Kau memang Vampir
dan aku seorang manusia
kita memang berbeda
tapi takdir menjodohkan kita
~Zia Farasya Anggara
Untukmu Zia Farasya Anggara
yang menerima ku apa adanya
yang selalu menemaniku dalam suka maupun duka
yang menjadi cahayaku di tengah hidupku
yang gelap
Terima kasih
~Zigo Gernald
🍂🍂🍂
Malam yang mencekam hujan turun dengan lebat menciptakan udara yang dingin walaupun begitu itu semua tidak menggangu mimpi indah seorang gadis yang tertidur dengan posisi aneh kakinya di bantal sedangkan kepalanya ada di ujung Ranjang
🌿🌿
sedangkan di tempat lain
🌿🌿
seorang pria yang tampan baru saja selesai menghisap darah segar
mulutnya penuh darah korbanya ia tersenyum pahit saat melihat korbannya yang sudah meninggal karena kehabisan darah
menyadari pagi hampir tiba pria itu segera pergi ke tempat persembunyiannya
🍂🍂🍂
KRINGG
KRINGG
suara alarm terus berbunyi menggangu mimpi indah seorang Zia Farasya Anggara yang kerap di panggil Jia
Zia Farasya Anggara cewek bar-bar, nakal dan tengik yang di berkahi otak pas-pasan, wajah yang cantik dan kekayaan yang berlimpah
Zia bangun dari tidurnya dan langsung mengomeli alarm yang tidak bersalah setiap hari dirinya selalu seperti itu di bangunin alarm bukannya terima kasih malah di omelin karena mengganggu mimpinya bersama pangeran kata Zia rasanya kayak diangkat setinggi tingginya terus di jatuhin beuh sakitnyaa
bukan Zia namanya kalo pagi-pagi ngak bikin kuping tetangga pengang karena ulahnya yang selalu bangun telat dan mengomeli alarmnya
Zia mengagumi kecantikannya di depan cermin dia bahkan lupa tujuanya bangun pagi
"kok gua cakep banget ya kayak bidadari kepeleset dari surga" ucap Zia dengan level kepercayaan diri tingkat nasional
"ngak jauh bedalah sama Zhao Lusi" narsisnya lagi
saat sedang menghalu bertemu pangeran Zia tidak sengaja melihat pantulan jam dinding di cermin
"jam 7 tidakk gue nggak mau di suruh bersiin toilet lagiii" teriak Zia Histeris
dengan segala sumpah serapah yang keluar dari mulutnya Zia berlari kearah kamar mandi mencuci mukanya setelah itu memakai seragam sekolahnya
"bodo amat ngak mandi yang penting wangi" ucap Zia mencium bau badannya sendiri dan langsung hampir muntah
"ternyata bau" ucap Zia mengambil parfum dan menyemprotkan ke bajunya lalu mengambil tasnya lalu berlalu pergi ke sekolah dengan Zigo motor kesayangannya
rupanya dia tetap telat dan di suruh bersiin taman sekolah yang geudenya minta di tampol
pulang sekolah
"si jigong kagak mau nyala terus" kesel Zia masih berusaha menyalakan motor Ninjanya yang ia beri nama Zigo tapi di panggilnya jigong emang aneh ni anak
karena motornya tidak bisa nyala Zia memilih mencari angkutan umum karena hari sudah malam
sebenarnya Zia pulang sekolah jam 16.00 WIB tapi karena hasil nilai ulangan kemarin di bawah KKM dia harus remed hingga pulang telat alhasil Zia harus melewati lorong sekolah yang beberapa lampu nya di matiin
kalo kalian kira Zia takut sendirian di sekolah Impossible yang ada hantunya yang lari ngeliat Zia secara Zia kan mahluk ajaib kecoa aja takut ngeliat cewek bar-bar itu
"udah malem lagi angkot udah pasti nggak ada apa lagi bus" gerutu Zia meratapi nasibnya yang malang
Zia berhenti di sebuah jalan jalan itu di apit danau dan juga taman yang indah. taman dan danau memilik pencahayaan yang minim sehingga menambah kesan horor
dengan tidak tau dirinya Zia menari, melompat dan menyanyi tidak jelas di jalan itu untung tidak ada yang liat kalau tidak dirinya nongol di TV dengan judul
"seorang gadis remaja yang tidak waras terciduk joget nyanyi dan lompat lompat di taman saat malam hari di duga dia kerasukan jin" memikirkan nya saja Zia tertawa terbahak-bahak sambil bergelinding
