngantuk. 5 menit lagi deh" Ucap Aira yang masih menutup matanya.
"Ih kamu tuh sama kayak mommy aja, ayuk sayang bangun." Usaha daddy membangunkan Aira.
"Hm, iya Aira bangun ini" Aira membuka matanya dan duduk di samping daddy.
"Daddy nganterin Aira pergi ke sekolah ya?" Permohonan daddy kepada Aira.
"Daddy ndak perlu nganterin Aira. Nanti daddy jalannya jauh. Kan sekolah Aira sama pusat kota beda jalur. Nanti daddy jalannya puter balik dong?" Ucap Aira.
"Loh gapapa sayang, biar kayak temen-temen Aira yang dianter sama orang tuanya. Kamu nggak iri?" Ucap daddy.
"Ngapain iri sih daddy. Kalo punya sifat iri itu dosa tau daddy" Ucap Aira tegas.
"Kamu uda dewasa sayang, daddy bangga sama kamu. Maafin daddy ya sayang?" ucap daddy
"Ih daddy loh gak salah. Udah ah! Aira mau mandi. Sarapan pagi ini apa daddy?" Tanya Aira.
"Ada sup kesukaan kamu tuh." Ucap daddy.
"Sippp, aku sayang daddy. Yauda aku mandi dulu ya daddy" Ucap Aira.
Daddy tertawa kecil melihat Aira mencak - mencak kegirangan karena sebuah sup. Daddy pun menyiapkan makanan buat Aira dan dirinya.
"Hai daddy" Ucap Aira seraya mencium pipi daddy.
"Hai sayang, ih cantik banget anak daddy. wangi Aira persis sama mommy" Ucap daddy terharu melihat Aira memakai seragam sangat cantik dan harumnya seperti mommy.
"Yuk lah makan dad," Ucap Aira
~Sesudah makan~
"Yakin nih, daddy gak perku anterin Aira?" Tanya daddy.
"Ndak perlu daddy sayang. Aira pamit ya. Assalamualaikum" Ucap Aira seraya salim kepada daddy.
~Disekolah~
Aira memasuki sekolah yang sudah ramai. Untung saja Aira tidak terlambat. Aira termasuk cewek cantik di Sekolah Cakrawalan. Maka ia sekarang sudah diliatin banyak cowo dan cewe yang iri dengan cantiknya Aira.
Aira mempunyai dua sahabat yaitu bernama Ara dan Arni. A3 adalah jukulan mereka di sekolah. Ara dan Arni juga sama cantiknya dengan Arni. Mereka bertiga begitu ambis dalam semua mata pelajaran. Tetapi mereka tidak pernah ada pertengkaran dengan alasan pelajaran.
KRING!!!
Bel berbunyi menandakan semua murid untuk masuk ke kelas.
~Di kelas Aira~
"Baik, ada yang ingin mengikuti olimpiade matematika? Olimnya berbayar ya, bayarnya seharga Rp. 50.000. Saya akan tunggu kabarnya hingga besok." Ucap guru matematika.
"Ikut ga? Ikut lahya, masa engga" Ucap Ara kepada Aira dan Arni.
"Gua masih mikir dulu deh, soalnya olim nya ini bayar. Kalian tau sendiri kan keadaan gua kayak gimana?" Ucap Aira kepada dua temannya.
Hubungan mereka belum genap setahun tetapi sudah sangat akrab dan sudah saling terbuka. Mereka begitu ambis tetapi mereka saling membantu.
"Gua yang bayar Olim lo Ay." Ucap Arni kepada Aira.
"Gua bilang dulu ke daddy gua dulu aja ya. Makasih ya Ni." Ucap Aira.
KRING!!!
Bel pulang pun berbunyi
~Di rumah~
"Daddy pulang pasti malam, mending aku belajar matematika deh" Ucap Aira pada diri sendiri.
Aira tak bisa fokus belajar karena takut ia tidak bisa ikut olim matematika. Aira juga memikirkan bagaimana kondisi jika ia minta uang buat olim.
~Daddy pun pulang~
"Daddy, Aira mau ngomong" Ucap Aira.
"Bentar ya sayang, daddy mandi dulu" Ucap daddy.
Aira paham akan kondisi Indonesia dengan adanya Covid-19. Aira diam di ruang tamu. Aira paham dengan penjualan daddy nya. Mungkin menurun karena kondisi Indonesia seperti ini. Aira akhirnya tak berani meminta uang kepada daddy.
"Sayang, tadi mau ngomong apa?" Tanya daddy.
"Ndak jadi deh dad. Uda selesai kok hehe" Ucap Aira.
"Loh, emang tadi Aira mau ngomong apa?" Tanya daddy lagi.
