Pernahkah anda mendengar angka 13 itu adalah angka sial?.
Beberapa mitos menyatakan itu adalah benar. Dan sisa nya sebagian fakta tidak ada yang dapat membuktikan kebenaran.
Ya, kisah ini berasal dari keluarga ku yang menempati rumah bernomor 13. Karena kami bukan berasal dari keluarga yang percaya akan tahayul, kami pun menyewa rumah bernomor 13 dengan harga istimewa.
Kami juga merupakan penyewa ke 13 setelah 12 kali penyewa sebelumnya banyak yang mengalami keanehan selama tinggal di rumah itu.
Suatu malam, ibu ku yang sedang terbangun untuk membuatkan susu untuk adik ku yang rewel semenjak sore, dan susah di tidurkan ,melihat sosok putih berlintas.
Untuk memastikan bayangan yang ia lihat, seusai mengocok susu, ia pun mencari bayanngan di mana terakhir kali ia lihat.
"Siapa di situ!!." tanya ibu ku mendekati gorden menutupi jendela.
Bayangan itu pun menoleh, dengan raut wajah putih pucat .
Sesosok bayangan laki-laki muda sekitar 13 tahun itu mendekati ibu ku.
"Mama jangan pecut aku lagi." ucap sosok hantu anak laki - laki itu.
Ibu ku pun lari terbirit birit memasuki kamar nya ,untuk membangunkan ayah ku yang baru juga tidur.
Ayah ku yang tidak percaya hal - hal gaib, menyuruh ibu ku untuk tidak berfikir macam - macam.
"Ya, mungkin karena capek juga sih." sahut ibu ku mengiyakan ucapan ayah. Karena kami juga baru saja pindah menempati rumah itu.
Hari - hari berganti, hari ini adalah hari ke 13 kami menempati rumah itu. Teror tiba tiba muncul pada saat siang hari. Aku yang baru pulang dari sekolah melihat sosok tinggi besar berwarna hitam.
Sosok itu mendekati ku, kaki ku gemetar hingga tak sanggup untuk berjalan apa lagi berlari. Ia pun menangkap ku dan memasukkan diri ku dalam rambut keriting hitam himbal nan bau busuk.
Namun aneh nya, ibu ku melihat diri ku terjatuh pingsan di depan pintu. Ia pun menggendong ku masuk kamar.
Merasa ada yang semakin janggal selama kami tinggal di rumah misteri horor, ibu pun mencari kyai untuk mengobati diri ku.
"Jiwa anak ini terkukung dalam dunia syetan" ucap kyai melihat bola mata ku mendelik keatas.
Segera dengan segala daya upaya, ibu memohon pada kyai untuk menolong ku keluar dari dunia setan.
Tepat pukul 13.13 aku berhasil di selamatkan sang kyai. Setelah itu, tubuh anggota keluarga kami di kunci dengan ayat ayat suci.
Aku yang sudah mendapatkan kesadaran, menceritakan semua yang ku alami. Ternyata rumah yang kami tempati, adalah rumah pembantaian oleh wanita psikopat ,yang sedang mengalami depresi akibat sang suami sering membawa wanita selingkuhan, secara diam - diam.
Kyai yang mampu berinteraksi dengan makhluk alam gaib pun mengusir paksa para penunggu yang amat mengganggu.
Hanya satu hantu yang tidak di musnahkan kyai, yaitu hantu anak laki - laki, tapi dengan syarat tidak di perbolehkan untuk mengganggu manusia yang tinggal di rumah no 13 itu.
Sejak saat itu, kami sering memberi sesajen sesuai permintaan hantu anak laki laki itu. Tepatnya setiap hari kamis malam jumat, yang kami berikan di samping teras depan pintu utama.