"kuu menangisss membaaayangkann betapa keejamnyaa diriimu atas dirikuu kau dua kan cinta iniiii kau pergii bersamanyaaa" Zia menyanyikan lagu sinetron ikan terbang sembari jalan ya kali dia bakal nungguin angkot yang barang kali lewat
tiba tiba saja Zia kesal karena lagu yang di bawanya dan menendang kaleng minuman hingga mengenai kepala seseorang
"sial, siapa yang berani melempar kaleng minuman ke kepala gua" maki Zigo dingin
"maaf om nggak sengaja" ucap Zia dengan Watadosnya sembari mengeus elus kepala sang pria Zia menjadi sedikit takut karena wajah sang pria dingin, datar dan pucat bahkan taringnya lancip membuatnya terlihat seperti Vampir di mata Zia
"lepas tangan kotor lo" ucap Zigo dingin
"dingin amat om"
"gua bukan om om"
"terus apa mas, bapak, tuan, bro, hah" ucap Zia berkecak pinggang bak emak emak ngomelin anaknya sejenak ia lupa ketakutannya tadi
pria itu mematung selama 399 tahun dia hidup tidak pernah ada yang berani marah padanya tapi cewek ini memanggilnya om bahkan berani menyentuhnya tapi sesaat dia merasa nyaman
'cewek yang menarik' batin sang pria
"Om" tegur Zia
Zigo terkejut karena wajah sang gadis tepat di depannya seketika itu juga angin bertiup kencang seolah pertanda akan sesuatu, Zia pun tersadar dan menjauhkan wajahnya dari wajah Zigo
suasana jadi hening dan canggung Zia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal wajahnya memerah Semerah strobery begitupun Zigo
'jantungku kenapa berdebar kencang? aku seorang Vampir tapi jantungku berdetak kencang sekarang siapa gadis ini kekuatan apa yang dia miliki?'
keduanya masing masing berdetak dan memerah
"maaf om abis om malah bengong tadi" ucap Zia masih berusaha menormalkan detak jantungnya
"hmm" Zigo hanya berdehem ekspresinya kembali datar nan dingin
'yah dia kumat lagi' batin Zia kagum dengan kecepatan Zigo mengubah ekspresi
"ya sudah 'OM' ganteng saya pamit pulang ya dah malem" pamit Zia dengan genit mengedipkan sebelah matanya dan menekan kata 'OM'
Zigo tersipu sekaligus kesal dia tersipu di bilang ganteng padahal dia sudah sering di bilang ganteng oleh ayah dan ibunya tapi rasanya berbeda jika gadis ini yang mengatakannya tapi dia juga kesal dengan panggilan OM seolah itu mengejeknya seudah tua meskipun kenyataannya dia jauh lebih tua dari Om Om umurnya 399 tahun tapi dalam usia Vampir dia masih muda atau remaja sekitar 18 tahun
Zia dan Zigo berjalan dengan arah yang berbeda tanpa mereka tahu bahwa permainan takdir baru di mulai.
🍂🍂🍂
Dengan dua arah mata angin berbeda. Tapi Tuhan tahu cara menyatukan hambanya, dengan mudah, hanya dengan seutas tali
Yang berisi Takdir
🍂🍂🍂
keesokan harinya
Zia seperti biasa bangun telat dan di hukum keributan itu setiap hari terjadi dan tidak pernah absen terkadang doang dia bangun pagi kalo lagi jadi Sad Gril karena nggak mimpiin pangeran kesayangannya
Zia berjalan taman belakang sekolah menuju gudang dia lupa mengerjakan tugas sejarah dan di suruh menyapu taman belakang kalau kemarin kemarin, toilet dan taman depan sekarang taman belakang kalau menurut syila teman sebangku Zia,
"sekolah bisa bersih kalo ada Zia yang selalu telat"
itu baru pemikiran Syila ada juga yang begini
"nggak sekalian aja lu jadi OB Ji"
emang teman kejam
Zia yang sedang membersihkan taman sambil memasang HEADSET dengan lagu kesukaanya
merasa ada seseorang yang memperhatikannya dalam kegelapan Zia mencari cari yang memata matainya Zia memang noob dalam akademik tapi dalam insting bisa di bilang cukup baik. sejauh mata memandang dia tidak menemukan siapapun dan seperti biasa sifatnya yang kadang cuek mengacuhkannya begitu saja
di dalam kegelapan Zigo tersenyum melihat gadisnya yang sedang bernyanyi tidak jelas sembari menyapu, itu hal yang sederhana dan jarang di lakukan tapi gadis ini terlihat bahagia walaupun hanya dengan itu tapi apakah benar gadis itu bahagia?.
