"Aku berjanji, aku akan menjadi happy girl setelah aku bertemu dengannya!"
=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•
Nama ku Agatha. Usiaku tujuh belas tahun, aku masih kelas 3 SMA. Saat ini, aku sedang bersama dengan Hilda, sahabat sekaligus teman satu kost ku. Menurut ku, dia adalah teman yang paling setia yang pernah ku temui.
Sekarang aku sedang menonton live streaming race MotoGP. Dan Hilda sedang sibuk dengan husbu anime nya.
"Taka! Ayo Taka! Aku mendukungmu! Ayo kejar yang depan itu Taka!" tanpa ku sadari, aku berteriak-teriak saat menonton Takaaki Nakagami yang sedang mengikuti live race di salah satu sirkuit di benua Eropa.
"Bisa di kecilin volume nya nggak?" tanya Hilda tiba-tiba, tanpa mengalihkan pandangannya dari tab yang menampilkan film anime favorit nya.
"Maaf, ngga bisa nih, eror." jawabku asal, sebenarnya aku tidak mau mengecilkan volumenya sedikit pun.
"Nontonnya pake headphone kan bisa." saran Hilda.
"Headphone ku entah kemana." balasku. Saat sedang menonton acara favorit ku ini, aku sangat malas untuk berpindah tempat. Kemudian..
"Yaah, Taka kok posisinya turun dua.." ucapku setelah melihat nomor 30 berada di posisi keenam, yang sebelumnya di posisi keempat. Hal itu disebabkan karena siku nya tidak sengaja tersenggol oleh motor rider lain.
"Ayo ayo! Udah last lap!" ucapku lagi. Ini putaran terakhir, putaran yang paling seru. Semua rider akan menunjukkan performa terbaiknya pada putaran ini untuk memperebutkan podium. Dan pada akhirnya, rider favorit ku itu berhasil finish di urutan keenam.
"Idolamu menang kah?" sahut Hilda tiba-tiba.
"Finish keenam. Lumayan lah, poinnya bertambah. meskipun di Champions nya belum sepuluh besar."
"Nggak podium donk,"
"Ya nggak lah, yang podium kan yang juara satu sampai tiga. Tapi nggak apa-apa. Meskipun selama di kelas primer ini dia belum pernah podium, tapi dia nggak pernah bilang mau menyerah. Ini yang bikin aku seneng. Belum cuma itu, dia itu ganteng banget!"
"Hmm, gitu ya?"
"Iya. Hmm habis ini summer break. Nggak ada live race selama sebulan!"
=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•
Awal pekan yang membosankan tanpa MotoGP, bagiku. Aku sangat gabut saat hari Minggu sore, tidak ada acara tv yang berhasil menarik minat ku. Sering kali, aku scroll - scroll sosial media untuk mencari kabar terbaru tentang MotoGP. Aku sudah mem-follow semua akun sosial media milik Taka-san. Dan akun penggemar resmi nya juga sudah aku follow. Di akun resmi Taka-san, aku sudah like semua posting nya yang jumlahnya lebih dari seribu postingan. Banyak sekali kan?
=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=
Beberapa bulan berlalu, kini hari ulang tahun ku sudah tidak lama lagi. Ulang tahun yang ke delapan belas tepatnya. Sore ini, hujan turun. Aku dan Hilda sedang duduk bersama sambil meminum kopi hangat. Kami lebih menyukai kopi dari pada teh. Saat aku sedang menatap air hujan yang turun dari langit, tiba-tiba..
"Dah lah, ngga udah pikirin mantan mu itu," ucap Hilda membuyarkan lamunanku.
"Siapa juga yang mikirin mantan?" jawabku. Aku memang pernah berpacaran siih, cuma sekali. Habis itu, tidak lagi. Aku tidak betah dengannya. Ku kira dia itu setia, ternyata tidak. Dan mulai saat itu, kakak laki-laki ku merekomendasikan acara yang seru-seru untuk ku tonton. Dan sekarang, sudah menjadi acara favorit ku.
"Terus mikirin apa?" tanya Hilda lagi.
"Hilda, menurut kamu, aku ini sad girl bukan sih?" tanyaku sambil menyangga daguku dengan tangan kananku.
"Hmm, kadang iya kadang nggak. Tapi seringnya iya. Apalagi kayak sekarang ini, kamu kelihatan
lagi sedih. Kalo ada apa-apa tuh, cerita aja sama aku, aku bakal bantuin sebisa aku."
"Kalo sekarang, aku cuma lagi pengen ketemu sama Taka-san. Tapi kayaknya nggak mungkin. Aku janji akan jadi happy girl setelah aku bertemu dengannya!"
"Kamu idolain dia banget ya?"
"Lebih dari idola, lebih dari panutan."
=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•
"AGATHA-chan! Tanjōbiomedetō (selamat ulang tahun)!" ucap Hilda setengah berteriak sambil membawa tas karton.
"Arigatou Gozhaimasu, Hilda-chan." balasku setelah Hilda mengucapkan selamat ulang tahun padaku.
"Nah, ini untuk mu." ucapnya sambil memberikan tas karton itu padaku.
"Apa ini?"
"Buka aja, hadiah dariku."
Setelah itu, aku pun membuka hadiah dari Hilda. Isinya adalah.. topi berwarna merah hitam dengan angka 30 di bagian depan, dan lambang 'Sayap Tunggal' di bagian samping. Bukan hanya topi, Hilda juga memberikan baju atasan berwarna putih dengan beberapa warna merah dan hitam dengan gambar yang sama seperti topinya. Dan sepertinya, topi itu pasangan dari baju.
"Ini.. ini sungguh untukku?" tanya ku setelah membuka hadiah dari Hilda. Mataku berbinar.
"Iya!"
"Arigatou Gozhaimasu Hilda-chan! Jadi makin sayang deh." ucapku sambil memeluk Hilda. Hilda membalas pelukan ku.
"Aslinya aku pengen beli tiket ke sirkuit buat kita berdua. Tapi mahal, belum lagi tiket pesawat nya ke Eropa." ucap Hilda menyesal.
"Nggak apa-apa, Hil. Gini aja aku udah seneng banget. Makasih ya,"
"Iya, sama-sama."
"Eh iya, ini kamu beli di mana?"
"Aku beli di toko resmi timnya. Ada banyak. Kalo kamu mau, kamu bisa kirim kartu pos buat Taka-san." Hilda memberi saran.
"Ah! Ide bagus tuh!"
Keesokan harinya, aku benar-benar membuat kartu pos yang akan ku kirim untuk Taka-san. Aku tidak sabar.
=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•
"AAAAAAA! Dia merespon nya!" ucapku sambil melompat-lompat kegirangan ketika mendapat kan balasan dari kartu pos ku. Akhirnya aku bisa mendapatkan tanda tangan nya. Aku sangat-sangat bahagia.
"Eh ada apa?" tak berselang lama, Hilda bertanya ku setelah dia baru saja keluar dari kamar mandi.
"Aku dapat balasan dari nya!"
=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•=•
Dan itulah kisah ku. Sejak itu, aku sudah sangat jarang terlihat sedih. Aku sudah menjadi happy girl.
Arigatou, my bestie..
Arigatou, Taka-san..
-Tamat-
---------------------
Note :
- Cerita ini hanya fiksi, asli karangan ku, mungkin kebanyakan halu atau kangen, www
- Cover : Pinterest
- Jangan lupa like dan komen ya. Mampir ke karyaku yang lain.
See you (≧▽≦)