Terhitung sudah setengah tahun Fadil Berpacaran
Fadil yang memiliki rahasia yang tidak bisa diketahui oleh umum sekaligus pacar nya sekalipun , merasa sangat berat untuk menutupi nya .
"Kerja kerja semangatt!!!'
Berteriak dengan keras Fadil mencoba menyemangati dirinya sendiri .
Kringg
Sebuah bell dari pintu yang terbuka menunjukan seorang wanita cantik dengan rambut panjang berparaskan layaknya seorang putri .
"Selamat datang di kedai bias "
Fadil yang terkejut dan tak sempat menengok kearah si wanita, dengan sigap memberikan salam hangat kepada si wanita .
Dan dengan tanggapan nya wanita itu tersenyum dan dengan segera mendekati ke tempat Fadil .
"America latte nya satu ya "
"Oke... , ehh... Lina? "
"Hehehe aku tunggu disitu ya "
Fadil tak habis pikir wanita cantik yang datang sepagi ini ternyata adalah pacarnya Lina.
"Ha... "
Dengan helaan napas panjang, Fadil dengan cepat langsung membuat kopi
("Kok bisa tahu lagi sih")
Fadil terhitung sudah sebulan sekali ,Sering bergonta ganti kerja akibat Lina .
awalnya Fadil tidak mempermasalahkan Lina mengetahui tempat kerja nya dimana,tapi dikarenakan Lina selalu membuat masalah bagi Fadil di tempat kerja nya ,Fadil kini lebih merahasiakan lagi tempat kerja nya, insiden pertama dimana Lina mencoba melabrak seorang wanita ditempat kerja nya ,terlihat masih ringan ,tapi lama kelamaan disaat tempat ia berganti kerja lagi, masalah yang dibuat Lina semakin sedikit memburuk.
Fadil sendiri senang bila emang Lina begitu menyayangi nya.
"Jangan bikin masalah lagi lin "
Sambil menyerahkan kopi yang Lina pesan, Fadil memberikan kopi nya kepada Lina
" Iya dil, santai aja kali, lagian lu kenapa sih sekarang mah sering banget nutupin banyak hal sekarang. "
"Maksudnya? , perasaan mah engga juga, paling gua nutupin tempat kerja doang dari lu, itu ge gara gara lu buat masalah mulu "
Wajah yang begitu sedih dari Lina, membuat Fadil menjadi sedikit lembut kembali.
"Yaudah maaf maaf lin "
Dengan hanya senyuman Lina menanggapi Fadil yang mencoba meminta maaf.
("Duhh bahaya ")
Jarang sekali Lina tidak menanggapi balik perkataan dari Fadil, Lina yang biasa nya akan dengan senang penuh antusias Berbicara kepada Fadil.
" Woy Fadil balik kerja lagi, jangan pacaran mulu lu "
Fadil yang bingung harus berbicara apa kepada Lina yang terlihat sedang marah, dipanggil oleh boss nya ditempat kerja untuk kembali ketempat nya.
"Lin gua kerja dulu ya,nanti habis balik kerja kita main "
Berbicara dengan spontan karena terburu buru dipanggil sang boss, Fadil bergerak pergi dari tempat Lina tanpa mendengar jawab balik dari Lina .
Sampai pada beberapa jam Lina pergi dari tempat kafe Fadil bekerja, tanpa sedikitpun mencoba berbincang dengan Fadil.
("Lina mungkin gamau ganggu kerja kali ya.... Mungkin ")
" Hey Dil "
Di tepak bahu nya dengan sedikit keras, Fadil menjadi terkejut pada orang yang menepak nya , Dengan otomatis melihat kepada orang yang menepak itu
"Aw... Kenapa si boss? "
"Lu dari tadi gua ajak ngobrol diem mulu lu , ngelamun apa sih lu? "
"Ahh engga boss "
" Alah lu pasti gara gara cewe lu ya, kalo emang cewe itu ngeganggu lu banget tinggalin aja sih susah banget dah, tampang lu tuh nyari cewe lagi gampang "
Fadil yang mendengar tanggapan dari sang boss tentang pacar nya hanya bisa tersenyum masam, Lina emang sedikit menganggu untuk Fadil dalam beberapa hal tapi selebihnya ia menyukai Lina dengan begitu tulus.