"Zia Farasya Anggara kau harus bertanggung jawab" gumamnya tersenyum smirk perlahan menghilang di telan kegelapan
'om ganteng kemarin siapa ya namanya? kok gue lupa nanyain kan lumayan nanti dapet no WA terus nggak jomblo lagi deh gue kyaaaa' batin Zia dengan kebiasaannya menghalu
'tapi ngapa gue mikirin om dingin itu?' batinya lagi
.
.
.
.
.
.
malam harinya
"DASAR NENEK LAMPIR SIALAN BIAR KATA NI CEWEK VAMPIR KALO COWOK NYA SUKA YA BIARIN AJA VAMPIR MANUSIA KALO EMANG DAH JODOH MAU DI GIMANAIN" makinya penuh emosi karena Drakor yang di tontonya
mengisahkan seorang gadis vampir ceria yang jatuh cinta dengan cowok manusia yang dingin tapi hubungan mereka di landa cobaan orang ketiga muncul dia adalah si antagonis wanita yang baru saja di maki Zia
Zia menutup leptopnya dengan kasar tanpa takut rusak maklum dia kan tipe LEMBIRU Lempar Beli Baru yaiyalah keluarganya aja konglomerat
Zia adalah anak yang kaya. dia anak yatim piatu, sejak kecil di manja dan di perlakukan seperti seorang putri tapi semuanya berakhir ketika dirinya beranjak delapan tahun, orang tuanya meninggal dalam kecelakaan Lab. ayahnya seorang ilmuwan dan ibunya seorang pewaris, suatu hari ayahnya ada penelitian di Amerika dan ibunya ikut tapi karena lonjakan arus listrik Labnya meledak dan menewaskan semua orang di dalamnya semenjak itu tidak ada lagi senyum tulus yang keluar dari wajahnya tidak ada lagi air mata yang keluar dari matanya ketika di bully semuanya menjadi palsu dan menghilang, dia memang terlihat ceria, bar bar, dan gampang bersosialisasi tapi jauh dalam dirinya dia adalah orang yang dingin dan sensitif
dia punya banyak teman dan mereka seperti sahabat tapi Zia tidak membiarkan mereka masuk ke hidupnya Zia juga takut terlalu masuk dalam kehidupan mereka. begitulah Zia, gadis yang selalu mamasang wajah palsu
🌿🌿🌿
sebelum melanjutkan maratonnya Zia ke Indomaret terlebih dahulu untuk membeli camilan karena camilan sebelumnya sudah habis saat mengerjakan PR matematikanya
FLASHBACK ON
Zia pulang sekolah langsung kerasukan sebab pulang sekolah biasanya Zia langsung leha leha di kasur kagak ganti baju atau bersih bersih tapi tadi keajaiban datang entah dari mana pulang sekolah Zia langsung mengerjakan PR matematikanya kucing peliharaan Zia bahkan sampai merinding di buatnya itulah Zia selalu punya kejutan untuk orang lain
dengan tangan gemetar Zia membuka perlahan buku Matematikanya, buku mulai terbuka begitu, terbuka lebar dan tulisannya terlihat jelas si kucing peliharaan Zia langsung mengeong membuat Zia kaget
"MEOWW"
"ASTAGFIRULLAH ZIAN bikin gue kaget aja" kaget Zia terengah engah Zia mengelus ngelus dadanya jantungnya berdetak kencang kayak orang jatuh cinta
dengan takut takut Zia menoleh ke bukunya mengambil pensil dan mulai mengerjakan
"ngeliat beginian ke inget dosa bawaanya astaghfirullah" gerutunya mengadu kepada sang kucing yang menutup wajahnya karena takut dengan buku Zia
