Assalamualaikum semua.
Rintik-rintik air hujan menemaniku mencari tempat untuk berteduh. Cuaca mendung langsung terganti dengan hujan yang kian lebat.,membawaku melangkah lebih jauh ke pinggiran sebuah pasar tradisional.
"Maaf pak, apakah saya dapat numpang berteduh disini?????
"Silahkan mbk.(tukang parkirnya menjawab).
"Terima kasih banyak pak. (sahutku).
Aku duduk bersebelahan dengan puluhan motor terparkir rapi di parkiran itu, sambil menunggu hujan reda dan menunggu travel jemputan.
Tiba-tiba ponselku berbunyi. Ting........ ada panggilan masuk dari supir travel yang kutunggu.....
"Maaf mbk, mbk ada dimana? ini travelnya dah sampai sebelah pasar mbk.....
"Oh ya pak, bapak maju saja sedikit.... saya akan segera kesana. (sambil saya melihat sebuah van maju kearah saya).
Kubuka pintu dan langsung kududukkan bokongku di kursi yang tersedia di bagian depan. Sementara sekilas kulihat bagian tengah dan belakang dah pun full. Ada beberapa traveler dan mungkin juga sama tujuan dengan saya. Entahlah,..... lagipun saya hanya fokus untuk segera pulang, takut tertinggal jadwal kapal.... yang memang travel ini dah pun terlambat. Was-was juga sih, karena pastinya, saya akan sampai malam hari ditempat tujuan.
Suasana kurasakan sedikit berbeda dan firasatku....mengatakan, mungkin sebentar lagi akan ada sesuatu terjadi. Tapi segera kutepis, pikiran tersebut. " Aihsssss....
ada apa ini, kenapa hatiku gak nyaman seperti ini????
"Stasiun T ya pak........ (Kuberitahu lagi kepada supirnya,takut beliau lupa) . Tapi nggak da sama sekali sahutan, dan hanya pandangan mata yang dingin dan acuh sekali.
"Ahhhhhh.... biarkan ja(batinku). Yang penting beliau dah paham tujuanku.
Selama dalam perjalanan, beliau berbincang dan ketawa-ketawa dengan traveler yang lain, tapi tidak denganku. Tatapannya seakan-akan risih dan jijik dengan penampilanku. Tapi aku tidak memperdulikannya, dan lebih fokus pada ponselku.,sambil berdoa selamat sampai tujuan dan tidak terlambat.
Setelah beberapa jam, sampailah di kota tempat tujuan. Aku kira, aku akan diturunkan.... mengingat dah dekat dengan arah tujuan saya, tapi ternyata salah. Bapak supir mengantar penumpang yang lain dulu dan menjadikanku traveler terakhir yang diturunkan. " Astauqfirrulloh.... sabar-sabar(gumanku).
Setelah beberapa saat, tibalah di daerah dekat tujuanku, tapi...... beliau malah berhenti dan tiba-tiba memaksaku untuk turun di jalan yang sepi. Masih dengan sabarku kubertanya" Maaf pak, kenapa bapak turunkan saya disini... sedangkan tujuan saya masuk dan belok jalan itu.......
"Si bapak hanya menjawab, turun sekarang dan jalan kaki saja kesana... karena mobil ini gak bisa belok kesana(dengan raut wajah yang uuuuuuugh menyebalkan).
"Oh gitu kah pak, (jawabku). Sambil membuka pintu dan dengan sengaja ku tutup pintu tersebut dengan sedikit keras. Yah dengan agak emosi tanpa aku mengucapkan salam. Sedih dan kecewa, mengingat tujuanku masih jauh dan seenaknya saja memperlakukan penumpang. Ditambah suasana agak sepi dan malam hari.
Kulihat jelas hinaan tatapannya sambil berlalu.
Ya Allah........
Kuatir, kesal dan sedih.... itulah yang kurasa. Dengan awas kuberjalan dan fokus mencari ojek online yang ada disekitar situ dan alhamdulillah ada. Mereka sedang beristirahat dan makan bersama, karena kulihat mereka tengah membuka bekal mereka.
"Malam pak, maaf mengganggu. dapatkah bapak mengantarkan saya ke tempat ini? (dengan sopan, aku bertanya).
"Oh iya mbk, ayo bapak antar. (dengan ramahnya beliau menjawab).
"Terimakasih pak, ayo. (jawabku).
Setelah beberapa menit, sampailah aku ditempat tujuanku. Bahkan beliau mengantarkan aku sampai depan pintu masuk pelabuhan. Meski aku menolak, tapi akhirnya aku iyakan..... beliau bilang, kasihan mbk masih jalan kaki lagi kesana gitu. kujawab sambil tersenyum "Terima kasih banyak pak.
Kuulurkan beberapa lembar uang ke bapak, tapi sempat ditolak oleh beliau dengan alasan terlalu banyak. Jadi kujawab" Terimalah pak, itu rejeki bapak .Terimakasih dah menolong saya.
Akhirnya beliau menerimanya sambil tersenyum bahagia.
Dengan lega kulangkahkan kaki ke dalam untuk check in dan bersiap bertemu ayah tercinta yang dah lama kutinggalkan.
Mungkin dah lumrah dan terbiasa dengan istilah, dont jugde book by cover......., tetapi pengalaman yang terjadi justru sebaliknya. Disaat ku dihinakan dan dicemooh karena pakaian dan cadarku,tapi ada insan yang baik dan tulus menolongku. Aku tidak menyalahkan mereka karena mungkin pemahaman mereka yang berbeda, dan aku sangat bersyukur dan alhamdulillah dengan keadaanku sekarang. Moga selalu istiqomah dengan cadarku. Pandangan negatif dan hina, dah biasa. Tetapi tidak sedikit juga yang dah biasa dengan penampilanku.
Cibiran-cibiran dan gangguan kuanggap itu sebagai penyemangat diri. Jadi gak akan ngaruh pun hehe..... i love the way i am. Ada Dia yang Maha Tahu hambanya.
wassalamualaikum wr wb.