Assalamualaikum semua.
Hari berganti bulan, bulan berganti tahun. Begitupun umur manusia, semakin bertambah usia, disitu pula dengan sendirinya, kita juga berubah. Yang mana berharap, akan menjadi pribadi yang lebih baik dan membawa keberkahan,entah untuk diri sendiri dan juga untuk orang-orang sekitar kita.
Semua orang mempunyai masa lalu yang berbeda begitupun juga dengan diri ini. Hanya seorang hamba yang nista dan hina serta hamba yang berlumur dosa, tiada pernah menduga, jika semua itu akan membawaku ke jalan yang baik dan benar insyaallah.
Bertahun-tahun aku hidup berdampingan dengan maksiat, dekat dengan minum-minuman beralkohol, dengan bangganya mengumbar auratku,dan masih banyak lagi. Yang aku sendiri malu untuk menjelaskannya. Tidak pernah menunaikan kewajibanku dan semakin terperosok ke lembah dosa. Yang aku pikirkan hanyalah uang dan uang.Kerja tanpa mengenal waktu, tanpa memikirkan hubunganku dengan Tuhanku.Sampai di titik terendah, diri ini merasakan hampanya hati,kesepian dan juga makin hari seakan hidup tidak berarti.
Ya aku sadari, diriku memang jauh dari Tuhanku. Sejak aku berhubungan dengan kekasihku. Ya kita memang berbeda keyakinan, meski diapun juga tak pernah menyinggung tentang keyakinanku.Hidup dan tinggal di apartemen membuatku jauh dari kata sosialisasi, yang ada ya cuma loe loe, gua gua githu doank . Masa bodoh dengan lingkungan sekitar, bahkan siapa tetanggaku saja, aku kurang tahu. Hanya tetangga sebelahku saja yang ku hafal. beliau seorang nenek hidup sendiri sepertiku dengan kucing kesayangannya.
Hingga pada suatu malam, sekitar jam 10 malam, pintu apartemenku di ketok seseorang. Ternyata nenek sebelah .
Dengan heran aku bertanya," ada apa nek? kenapa menangis?"
"Anu anu hiks hiks ,Si Meong menghilang.Apa kamu melihatnya?"menjawab dengan menangis pilu.
Kutanya lagi ," kenapa sampai hilang, padahal kan pintu teralis depan dikuncikan?"
"aku aku lengah, tadi ku biarkan pintu terbuka saat mau ambil makanannya,hiks hiks."
"OMG hadehhh gimana ini, beliau terlihat sedih sekali." Gumanku.
Hatiku hancur dan terenyuh disaat beliau berkata,"nak gimana nanti kalau Si Meong gak pulang, nanti kalau nenek meninggal,siapa yang akan melihat jasadku, sementara kamu tahu, nenek tinggal seorang diri gak da saudara ataupun anak."
Ya Allah pilunya hatiku mendengarnya 😭😭😭😭😭😭.sedih banget rasanya.
Setelah beliau lebih tenang, aku sarankan kepada beliau untuk menaruh makanan Si Meong dekat pintu depan. Aku tidak membiarkan beliau mencari Si Meong di saat hari dah malam dan aku juga tak tahu harus cari kemana.Lagipun malam kan bahaya. takut sesuatu terjadi pada beliau.
Entah dapat pikiran darimana, aku langsung bilang,"jangan kuatir, si meong bakalan pulang kok nek, jadi jangan berpikiran yang aneh aneh ya!sekarang masuk dan istirahatlah ya."
Setelah berhasil membujuk beliau masuk, aku terngiang -ngiang terus perkataan beliau tentang kematian itu.
Oh gimana ini, kata-kata itu seperti mengingatkan aku yang jauh dari Tuhanku. hiks hiks.
Esoknya harinya.Pintuku digedor kembali, dan ternyata nenek sebelah. Tapi ada yang lain dari beliau....
"Nak terima kasih, Si Meong dah kembali tadi pagi. terima kasih nak." (dengan raut wajah sumringah gembira).
"alhamdulilah nek.Aku ikut senang, jagalah dia baik-baik ya! jangan biarkan pintu tidak terkunci algi, hati-hati." Jawabku.
Pintu kututup kembali dan bahagia melihat nenek sebelah ceria kembali. disaat itu pula, aku mengingatkan diriku, jika aku harus berubah, mendekatkan diri kepada Tuhanku.
Beberapa hari setelah kejadian itu, saat pulang dari kerja, aku dengan tidak sengaja melihat nenek sebelah yang sedang bersembahyang, dengan tenang kulihat beliau menunaikan sholatnya sampai selesai. Kenapa aku bisa melihatnya, karena beliau berada di ruang tamu dan sengaja membiarkan pintu utama terbuka, tapi masih mengunci pintu teralis depan.
Ya Allah, hatiku terasa nyaman sekali melihatnya, sampai menetes air mata. pemandangan tersebut, seakan-akan tamparan langsung terhadap kelakuanku, karena dah bertahun-tahun aku tidak pernah melakukannya. 😭😭😭😭😭
Kututup pintu dengan pelan, dan dengan hati pilu bercampur gembira.Aku mulai menata kembali hidupku. melaksanakan ibadah ku, menjalankan kehidupanku dengan lebih baik,menjalankan yang wajib dan berangsur meninggalkan yang haram.
Dan alhamdulillah sampai detik ini, semoga berkekalan sentiasa di jalanMu Ya Robb. Amin.
Terimakasih nenek tersayang, Melaluimu Allah mengingatkanku.Tanpamu,mungkin aku masih berada di jalan yang salah.
Semoga hidup ini penuh dengan keberkahan dan kebarokahan. Amin.
Wassalamualaikum wr wb.