Namanya Eza dia baru lulus SMP dan baru memasuki SMA.
Eza adalah anak yang baik,lugu dan pemaaf , karena sikapnya yang baik dan lugu dia selalu dimanfaatkan oleh teman temannya sampai sampai di perbudak oleh mereka pun dia tidak menyadari, meskipun dia masih punya teman yang bisa mengingat kan tetapi dia masih terus memaafkan mereka.
suatu hari saat Eza patah tulang pada kaki karena kecelakaan , saat itu teman temannya yang selalu memperbudak dia menyuruhnya untuk membawakan barang bawaannya dengan alasan barang itu berat , Eza yang tidak enak hati langsung membantunya tapi ternyata barang bawaan itu sangat sangat berat sampai membuat Eza terjatuh dari tongkat nya , namun temannya tidak membantunya melainkan malah menghinanya "dasar bawa barang bawaan aja gak becus" ucapnya , Eza hanya tersenyum dan berkata "maaf karena kaki ku masih sakit"
"halah bilang aja kalo gak mau bantuin dasar sampah" ucap temannya .
Temannya itu langsung pergi tanpa membantunya, akhirnya Eza berdiri sendiri dan menyalahkan diri sendiri dan penciptanya "Tuhan mengapa aku engkau buat tidak bisa berjalan dengan benar lihat teman temanku meninggalkan ku karena aku tidak bisa berjalan ah " ucap Eza
sesampainya dikelas Eza bully karena sekarang menjadi sampah
"Eh Eza ganti aja tulang lo dengan tulang kuda pasti kuat gak bakal patah"
"bener tuh Za ganti aja dari pada lu jadi sampah''
"Hahaha bener banget itu"
"Kalo sampe besok lo tetap gak bisa jalan dengan benar mending lo pindah sekolah aja sana siapa tau ada yang mau nampung beban kaya Lo" teman temannya pada nertawakan dia , tetapi Eza tetap tidak marah dia juga tertawa karena dia menganggap itu adalah becandaan teman temannya untuknya.
"Hey bocah, lu ngapain ikut ketawa bukannya sadar diri karena Lo jadi sampah sekarang"
tapi lagi lagi Eza ketawa dan menganggap nya sebagai candaan
suatu hari Eza mendapat kabar dari dokter bahwa kakinya harus di potong karena terjadi pembusukan pada luka kakinya karena selain patah tulang pada kaki terdapat luka luka yang parah di sekujur kakinya, saat itu Eza terkejut namun dia pasrah karena kakinya harus dipotong.
beberapa bulan kemudian kakinya yang panjang keduanya sekarang hanya satu yang panjang , saat itu Eza pergi sekolah , tapi teman temannya bukan mendukung malah lagi lagi membully dia
"dasar cacat"
"cacat lu sana pergi"
"dih cacat sana gw jijik temenan sama Lo"
teman temannya melihat Eza dengan tatapan jijik . Eza langsung pergi menuju ke toilet dan lagi lagi menyalahkan sang pencipta "Tuhan kenapa engkau buat aku tidak punya kaki?" .
beberapa menit kemudian saat Eza mau keluar dari toilet dia mendengar teman temannya pada ngejelekin Eza di belakang
"dasar si sampah itu gk sadar ya kalo dari dulu kita cuman memanfaatkan dia"
"Hahaha namanya juga anak lugu ya pastinya gk akan pernah sadar lah , eh tapi kalo kayak gini gimana dong gak ada yang bawain tas kita"
"Eh bener juga , bodo amat lah tetap aja suruh bawain salah sendiri sekarang jadi cacat"
saat mendengar itu semua Eza mulai paham dan tidak lagi menyalahkan sang pencipta "Tuhan ternyata aku salah, terimakasih sudah menunjukkan ini semua"
Hari hari telah berlalu tapi hinaan itu semakin lama semakin menyakitkan hati . Eza pun tidak kuat dengan omongan mereka , Eza merasa putus asa dan kehilangan semangat untuk hidup , Akhirnya Eza bunuh diri dengan menggantungkan diri ke tiang bendera sekolah namun Eza tetap memendam rasa benci terhadap teman temannya, yang membuat arwah Eza tidak tenang , Teman temannya yang dulu menghina Eza satu persatu mulai dihantui oleh Eza dan satu persatu ada yang mengalami strees ,gila, depresi, sampai bunuh diri.
Teman temannya yang lain menyesal karena pernah membully mereka namun itu sudah terlambat Eza terlanjur memendam dendam itu , akhirnya teman temannya mati dengan mengenaskan dibunuh oleh Eza sendiri.