"Dad.."
"Ya sayang?"
"Ada olimpiade matematika, tapi itu bayar dad. 50 ribu. Tapi Aira paham kondisi kita ini. Nasi goreng daddy ndak begitu ramai kan dad? Karena ada covid" Ucap Aira dengan dewasa
"Aira, nasi goreng daddy ramai kok" Ucap bohong daddy.
"Aira harus ikut olim matematika ya? Aira mau ikut kan? Daddy sanggup kok bayar segitu" Ucap daddy seraya mencari uang 50 ribu di dompet.
"Nih.." Daddy memberi uang kepada Aira. Tapi Aira hanya menunduk.
"Aira sayang" Panggil daddy.
Aira mendongak "Loh kok nangis sih sayang" Ucap daddy kaget dengan Aira yang menangis.
"Makasih ya dad, Aira sayang banget sama daddy" Ucap Aira yang menangis.
"Iya sayang sama sama. Daddy tau kamu suka ikut olim dan lomba lainnya. Daddy bangga sama kamu. banyak anak disana yang gak begitu suka ikut gituan. Jadi daddy bangga sama kamu" Ucap daddy yang menenangkan Aira.
"Aira sayang daddy. Daddy buat Aira selalu bahagia. Makasih ya dad" Ucap Aira.
"Yauda sana tidur, uda malam" Ucap daddy.
"Siap bos" Ucap Aira membuat daddy tertawa.
~Di ruang tamu~
Daddy merenung melihat dua buku, yang mana buku tersebut adalah buku yang berisi aturan uang sebulan dan buku tabungan untuk Aira.
"Semoga besok nasi goreng nya ramai. Aamiin" Doa daddy.
~Pagi hari~
"Loh daddy kok tidur di sofa sih" Aira berusaha membangunkan daddy.
"Dad. Bangun, uda pagi nih" Ucap Aira seraya menggoyakan tubuh daddy.
"Eh uda bangun aja Aira. Tumben" Ucap daddy mengangkat tubuhnya untuk duduk.
"Daddy sendiri ngapain tidur di sofa coba?" Tanya heran Aira.
"Daddy ketiduran disini hehe" Ucap daddy.
"Yauda kamu siap siap ke sekolah ya sayang" Perintah daddy.
"Siap bos!"
~Saat mau berangkat sekolah~
"Daddy, Aira pamit ya. Semangat ya daddy buat hari ini. Aira sayang daddy banyak banyak!" Ucap Aira
"HAHAHA. Iya sayang"
~Di sekolah~
"Gimana? lo ikut?" Tanya Ara.
"Ikut dong" tegas Aira.
"Besok yakan Olim nya? Kuy ke perpus" Ajak Arni.
"Gas" Ucap serempak Ara dan Aira.
~Esok Harinya~
"Daddy, doa in Aira ya. Aira sekarang Olim matematika." Ucap Aira
"Wih. Siap sayang, semoga lancar ya olim nya dan dapet juara" Doa daddy.
~~~
Aira akhirnya dapet juara 2. Kedua sahabatnya pun juga dapat juara. Ara mendapatkan juara 3 dan Arni dapat juara 5. Mereka puas dengan hasil dari usaha dan kerja keras mereka. Bagi yang mendapatkan juara juga mendapatkan uang. Aira mendapatkan uang 8 juta. Juara 1 dapat juara 10 juta. Tapi menurut Aira itu sudah lumayan.
~Di rumah~
"Daddy. Aira dapet 8 juta loh. Karena Aira dapet juara 2." Ucap Aira yang girang.
"Alhamdulillah" senyum tulus daddy.
"Nih buat daddy semuanya." Ucap Aira seraya menaruh uang tersebut di tangan daddy.
"Yaampun sayang. Makasih sayang. Daddy janji uang ini akan daddy buat yang bermanfaat bagi kita." Ucap daddy memeluk Aira.
~Sekarang Aira kelas 8~
"Dad, kelas 8 ini tugas nya banyak pol. Aira capek" Keluh Aira.
"Tugas itu harus di selesaikan. Tapi kalau Aira bener bener capek, Aira istirahat bentar. Jaga kesehatan Aira" Ucap daddy tegas
"Daddy juga harus jaga kesehatan ya!" Ucap Aira.
"Hmm"
~Di ruang tamu~
"Halo dek, ini saya Salman. Suami dari kakak kamu" Daddy menelfon Adik mommy yang bernama Saira.
"Ada apa kak?" Tanya Saira.
"Saya mau berpesan saja. Kalau ada apa apa sama saya, tolong jaga Aira ya. Saya sudah ada tabungan buat Aira untuk masa depannya. Jadi kamu tidak perlu khawatir biaya untuk masa depan Aira." Ucap daddy.
