Suatu hari, Azlen dan kakaknya bermain di sebuah rumah merah di dekat rumahnya. Rumah merah itu sangat berdebu dan banyak sarang laba laba nya. Mungkin karena sudah lama tidah ditinggali.
Kakaknya minta Azlen untuk tinggal di luar, dan dia masuk ke rumah merah sendirian.
Tiba-tiba, kakaknya berteriak "Ah", dan kemudian tidak ada suara lagi. Azlen berteriak: "Kakak! Kakak!"
Karena tidak ada jawaban dari kakaknya, Azlen masuk ke dalam rumah merah itu. Rumah merah itu sangat berdebu dan banyak sarang laba laba nya. Banyak barang barang yang ditutupi kain putih.
"Kak? kakak" teriak Azlen sekuat tenaga.
"Azlen, Azlen" terdengar suara kakaknya dan suara ketukan. Suara ketukan itu seperti suara ketukan pada kayu. Azlen mengetuk tembok di dekatnya berharap suara ketukan yang iya buat akan terdengar sama seperti suara ketukan yang ia dengar tadi.
Namun suaranya berbeda. Lalu dia berteriak memanggil kakaknya lagi "Kakak dimana?" sambil berjalan.
"Azlen hati-hati dengan langkahmu" Azlen yang mendengar itu langsung menghentikan langkahnya dan melihat ke arah lantai dengan seksama.
Tiba-tiba lantai yang Azlen injak terbuka ke bawah dan "Ah" Azlen terjatuh. Lantai yang terbuka itu tertutup lagi. Azlen ketakutan, di sini gelap hanya ada cahaya yang masuk melalui celah celah lantai di atasnya.
Tiba-tiba ada yang memegang tangan Azlen. Dia berteriak lagi karena kaget dan takut.
"Ini kakak" ternyata kakaknya juga terjatuh ke situ.
"Azlen takut kak" Rengek Azlen sambil memegang tangan kakaknya kencang.
"Gak apa-apa, kita cuma harus cari jalan keluar dari sini" Jawab kakaknya untuk menenangkan Azlen. Dia juga takut dan bingung harus kemana karena disini gelap.
Kemudian lampu lampu di ruangan itu menyala. Mereka tidak menyangka di ruangan ini ada lampu.
Lalu mereka melihat tempok di belakangnya mendekat. Azlen dan kakaknya melihat itu lalu berlari bersama. Azlen berlari di belakang kakaknya, tangannya digenggam oleh kakaknya.
Azlen mulai lelah, dia dan kakaknya terus berlari namun tidak ada tanda tanda bahwa mereka sudah dekat dengan pintu keluar.
Di tengah tengah berlari tiba-tiba kakaknya berubah menjadi serpihan cahaya lalu menghilang. Azlen terdiam melihat itu. Tubuhnya kaku, dia bingung dengan apa yang dia lihat.
"Apa tadi? kakak? kak" teriak Azlen ketakutan.
Tanpa dia sadari tembok di belakangnya mendekat dengan cepat, lebih cepat dengan tadi. Dia berlari lagi dan berhenti. Ternyata tembok di depannya juga mendekat. Dia sungguh bingung mau kemana.
Sekarang tembok itu sudah sangat dekat, Sangat dekat. Tubuhnya hampir terjepit. Dan "Duk" kedua tembok itu kini saling bertabrakan.
.
.
"Ah" Seseorang terbangun dari tidurnya dengan tubuh yang basah oleh keringat.
"Azlen kamu gak apa-apa?" Tanya sang kakak yang khawatir dengan keadaan adiknya.
"Azlen mimpi buruk kak" jawab Azlen dengan nafas yang belum teratur. Kakaknya memeluk Azlen dan berusaha menenangkannya.
.
.
.
Bagus gak? Jangan lupa like dan komen ya 💜