Suatu hari azlen, dan kakak nya bermain di sebuah rumah merah di dekat rumahnya. Kakak nya meminta azlen untuk tinggal di luar dan dia masuk ke rumah merah sendirian.
Tiba tiba kakak nya berteriak "Ah", dan kemudian tidak ada suara lagi. Azlen berteriak "Kakak! Kakak!"
Azlen pun pergi masuk kedalam rumah. Setelah masuk, ternyata kakak azlen hanya terkejut melihat seekor kucing hitam yang menggigit seekor tikus di mulutnya.
"loh, kenapa kau masuk, bukankah aku sudah meminta mu untuk tinggal di luar" ucap sang kakak kepada azlen. "lagian, kakak berteriak dan tiba tiba tidak terdengar apa apa lagi, aku pikir terjadi sesuatu kepada kakak aku benar benar khawatir" ucap azlen kepada kakak nya sambil memeluk nya.
Tidak lama kemudian kucing hitam itu tiba tiba mengeong sangat keras, mengisyaratkan azlen dan kakak nya untuk segera keluar dari rumah. Tetapi sayang nya, azlen dan kakak nya tidak mempedulikan kucing tersebut. Tidak lama kemudian, kucing hitam itu pergi keluar rumah terbirit birit.
"apa menurut kakak kita bisa bermain di sini...??" tanya azlen kepada kakak nya. "tentu saja, lagian rumah ini sudah enggak ada yang tempatin lagi" jawab sang kakak kepada azlen.
Kakak azlen pun pergi ke lantai atas dan meninggalkan azlen di bawah. Azlen tidak menyadari kalo kakak nya pergi ke atas. "kenapa rumah ini di tinggal kan..?? padahal rumah nya gede banget" ucap azlen dalam batin nya.
Tidak lama kemudian azlen menyadari kalo kakak nya tidak ada, azlen pun berteriak memanggil kakak nya "kakak..!! kau ada di mana..!!?" teriak azlen memanggil kakak nya.
"aku ada di atas" jawab kakak nya sambil berteriak. Azlen pun pergi ke atas untuk menemui kakak nya. Setelah di atas azlen melihat kakak nya sedang terduduk di sebuah kursi ayunan tua.
"kakak..?? kenapa kau menaiki kursi nya..??" tanya azlen kepada kakak nya. Kakak azlen tidak menjawab pertanyaan azlen dan hanya terdiam saja. Wajah kakak azlen terlihat pucat seperti orang sakit.
"kakak, apa kau sakit..?? wajah mu pucat sekali" tanya azlen kepada kakak nya. kakak azlen tetap tidak menjawab azlen dan hanya terdiam. Seketika kakak azlen pun melirik azlen dengan tatapan kosong dengan wajah nya yang pucat. azlen pun sedikit takut melihat tatapan wajah kakak nya.
"azlen..!!" ucap seseorang sambil memegang pundak azlen. Azlen terkejut karna ada yang memegang pundak nya. Azlen pun menoleh kebelakang, ternyata yang memegang pundak azlen adalah kakak nya sendiri. Azlen heran kenapa kakak nya bisa berada di belakang nya. "kakak..!! bukan kah kau sedang duduk di sana..??" tanya azlen kepada kakak nya. "dimana..??" jawab kakak azlen sambil terheran heran. "di sana" ucap azlen sambil menoleh kursi ayun di belakang nya.
"aku tidak pernah duduk di situ" ucap sang kakak kepada azlen. "lalu, siapa yang barusan aku lihat..??" tanya azlen kepada kakak nya sambil bergetar ketakutan. "sudahlah, mungkin kau hanya sedang berhalusinasi" ucap sang kakak kepada azlen. "aku yakin kalo aku tidak berhalusinasi, aku benar benar melihat kakak di situ" ucap azlen pada kakak nya. "sudah, aku bilang jangan pikirkan lagi. ayo ikut aku, aku menemukan sebuah kamar yang besar dan indah" jawab sang kakak kepada azlen sambil menarik tangan azlen pergi.
Akhirnya azlen dan kakak nya pun sampai di sebuah kamar yang besar, azlen dan kakak nya pun pergi masuk kedalam kamar sambil gandengan tangan. Setelah berada di kamar, kakak azlen tiba tiba melepaskan tangan azlen dan berlari menaiki sebuah kasur.
"azlen, lihatlah kasurnya besar dan empuk, cepatlah kemari" ucap kakak nya sambil melompat lompat di atas kasur. azlen tidak mempedulikan kakak nya dan hanya meliht kakak nya yang sedang melompat lompat di atas kasur.
Tidak lama setelah itu ada angin yang sangat kencang masuk kedalam kamar tersebut. "kakak..!! berhenti, jangan lakukan itu" ucap azlen kepada kakak nya dengan nada yang panik. "kenapa..??" jawab sang kakak pada azlen.
