"Kau tahu kan kalau membunuh sang ratu bukanlah suatu perkara yg mudah untuk dilakukan,Rafaela?" Ucap seorang pria bangsawan bergelar Grand Duke kepada wanita yg merupakan seorang tuan putri.
Pembunuhan sang ratu adalah permintaan dari Rafaela de Hexi Nuvartante,Tuan putri pertama Kerajaan Nuvartante.Rafaela sangat membenci sang ratu karena beberapa hal.
"Ethan Castella,Aku tahu permintaanku ini sangat berat.Tapi,Bagi seorang Grand Duke satu-satunya sepertimu,Pastinya urusan seperti ini mudah kan?" Ucap Rafaela sambil tersenyum menyeringai.
"Dan tolong bantu aku untuk naik takhta.." Sambungnya.
Grand Duke Ethan Castella,Pria berusia 20 tahun yg merupakan sepupu jauh sekaligus sahabat terdekat Rafaela.
"Dan kalau kau sudah naik takhta dan menjadi bulan Kerajaan Nuvartante yg agung,Apa yg akan kau berikan kepadaku sebagai balasannya?"Ethan tersenyum manis kepada Rafaela yg masih memikirkan akan bagaimana harus membalasnya.
"Kalau aku sudah menjadi bulan Kerajaan Nuvartante,Maka apapun yg kau inginkan akan aku penuhi!" Ucap Rafaela dengan sangat yakinnya.
"Aku akan memegang kata-katamu itu,Rafaela"
Ethan lalu mengangkat tangannya sampai sejajar dengan dada kemudian mengucapkan sesuatu..
"The contract is now made between me,Ethan Castella and your majesty,Rafaela de Hexi Nuvartante" Ucap Ethan yg kemudian memicu cincin di tangannya bersinar dengan sangat terang.
Rafaela baru menyadari kalau tindakannya itu sama saja dengan memasukkan kepalanya ke mulut harimau yg sedang lapar.Dia bisa saja terancam karena perjanjian mereka itu.
"Uh-oh,Bagaimana aku bisa lupa kalau dia adalah orang paling picik di kerajaan ini?!-Tapi hanya dia satu-satunya orang yg bisa dipercayai sih"Batin Rafaela sambil menatap Ethan yg sedang tersenyum manis padanya.
"Rafaela,Apakah kau benar-benar yakin ingin melakukan ini?Kau tahu kan kalau tindakan percobaan pembunuhan atas sang ratu adalah tindakan pemberontakan?Kau bisa saja.."
Ethan menggerakkan tangannya dari sisi kanan ke kiri mengisyaratkan hukuman pemenggalan dibawah 'Guillotine'.
"Atas apa yg telah wanita hina itu lakukan kepada mendiang ibundaku,Bagaimana aku bisa membiarkannya begitu saja?!-Aku sudah lelah menunggu dan menunggu untuk hari ini,Ethan Castella!" Air mata bercucuran di saat ia mengucapkan kata-katanya itu.
Pria di hadapan Rafaela itu hanya terdiam karena mengingat nasib tragis Permaisuri Violetta selaku ibunda dari Rafaela.
Di masa lalu,Permaisuri Violetta dihukum gantung karena sebuah kesalahan sepele yg tak disengaja tapi malah dilebih-lebihkan oleh Keluarga Roman yg merupakan keluarga dari Ratu Vidya.
Hingga akhirnya..Sang raja Harry de Hexi Nuvartante menghukum mati permaisuri karena lelah akan tekanan yg diberikan Keluarga Roman.
Karena kejadian ini terjadi kala Rafaela masih berusia 1 tahun,Maka hak asuh atas dirinya diberikan kepada Ratu Vidya yg menjadi biang keladi atas meninggalnya ibundanya,Permaisuri Violetta.
Walau Ratu Vidya membesarkannya selayaknya anak kandung,Tetapi setelah mengetahui kebenarannya,Perasaan sayang Rafaela kepada Ratu Vidya yg dianggapnya sebagai ibu berubah menjadi kebencian yg kian berkembang.
Bahkan,Rafaela tak segan-segan menyerang Ratu Vidya dengan berbagai kata-kata sarkasnya dan membuat hidupnya bagai di dalam neraka tanpa pernah tertangkap sekalipun.
"Apakah kau tak berpikir kalau mungkin saja ratu yg ingin kau dan aku bunuh itu sebenarnya bukanlah akar permasalahannya tapi justru..Keluarga Roman itu sendiri?"
