"Hai" sapa Dennis ke seorang perempuan yang sedang duduk di ayunan di taman dekat rumahnya. "Aku lihat kamu sering datang kesini akhir-akhir ini" sambung Dennis. Perempuan itu tersenyum ke dennis. "Boleh aku tahu siapa nama kamu?" Tanya dennis. Perempuan itu pergi tanpa memberi tahu namanya. Hujan turun membasahi taman dan tubuh dennis. Dennis segera pulang ke rumahnya. Sesampai di rumah dennis bergegas untuk mandi. Setelah dennis berganti pakaian, dennis tiduran di sofa ruang tv sambil membayangkan wajah cantik perempuan itu.
"Hei, senyum-senyum sendiri saja! Efek kelamaan jomblo lu ya?" canda temannya dennis bernama Zein. Dennis tetap saja tersenyum membayangkan wajah cantik perempuan yang belum sempat memberitahukan namanya. Zein memukul kaki dennis "Aduh, sakit gila!" dennis memarahi zein. Zein tertawa melihat dennis yang terkejut sambil merasa sakit karena dipukul olehnya.
"Ada apa sih lu datang-datang rusuh?!" tanya kesal dennis. "Lu kenapa senyum-senyum sendiri?" tanya balik zein. Dennis langsung mendekat ke zein dengan serius dia berkata "Tadi, gue habis ketemu cewek di taman cantik banget. Stefanny si cewek tercantik di sekolah saja kalah cantiknya sama cewek itu". Zein sedikit tidak percaya dengan omongan dennis. Apalagi saat dennis bilang cewek itu lebih cantik daripada cewek populer di sekolah mereka. "Alah, tidak mungkin. Lu kelamaan jomblo sih. Makanya jadi menghayal yang tidak mungkin" ucap zein.
Di ruangan yang tidak terang dan juga tidak terlalu gelap dennis dan zein sedang asik menonton horor sambil makan cemilan. "Den, lu kalau kayak gitu gimana den?" tanya zein. "Lu percaya aja sih sama tv. Zaman sekarang mana ada vampire" kata dennis sambil menonton film. "Ya kan itu kalau den. Serius banget sih" zein sambil menyenggol lengan dennis.
Hari semakin larut, zein sudah tertidur pulas di sofa dengan tangan yang masih memegang snack. Dennis mematikan tv dan pergi ke kamar. Saat ia ingin membuka pintu kamar ia melihat cewek itu lagi berada di taman. Kali ini ia duduk di sebuah seluncuran kecil. Dennis segera mengambil jaket tebal di kamarnya. Begitu dennis kembali dan melihat ke jendela, cewek itu sudah tidak ada. Dennis sedikit kesal, baru saja ia ingin menghampiri cewek itu. Dennis kembali ke kamarnya dan tidur.
Pagi hari yang tidak cerah dan berawan dennis dan zein pergi ke sekolah. "Cuaca enak banget buat tidur" ucap zein. Sampai di sekolah dennis dan zein pergi ke kantin. Zein yang asik menyapa teman genk dan dennis yang duduk tanpa sepatah kata sambil membayangkan cewek yang semalam di taman. teman-temannya melirik ke dennis sambil bertanya-tanya. "Biasa bro, dia lagi jatuh cinta sama cewek. Gue juga tidak tahu sih itu cewek beneran orang atau bukan. Katanya stefanny saja kalah cantiknya" kata zein. "Apa lo bilang? mana orangnya? gue mau lihat!" Ucap kesal fanny yang mendengar perkataan zein.
Pulang sekolah dennis dan zein jalan bareng karena memang sekolah mereka dekat dengan rumah. "Lu masuk duluan aja bro. Gue mau ke taman dulu" kata dennis. zein langsung masuk ke rumah. Dennis menghampiri cewek cantik itu yang sedang duduk di ayunan. Dennis mengagetkan cewek itu sehingga dia terkejut dengan kehadiran dennis. "Hai cantik, sendirian saja nih?" tanya dennis. Cewek itu menganggukkan kepalanya sambil tersenyum. Dennis mencoba menghibur cewek itu hingga cewek itu tidak bisa menahan ketawanya. Dennis senang sekali begitu mendengar tawa dari cewek itu. Sesekali dennis menggoda cewek itu sampai membuatnya tersipu malu.
Cewek itu tiba-tiba terdiam dan pergi dari taman itu. "Hei, mau kemana?" panggil dennis sambil mengejarnya. Kali ini dennis ingin sekali tahu siapa namanya. Dennis berhasil menggapai tangannya yang dingin sekali "Aduh dingin banget. Tunggu dulu! Katakan siapa nama kamu?" tanya dennis. Cewek itu melihat ke arah tangan dennis yang sedang menggenggam tangannya. lalu menatap wajah dennis. Ia tersadar waktunya tidak lama. Cewek itu melepaskan menyingkirkan tangan dennis perlahan dan berkata "Karina" dengan suara lembutnya karina pergi menjauh dari dennis. "Sampai ketemu karina" teriak dennis. Dennis merasa senang sekali bisa mengetahui nama cewek itu. Sampai di rumah zein yang sedang asik menonton tv langsung mendatangi dennis. "Asik deh yang habis kencan sama cewek misterius" Canda zein. "Namanya karina, suaranya lembut sekali, cantik dan tangannya dingin sekali seperti es" cerita dennis yang masih merasakan kesenangan karena bisa tahu namanya.
