Langit hitam, cahaya bulan tidak ada. suara gemuruh pertanda datangnya sang pemberi kehidupan mulai terdengar. Setitik air jatuh dari langit, beribu mulai menyerbu.
Malam ini hanya ada aku sendiri, bersembunyi dibawah kehangatan sang pelindung dingin. Suara petir menggelegar memecahkan cakrawala. Suara hantaman air hujan terdengar didalam rungan.
Disaat semua orang terlelap dalam mimpi indah mereka, seorang pria berpakaian hitam berjalan santai menembus para butiran mutiara. Langkah demi langkah pria itu berjalan tanpa bayangan.
Aku mengintip dibalik jendela kamar ku, melihat apa yang akan pria itu lakukan. Dia berhenti, pria itu berhenti tepat dibawah jendela kamarku. Aku takut, hawa dingin menusuk tulangku, dengan cepat aku masuk kembali kedalam selimut ku.
Hening, hanya ada Suara hujan yang bergemuruh di atas genteng rumahku. aku berusaha memejamkan mataku, aku ingin malam suram ini cepat berlalu. Aku tak ingin pria tadi membuatku merasa takut. Tapi percuma, sekeras apapun aku berusaha untuk tertidur dan melupakan pria itu aku tak bisa, aku gagal.
Disaat aku menenangkan diriku untuk tidak memikirkan apapun yang membuat ku takut, suara langkah kaki terdengar. Menambah kengerian dan membuat jantungku berpacu dengan cepat.
Cklek
Pintu kamar ku terbuka, aku hanya bisa bersembunyi daidalam selimut ku. Suara langkah kaki itu semakin dekan, semakin dekat, dan membuat jantungku seperti ingin meledak.
Tap
Seseorang menyentuh kaki ku, aku bisa merasakan dinginnya tangan itu. Sekujur tubuh ku bergetar, keringat dingin bercucuran, nafas ku tak beraturan. Aku ingin mengakhiri malam ini, tapi itu mustahil.
"Gina, kau sudah tidur"
Seseorang berbicara pada ku, aku mengenal suara ini. Suara yang tak asing bagi ku, ini suara ayahku. Ketika aku mendengar suara ayah, aku langsung tenang dan merasa aman. Aku tersenyum kecil sebelum bangkit dan duduk disamping ayah ku.
"Aku belum tidur yah" ucap ku senang sambil bergerak duduk.
"Ini sudah malam, apa yang kau lakukan sampai tidak tidur di jam segini?" ucap nya yang duduk membelakangi ku dengan Hoodie basah ditubuhnya.
Aku merasa aneh, ayah adalah orang pembersih, dia tidak mungkin masuk ke kamarku dengan pakaian basah ke kamar ku.
"Tidak ada, hanya berbaring di sini saja" ucap ku.
"Benarkah?!!" ucapnya sambil menolehkan kepalanya ke arahku.
Sebuah petir tiba - tiba menyambar, cahayanya masuk lewat kaca jemdela kamarku. Wajah pria yang sedang ada di depan ku ini terlihat dengan jelas. Dia... bukan... ayah ku....
"Kau, kau siapa?, kau bukan ayah ku!!" ucap ku takut sambil berjalan mundur kearah pintu keluar.
Pria itu menyeringai dengan wajah pucat menyeramkan. Aku hanya bisa tertunduk dan menerima nasib. Tangan dingin nya menyentuh wajahku, dia kemudian berkata...
"BERIKAN AKU KEHANGATAN!!"
THE END
Piww...
Hallo para pencinta horor!!!
Jangan lupa like ya, karena mengetik cerita tak semudah menyentuh tombol like:)
Sehat selalu
Arigato🙏
Sayonara.....