"Cobalah kau berpikir seperti ini,Kenapa Ratu Vidya yg merupakan bagian dari Keluarga Roman malah membesarkanmu layaknya anak sendiri?Kalaupun untuk mencapai kedudukan ibu suri dengan menjadikanmu ratu selanjutnya,Bukankah dia tak perlu susah payah membesarkanmu dengan baik?"
"Dan lagi,Jika kau melihat Ratu Vidya dari dekat,Tatapannya bahkan tak seperti oeang hidup melainkan.."
"Orang mati."Sela Rafaela menyambung perkataan Ethan.
Kepala Rafaela terasa begitu sakit hanya dengan memikirkan soal persoalan ini.Haruskah ia tetap melakukan percobaan pembunuhan terhadap Ratu Vidya atau sebaliknya?
Di sisi lain,Di istana ratu yg ditinggali Ratu Vidya dan para dayangnya,Ia duduk di balkon kamarnya sambil meneguk secangkir teh.
"Kebencianmu terhadapku memang sudah seharusnya terjadi,Ella.Maafkan aku karena menjadi salah satu anggota keluarga yg telah membuat Permaisuri Violetta meregang nyawa.." Gumam Ratu Vidya sampai air matanya menetes di tehnya.
Keesokan harinya,Rafaela seperti biasa mengamati lingkungan sekitar istana ratu dan istana putri miliknya.Ia juga berniat untuk mengunjungi Ratu Vidya barangkali ada suatu hal yg dapat membatalkan niatnya untuk membunuh orang yg telah membesarkannya dengan baik.
Di awal,Rafaela memang ingin sekali membunuh Ratu Vidya dari dulu tapi jika mempertimbangkan kasih sayang yg diberikan Ratu Vidya padanya,Memikirkan percobaan pembunuh terhadapnya saja sudah membuat dadanya sesak.
"Rafaela de Hexi Nuvartante,Menghaturkan salam saya kepada Baginda Ratu sang bulan Kerajaan Nuvartante"Salam Rafaela kepada Ratu Vidya sambil mengangkat sedikit gaunnya ketika membungkuk.
"Selamat datang,Ella.Kurasa ada sesuatu hal yg ingin kau bicarakan denganku karena menemuiku lagi setelah 2 bulan lamanya,Benar?" Jawab Ratu Vidya sambil tersenyum masam saat menatap Rafaela yg berada di ambang pintu.
"Saya benar-benar tidak bisa membohongi anda,Baginda.Memang benar saya memiliki sesuatu yg ingin dibicarakan dengan anda,Dan ini adalah urusan pribadi.Jadi,Saya memohon kepada anda untuk menyuruh semua dayang di dalam kamar anda ini untuk keluar terlebih dahulu" Jelas Rafaela seraya terus menundukkan pandangannya.
"Baiklah jika itu yg kau inginkan.Selain aku dan Ella kumohon kepada kalian untuk keluar dari kamarku" Perintah Ratu Vidya pada dayang maupun pelayan yg melayaninya.
Kamar yg tadinya ramai akan pergerakan dayang dan pelayan seketika menjadi sunyi ketika pelayan terakhir sudah keluar darisana dan menutup pintunya.
Ratu Vidya lalu meminta Rafaela untuk duduk di kursi yg berada di dekat meja.Rafaela mengiyakan permintaan Ratu Vidya kemudian duduk di tempat yg ditunjuk olehnya.
Suasananya sangat sunyi tanpa ada satupun dari kedua pihak yg mau menatap mata lawan bicaranya.Hingga..
"Biar kutebak,Kau pasti datang kesini karena hal yg ingin kau bicarakan berhubungan dengan mendiang Permaisuri Violetta kan?" Tanya Ratu Vidya menebak-nebak.
Rafaela hanya terdiam ketika Eatu Vidya berkata demikian.
"Bunuh saja aku,Ella" Ucap Ratu Vidya kepada Rafaela tanpa beban sedikitpun.
Hal itu spontan membuat Rafaela yg masih bimbang akan keputusannya kaget bagai tersambar petir di siang bolong.Wanita yg ingin menjadi target pembunuhannya itu meminta untul dirinya dibunuh?!
"Itu kan tujuanmu.Kenapa kau tampak sangat syok seperti itu?Aku hanya ingin memenuhi hal yg diinginkan anak perempuan yg sudah aku besarkan sampai sedemikian rupa"Tanpa disadari olehnya,Air matanya menetes kala mengatakan hal itu.