"Loh kak Salman emang kenapa? Kakak sakit? Kenapa bilang seperti itu?" Tanya Saira.
"Saya tidak sakit kok." Tegas daddy.
"Baik saya akan menjaga Aira" Ucap Saira di sebrang sana.
"Saya akan tutup telfon nya. terima kasih banya ya Saira" Ucap daddy.
"Iya kak sama sama".
~Pagi hari~
"Dad, Aira minta uang 100 ribu? Aira ingin ikut olim matematika sama fisika. Daddy keberatan?" Tanya Aira ragu
"Terakhir ngumpulin uangnya kapan sayang?" Tanya daddy.
"Besok dad. Masi ada waktu besok kok dad. gak papa. Aira ndak ikut juga ndak papa kok dad" Ucap Aira
"Daddy usahain ya sayang" Senyum tulus daddy.
"Aira berangkat ke sekolah ya dad. Assalamualaikum. Semangat dad" Pamit Aira.
~~~
Diperjalanan menuju pusat kota, daddy terus memikirkan ucapan Aira.
Di siang hari, daddy pulang ke rumah karena diusir oleh satpol pp. Dan tidak boleh berjualan lagi.
~Di rumah~
"Loh daddy kok uda pulang aja? Ramai banget ya tadi?" Tanya Aira
"Daddy tadi diusir sama satpol pp. Daddy sementara ini ndak jualan sayang." Ucap sedih daddy.
"Astagfirullah.." Ucap Aira kaget.
"Kalo gitu, Aira gak perlu ikut olim ya dad?" Tanya Aira
"Kamu harus ikut Aira sayang." Ucap tegas daddy
Daddy mengambil uang 100 ribu di lempitan buku.
"Nih.." Daddy memberikan yang 100 ribu ke Aira.
"Aira janji Aira akan dapat juara dan bisa dapat uang juaranya. Untuk makan sehari hari" Tekad Aira
"Sip. Gitu dong semangat."
~Esok harinya~
"Dad, Doain Aira ya! Aira pamit. Assalamualaikum" Ucap Aira.
"Iya sayang, waalaikumussalam. hati hati" Ucap daddy.
~Siang hari~
"Assalamualaikum dad," Aira baru pulang sekolah dan usai olim.
"Waalaikumussalam, anak daddy uda pulang ya. Yuk makan" Ajak daddy.
"Bentar dad, Aira mandi dulu" Ucap Aira
~Di meja makan~
"Dad, Aira dapet juara 1 di olim matematika. tapi aira ndak dapet juara di olim fisika." Ucap Aira
"Gapapa sayang, Matematikamu meningkat sayang. Sip, daddy bangga sama kamu" Ucap daddy.
"Nih dad, 10 juta. Buat makan sehari hari dan sisanya terserah daddy buat apa" Ucap Aira
“Ah sayang makasih. Daddy bangga sama kamu" Ucap daddy
"Uang dari kamu ndak daddy gunakan sayang, uang itu kusimpan di tabungan buat masa depan kamu. Daddy yakin, kamu akan sukses esok nanti" Batin daddy seraya melihat tulus Aira.
~Aira sekarang kelas 9~
"Aira sayang, Daddy mulai sekarang jualan lagi. Doain daddy ya. dan semoga ramai nanti." Ucap daddy
"Siap dad. semangat ya dad" Aira memeluk daddy.
~Malam hari~
"Daddy kemana sih kok belum pulang" Heran Aira
Telfon berbunyi
"Halo apa benar ini anak dari Pak Salman?" Tanya seorang wanita di sebrang sana.
"Iya benar. Ada apa ya?" Tanya Aira
"Pak Salman di rumah sakit nak. Saya sudah menelfon Saira tante kamu untuk menjemput kamu untuk ke rumah sakit." Ucap seorang wanita disebrang sana.
"A-APA?! KOK BISA DI RUMAH SAKIT? DADDY BAIK BAIK AJA KAN?" Aira lemas dan terduduk.
"Pak Salman menolong orang yang sedang di copet. Tapi pencopet itu menusuk perut Pak Salman berkali kali dengan pisau." Ucap wanita di sebrang sana yaitu suster
"YAALLAH, DADDY!!!" Aira menangis tersedu sedu.
Aira tak membayangkan jika ia kehilangan daddy. Aira sangat takut jika yang dibayangkan itu akan terjadi.
~Di rumah sakit~
"Sayang yang tabah yaaa.. sabar dan berdoa untuk keselamatan daddy kamu" Ucap Saira
Aira tetap memandang pintu yang isinya ada daddy nya. menatap pintu dengan pipi yang basah dan matanya sudah sembab.