"Tapi lu udah denger kan Si Ine katanya meninggal bunuhdiri, kemaren kemaren"
"Ine? , ine yang mana? "
"Itu lo mantan lu, yang sebelum nya, yang sebelum lu ama lina pacaran "
"Wahh serius lu!? "
"Iyee "
Fadil tidak mengetahui tentang ine yang ternyata sudah meninggal beberapa hari yang lalu, berpikir tentang itu, Fadil sendiri menjadi teringat Kenangan ia bersama mantan nya dulu itu.
Berbeda dengan Lina yang bersikap seperti putri yang dingin tapi tidak untuk Fadil, Ine adalah orang yang begitu ceria kepada banyak orang.
Bulan lalu sempat sekali ia kontekan dengan ine karena perihal tugas kuliah nya, walaupun Fadil yang tidak kuliah , Fadil dikenal oleh teman nya sebagai orang yang serba tahu dan serba bisa.
" Boss saya pulang ya "
"Iya hati hati "
Jam menunjukan sudah jam 8 malam, shift ia bekerja sudah digantikan oleh orang lain, Fadil yang sudah berjanji dengan Lina mencoba menghubungi nya lewat hape
Tut
Tut
Tut
"Ga biasa nya ga dijawab, lagi marah banget kayak nya, harusnya gua minta maaf dengan bener , yaudahlah...balik aja besok gua coba minta maaf yang bener "
Menyesali tindakan nya, Fadil bergumam sendirian menuju kearah angkutan umum untuk bisa sampai kerumah.
Dan sesampainya dirumah yang besar dengan banyak kemewahan, Fadil memasuki gerbang halaman nya menuju pintu masuk rumah.
"Akhirnya nyampe juga... Cape banget hari ini "
Rumah Fadil yang begitu besar tak kala akan membuat bingung orang kenapa Fadil hanya bekerja sebagai seorang barista kafe, tapi Fadil yang ingin menikmati hidupnya tidak terlalu mempermasalahkan gengsi pandangan orang.
Cukup mudah sebenarnya Fadil untuk mendapatkan uang tapi bagi dia yang ingin menikmati hidup nya mencoba berbaur sebisa mungkin dengan mereka. Dan dengan anggapan rumah itu milik orang tuanya ia bisa beralibi kepada mereka.
"Darah segar emang paling enak kalo udah cape kayak gini, hm.... ?"
Sebelum ingin pergi menuju ketempat penyimpanan darah untuk Fadil, Fadil merasakan sedikit nya kehadiran seseorang didalam rumah nya itu.
Dia yang seorang vampire , tinggal didunia manusia cukup lama, indra nya menjadi sedikit menumpul karena jarang digunakan.
Mencoba mengecek keseluruh tempat tak ada satupun orang yang terlihat, tapi ia Fadil bisa merasakan jejak bekas seseorang masuk ke kamarnya melewati jendela.
"Ga ada barang yang ilang, apa keburu ketahuan gua masuk kerumah ya, jadi dia kabur ga sempet ngambil barang, tapi ga berantakan juga kamar gua... "
Fadil yang termenung memikirkan orang yang masuk kekamarnya , melihat buku diary yang biasa ia tulis sehari hari nya di atas meja
"Buku diary gua kok ada diatas meja, perasaan gua naro di laci , uhh... Gawat kalo ada yang tau sama isinya. "
Fadil yang mencoba tenang, kini mencari orang yang telah masuk kekamar nya ,keluar rumah
Butuh semalaman bagi Fadil mencari si pelaku tetapi hasilnya nihil, dan tak terasa pagi pun datang ketempat ia berada
Mau tak mau ia masih harus bekerja, vampire yang tidak merasakan lelah tidak menjadi masalah tapi...
"Sial... Gua kalo ke ketahuan nanti gimana ha... "
Menghela napas nya dengan pasrah, pikiran nya penuh dengan beban, fisik yang mungkin tidak akan lelah tapi psikis Fadil yang menjadi kelelahan.
Dipagi hari ia sampai di kafe dengan kekuatan vampire nya, Fadil memasuki kafe bias, dan menemukan boss nya sedang duduk terpaku dengan tatapan kosong.
"Boss "
"Wuahh!? "
Terkejut dengan Fadil yang masuk si boss terjatuh dari kursi.