Besok harinya saat dennis dan zein ingin berangkat sekolah. Dennis melihat karina yang sedang duduk di taman. "Eh zein, lu duluan saja ya ke sekolah. Nanti gue nyusul" kata dennis. "Eh lu mau kemana? mau bolos lu ya? ajak gue kenapa sih!" Zein mencurigai dennis. Dennis memberikan isyarat bahwa ia ingin menghampiri karina. Zein meninggalkan dennis yang sedang menghampiri karina. "Hai, sendiri lagi? Kamu kenapa selalu kesini sendiri?" tanya dennis. Karina masih belum ingin berbicara dengan dennis. Walau karina sebenarnya senang dengan kehadiran dennis. "Oke kalau kamu ingin sendiri. Bye!" Ucap dennis. Karina menarik tangan dennis hingga dennis terjatuh ke hadapan karina dan bibir dennis menyentuh bibir karina. "Oh maaf. Aku tidak sengaja" kata dennis.
"Disini saja" kata karina dengan suara lembutnya. "Apa? kamu bicara dengan ku?" dennis merasa senang. Dennis duduk di ayunan sebelah karina. "Kamu kenapa selalu disini sendiri?" tanya dennis. "Aku senang melihat manusia lewat dengan kesibukannya. Ada yang sekolah, kerja bahkan mengasuh anak" kata karina. Setelah lama di taman dennis lupa dirinya harus ke sekolah dan jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Sudah sangat terlambat untuknya pergi sekolah. "Kamu sudah mau pulang? Mari aku antar" tanya dennis. "Boleh" kata karina. Dennis mengantarkan karina sampai ke depan rumahnya. "Aku langsung pulang ya" kata dennis.
Hari-hari dennis selalu bersama karina. Dennis mulai yakin bahwa yang dia rasakan saat ini dia sangat mencintai karina. Dia tidak berani untuk mengungkapkannya. Dennis takut karina akan menjauh darinya. Hingga sore hari dennis bertemu dengan karina dan menyatakan cintanya ke karina. "Karin, ada yang ingin aku katakan" kata dennis. "Apa itu den?" tanya karina. "Begini ~" baru satu kata tubuh dennis bergetar sehingga membuat karina tertawa. "Kamu kenapa dennis? apa yang ingin kamu katakan sampai bergetar begini" kata karina sambil tertawa. "Begini karin, aku~" dennis berhenti berkata lagi karena gugup. "Tenang dulu ya tenang" karina menenangkan dennis yang sedang gugup. "Aku jatuh cinta sama kamu karin sejak awal aku menghampiri kamu di taman ini" ucap dennis. Karina terkejut sehingga dia terdiam dan tidak lagi tertawa. "Kamu kenapa karin?" tanya dennis. "Jika memang kamu menolak aku, aku terima asal kamu jangan menjauh dariku karin" sambung dennis. "Tidak bisa dennis, aku dan kamu berbeda. Jujur aku juga mencintaimu, tetapi kita tidak mungkin bersama. Aku dan kamu sangat berbeda dennis" ucap karina sambil menundukkan kepalanya. "Kenapa? aku menerima kamu apa adanya karin, apa karena aku tidak sekaya kamu makanya kamu menganggap kita berbeda?" tanya dennis. "Aku berbeda denganmu dennis. Aku senang dengan kehadiranmu dalam hidup aku. Aku juga mencintaimu. Tapi kita memang tidak bisa bersama" kata karina. "Kenapa? aku akan buktikan apapun agar kita bisa bersama" kata dennis. Karina pergi meninggalkan dennis. Dennis tidak menyerah sampai disitu. Dia menghampiri karina ke rumahnya. Begitu di depan rumahnya dennis berkata "Karin! Aku akan menunggumu disini sampai kamu menerima cintaku!". Karina dan seluruh keluarga besar karina mendengarkan itu.
Pintu rumah karina terbuka sendiri. Dennis langsung masuk ke dalam rumah karina. "Hei anak muda, siapa kamu?" tanya seorang bapak yang terlihat masih muda, tampan dan gagah. "Permisi om, saya ingin bertemu dengan karina" kata dennis. "Rupanya kamu yang berteriak tadi" kata bapak itu. Bapak itu adalah ayah karina. "Wah, sepertinya makan malam kita sudah hadir disini. Apa tidak terlalu siang?" kata kakak laki-laki karina. Karina yang melihat posisi dennis yang tidak aman lagi langsung menghampiri dan berkata "Stop! dia kekasihku!" kata karina mengejutkan semua vampire yang ada di dalam rumah. "Apa? kamu berhubungan dengan manusia?" tanya ayah karina. "Karin, karin! sudah berkali-kali ayah bilang kamu dengan manusia itu berbeda! Tidak ada sejarahnya bangsa kami menikah dengan bangsa manusia!" Sambung ayah karina.