Dokter pun keluar dari ruangan dan menghampiri Saira dan Aira,
"Maaf Pak Salman tidak bisa diselamatkan karena tusukan pisau yang begitu banyak dan kehabisan darah" Penjelasan dokter
Aira pun terkejut dan berlari menghampiri tubuh daddy yang sudah tak ada nyawa nya.
"DAD! BANGUN. GALUCU LELUCON NYA DAD. AYO BANGUN!!! AIRA GASIAP DADDY PERGI! AIRA GAK IKHLAS! DAD! AYO LAH BANGUN!" Teriak Aira
"Nak daddymu orang baik, ikhlaskan kepergian daddymu. daddymu tak suka jika melihat anaknya memangis seperti ini," Ucap wanita yang diduga korban copet dan daddynya yang sudah menolong wanita ini.
"DAD! AYO BANGUN DAD! HAAAAA!" Tangisan Aira semakin menjadi.
Aira pingsan.
"Tante, daddy kemana" Aira akhirnya bangun dari pingsannya
"Daddy lagi mau ketempat peristirahatnya" Ucap Saira
Aira pun langsung berlari ke pemakaman.
~Di pemakaman~
"DAD! AIRA SAYANG BANGET SAMA DADDY. MAKASIH YA DAD SUDAH JADI AYAH SEKALIGUS IBU BUAT AIRA. YANG TENANG YA DADDY DISANA. DADDY GAPERLU KHAWATIR SAMA AIRA. DAD, AIRA AKAN SANGAT RINDU SAMA DADDY. BAHAGIA YA DISANA SAMA MOMMY. TUNGGU AIRA DISANA YA" Teriak Aira tegar
Patah hati terbesar seorang anak adalah kehilangan ayah dan ibunya
Sahabatnya juga menenangkan Aira di pemakaman.
~Di rumah~
"Sayang. Daddymu berpesan ke tante untuk menjaga kamu. Jadi kamu akan tinggal sama tante, di rumah tante. Rumah ini gak akan tante jual karena ini adalah hak mu. Oiya ini tabungan untuk masa depanmu. Daddymu mengumpulkan ini semua untuk masa depanmu, karena daddy yakin kamu akan jadi anak sukses" Seraya memberikan tabungan dan sebuah surat
"Makasih tante." Ucap Aira
~Di kamar~
Aira membuka surat dari daddy
"Hai sayang, jangan nangis dong. Daddy sama momny gak suka loh ya kamu nangis gini. Hapus dulu itu air matanya"
Aira mengusap pipinya, membersihkan air mata dari pipinya.
"Nah gini dong, cantik banget anak daddy sama mommy. Oiya Tante Saira uda bilang kalo ada tabungan buat masa depan kamu ya? Jaga baik baik ya dan gunakan untuk masa depan kamu sayang. Disitu ada uang jerih payah daddy dan uang juara olim kamu. Jadi daddy gak gunain uang olim kamu. Jangan nakal dan jangan nyusahin tante saira ya sayang. Daddy percaya kamu akan sukses nantinya. Daddy sayang banget sama kamu Aira. Kalo kamu kangen sama daddy dan mommy. Kunjungi ke kuburan daddy sama mommy ya, dan kirim alfatihah nya. Maafin daddy ya sayang kalau daddy belum bisa bahagiain Aira. Semangat sayang, I Love you Aira Meilina Salmana."
Aira sangat hancur sekarang. Tetapi keinginan daddynya yaitu tidak boleh nangis. Sungguh hatinya sangat sakit. Menahan tangisan sangatlah nylekit di hati.
~Beberapa tahun kemudian~
Aira berkunjung di rumah daddy
"Hai dad mom. Aira uda sukses nih. Aira kangen deh sama kalian. Oiya Aira uda jadi arsitek loh. Aira akan menetap disini. Tapi gapapa kan Aira rubah sedikit rumahnya? Aira sayang cinta sama daddy mommy."
~Di pemakaman~
"Assalamualikum dad mom. Bagaimana kalian disana? Bahagia kan? Bahagia dong pasti yakan dad mom?" Aira membersihkan kubukan daddy dan mommynya.
"Aira kangen sama kalian. Dad makasih ya, daddy berhasil jadi ayah dan ibu buat Aira. Terima Kasih dad. Mom, makasih uda lahirin Aira dengan susah payah. Berkat mommy juga, Aira bisa bertemu dengan daddy. I Love you mom, I LOVE YOU DAD."
Setelah itu Aira mengirim doa kepada orang tuanya. Aira membaca Yasin dan Alfatihah.
~Tamat~