"kakak...ayo keluar dari sini, angin nya kencang sekali" ucap azlen pada kakak nya. "angin..?? angin apa yang kau maksud azlen" jawab kakak nya sambil terheran heran
"kakak, kau jangan bercanda, sekarang ini sedang ada angin besar yang masuk lewat jendela" ucap azlen pada kakak nya sambil gemetar dan meneteskan air mata karna ketakutan. Ternyata angin kencang itu hanya bisa terlihat oleh azlen saja "jendela..?? jendela mana yang kau maksud..?? semua jendelanya tertutup rapat" jawab sang kakak kepada azlen.
Tidak lama setelah itu tiba tiba ada suara jeritan seorang wanita yang sangat keras dari lantai bawah. "Aaaaa...!!" azlen sangat ketakutan, ia pun lari memeluk kakak nya.
"suara apa itu..??" tanya azlen sambil menangis ketakutan. "aku juga tidak tahu" jawab sang kakak kepada azlen dengan nada yang ketakutan. "kakak...ayo kita pulang" ucap azlan kepada kakak nya.
"tentu, ayo kita pulang, aku rasa ada yang tidak beres dengan rumah ini" jawab sang kakak sambil bergetar ketakutan. Setelah itu azlen dan kakak nya pun pergi ke lantai bawah untuk pulang, sekali lagi mereka berdua mendengar suara jeritan seorang wanita, suaranya lebih keras dari sebelum nya karna mereka berdua sedang berjalan menuju lantai bawah.
azlen dan kakak nya sangat ketakutan hingga mereka berdua kembali ke kamar dan menutup pintu kamar nya. tidak lama setelah itu ada cucuran darah terjatuh dari atap kamar. azlen dan kakak nya sangat terkejut dan ketakutan, mereka berdua memberanikan diri dan mengangkat kepala mereka keatas secara perlahan.
Ternyata, cucuran darah itu berasa dari seseorang yang terluka gantung diri di atap kamar. azlen dan kakak nya sangat ketakutan sampai mereka berdua berteriak "Aaaaa..!!" mereka pun keluar dari kamar dan turun kelantai bawah.
Setelah berada di lantai bawah, mereka tidak menemukan pintu keluar, mereka sangat ketakutan sampai sampai kakak nya azlen pun menangis. kakak nya azlen pun memegang erat tangan azlen karna tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk kepada azlen.
Tiba tiba, ada seseorang yang memanggil nama azlen dengan nada yang menyeramkan "azlen...." azlen sangat ketakutan, ia memeluk lengan kakak nya erat erat.
"jangan takut azlen, aku akan selalu melindungi mu" ucap sang kakak kepada azlen. setelah itu tiba tiba saja ada seorang wanita turun dari lantai atas kebawah sangat cepat, seperti kilat yang menyambar. azlen dan kakak nya sangat ketakutan, mereka berjalan mundur kebelakang karna takut.
wanita itu tiba tiba saja memegang kepala nya "mari kita bersenang senang azlen, hi hi hi hi hi hi hi" ucap wanita itu sambil memelintirkan kepala nya sampai patah.
azlen dan kakak nya berteriak "Aaaaa....setan..." mereka berdua lari ke belakang / dapur, mereka berdua bersembunyi di bawah meja dan menutup mulut mereka agar tidak ketahuan
"kalian di mana anak anak hi hi hi hi hi hi hi" ucap wanita setan itu sambil memegang kepala nya yang patah. azlen ketakutan sampai sampai ia menangis dan mengeluarkan suara. dengan cepat, kakak azlen pun menutup mulut azlen.
"bum...aku menumukan kalian hi hi hi hi hi hi hi" azlen dan kakak nya ketahuan, mereka pun segelara berlari keluar dari bawah meja dan pergi kelantai atas, mereka berdua menemukan seseorang yang mirip dengan kakak azlen sedang terduduk di sebuah kursi ayunan tua.
"mustahil...dia, hantu itu, siluman itu, setan itu mirip dengan ku" ucap kakak nya azlen sambil bergetar ketakutan. kakak azlen pun memegang tangan azlen dangat erat karna ketakutan. tidak lama kemudia, setan yang mirip dengan kakak azlen pun berdiri dari kursi ayunan tua itu.
Setan yang mirip dengan kakak azlen memegang tangan azlen sangat erat. azlen pun menangis ketakutan " lepaskan aku, lepaskan" teriak azlen ketakutan. tidak lama kemudian wanita setan itu naik ke lantai atas sangat cepat, dan mendorong kakak azlen sampai terlempar jauh.
"kakak...!!" teriak azlen ketakutan. "azlen..!!" teriak kakak azlen dengan panik. kakak azlen pun berlari dan memegang tangan azlen, tapi sayang nya kakak azlen terlalu takut. setelah kakak azlen berhasil memegang tangan azlen, wajah kakak azlen di sentuh oleh wanita setan itu sampai terdapat noda darah di pipi nya. kakak azlen ketakutan dan pergi berlari ke lantai bawah, kakak azlen pun menemukan pintu keluar rumah. dengan cepat kakak azlen pun keluar dari rumah dan meninggalkan azlen sendirian di dalam rumah merah tua.