Ratu Vidya memang sudah mempertimbangkan hal itu tepat sebelum hukuman gantung dijatuhkan kepada Permaisuri Violetta.Satu hal yg membuatnya berada tepat di depan jurang adalah keluarganya sendiri.
Ia terus menghalau sang raja untuk tidak menjatuhi hukuman gantung kepada Permaisuri Violetta hanya karena tekanan dan desakan dari Keluarga Roman.Tapi apa boleh buat,Nasi sudah menjadi bubur.Takdir tidak lagi bisa diubah dan harus tetap dijalani walaupun penyesalan menghantuinya.
Bahkan,Saat Rafaela diberikan kepadanya,Ratu Vidya menitikkan air matanya karena sudah tahu kalau misalnya anak berusia 1 tahun di tangannya mengetahui soal kematian tragis Permaisuri Violetta yg merupakan ibunya,Sudah pasti rasa balas dendam akan tumbuh di dalam hatinya.
Khususnya kepada Keluarga Roman dan juga dia yg diyakininya sebagai biang keladi atau akar permasalahannya padahal dia sudah berusaha semaksimal mungkin untuk menghalau penjatuhan hukuman gantung kepada Permaisuri Violetta.Tapi,Tetap saja karena dia adalah salah satu anggota Keluarga Roman,Sudah pasti takdirnya untul dibunuh di tangan Rafaela akan tetap terwujud walau dengan kemungkinan selamat 20%.
"Ella,Maukah kau mendengarkan penjelasanku mengenai kematian ibundamu?" Tanya Ratu Vidya kepada Rafaela.
"Saya akan terbuka dengan apapun yg akan baginda ratu jelaskan" Jawab Rafaela sambil tersenyum manis seperti saat ia masih kecil dulu.
"Permaisuri Violetta dan aku dulu adalah sahabat,Baik sebelum menjadi bagian dari keluarga kerajaan ataupun sesudahnya.Hubungan kami bisa dibilang cukup baik atau bahkan sangat-sangat baik sampai orang-orang takjub akan hubungan kami yg tak terlibat dalam persaingan di harem raja.Aku dan Violetta sudah cukup puas dengan kedudukan kami yg sudah cukup tinggi,Ella"
–----------------------
"M-maafkan aku,Vidya!-Aku benar-benar tidak sengaja menjatuhkannya!" Panik Permaisuri Violetta ketika menjatuhkan kalung berliontin mawar merah milik Ratu Vidya.
Benar,Ini adalah kilas balik kejadian tepat sebelum hukuman gantung dijatuhkan/diputuskan untuk Permaisuri Violetta,Dimana alasan ia dijatuhi hukuman menyakitkan itu adalah karena menjatuhkan dan memecahkan kalung berharga milik Ratu Vidya.
Walaupun demikian,Sebagai seorang sahabat ia memaafkan tindakan tak disengaja Permaisuri Violetta.Tapi entah muncul darimana,Sekelompok ksatria Keluarga Roman tiba-tiba masuk dan membawa paksa Permaisuri Violetta.
Ratu Vidya sempat menghalau para ksatria keluarganya itu untuk membawa sahabatnya.Akan tetapi,Ayahnya datang dan menariknya supaya menyingkir dari jalan.Ia berusaha melepaskan pergelangan tangan ayahnya itu agar bisa meraih tangan Permaisuri Violetta namun karena perbedaan kekuatan fisik yg jauh,Ratu Vidya tak dapat melakukan apapun dan hanya bisa pasrah.
"Kenapa..?"Tanya Ratu Vidya sambil menundukkan pandangannya di hadapan ayahnya yg merupakan kepala keluarga Roman saat itu.
"Apa maksudmu,Vidya?Dia sudah menghancurkan kalung berharga yg diwariskan untukmu!-Tentu saja dia harus diberikan hukuman setimpal!" Bentak ayah Ratu Vidya kepadanya.
"Aku tahu betul kalau semua ini sudah direncanakan oleh ayah!-Mulai dari saat Violetta memegang kalung itu sampai kedatangan para ksatria keluarga yg tiba-tiba memasuki kamarku.Tabiat ayah yg haus akan kekuasaan itu sungguh menjijikkan!-Aku penasaran akan kemana perginya sosok ayah yg hanya mementingkan kebahagiaan keluarga dan rakyat kerajaan itu pergi!"
*PLAK*
Tamparan yg begitu keras mendarat sempurna di wajah cantik Ratu Vidya.
"BAGINDA RATU!!" Ucap para pelayan,dayang,serta ksatria pribadi Ratu Vidya ketika berada di tempat perkara.