FLASHBACK OFF
Zia berkeliling Indomaret mencari camilan yang dia mau sebenarnya dia bisa aja minta pembantu atau pengawalnya membelikannya tapi dia mau sekalian cari udara segar
setelah memilih camilan Zia ke meja kasir dan membayarnya "ni dek kembaliannya" ucap mas mas kasir itu
"tips buat mas aja soalnya mas ganteng jadi saya kasih tips" goda Zia tersenyum ramah lalu pergi
nampak mas mas Indomaret itu tersipu malu
Zia berjalan dengan sedikit lompat lompat sambil memakan es krim cone rasa coklat yang di belinya saat sedang asik asik petakilan Zia ngerem mendadak melihat om om yang dia temuinya kemarin malam
tiba tiba seperti sebuah lampu yang menyala di otaknya Zia berniat menjahili sang pria yang dia panggil om om itu
Zia berjalan pelan sepelan siput saat sudah di belakang pria itu Zia bersiap mengagetinya
'1..2..3'
"OMMM" teriak Zia tepat di kuping Zigo, perilaku Zigo yang terkejut membuat Zia tertawa terbahak-bahak
"HANTU" teriak Zigo terkejut dan menutupi wajahnya dengan kedua tangannya
"HAHAHAHA" dengan menyebalkannya Zia tertawa renyah tanpa dosa dan beban hidup
Zigo terpaku dia berpura pura terkejut saja gadisnya tertawa tidak hanya itu cewek itu juga seperti akrab dengannya padahal mereka baru kenal
"kau?" Zigo masih melanjutkan aksi ektingnya Zigo tidak tahu dia akan seperti ini begitupun Zia yang merasa ada yang berbeda ketika dengan Zigo yang dia panggil om om jantungnya selalu berdebar kencang katika bersama Zigo
"ngapain om ada disini? ngikutin aku ya?" tuduh Zia dengan muka menyebalkan
"ckckck... percaya diri sekali kau kelinci" ucap Zigo membuat orang yang dia panggil kelinci mengerutkan keningnya
"gue manusia bukan kelinci" Kesel Zia berkecak pinggang sama seperti pertemuan pertama mereka
"bagiku kau kelinci yang suka lompat lompat nggak bisa diam" goda Zigo menyembunyikannya senyumnya
"a,apa aku suka lompat lompat dan nggak bisa diam aku bukan begitu ya aku tuh anaknya kalem, cakep, imut tau" ucap Zia dengan percaya diri
lagi lagi Zigo di buat mematung oleh sang gadis, gadis ini benar benar AJAIB dan menarik
"iya in biar cepet" tanggap Zigo dengan malas
"nyebelin banget si, dasar om om" kesal Zia
"pertama gue masih 18 tahun dan kedua gue bukan om om" kesel Zigo
"ohh om ternyata masih 18 tahun gue kira om om hehe" kekeh Zia dengan Watadosnya
"nama lo siapa?" tanya Zigo tidak peduli dengan kekehan Zia
"buat apa?"
"santet" jawab Zigo santai
"enak aja mau nyantet orang lu kata gue nggak takut sama setan yang ada setannya yang takut sama gue tau" omel Zia panjang lebar dan Zigo hanya bisa berusaha melindungi telinganya dari suara cempreng Zia
"iya in"
"eh gue ju..." sebelum Zia menyelesaikan omelannya Zigo terlebih dulu memotong karena telinganya sudah tidak sanggup menahan suara cempreng Zia
"ya udah nama lo siapa? tinggal jawab" ucap Zigo berusaha bersabar
"Zia" ucap Zia dengan wajah dongkol
"lo?"