"Apa maksud kalian?"tanya heran dennis. "Kamu tidak mengenal karina tetapi kamu sudah jatuh cinta" kata ayah karina. "Hentikan ayah! mengapa kita tidak bisa bersatu? padahal kita hidup saling berdampingan" kata karina. Plak! tangan ayah karina mendarat di pipi karina. "Beraninya kamu menentang ayahmu sendiri! Dengar ya anak muda! kamu tidak akan bisa hidup berdampingan dengan kami!" kata ayah karina. Disaat yang tidak tepat kakak perempuan karina datang sambil membawa 1 kantong darah. Dennis yang melihatnya heran. "Ayah stok darah kita menipis" kata kakak perempuan karina. "Ups sorry. Aromanya seperti bangsa manusia" kata kakak perempuan karina yang langsung mendekati dennis. "Ayah, boleh aku mencicipinya sedikit?" sambung kakak perempuan karina. Dennis merasa risih dengan kondisi yang aneh. "Hentikan! dia kekasih aku!" kata karina. "Apa? kamu mencintai manusia lagi? apa kamu tidak kapok dengan sebelum-sebelumnya?" tanya kakak perempuan karina. "Dia itu belum tahu bahwa kami semua disini adalah Vampire!" lanjut kakak laki-laki karina. Dennis terkejut dengan perkataan itu. "Apa? selama ini? tangannya yang dingin dan wajah yang pucat itu" tanya dalam hati dennis. Karina menatap wajah dennis yang masih terkejut. Dennis pergi meninggalkan rumah itu.
Berhari-hari karina datang ke taman dan berharap dapat bertemu dengan dennis. Tetapi, dennis tidak sama sekali datang ke taman. Karina merindukan dennis. Dennis tidak menghilang, dennis tidak menjauh dari karina. Ia hanya butuh waktu untuk membiasakan diri untuk menerima itu. Yang berbeda bukanlah kekayaan maupun fisik. Yang berbeda adalah dennis manusia sedangkan karina adalah vampire yang sering dennis lihat di televisi. Dennis tetap memandangi taman dan melihat keberadaan karina. Hingga suatu saat karina sudah tidak bisa lagi memendam rasa rindunya. Karina muncul di jendela kamar dennis dengan kekuatannya. Ia mengejutkan dennis dan zein yang saat itu baru saja membuka pintu kamar dennis. Zein yang melihat itu langsung jatuh pingsan dan dennis segera membawa zein ke kamarnya. Karina dan dennis duduk di ruang tv dennis. "Aku tidak bisa menahan rinduku lagi" kata karina. "Maafkan aku karin. Aku hanya butuh waktu menerima ini" kata dennis. "Aku mengerti, memang tidak mudah kamu menerima aku yang bukan dari bangsa manusia" kata karina. Karina berdiri dan berniat untuk pergi. Namun, dennis menahannya "Mulai saat ini aku menerima perbedaan itu karin. Aku mencintaimu, aku akan membuktikan ke keluargamu bahwa kita bisa bersama. Karina tersenyum mendengar kesungguhan dari dennis.
Zein yang terbangun dari pingsannya keluar dari kamar. Ia terkejut melihat sosok karina dan jatuh pingsan lagi. "Yah, dia jatuh lagi. Maaf ya, dia memang begitu kalau lihat cewek cantik seperti kamu" kata dennis. Zein terbangun lagi dari tidurnya. "Siapa lu? Lu bukan manusia ya?" tanya zein. "Dia cewek gue. Dia memang bukan manusia seperti kita" kata dennis. Zein terkejut, dia menatap karina sambil menyentuh karina dengan jarinya. Karina tertawa melihat tingkah zein. "Lu siapa?" tanya zein. "Aku karina, aku dari bangsa vampire" kata karina. Zein terkejut lagi "Astaga dennis, lu itu putus asa atau gimana sih? sampai setan juga lu pacarin" kata zein. "Beda bego! Dia vampire bukan setan. Kalau setan mukanya horor kayak lu!" canda dennis. "Terserah kalian dah. Asal kalian bahagia saja. Tapi awas! jangan makan sahabat gue nih ya!" kata zein.
Dennis dan karina sedang asik di dapur membuat masakan bersama. Zein yang hanya bisa memperhatikan sahabatnya dengan kekasihnya hanya bisa bersabar hingga masakan jadi "Haduh, gue berasa nyamuk disini!" kata zein. "Stop! jangan kemana-mana dulu. makanan sudah jadi! Silahkan dicicipi" kata karina. Zein mencicipi masakan yang dibuat oleh dennis dan karina. "Enak banget gila! Ini bukan dari darah lu kan den?" tanya curiga zein. "Ya tidaklah" kata dennis.
Dennis kembali datang ke rumah karina untuk meyakinkan keluarga karina bahwa bangsa manusia bisa hidup bersama dengan vampire. Sampai akhirnya ayah dan keluarga karina merestui hubungan karina dan dennis. Merekapun menikah dan hidup bahagia. "I Love You Karina" Kata dennis dan mencium bibir karina.
Tamat.