"Gapapa boss? "
"Ahh... Iya gapapa... Eh Dil ini kayanya cewe lu ninggalin buku di kafe ga sengaja ditemuin sama karyawan lain "
Buku yang terlihat tergembok seperti semacam buku yang sangat rahasia, tertulis nama dipojok buku itu yang bertuliskan Lina, Fadil sendiri tidak pernah tahu kalau Lina memiliki buku bermodel seperti ini, dia yang setengah tahun pacaran tidak pernah main kerumah nya, dan diapun tidak pernah mencoba mengintip privasi nya dengan kekuatan vampire, mau bagaimanapun Fadil adalah pacarnya tak mungkin bagi dia tak ingin mengatahui rahasia pacarnya atau bermain kerumahnya, hanya saja kekuatan yang ia gunakan nantinya cukup menguras tenaga, dan Fadil menganggap itu hanya akan buang buang waktu saja
"Ohh oke boss makasih "
"Dil gua cuman mau ngasih tau aja meningan lu cepet cepet kasihin bukunya ke pacar lu, kayanya bukunya penting banget "
"Iya lah boss, masa gua simpen sih "
Fadil sendiri menjadi sedikit penasaran dengan isi buku itu, buku yang terlihat digembok mungkin berisi kan hal penting tentang Lina.
("Ga sopan kalo gua ngintip barang orang lain... Tapi... ")
Buku yang penting itu ada didepan matanya, ia tak perlu menggunakan kekuatan nya dengan begitu besar untuk pergi kesana kemari untuk mencari tahu rahasia Lina .
Mengambil buku itu dan menuju ruang ganti nya, dengan menggunakan sedikit kekuatan Fadil membuka gembok itu dengan paksa.
(" Sekalipun ditanya bilang aja gasengaja jatuh ")
Melihat halaman pertama dari buku itu, Fadil mengatahui itu adalah buku diary Lina, membolak balikan terus halaman sampai dimana tanggal ia berpacaran...
21 Mei Juli 2019 .
Rencana Date bareng ama Fadil, berjalan dengan sukses besar!!! , Fadil juga mencoba kue yang sudah dicampurkan dengan bumbu cinta sampai habis hehehehe
" ... "
Melihat kedalam halaman sebelumnya dia menemukan apa isi bumbu cinta itu, dan Fadil pun tidak bisa berkata apa apa.
Mencoba kembali melihat , Fadil pun menjadi membatu karenanya semakin ia membuka halaman kedepan semakin ia tidak percaya bahwa yang menulis ini semua adalah Lina....
"Fadil itu pacar lu dateng maksa nyariin elu tuh, uhh.. Kan udh dibilang jangan dibuka gasopan lu "
" Hahaha... Iya bos siap "
Tak ada senyum tak ada amarah maupun sedih dalam ekspresi wajah Fadil setelah tertawa.
Lina yang terlihat duduk dimeja dengan tenang, dihampiri Fadil, dan mengajak nya berbicara diluar.
"Kenapa Dil? Tiba tiba kayak gini? "
"Kamu nyariin buku ini kan? "
"... "
Buku yang terlihat sudah tak lagi tertembak, membuat Lina seketika menjadi patung tanpa ekspresi.
"Lin... "
"Kamu baca isinya? "
"Iya, tapi linn gua pengen nan-"
Dengan senyum cerah, diwajah Lina dalam posisi seperti ini membuat suasana seketika menjadi begitu berat.
"Vampire..., Dil kalau kamu mati aku juga mati kalau kamu dekat dengan wanita lain meningan kamu mati dengan ku, tapi vampire gabisa mati kan..."
Menelan ludah nya Fadil mendengar kata kata itu dengan begitu merinding, tapi...
"Lin, kalau kamu mau, kamu bisa jadi vampire sama kayak aku, tapi ada konsekuensinya tentu "
Dengan kata kata yang halus , Fadil tahu jawaban yang pasti didapat, tapi bukan karena ia takut kepada Lina, tapi ia tahu Cinta nya itu murni kepada Fadil, karena itu ia menjawab cinta nya dengan tulus dari hatinya...
Tamat
Cinta itu gila, Belum gila bukan cinta namanya.... Itu Lust hahahaha
Semoga terhibur