"Zigo"
"sama dong kayak nama motor gua"
"serah"
"kumat lagi" gerutu Zia
"ya udah Zigo gue cabut duluan ya" pamit Zia berniat pergi karena tidak baik cewek dan cowok berduaan malam malam nanti ketiganya setan
"gue anterin" tawar Zigo
"nggak usah gue nggak lemah" sebenarnya Zia cukup terkejut tidak ada yang pernah menawarinya seperti itu dengan tulus semuanya hanya memanfaatkan hartanya tapi cowok di depanya tidak berbohong dan tidak ada tujuan apapun selain mengantarnya
"udah malem nggak baik gadis perawan sendirian" ucap Zigo frontal sontak Zia memerah
PLAK
"di ayak ngapa kalo ngomong!" kesel Zia malu malu
"sorry" ucap Zigo menyesal sekarang dia tau rasanya di gaplok Zigo meringis pipinya merah akibat tamparan Zia bahkan sudut bibirnya mengeluarkan sedikit darah segar
"wajahnya manis tenaganya Hercules" gumam Zigo mengelus pipinya
"ma.maaf ngak sengaja refleks" ucap Zia merasa bersalah
"it's ok" ucap Zigo tidak keberatan
"sini gue obatin di rumah" ucap Zia menarik pergelangan tangan Zigo tangan hangat Zia menyentuh tangan dingin Zigo membuat jesua orang itu merasa nyaman
Zigo yang di perhatikan jantungnya berdegup kencang Zia juga merasakannya jantung tak berhenti berdegup kencang
🏠🏠🏠
sesampainya di rumah
Zian si kucing oren yang lebih mirip cacing kepanasan terkejut majikannya membawa seseorang ke rumahnya temenya di sekolah saja tidak ada yang pernah dia bawa ke rumah tapi orang yang baru dia kenal...
kucing oren itu hanya memperhatikan gerak gerik Zigo dia harus siaga takut nanti Zigo berniat jahat pada majikannya
Zia mempersilahkan masuk Zigo dan mengambil kotak P3K sembari menunggu Zia mengambil kotak P3K-nya Zigo melihat lihat
'rumah gadis ini besar tapi sangat sunyi dan apa apaan kucing itu memandangku seperti itu' batinya merasa risih pasalnya si kucing oren duduk di pojok ruangan dengan pandangan tajam siapapun manusia umumnya akan ketakutan melihatnya dan jujur Zigo merasa terintimidasi padahal dia Vampir
seuara derap langkah kaki terdengar oleh Zigo dengan kekuatan Flash dia sudah ada di sofa berpura pura kesakitan
"sini" ucap Zia duduk di samping Zigo memegang pipi Zigo dan memiringkannya ke arahnya
dengan taletan Zia mengobati sudut bibir Zigo. Zigo terpana melihat wajah serius Zia yang menurutnya berkali lipat cantiknya dan juga auranya menjadi sedikit anggun
"dah.." ucap Zia tersenyum tapi yang dia dapatkan Zigo yang sedang melamun
"woy, melamun baye om" ucap Zia mengatkan Zigo
"jangan panggil gue om panggil aja Zigo kan udah gua kasih tau" gerutu Zigo
"enakan manggil om" ucap Zia, Zigo menatap tajam Zia seketika nyali Zia menciut
"i.iya aku panggil Zigo" gugup Zia
"nah gitu dong kelinci pintar" ucap Zigo tersenyum mengacak acak rambut panjang Zia
"ihh" kesel Zia membenarkan rambutnya seperti semula
"ya udah sono pulang" usir Zia dengan kesal
"ngusir ni?" goda Zigo masih tersenyum
"iya dah sono" ucap Zia mendorong tubuh Zigo hingga ke depan pintu
"gue nggak bakal pergi sebelum lo ngasi no HP" ucap Zigo serius
"ya udah bentar" ucap Zia buru buru dia ingin segera cowok aneh ini pergi. tak lama Zia datang dengan kertas kecil di tangannya lalu mengasih kertas itu Zigo
"nih" ucapnya sembari menyodorkan kertas itu
"ok bye kelinci"
"Have a nice dream" lanjutnya tersenyum manis membuat Zia seketika lemas di tempat
'gila senyumnya manis beut aduh diabetes deh gue' batin Zia terbang
saat ini Zia bersiap tidur baru saja dirinya ingin terlelap benda pipih berbentuk persegi panjang yang selalu dia bawa kemana mana berdering menandakan ada panggilan masuk dengan malas Zia mengangkat nomor telepon asing itu
"hai Zia ternyata belum tidur" ucap orang di sebrang sana
"siapa lo?" tanya Zia yang tak sadar bahwa itu adalah om om kesayangannya
"baru ketemu dah lupa aja" gerutu Zigo
"siapa si?" kesal Zia karena pertanyaannya tidak di jawab
"ini gue Zigo" kesalnya di telepon
"oh" hanya itu jawaban Zia dirinya terlalu ngantuk dan lelah secara mental maupun fisik
"Zia kau masih hidup bukan?" Zigo
"lu kate gue dah mati" Zia
"masih galak berarti masih sehat ya?" Zigo
"iya in" Zia
"Zia aku mau cerita" Zigo
"naon?" Zia
"hah apa itu naon?" Zigo
"naon itu artinya apa" Zia
"...." Zigo
"woy lu masih hidup kagak?" Zia
"naon itu artinya apa maksudnya apa sih?" Zigo
"lo mau jelasin seribu kali juga nggak bakalan ngerti" Zia
"jadi nggak ceritanya?" Zia
"jadi"
tapi sayang Zia suah terlelap di kasurnya ponselnya tetap di telingan sehingga bisa mendengar suara Zigo di sebrang sana mereka berdua seperti pasangan yang sedang bucin
"Zia kau sudah tidur ya?" Zigo
"Zia?"
