Aku memiliki sebuah keluarga kecil yang sangat humoris. Sudah 6tahun lebih aku menikah dengan istriku dan anak kami kini genap berumur 6tahun.
Selama ini hubungan rumah tangga ku dengan istri ku sangat baik, romantis dan humoris, bahkan kami jarang terlibat perselisihan.
Aku sangat mencintai nya dan begitupun dia juga sangat mencintai ku. Aku juga sangat posesif terhadap nya. Hhhaha,,,,,kami bahkan berhubungan intim hampir setiap hari, aku akan terkekeh geli bila mengingat nya kembali.
Namun, pada suatu saat aku berselisih paham dengan istriku. Awal perselisihan kita memang biasa saja cuma sekedar bertengkar kecil tapi, entah kenapa tiap hari berlalu perselisihan ini pun tak kunjung damai, malah semakin menjadi besar. Jujur saja baru kali ini aku bertengkar yang tak kunjung damai dengan istriku.
Pada malam itu adalah puncak dari pertengkaran kami, kami bertengkar sangat hebat, aku juga bru pertama kali itu menerima gejolak amarah yang begitu besar kepada istriku. Kami saling membentak dan melempar barang satu sama lain karna emosi, tak ada yang mau mengalah di antara kami saat itu.
Sampai dimana batas kesabaran ku teruji, dan tanpa sadar aku melayangkan lampu hias di ruang kerja ku tepat dibagian belakang kepalanya. Aku melihat dia ambruk saat itu dengan posisi telungkup, wajahnya yg tertutup oleh rambut samar ku lihat.
Awalnya aku pikir dia cuma terjatuh saja dan sambil aku menunggu nya bangun untuk kembali melawan ku, aku meredam amarah ku sejenak.
Tapi, aku heran kenapa dia tidak bangun bahkan tak bergerak sama sekali.
Sambil menarik nafas berat aku menghampirinya dan berjongkok menyingkirkan rambut yg menutupi wajahnya. "Dia,,,,,pingsan?" Monolog ku saat melihat matanya tertutup, itulah yang aku pikirkan saat itu 'Dia cuma pingsan'.
Dengan prasaan khwatir aku menggendong tubuh nya dan meletakkannya di sofa. Aku sudah berkali-kali mencoba menyadarkan istriku. Hingga aku menyadari sesuatu saat aku mencoba membangunkannya dengan menghirup minyak angin yang ku oleskan di jari telunjukku.
Aku tidak bisa merasakan nafasnya.....
Tubuhku gemetar,,,,aku tak percaya bahwa dia sudah tak bernafas lagi. Sambil menangis aku coba mengguncang-guncang tubuhnya, memeriksa nadinya, dan mendengarkan suara detak jantungnya.
Tak bisa ku percaya nadinya sudah tak berdenyut dan bunyi detak jantungnya sudah hilang. Aku menangis dengan seluruh penyesalan sambil memeluk tubuh istriku yang sudah tak bernyawa. Aku benar-benar merasa menjadi pria paling brengsek di seluruh dunia ini karna telah membunuh istri ku sendiri.
Aku gelagapan dan tak tahu harus berbuat apa. Bila aku mengaku pada orang-orang pastinya aku akan di penjara, aku tak mau itu terjadi. Jadi, harus di kemanakan jasad istriku? pikirku.
Lalu, dengan pikiran kacau aku mengangkut jasadnya masuk kedalam mobil ku. Di tengah malam aku menyusuri jalan menuju hutan dengan membelah derasnya hujan. Dan ya,,,seperti yang kalian pikirkan aku menguburnya sangat jauh di dalam hutan.
__________ __________ ____________
Setelah 2 minggu berlalu sejak kejadian dimana aku tak sengaja membunuh istriku hari-hari ku pun berjalan dengan normal. Aku menjemput anak ku dari rumah ibuku dan menjalani kehidupan normal seperti biasa dengannya.
Aku sibuk dengan pekerjaan ku dan dia disibukkan oleh sekolah nya. Tahun ini dia akan mulai masuk SD. Tapi, aku merasa heran karna sampai saat ini anakku tidak bertanya apapun soal ibunya. Aku bertanya-tanya tentang hal itu di pikiran ku, apakah dia tidak merindukan ibunya padahal biasanya dia selalu manja pada ibunya. Tapi, ya sudah lah alangkah lebih baik jika dia tak bertanya seperti itu, itu hanya menyusahkan ku untuk menjawab saja.
1 bulan berlalu dan anakku masih terlihat biasa saja dia tidak menanya ataupun mencari keberadaan ibunya pada ku. Sudahlah lupakan saja aku tidak peduli. Tapi, rasanya akhir2 ini tubuh ku berasa sangat lelah mungkin karna terlalu memfosir jam kerjaku.
Hingga 1 bulan lebih berlalu dan anakku masih terlihat biasa saja. Tubuhku juga semakin tidak enak saja rasanya semua tulangku ingin remuk.
Hari ini aku meliburkan diri dari pekerjaan ku, aku ingin mengistirahatkan tubuh ku. Ketika aku berjalan menuju kamar anak ku berlari kecil menghampiriku, aku pun mengurungkan niat membuka pintu kamar dan menoleh padanya.
"Ayah aku ingin bertanya satu hal padamu." ucap anakku. Aku terkejut seketika 'Apa dia ingin menanyakan soal ibunya, apa yang harus ku jawab?.' ucap batin ku.
Aku merasa gugup untuk menjawab nya jika benar itu yang ingin ia tanyakan tapi, aku menyembunyikan rasa gugupku dengan berjongkok mengelus kepalanya dan aku bilang
"Apa yang kau ingin tanyakan nak?." ucap ku sambil tersenyum. Mungkin aku harus bilang jujur kepadanya kalau aku telah tak sengaja membunuh ibunya.
Aku benar-benar mengira dia akan menanyakan soal keberadaan ibunya tapi, bukan itu yang dia tanyakan. Pertanyaannya membuat ku sangat terkejut. Pertanyaan yang sebenarnya terkesan konyol bagi ku namun, itu membuat ku mematung lama, otak ku berusaha keras mencernanya.
Kalian tahu apa yg dia tanyakan? yang dia tanyakan adalah "AYAH KENAPA AKHIR-AKHIR INI KAU TERLIHAT SERING MENGGENDONG IBU?."
☠☠☠☠☠☠ ~~TAMAT~~ ☠☠☠☠☠☠
Happy reading all😄 Moga suka dengan karya pertamaku😊😸
Gomawoyo~~~~😘