Astaga...,lagi dan lagi setiap aku bangun tidur, lilith merasa hidupnya tidak tenang semenjak dia berusia 17 tahun, setiap lilith bangun pasti dilehernya terdapat bekas gigitan suatu mahluk, bahkan lilith pun tidak mengetahui seperti apa mahluk yang menggigitnya itu??.
"Hah tidak usah dipikirkan, sekarang lebih baik aku bersiap-siap" kata lilith sembari menghela nafas.
Entah kenapa lilith merasa setiap gerak-geriknya selalu diawasi, tapi lilith tidak tau tatapan mata itu berada dimana??, bisakah lilith mengeluh pada seseorang??, Andai saja bisa, sangat disayangkan lilith hanya seorang anak yatim-piatu, lilith hidup dengan mengandalkan uang tabungan orang tuanya semasa hidup, memiliki teman??, mungkin hanya angan-angan, mereka menjauhinya karna lilith berbeda, iya berbeda, dengan rambut perak, mata hijau, dan kulit yang seputih salju, semua ciri-ciri itu sudah seperti orang dari dunia fantasi.
"Semangat lilith, pasti hari ini lebih baik dari hari kemarin" kata lilith menyemangati dirinya sendiri.
Lilith dengan semangat berangkat menuju sekolahnya, sederhana hanya mengunakan sepedahnya, selama perjalanan menuju kampus lilith entah kenapa merasa bahwa hari ini akan terjadi sesuatu yang merubah hidupnya, dan lilith juga tidak tau apa itu, ah tidak terasa akhirnya sampai di kampus.
"Eh lihat itu kan si lilith miskin, bisa-bisanya dia masuk ke kampus kita yang elit ini" siswi 1
" Hemm, apalagi dengan sepeda jeleknya itu "Siswi 2
"Sok cantik banget sih"siswi 3
"Bilang aja iri ya" siswi 4
Percakapan seperti itu, dan hinaan itu juga sudah biasa bagi lilith, lilith bahkan tidak tersinggung sedikitpun.
Memarkirkan sepedanya, setelah itu berjalan menuju kelasnya.
Kring...
Kring...
Kring....
"Hallo anak-anak, selamat pagi" kata dosen.
"Hallo juga, selamat pagi Bu" kata kami serempak.
"Akan ada murid baru, silahkan masuk" kata dosen
Drap...
Drap..
Drap...
Langkah kaki yang terdengar agak menakutkan, membuat semua orang yang ada dikelas ini sunyi tanpa suara sedikitpun, munculah sosok tampan berambut hitam dengan mata hitam sehitam gelapnya malam, membuat siapun yang menatapnya seakan masuk kedalam jurang tanpa ujung.
"Silahkan perkenalkan diri" kata dosen
"Deren ve gralnde" ucap deren dingin
"Silahkan pilih tempat duduk yang kosong deren" kata dosen
Betapa kagetnya lilith ketika deren memilih duduk bersamanya, apa alasannya??, apa karna lilith berbeda dari yang lain??, ah jangan memikirkan itu, bila memikirkanya akan membuat lilith pusing.
"Silahkan perkenalkan diri lilith" kata dosen
"Baik Bu" kata lilith
"Perkenalkan nama saya lilith v.d, umur saya 20 tahun, panggil saja saya lilith" kata lilith dengan agak malu, perlu diingatkan bahwa lilith itu pemalu
Setelah memperkenalkan diri lilith pun duduk di bangkunya, semua orang berbisik tentang lilith yang sok-soan menyembunyikan nama panjangnya dengan cara disingkat, hei asal kalian tau bahwa lilith tidak tau nama aslinya, sungguh ironis bukan??.
"Silahkan deren duduk dibangku samping lilith" kata dosen
"Hmm" kata deren membalasnya dengan deheman
Drap ....
Drap...
Drap...
Entah kenapa hati lilith terasa begitu hangat saat deren mendekat ke arahnya, seolah sesuatu didalam hatinya yang hilang mulai kembali
"Akhirnya kita bertemu secara langsung Lanchia" Gumam deren
"Eh" secara refleks lilith mengucapkan sedikit kata
Apa lilith yang terlalu percaya diri bahwa ucapan deren adalah untuknya, tapi tidak mungkin namanya adalah lilith bukan Lanchia.
Kini istirahat pun tiba, tiba-tiba deren menarik tangan lilith, lilith kaget, dia mau membawa lilith kemana??.
"Hey... lepaskan aku, kalau tidak kau akan ku" Kata lilith sembari berusaha melepaskan tangannya dari genggaman tangan deren
"Kau akan aku apa hmm??" kata deren mendekatkan wajahnya pada lilith
"Jauhkan wajahmu yang jelek itu" kata lilith sembari mencoba untuk menjaga jarak dengan deren, hah tapi gagal karna deren malah memeluknya..
Wush...
Entah bagaimana bisa, yang tadinya berada di lorong sekolah, sekarang berada di sebuah taman bunga lavender.
"Wah indahnya" kata lilith yang malah melupakan kejadian tadi
"Taman ini kau yang memintanya Lanchia" kata deren menatap sendu ke arah lilith
"Aku??" tanya lilith bingung
"Ya, kau tau kenapa saat umurmu 17 tahun bahkan sampai kau sekarang berusia 20 tahun, selalu terdapat gigitan dilehermu??" kata deren
"Kenapa??" tanya lilith penasaran
"Karna aku, aku adalah seorang vampir dan kau dulu adalah kekasihku, sayangnya kau mati karna mengorbankan nyawamu untukku, tapi kau berkata ,bahwa kau pasti akan terlahir kembali walau bukan dalam wujud vampir" kata deren yang mengingat-ingat masalalu yang menyedihkan
"Dan kau mempercayai??" kata lilith
"Ya aku mempercayai, kau sama persisi seperti Lanchia, lagian darahmu sangat enak" kata deren sembari tersenyum
"Kalau aku ternyata bukan Lanchia??, apa yang akan kau lakukan" tanya lilith sembari cemberut saat deren membahas soal darah
"Aku tetap akan mempertahankan kau lilith, karna Lanchia dulu juga bilang bila dia tidak terlahir kembali, maka akan ada pengatinya dan aku yakin itu kau" kata deren dengan tegas dan percaya diri
"Lilith jadi mulai sekarang kau adalah miliku, seberapa pun kau menolak, maka aku tetap mengejarmu, bila ada pria lain yang membuatmu tertarik maka aku akan membunuhnya, karna kau adalah miliku lilith ve delancia" ~Deren
TAMAT
Ngga nyambung??
Hehehe sebenernya buatnya cuma untuk ngilangin bosensih...
Likenya ;-)