Aku yang gamer terbaik tiba - tiba masuk ke dalam dunia game, siapa yang akan percaya? Aku memainkan game bernama Desa Berkabut yang katanya sangat seru. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi aku berada di posisi orang yang aneh. Sebenarnya siapa pemilik badan yang tiba - tiba kupakai ini?
Itu semua berawal dari sini. Di sebuah Desa Berkabut, seseorang bernama Lylia Hanry ialah orang yang masuk dalam kelompok tanpa gender atau orang yang tidak berjenis laki - laki ataupun perempuan.
Dia sudah menikah dengan seorang Pria tampan bernama William Edward, pemilik dari hotel kelas atas.
Di permainan itu, aku harus bisa membuat William Edward meminum darah murni dan yang memiliki itu hanyalah Lylia seorang.
Namun ada yang janggal. Saat aku berpindah dimensi, badan yang tidak kukenali siapa ini sedang menggigit pundak Lylia yang tidur membelakangi diriku.
“Singkirkan gigimu, Nona.” Lylia berkata dengan nada berat.
Aku terkejut diikuti langkah mundur. Sementara Lylia bangkit dari tidurnya dan duduk menghadap diriku.
“Benar ... kan, kau Nona?” tanya Lylia kepadaku yang samar - samar perawakannya.
“Em, maaf. Tapi saya Pria.”
“Oh, maaf saja ... ya. Saya sudah biasa dengan orang tanpa gender, jadi tidak bisa membedakanmu.”
“Eh, William ... itu kamu?” sambungnya lalu disusuli tawa.
“Maafkan aku, aku tidak sengaja merubah tubuhmu menjadi kecil. Kukira kamu musuhku.” Lylia kembali tertawa.
Ha? Aku hanya kebingungan melihatnya. Lalu kemudian melirik tubuh orang lain yang kupakai ini.
Aku langsung jatuh, kenapa bajunya jadi longgar dan dingin, rupanya badannya menjadi badan anak kecil. Hei! Walau ini bukan badanku, tolong kembalikan, pikirku.
“Apa yang sedang kamu lakukan William? Kenapa menggigit pundakku. Lihat ini, darahnya terus mengucur,” ucap Lylia sambil menujukkan pundaknya yang berlumuran darah.
“Yasudah, ayo kita pergi. Aku akan mengambilkan pakaianmu nanti.” Lylia berusaha meninggalkan topik tadi.
Jadi, ini tubuh William? Menarik, kurasa ini menyenangkan. Lylia bisa menjadi perempuan ataupun laki - laki. Tapi karena menikah dengan William Edward yang seorang Pria, maka dia tentu harus menjadi perempuan.
“Will, aku tahu loh, kalau kau yang tadi menggigitku untuk mengambil darahku,” ucap Lylia dengan senyum yang sedikit menyeringai.
“Kamu sudah mengetahuinya Lyliaku?” jawabku berpura - pura memainkan peran William.
“Kamu pikir aku tidak bisa mengetahui vampir tengah berada di kawasanku?” tanyanya menodongkan pisau dari belakang leher.
Waduh, sadis amat mbaknya ... kalau gini sih, gak bisa sukses punya istri cantik begini. Bisa - bisa jadi daging cincang!
“Kamu marah kepadaku? Silahkan, tapi aku tidak menerima jika nyawaku diambil begitu saja loh. Bayar dulu,” kataku tersenyum manis, berbalik badan lalu menghalau pisau belati yang Lylia todongkan dengan tangan.
“Sudah kuduga dari awal. Vampir sepertimu selalu menginginkan darah murniku. Tidak tulus.” Lylia meninggalkanku.
Entah kenapa kecewa melintasi bilik hatiku. Tiba - tiba aku teringat sesuatu. Bukankah vampir bisa terhubung kepada seseorang ketika meminum darahnya?
“Kamu sudah terhubung denganku, mana mungkin aku tidak tulus, Lylia? Jangan meragukanku.” Aku mengikuti langkah Lylia.
Lylia hanya menoleh sekilas lalu berjalan lurus meninggalkanku. Kacau! Aku mengacaukan jalan ceritanya. Apakah aku harus memeluknya seperti di game dating?
“Aku bercanda kok. Will, mukamu benar - benar lucu.” Lylia tertawa dan memelukku.
“Ya, ampun. Dasar Lyliaku ini, nakal sekali.” Aku menggosok - gosok rambutnya.
“Tapi darahmu milikku saja ya, jangan berikan ke vampir lain,” ucapku memintanya berjanji.
“Tidak akan.” Lylia menjawab cepat dan melepaskan pelukan.
Maksudnya tidak akan? pikirku bingung.
“Tidak akan kuberikan kepadamu dan juga yang lain maksudnya,” jelasnya seolah tahu apa yang kupikirkan.
Eh?! Kenapa aku kayak vampir aja minum darahnya. Gila, aku sudah gila. Aku menyusulnya yang lari meninggalkan diriku.
“Nanti aku bisa mati seandainya tidak minum darahmu!” teriakku agak keras.
Apakah aku memang vampir? Entahlah, tapi yang kutahu, mungkin aku sedikit gila karena berusaha memerankan posisi Will yang sebagai vampir.
Tiba - tiba dia mengajakku menuju sebuah ruangan. Penuh boneka juga benang. Dia menyuruhku duduk di dekatnya. Bukan, ternyata bukan aku vampirnya. Tapi, dia yang menipuku seolah dia manusia ....
Benar, benangnya merasuki kepala. Apakah yang akan terjadi beriktnya terhadapku?
Hai! Makasih sudah membaca cerpen ini walau ceritanya sedikit membagongkan🗿. Semoga enjoy!