Jangan lupa like dan komen ya...
.
.
.
"Tok, tok, tok"
"Lina, ada David nih" teriak mama dari depan pintu.
"Iya ma, sebentar"
"Ayo nah masuk dulu"
David masuk mengikuti langkah mama Lina.
"Kamu kapan pacaran nya, sendiri mulu gak bosen apa? " tanya mama Lina kepada David
"Mama mah jahat nyuruh pacar anaknya nyari pacar" Lina berkata sambil jalan menuruni tangga.
"Sejak kapan kalian pacaran?" emang ya emak emak tuh kepo banget.
"Udah lama tante" Kali ini yang jawab David
"David sama Lina pergi dulu ya ma" Mereka berpamitan lalu pergi menaiki mobil yang dibawa David.
.
.
.
Sekarang Lina sedang menunggu David yang sedang membeli tiket untuk menonton.
Kini mereka sedang duduk di salah satu kursi di dalam bioskop. Disini sangat sepi, hanya ada mereka berdua. Bahkan sampai film diputar pun tidak ada yang datang.
Beberapa kali Lina berteriak karena ketakutan, ya wajar saja dia ketakutan yang ditonton saja film horor.
Di tengah tengah film David berkata
"Lina tatap aku"
Lina yang mendengarnya langsung menatap mata David. Perlahan David mendekatkan wajahnya. Semakin mendekat dan semakin mendekat. Kini Lina dapat merasakan hembusan nafas David.
David menutup mata Luna menggunakan tanganya. Deg...deg...deg. Perlahan David memiringkan kepalanya dan mendekatkan wajahnya ke leher Lina. Dia membuka mulutnya dan menunjuk kan taring tajamnya.
"Aah" rintih Lina. Dia merasa dirinya melemas dan akhirnya dia jatuh pingsan. Dia sempat mendengar David berkata...
"Maaf... Lina" Memeluk Lina.
.
.
.
"Terkadang kenyataan lebih menyakitkan" David berkata sambil menyenderkan kepala Lina ke bahunya.
.
.
.
Kukira itu akan menjadi ciuman pertama kami ~ Lina