Indera duniawi
Kau melangkah santai di hadapanku
Sesekali berbalik kemudian tersenyum
Kau duduk didepanku memiringkan muka
Topang dagu dengan sekepal tangan kanan
Sesekali memandangku kemudian tersenyum
Berhentilah..
Malam ini bukan hanya aku yang mencintaimu
Jauh didalam diri ada iblis memperhatikanmu
Memberitahuku segala bentuk keindahanmu
Tak lelah merayuku, menunggu persetujuanku
Mengharap kekalahanku atas senyum terbaikmu
Kurang ajar..
Jauh didalam diri, Iblis kian memaksaku
Agar meminjamkan tinta tuk melukiskan senja
Pada paragraf fana, kertas usang kehidupan
Berhentilah tersenyum aku takut terbuai senja
yang janjikan keindahan tuk menuju kegelapan
Ampunilah aku, berhentilah tersenyum..
Utakata..