"Ini adalah urusanku dan putriku,Orang-orang rendahan seperti kalian tidak boleh ikut campur urusan kami!!" Teriak ayah Ratu Vidya kepada para pelayan,dayang,dan ksatria pribadinya.
"Aku-lah ratu dari Kerajaan Nuvartante disini.Dan ayah hanyalah seorang bangsawan bergelar marquess yg tidak bisa mengekangku yg sekarang menduduki posisi ratu!" Sanggah Ratu Vidya dengan beraninya.
"Karena kau sudah berani menentang keputusan ayahmu ini,Maka lihat saja kematian sahabatmu itu di tiang gantung!"Ancamnya dengan seringaian di wajahnya.
Ratu Vidya langsung tersentak mendengar perkataan itu dan tanpa sadar menarik kerah baju ayahnya dengan kedua tangannya sambil berkata..
" JANGAN BERANI MENYENTUH SAHABATKU,AYAH!!"Marah Ratu Vidya kepada ayahnya yg bagai ayah tiri padahal sebaliknya.
"Pfft,Kau tak akan bisa menghentikanku,Vidya!" Ucap ayah Ratu Vidya kemudian langsung mendorong anaknya itu dengan keras ke arah para bawahan Ratu Vidya.
Ayah Ratu Vidya itu lalu berjalan keluar dari kamar Ratu Vidya menuju ke ruang singgasana tempat Permaisuri Violetta dibawa.
"Anda baik-baik saja,Baginda ratu?" Tanya Lyla selaku dayang yg paling dekat dengan Ratu Vidya.
"Minggir,Lyla.Aku harus cepat-cepat pergi ke ruang singgasana sebelum terjadi sesuatu kepada Violetta!" Jawab Ratu Vidya kemudian langsung berlari mengejar ayahnya yg sudah pergi duluan ke ruang singgasana.
Para pelayan dan ksatria yg berada di seluruh penjuru koridor istana yg dilewati Ratu Vidya menuju ruang singgasana, Hanya bisa diam karena tahu akan apa yg baru saja terjadi.Mereka diminta untuk tutup mulut kalau melihat apapun disana.
Saat sudah sampai ke ruang singgasana,Betapa terkejutnya Ratu Vidya ketika mendapati sahabatnya itu sudah bersujud di hadapan sang raja yg merupakan suami mereka dan dalam keadaan sudah berlumuran darah.Sudah jelas siapa yg melakukannya.
"Vydia de Hexi Nuvartante,Menghaturkan salam kepada baginda raja sang matahari Kerajaan Nuvartante" Salam Ratu Vidya kepada sang raja.
"Anda harus menghukum Yg Mulia Permaisuri,Baginda!" Desak ayah Ratu Vidya kepada suami Ratu Vidya yg tengah duduk di singgasananya.
"Atas dasar apa,Marquess Roman?" Tanya baginda raja sambil menatap tajam kepala keluarga Roman itu.
"Yg Mulia Permaisuri sudah menghancurkan kalung pusaka kami dan bahkan menginjak-injaknya sampai hancur!" Jelas ayah Ratu Vidya sambil melebih-lebihkan kenyataan yg ada.
"Maaf menyela,Baginda.Tapi semua itu tidak benar!-Violetta tidak sengaja menghancurkan kalung itu dan tidak seperti yg dikatakan oleh ayah saya,Baginda raja yg terhormat" Sanggah Ratu Vidya demi bisa membantu sahabat satu-satunya di istana kerajaan itu.
Akan tetapi,Setelah 3 jam lebih perdebatan itu berlangsung,Sang raja akhirnya berpihak kepada..Marquess Roman.Sampai-sampai ia menurunkan titahnya kalau dalam 3 hari lagi,Permaisuri Violetta akan dihukum gantung di alun-alun ibukota Kerajaan Nuvartante.
Ratu Vidya sangat marah akan keputusan sepihak itu.Dia bahkan berani berucap lancang kepada baginda raja sampai memakinya.Ia benar-benar tidak terima sahabatnya diperlakukan tidak adil begini.Tapi usahanya sia-sia karena baginda raja tetap konsisten pada pendapatnya akan hukuman gantung yg dijatuhkan kepada Permaisuri Violetta.
Hal lain yg membuat Ratu Vidya marah adalah karena hal yg begitu sepele ini sampai harus membuat sahabatnya meregang nyawa.
Dia dengan perasaan murka yg berkobar layaknya api yg membakar lahan hutan,Terpaksa menerima keputusan diktator baginda raja.