"ternyata sudah tidur" Zigo
"Zia kau tahu waktu di taman saat aku pertama kali bertemu denganmu....aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama....awalnya aku ragu dan terus memikirkanmu...itu sebabnya aku mengikutimu...ke sekolah... dan kemanapun kamu pergi aku selalu mengikutimu rasa penasaran ku tentangmu semakin besar....Zia sayangnya kau seorang manusia dan aku seorang Vampir dunia kita berbeda dan tak bisa bersama tapi aku mencintaimu nanti saat waktunya tepat aku akan melamarmu dan memberitahu siapa aku sebenarnya...jika kau menolak aku siap karena yang ingin ku lihat adalah kau yang bahagia" terlihat nadanya lelah dan nyaris seperti bisikan tak lama suaranya menghilang sepertinya Zigo telah tertidur
tanpa Zigo sadari Zia kembali terbangun saat dia memanggil namanya perempuan itu bergetar hebat wajahnya menjadi pucat mengetahui fakta bahwa pria yang dia lempar kaleng minuman, yang dia marahi, yang dia tampar dan yang dia obati adalah seorang Vampir
pikirannya menjadi kosong mereka baru kenal sehari yang lalu tapi pria itu sudah menyatakan cinta padanya
'bagaimana ini? kenapa seperti ini? ayah ibu,! seseorang mencintai ku,! tapi dia seorang Vampir! aku sebenarnya juga menyukainya saat pertama kali bertemu ayah ibu aku seorang manusia dan dia seorang Vampir aku harus gimana?' batin Zia sebisa mungkin dia berusaha menahan tangisnya jujur sebenarnya dua tidak percaya tapi entah kenapa dia merasa itu benar
karena terlalu memikirkannya Zia malah tertidur
semenjak itu Zia dan Zigo semakin akrab kemana mana sekarang bareng tapi mereka hanya bisa bertemu saat matahari sudah terbenam Zia tidak tahu alasan Zigo seperti itu hingga Zia sudah lulus dari akademiknya menyelesaikan kuliah jurusan Bisnisnya perusahaannya juga semakin pesat berkat bantuan Zigo yang otaknya rupanya encer dan sekarang umur Zia 21 tahun dan Zigo 23 tahun persahabatan mereka tetap erat walau pernah ada sedikit konflik di antara keduanya semakin lama hubungan mereka semakin dekat Zia mulai terbuka dengan Zigo begitupun Zigo tapi masing masing dari mereka belum menceritakan siapa jati diri mereka sampai suatu hari
"Zia Farasya Anggara maukah kau jadi istriku?" ucap Zigo tersenyum manis menundukan dirinya di depan Zia sembari memberikan cicin emas sederhana namun terlihat mewah, ketampanannya berkali kali lipat saat memakai setelan jas lengkap
"ya aku mau" terima Zia menetekan air matanya dia terharu setelah banyak cobaan yang dia hadapai dia mencapai kebahagiaannya
Zigo berdiri menundukan kepalanya berusaha menyiapkan mental untuk menghadapi respon Zia nanti saat ia memberi tahu jati dirinya
"tapi sebelum itu Zia aku mau memberitahu siapa aku sebenarnya tapi tolong jangan marah" pinta Zigo dan Zia hanya tersenyum manis membuat Zigo semakin ragu tapi dia tahu dia tidak boleh ragu lagi
"sebenarnya aku bukan manusia tapi Vampir Zia maafkan aku sudah membohongimu" tegas Zigo air matanya mengalir begitu saja dia takut wanita yang dia cintai meninggalkanya karena tahu siapa jati dirinya
