Suatu hari azlen, dan kakak nya bermain di sebuah rumah merah di dekat rumahnya. Kakak nya meminta azlen untuk tinggal di luar dan dia masuk ke rumah merah sendirian.
Tiba-tiba kakak nya berteriak "Ah", dan kemudian tidak ada suara lagi. Azlen berteriak "Kakak! kakak!"
Azlen pun ikut masuk kedalam rumah itu, setelah masuk ternyata kakak nya hanya kaget karena melihat sebuah manequin di dalam sana, kakak nya yang melihat azlen ikut masuk berkata "Loh kok kamu masuk azlen."
Azlen menggebuk pelan kakak nya sambil berkata "Atuh teriak, terus tiba-tiba gak ada suara lagi, aku kira kakak kenapa kenapa di dalam sini."
Kakak nya mengelus rambut azlen dengan lembut sambil berkata 'Gak kok, kakak gak kenapa kenapa ini cuma kaget karena manequin doang.
Setelah mengelus rambut azlen kakak nya memegang bahu azlen dan berkata "Ayo kita lihat-lihat lebih dalam." Mereka pun semakin masuk ke dalam rumah merah tersebut, tetapi azlen yang berjalan di belakang kakak nya tiba-tiba saja seperti ada sesuatu yang menarik azlen.
Kakak nya terus berjalan, sesampai nya di ruang dapur kakak nya menoleh ke belakang dia melihat azlen yang tidak berada di belakang nya pun panik. Kemana azlen, mengapa dia menghilang?
Kakak nya berlari ke rumah, dan memberitahu kan kepada orang tua nya kalau azlen hilang di rumah merah. Rumah merah yang tidak boleh ada yang memasuki nya, orang tua nya yang kaget mendengar kalau azlen menghilang di rumah merah langsung pergi ke rumah pak ustad untuk meminta bantuan agar azlen kembali.
Setelah ke rumah pak ustad, dan memberitahu apa yang terjadi kakak nya azlen, orang tua nya azlen dan pak ustad pun pergi ke rumah itu, di dalam rumah itu pak ustad mencoba merasakan keberadaan azlen. Mengapa meminta bantuan kepada pak ustad, karena dia adalah ustad dan juru kunci rumah merah tersebut, pak ustad berjalan ke suatu tempat di dalam rumah tersebut, orang tua dan kakak nya mengikuti kemana pak ustad pergi ternyata pak ustad pergi ke arah kamar, disana terlihat azlen yang tiduran dengan posisi tubuh yang melayang serta mata azlen yang berwarna putih.
Pak ustad membacakan sesuatu, membacakan sesuatu dan terus membacakan, tak lama kemudian akhirnya azlen terjatuh ke atas kasur dan pingsan, orang tua nya langsung membangunkan azlen dan membawa azlen pergi dari rumah itu.
Pak ustad memberitahu kan, jangan sekali pun aku dan kakak masuk ke tempat itu lagi, karena itu adalah tempat yang sudah lama kosong selama puluhan tahun dan tidak pernah di tempati sampai sekarang. Konon rumah itu di tempati oleh hantu, jin bahkan iblis.