Tepat 1 hari sebelum prosesi hukuman gantung dilaksanakan,Permaisuri Violetta memberikan hak asuh atas Tuan Putri Pertama 'Rafaela de Hexi Nuvartante' kepada Ratu Vidya.
"Tolong jaga putriku untukku,Vidya" Pinta Permaisuri Violetta berlinang air mata saat menggenggam tangan Ratu Vidya yg sudah dingin.
"Letta,A-aku akan berusaha supaya kau tak dijatuhi hukuman ini!-Dan kumohon jangan buat ekspresi seperti itu.Aku tak kuat melihatnya!" Ucap Ratu Vidya hingga akhirnya tangisannya pecah disaat itu juga.
"Tidak ada yg bisa aku ataupun kau lakukan sekarang,Vidya.Lagipula 1 hari lagi,Aku akan menghilang selamanya dari dunia ini.Oleh karena itu,Tolong hiduplah dengan tenang seperti biasanya dan jaga putriku selayaknya anakmu sendiri.Ini permintaan terakhirku padamu" Jelas Permaisuri Violetta sambil tersenyum lebar kepada Ratu Vidya.
"Tidak,Letta.Aku tak bisa melepaskan kepergianmu besok.Tidak..!" Ratu Vidya menangis tersedu-sedu di hadapan Permaisuri Violetta.
10 menit lebih Ratu Vidya menangis karena tak bisa melepaskan sahabatnya yg sudah bersamanya 14 tahun lebih.Hingga pada akhirnya,Ratu Vidya mengiyakan permintaan terakhir dari Permaisuri Violetta untuknya supaya menjaga putrinya yg baru berusia 1 tahun.
Sejak hari itu,Ratu Vidya mulai mengurus Putri Rafaela dengan baik selayaknya anak sendiri sama seperti permintaan Permaisuri Violetta.Akan tetapi,Setiap kali melihat Rafaela,Hati Ratu Vidya selalu tersayat-sayat karena teringat kembali akan sahabatnya itu.
Keduanya memiliki rambut bergelombang berwarna violet dengan mata seindah cahaya bulan.Sangat mirip sampai ia terus teringat akan sosok sahabat yg sampai sekarang dirindukannya.
-----------------------
"Kau boleh percaya atau tidak dengan ceritaku ini,Ella.Itu adalah hakmu.Kau boleh membunuhku jika kau mau untuk membunuh rasa penyesalanku ini karena tak bisa menghalau prosesi hukuman gantung ibundamu" Wajahnya yg tersenyum masam itu semakin membuat Rafaela tidak tega untuk meneruskan niatnya.
"Saya mengurungkan niat saya,Baginda ratu.Saya tidak bisa membunuh anda" Ucap Rafaela sambil menggelengkan kepalanya.
"Saya menyesal tidak mengetahui fakta ini,Baginda ratu.Tapi,Jika saja anda menjelaskan semuanya dari awal,Mungkin saja saya tidak akan menjauhi anda"
"Percuma saja jika aku menjelaskannya di hari-hari sebelumnya,Karena kau sudah pasti akan menolak fakta yg kujabarkan ini" Jelas Ratu Vidya.
Rafaela kemudian bangkit dari tempatnya duduk lalu berlari ke arah Ratu Vidya dan memeluk erat dirinya.
"Ella..?" Kaget Ratu Vidya ketika Rafaela tiba-tiba memeluknya.
"Saya harap anda bisa menjalani hidup yg tenang sekarang,Baginda Ratu" Ucap Rafaela yg seketika membuat Ratu Vidya menangis seperti saat pertemuan terakhirnya dengan Permaisuri Violetta.
Hubungan keduanya akhirnya kembali seperti semula karena semuanya sudah diluruskan kembali oleh Ratu Vidya.
1 minggu kemudian,Baginda raja tiba-tiba jatuh sakit dan membuatnya harus terbaring di peraduannya sepanjang hari dan tak bisa mengerjakan satupun pekerjaannya.Tapi tidak apa-apa,Karena Rafaela-lah yg mengurus semua urusan kerajaan yg tidak bisa dituntaskan oleh baginda raja.
Karena inilah,Baginda raja langsung melantiknya sebagai putri mahkota dan selang 3 minggu,Baginda raja menghembuskan napas terakhirnya.Otomatis,Rafaela langsung dinobatkan sebagai ratu pemilik Kerajaan Nuvartante.Sekaligus,Perjanjiannya dengan Ethan batal karena pengubahan keputusannya untuk tidak membunuh Ratu Vidya.
~THE END~