Di sebuah daerah pelosok yang terkenal dengan sebutan neng manis yang selalu duduk di tengah jalan jembatan kulon atau di pembatas jalan sembari memainkan kaki dan tangannya.
konon kejadian itu terjadi saat pembangunan jembatan penghubung antar dua daerah, tak banyak orang tau mengenai kejadian menyeramkan ini.
sebelum di bangunnya jembatan ini ditepi sungai itu ada satu gubuk yang berdiri kokoh beberapa puluh tahun lamanya konon mulai dari masa penjajah.
para warga tidak pernah mempermasalahkan mengenai gubuk yang tak pernah hancur meskipun sudah beberapa kali terkena banjir mungkin ini adalah gubuk untuk menjaga ketenangan sungai menurut kepercayaan para warga.
tapi setelah ada proyek pembangunan jembatan penghubung daerah semua warga dibuat geger dengan menghilangnya gubuk tersebut secara tiba-tiba.
satu malam sebelum proyek itu akan di laksanakan terjadi lah kejadian tak terduga.
di desa yang dekat dengan sungai bahkan menggunakan sumber Air sungai itu untuk kebutuhan sehari-hari nya.
salah satu warga yang baru saja pulang mencuci pakaian Tiba tiba melihat sosok si manis, wajah cantik dan tubuh mungil tapi sempurna itu tersenyum pada warga yang pulang dari mencuci baju.
tapi ternyata gadis manis itu memasuki tubuh sang warga itu, hantu itu menggunakan raga dari wanita yang baru mencuci pakaian itu.
" hihihi eneng lapar buk mau makan bunga kenanga " pinta sang gadis yang baru pulang mencuci baju itu.
" neng kenapa pucat begini mukanya ? sakit belum makan ayo makan dulu " ucap sang ibu menuntun ke meja makan.
" aim ah Bu Eneng hoyong kembang hihihi " mendengar ucapan anaknya yang aneh dan seperti bukan dirinya ibu itu langsung teriak meminta bantuan warga.
tentu membuat hantu merasa marah karena ucapan nya tak di dengar, semua peralatan dapur bahkan piring ia pecahkan.