"akhirnya kau mengaku juga bahwa kau bukan manusia ku kira selamanya kau akan bohong" ucap Zia tersenyum manis membuat Zigo terkejut bukan main
"aku sudah tahu siapa kamu sebenarnya dari dulu jauh sebelum kamu menyiapkan ini semua, maaf karena aku tidak pernah bilang aku takut kamu akan malu dan berkecil hati karena amu seorang manusia. dengar aku Zigo siapapun kamu mau kamu siluman, Vampir, setan, kalau kita di takdirkan berjodoh pasti kita akan bersama, apapun jenisnya kita adalah jodon dan tuhan menakdirka kita untuk bersama tidak peduli aku tahu dari mana kau seorang Vampir yang jelas aku mencintaimu Zigo aku ingin menjadi istrimu manjadi pendamping hidupmu Zigo aku memang manusia dan aku memang seorang manusia dan kau seorang Vampir kita memang berbeda tapi takdir menjodohkan kita" tutur Zia memgang pipi Zigo air mata gadis itu sudah tak terbendung lagi senyum tulus terukir di wajahnya
"Zia kau yakin ingin bersamaku jika kau bersamaku kau menghadapi kesulitan-kesulitan yang nantinya akan menghancurkan semua usaha yang kau buat aku hanya ingin kau bahagia bukan menangis seperti ini" ucap Zigo berusaha menahan air matanya tapi sayang itu sudah tidak bisa dia tahan lagi itu mengalir begitu saja di pipinya
Zia menghapus air mata Zigo memberikan senyum manisnya
"aku sudah siap karena aku yakin kau pasti akan menemaniku dalam suka maupun duka aku percaya padamu Zigo tapi kau juga harus percaya padaku juga ok" Zia menyodorkan kelingkingnya dan Zigo menakutkan kelingkingnya ke Keling Zia dengan terharu
"mulai sekarang kita jalani semuanya bersama" ucap mereka bersamaan
Zigo memasangkan cincin ke jari manis Zia begitupun Zia yang juga memasangkan cincin ke jari manis Zigo mereka pun berpelukan menikmati angin malam bersama di jalan waktu mereka pertama kali bertemu dan tempat ini menjadi saksi bahwa tidak ada yang bisa menentang hubungan mereka dan akan menjadi abadi walaupun raga mereka telah terkubur
.
.
.
.
.
.
3 Tahun kemudian
.
.
.
.
.
"Leo ayo jalan ke bunda" ucap Zia dengan lembut bayi berusia 9 bulan ini merangkak ke arah Zia sang bunda "Lea juga ayo ke papah" ucap Zigo
kini Zia dan Zigo sedah memiliki anak mereka kembar namanya Leo dan Lea Zigo saat pertama kali mendengar Zia hamil dirinya sangat bahagia dan selalu menjaga Zia dan memanjakannya
terkadang mereka juga Ziarah ke makam ayah dan ibu Zia
3 Tahun yang lalu sebenarnya mereka mengalami konflik dengan orang tuanya Zigo mereka berdua juga Vampir dengan tegas ayah tidak merestui hubungan antara manusia dengan Vampir dan ternyata orang tua Zigo adalah pemimpin klan Zia dan Zigo tiak putus asa akhirnya hati ayah luluh dan mereka bisa menikah dan memiliki anak kembar
kini Zigo dan Zia mencapai kebahagiaan mereka lahirnya sang buah hati membuat hidup mereka sempurna
dua ras berbeda namun saling mencintai dan melengkapi ini aneh namun nyata
🌿
🌿
🌿
🌿
🌿
🌿
🌿
TAMAT HAPPY ENDING