"tolong..!! aku mohon, apakah ada seseorang..!! aku mohon tolong adik ku" teriak kakak azlen di luar rumah merah tua. "aku kehabisan berfikir" ucap kakak azlen dalam batin nya. kakak azlen pun berlari sekuat tenanganya untuk mencari seseorang.
*****
"ha ha ha ha [ ngos ngosan ]" azlen berlari kesana kemari di dalam rumah, azlen tidak bisa bersembunyi di dalam rumah karna azlen mudah di temukan. "kakak...aku ketakutan" ucap azlen dalam batinya sambil berlari melarikan diri dari wanita setan yang kepala nya patah.
Azlen sudah sangat lelah dan tidak bisa berlari lagi, alhasil azlen pun tertangkap oleh wanita setan berkepala patah, wanita setan itu mengangkat kaki azlen ke atas dengan terbalik.
Tidak lama setelah itu, tiba tiba ada seseorang yang menobrak pintu. "Brak..!!" ternya, kakak azlen pun kembali, kakak azlen kembali bersama seorang nenek tua yang memegang sapu lidi. "beraninya kau lisa..!! lepaskan dia, jangan melampiaskan amarah mu kepada orang lain" ucap nenek tersebut sambil menodongkan sapu lidi pada wanita setan tersebut.
[ sekilas / lisa, lisa adalah seorang wanita pemilik rumah merah tua, lisa tiada bunuh diri beberapa tahun yang lalu karna cinta. Nenek tua tadi adalah ibu nya lisa. Beberapa tahun lalu lisa mempunya seorang kekasih, lisa di campakan oleh kekasih nya karna kekasih nya menolong seorang anak kecil di jalan. kekasih lisa membawa anak kecil itu kerumah nya dan mengadopsi nya. kekasih lisa menjadi cuek dan dingin kepada lisa, lisa jadi tidak akrab dengan kekasih nya, lisa dengan kekasih nya terlihat seperti tidak berpacaran. sampai suatu ketika "kita putus" lisa pun di putuskan oleh kekasih nya. lisa benar benar sangat patah hati, lisa sangat kesal kepada anak kecil yang di tolong oleh kekasih nya. mulai saat itu, lisa sangat membenci anak kecil, sesampai nya adik lisa sendiri yang berusia 2 tahun di bunuh oleh lisa. Ibu lisa benar benar sangat kecewa dan marah kepada lisa. Ibu lisa pun meninggalkan lisa sendirian di rumah merah tua, dan ia pun pergi tinggal sendiri di suatu tempat yang sangat dekat dengan rumah lisa tetapi tidak bisa di temukan oleh siapapun. ]
Tidak lama setelah itu, wanita setan itu pun menjatuhkan azlen, azlen terjatuh dan pingsan. kakak azlen pun berlari dan menggendong azlen. aneh nya, kakak azlen tidak bisa menemukan pintu keluar. "di mana pintu nya" ucap kakak azlen sambil celingak celinguk mencari pintu keluar.
Kakak azlen pun menurun kan azlen dan mencari pintu keluar nya. setelah kakak azlen menurunkan azlen dari gendongan nya, kakak azlen pun menemukan pintu keluar nya. kakak azlen pun kembali menggendong azlen, tetapi tiba tiba saja pintu keluar nya hilang.
Kakak azlen menyadari sesuatu kalo masalah nya adalah azlen sendiri. jika ia menyentuh azlen, maka ia tidak bisa melihat jalan keluar nya. tetapi jika ia tidak menyentuh azlen, maka ia bisa melihat pintu keluar nya.
Kakak azlen pun langsung mengguncang tubuh azleh agar terbangun. Tidak lama kemudian azlen pun bangun dari ping san nya. "azlen ayo cepat keluar" ucap kakak azlen dengan nada panik.
Kakak azlen pun langsung membantu azlen berdiri dan memanggil ibu nya lisa "nenek" panggil kakak azlen pada ibu nya lisa. Tiba tiba saja wanita setan / lisa itu mencekik leher kakak azlen. azlen berteriak panik "kakak..!!". tidak lama setelah itu ibu lisa pun memukul bokong lisa menggunakan sapu lidi. lisa pun melepaskan leher kakak nya azlen.
"pergilah keluar nak" ucap ibu lisa pada azlen dan kakak nya. azlen dan kakak nya pun langsung berlari keluar dari rumah dan memandangi rumah itu sejenak.
"kita tidak akan pernah kembali lagi kesini, terimakasih nenek sudah membantu kami, kami akan segera pulang kerumah" ucap kakak azlen sambil meneteskan air mata.
Azlen dan kakak nya pun berlari pulang kerumah nya, dan ibu lisa pun tidak pernah keluar keluar dari rumah merah tua itu, juga tidak pernah terlihat lagi.
#TAMAT#