Warga +62 itu memang diakui sikap manusiawi dan keprihatinannya. Gak salah memang malah sangat didukung. Cuman... gak usah berlebihan caranya. Toh nasib kita sendiri kayak sama nasib aja sama rakyat Gaza.
Gak maksud nyinggung sih... Ini sebatas cuplikan kurang kerjaan juga. Mimin hanya mahu yang membacanya berpikir sejenak.
Di keliling kita... seberapa banyak kemerdekaan yang sebenarnya benar-benar telah kita nikmati? Seberapa bebas kita menikmati yang artinya demokrasi?
Isu Palestina... maksudnya Gaza dan Yahudi... toh itu memang termaktub dalam kitab. Perangnya akan berlangsung sampai ke detik-detik pelupusan bangsa itu dari atas muka bumi ini. (Tau gak maksud pelupusan itu?)
Yahudi itu sudah tahu nasib yang bakalan nunggu mereka. Mereka bangsa yang tidak dialu-alukan oleh isi alam. Bahkan akan terjadi nanti pohon tempat ia bersembunyi itu sendiri yang akan bicara mengatakan kalau ada Yahudi yang sembunyi di baliknya. Saking bencinya alam ini pada kezaliman mereka selama ini.
Bangsa itu telah maktub akan dilupuskan dari atas muka bumi ini dengan izin yang maha kuasa. Kapan? Kurang tahu juga. Tapi yakin sekali kalau waktu itu akan tiba. Namun menunggu detik itulah yang buat mereka berwenang seperti hari-hari yang telah dilewatkan. Barangkali menikmati saat bahagia sebelum azab datang.
Nah... yang pengen Mimin tegaskan di sini.. cara kita warga +62 menanggapi isu 'Save Gaza'... 'Save Palestina'... Sikapnya gak usah berlebihan... terutama anak-anak bangsa yang baru tumbuh dewasa.
Kalian sampai ke sana-sini.. bolos aktiviti sekolah.. gak bikin PR... berpergian bersama teman-teman ke mana-mana tanpa pamit... buat foto-foto sambil kibar bendera Palestina yang kononnya dukungan buat Palestina.
Memang gituan membantu ya? Memang kekerasan dan kekejaman tentara rejim bisa melemah dengan foto-foto itu? Yakin mereka akan mundur kalau kalian rame-rame nggak bikin PR? Beneran yakin nih? Ya udah... teruskan aja kalau yakin!
Kalian semua... bakal dewasa dan bakal mengambil alih semua ini dari para orang tua masing-masing. Yang bakalan jadi kepala keluarga.. kepala ibu rumah tangga... kepala sekolah.. kepala negara dan segala kepala. Kalian akan ganti mentadbir suatu hari nanti. Batu aja musnah... apa lagi kita yang kian hari makin mereput. Tapi mereput biar dengan cara keren. Jangan kayak mak lampir... makin hijau makin menyakitkan sikapnya!
Lalu sebelum waktu itu sampai... ayo isi waktumu dengan persiapan bekal-bekal yang seharusnya. Belajar untuk jadi dewasa yang disegani dan tanggungjawab. Kalo jadi ayah.. jadilah ayah yang pengasih. Kalo jadi ibu.. jadilah ibu yang penyayang. Jangan besok udah waktunya sampai.. kalian malah kepalanya Yahudi itu.
Tenang. Maksudnya mimin itu.. kalian gak mungkinlah jadi bangsa Yahudi itu.. toh kalian kecilnya bangsa +62.. gimana coba dewasanya jadi bangsa lain. Pastilah bangsa +62 juga.
Yang mimin tujukan.. sikap mereka (bangsa Yahudi) itu yang jangan sesekali kalian warisi. Bersikap kejam.. merampas yang bukan hak... memanipulasi fakta dan sebagainya.
Lihat ke diri kalian dulu. Ada gak berlaku kekejaman? Siapa tahu ayah kalian sering memukuli.. ibu kalian tiap harinya ribut ngomel itu ini kayak peluru tentara Israil nyerang Palestina... Ato kakak kalian yang suka rampas-rampas uang jajan kalian atau apa saja tindakan selevel Yahudi... Bisa tuh diteriakin aja sana.. "Dasar Yahudi!" (Kalau berani.. gak tanggungjawab kalau malahan uang jajan kalian ditiadakan.. biasa kejadian toh... bersuara dikit aja... eh sebulan gak ada jatah internetan!)
Atau juga keliling rumah.. siapa tau tetangganya menindas keluarga kalian kayak rakyat Gaza itu diperlakukan... Berani gak kalian teriakin demo "Dasar Tetangga Israil!" (kalo berani ya silahkan.. gak tanggungjawab kalau kalian malah dihajar ortu gak gara-gara demo itu)
Atau lihat sekitar lingkungan.. siapa tahu ada pemuka lingkungan atau pemerintah kalian yang sikapnya se-Zionis bangsa terkutuk itu. Berani gak kalian bersuara kalau hak-hak dan kebebasan kalian diremehkan? (Malang sekali ya hidupmu yang punya pemerintah seperti itu.)
Mikir kalian... simpati itu gak salah... anti kejam itu juga gak salah... Laksanakan di tempat. Jangan lihat zona kuning kasus Corona di lingkungan sebelah aja tapi kalian gak tahu udah masuk zona merah di lingkungan kalian.
Point pentingnya.. admin hanya ingin mengatakan jangan cuma foto profil kalian yang anti Israil sedang diri kalian sendiri yang memusuhi sikap sabar bangsa Palestina. Ingat! Jangan zalim! Jangan tamak haknya orang...! Jangan membatasi kebebasan orang lain baik itu kebebasan membaur mahupun kebebasan bersuara. Bangsa +62 sudah merdeka lebih 70 tahun.. Bebas bersuara... bebas memilih... bebas menikmati hak-hak kemanusiaan.
Pertamanya nikmati kebebasan berpendidikan yang sepatutnya. Fokuslah untuk menjadi insan yang adil.. berkarekter dan tegas.
Tapi jangan pernah bebas pergaulan kerna hujungnya cuma dua.. kalian bakal ditindas atau kalian wujud seperti Yahudi yang saat ini sedang kalian kecam!